Ponpes Darul Muhibien Binuang

Ponpes Darul Muhibien Binuang Pondok pesantren sarana untuk sama2 kita belajar pengetahuan formal maupun informal

24/08/2023

Malam minggu ba'dal isya' 26,08,2023 di langgar Norhidayah sarang semut binuang
Untuk umum

Jangan lupa malaam minggu ini
27/07/2023

Jangan lupa malaam minggu ini

Jama'ah Abah Guru Sekumpul di Rest area Taluk,Binuang
28/01/2023

Jama'ah Abah Guru Sekumpul di Rest area Taluk,Binuang

PUASA TANPA MANDI WAJIBبسم الله الرحمن الرحيمketika orang junub di malam hari ramadhan, baik karena mimpi basah maupun k...
01/04/2022

PUASA TANPA MANDI WAJIB

بسم الله الرحمن الرحيم

ketika orang junub di malam hari ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudian belum mandi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah. Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.

Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan

Belum Mandi Ketika masuk Waktu Subuh

Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,

كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,

وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَغَيْرِهِمْ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ

Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?

Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?

Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.

Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).

Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu

Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.

Allah berfirman,

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)

Demikian, semoga bermanfaat.

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB...SELURUH KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI WILAYAH BINUANG DAN SEKITARNYA,DIUNDANG DAN SANGAT DIHARA...
03/02/2022

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB...

SELURUH KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI WILAYAH BINUANG DAN SEKITARNYA,

DIUNDANG DAN SANGAT DIHARAPKAN KEHADIRANNYA DLM ACARA PERINGATAN ISRA' DAN MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW SERTA HAUL KE 17 ABAH GURU SEKUMPUL.

PAGI SABTU,11 RAJAB 1443/12 FEB 2022
PUKUL (09.00) S/D SELESAI.
BERTEMPAT DI MESJID PONDOK PESANTREN DARUL MUHIBBIEN PUTRA HARUBAN, BINUANG.

SEMOGA KEHADIRAN KITA DIACARA INI MENJADI KEBERKAHAN BAGI KITA SEMUA,DAN SEMOGA KITA TERLEPAS DARI SEGALA KEUDZURAN.AMIN

Assalamualaikum wr.wb.Bagi pemirsa yg melihat postingan ini sekiranya ada yg mau menyumbang untuk acara haul akbar Abah ...
29/01/2022

Assalamualaikum wr.wb.
Bagi pemirsa yg melihat postingan ini sekiranya ada yg mau menyumbang untuk acara haul akbar Abah Guru Sekumpul yg akan dilaksanakan di Ponpes Darul Muhibien Binuang pd tgl 11 rajab ini di persilahkan partisipasinya,sekian wassalam.
Mudah2an kt semua dikumpulkan di surganya ALLAH bersama Beliau kelak,aamiin.
No.yg bisa dihubungi 082251104985

10 TAHUN WAFAT.GURU SEKUMPUL BANTU UANG 1 MILYAR UNTUK PENGUNGSI PALESTINA 10 Tahun Wafat, Guru Sekumpul Bantu Uang 1 Mi...
05/06/2021

10 TAHUN WAFAT.GURU SEKUMPUL BANTU UANG 1 MILYAR UNTUK PENGUNGSI PALESTINA

10 Tahun Wafat, Guru Sekumpul Bantu Uang 1 Miliar untuk Pengungsi Palestina.

KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul) adalah seorang wali Allah yang masyhur di seluruh Jazirah Arab, bukan hanya di Nusantara. Masyarakat Muslim di Palestina menjadi saksi sosok Guru Sekumpul yang bisa hadir di Masjidil Aqsha, padahal beliau sudah wafat.

Tahun 2015, antara bulan September – November, terjadi konflik besar antara Israel dan Palestina. Ribuan warga Palestina di berbagai kamp pengungsian, salah satunya ada di Masjidil Aqsa. Setelah konflik selesai, terjadi pertemuan dan dialog antara KH Syaifuddin Zuhri Banjar (akrab disapa Guru Banjar Indah) dengan Imam muda Masjidil Aqsa. Guru Banjar adalah murid dari Guru Sekumpul. Pertemuan ini terjadi pada bulan Januari 2016.

“Saya saat shalat di Masjidil Aqsa, bertemu dengan Imam muda Masjidil Aqsa yang bisa berbahasa Indonesia.” kata Guru Banjar. Karena penasaran dengan kemampuannya bisa bahasa Indonesia, Guru Banjar akhirnya bertanya.

“Kenapa Anda bisa bahasa Indonesia?”

“Saya bisa bahasa Indonesia karena pernah di Indonesia, ambil S3 di Yogyakarta,” jawab Imam Masjidil Aqsha. Imam ini adalah imam muda Masjidil Aqsha. Imam sebelumnya meninggal karena ditembak sama Yahudi Israel.

Karena bertemu Guru Banjar, Imam muda Masjidil Aqsha ini bertanya.

“Siapa yang namanya Syekh Zaini Ghani?”

“Beliau itu guru saya. Guru Zaini sudah sepuluh tahun meninggal dunia,” jawab Guru Banjar. KH Muhammad Zaini Abdul Ghani wafat pada 10 Agustus 2005.

Mendengar jawaban itu, Imam muda Masjidil Aqsha itu bingung.

“Apa tidak salah Syekh Zaini Ghani sudah sepuluh tahun meninggal?” Imam muda Masjidil Aqsha itu tambah bingung dan makin penasaran.

“Iya, benar. Beliau sudah wafat sepuluh tahun lalu.”

Akhirnya, Imam muda Masjidil Aqsha itu mengisahkan bahwa 4 bulan yang lalu (September 2015-red), masyarakat Palestina diserang oleh Israel. Masyarakat lari bersembunyi di bawah tanah di lingkungan Masjidil Aqsa, karena kondisi perang yang saling menembak antar kelompok. Saat itu, tidak ada makanan, karena masyarakat tidak punya uang untuk beli.

“Saat itu, datang seorang syekh yang rupawan. Syekh itu memberikan uang. Saya bingung, demikian juga semua umat Islam saat itu, kok ini ada orang asing bisa datang ke Palestina, padahal kantor imigrasi sedang ditutup,” Imam muda Masjidil Aqsa melanjutkan kisahnya.

“Orang mana, Anda?”

“Saya orang Kalimantan Selatan,” jawab Syekh rupawan itu.

Setelah menjelaskan asalnya, Syekh rupawan yang tak lain adalah Guru Sekumpul itu menggandeng tangan Imam muda Masjidil Aqsa dan memberikan uang sebesar Rp 250 juta.

Tiga hari kemudian, Guru Sekumpul datang lagi ke tempat persembunyian di bawah tanah. Imam muda Masjidil Aqsha kembali bingung, karena posisi tempatnya tertutup dan tak bisa diakses oleh orang luar.

“Dari mana Anda bisa masuk ke sini?”

“Terserah Allah,” jawab Guru Sekumpul.

Setelah itu, Guru Sekumpul memberikan uang sebesar Rp 500 juta untuk memberi makan 4 ribu kaum muslimin yang masih mengungsi di Masjidil Aqsa.

Sepuluh hari kemudian, Guru Sekumpul datang lagi dan memberi uang sebesar Rp 300 juta.

Imam muda Masjidil Aqsa heran dan bingung. Apakah orang ini manusia, malaikat, atau wali Allah.

Dari kisah ini, Guru Banjar menjelaskan kepada Imam muda Masjidil Aqsa bahwa syekh rupawan itu adalah KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (yang biasa disapa Guru Sekumpul atau Guru Zaini).

“Beliau adalah guru besar, seorang wali Allah yang masyhur dari Kalimantan Selatan.”

Guru Banjar juga menjelaskan bahwa para Nabi itu bisa wujud dimana-mana.

“Mengikuti ilmunya para nabi, para wali Allah juga bisa wujud dimana-mana,” pungkas Guru Banjar.

Kesaksian Guru Banjar ini menjadi refleksi bagi kita semua bahwa para wali Allah itu mempunyai kasih sayang yang luar biasa. Walaupun mereka sudah meninggal, seringkali mempunyai karomah tetap bisa hadir di alam nyata sebagaimana mereka mengikuti panutannya yakni Rasulullah SAW. (Rohim/Abu Umar/Bangkitmedia.com)

_______________

Semoga artikel 10 Tahun Wafat, Guru Sekumpul Bantu Uang 1 Miliar untuk Pengungsi Palestina ini memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua,
Aamiin!!!

Silahkan gabung di sini
👇👇👇
NEWS TABALONG BERBAGI INFO
https://www.facebook.com/groups/381804029688459/

7 SURAT HARIAN1. Ya SiinUntuk menghidupkan hati dan mengakses nur hidayah Allah2. Ar rahman‌satu satunya dalam quran yan...
26/04/2021

7 SURAT HARIAN

1. Ya Siin
Untuk menghidupkan hati dan mengakses nur hidayah Allah

2. Ar rahman
‌satu satunya dalam quran yang di mulai dgn nama allah ar rahman "maha pengasih" maka kita yang membacanya di kasihi, disayangi, dis**ai, dicintai oleh allah
‌Akan tumbuh sifat rahmat pada diri kita

3. Al waqiah
Tidak akan menderita kita didunia, tidak akan menderita saat sakarat maut, tidak akan menderita saat di alam kubur, apalagi di akhirat nanti

4. Al mulk
Apapun yg kita lakukan, yg allah amanahkan pada diri kita, siapapun yg dekat diri kita diberkahi oleh allah

5. Al jin
Tidak diganggu oleh jin, mereka yg setiap hari mewiridkan surat al jin akan dikenal oleh jin jin muslim

6. Al muzammil
Penikmat surat al muzammil allah beri kenikmatan solat malam

7. Al fajr
Mewiridkan surat al fajr, inilah akhir hidup yang paling kita incar, akhir dari perjalanan hidup yang paling dirindukan allah panggil "hai, jiwa jiwa yang mutmainnah. Pulanglah kepada allah. Yang kamu ridho, allah pun juga ridho sama kamu. Kau memang hambaku. Masuklah kedalam surgaku".

Nasihat Murobbi
Alm. kh muhammad arifin ilham

MENGENANG WAFATNYA UMMUL MUKMININ SAYYIDAH KHODIJAH AL KUBRO (Wafat 11 Ramadhan tahun 10 Kenabian)______________________...
23/04/2021

MENGENANG WAFATNYA UMMUL MUKMININ SAYYIDAH KHODIJAH AL KUBRO (Wafat 11 Ramadhan tahun 10 Kenabian)
_____________________________________________
Siti Khodijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khodijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khodijah wafat dalam usia 65 tahun.

Diantara keistimewaan yang dimiliki sayyidatina Khadijah ialah bahwa Allah swt, mengirim salam kepada beliau, diceritakan bahwa Jibril berkata: wahai kekasih Allah (Nabi Muhammad), Khadijah kan datang membawakan kau makanan, jika dia datang kepadamu, maka ucapkanlah salam dari Allah ta'ala dan salam dariku untuknya.

Setelah Nabi menyampaikan salam Allah dan malaikat jibril, maka Khadijah membalas salam tersebut. (Hadits riwayat Bukhari Muslim).

Begitu agung seorang perempuan yang dipilih oleh Allah ta'ala, perempuan yang luar biasa. Diantaranya lagi perempuan" yang telah dipilih Allah ialah:

1. Sayyidatina Maryam binti Imran
2. Sayyidatina Fatimah binti Rasulullah saw
3. Sayyidatina khadijah binti Khawailid
4. Sayyidatina Asiyah binti Muzahim

Sebagaimana Rasulullah pernah bersabda,
"Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulallah SAW, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah." (HR. Hakim dan Muslim)."

Kelebihan mereka sangat amat luar biasa,
Diriwayatkan oleh Imam bukhari, bahwa Jibril telah memberi kabar gembira kepada sayyidatina Khadijah dengan sebuah istana di syurga yg penuh dengan perhiasan, kekal abadi miliknya.

Dan lagi keistimewaan beliau, beliau senantiasa menyertai Rasulullah di keadaan s**a maupun duka. Beliau ikut keluar dengan Rasulullah, berlari dan bersembunyi dari para musuh Rasulullah.

Beliau tinggalkan kehidupan mewah, beliau tinggalkan segala kesenangan dunia, beliau hidup dengan mara bahaya yang senantiasa ada setiap hari.

Seorang perempuan yabg dulunya kaya raya, dengan penuh kelebihan harta, namun beliau lepas semua itu demi Nabi Muhammad saw. Tak pernah sedikitpun beliau meninggalkan Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad pun sangat s**a mengisahkan kelebihan sayyidatina Khadijah didepan para sahabat, karena Nabi berkata bahwa Khadijah ialah orang yang beriman disaat semua orang kafir, dia yang percaya disaat semua orang mendustakanku, dia yang menghibur hatiku disaat semua orang ingin melukai hatiku. disaat semua orang menyakiti, dia selalu disampingku. Sangat amat aku menyayanginya, sangat aku mencintainya.

Berikanlah sesuatu yang terbaik untuk orang lain, berikanlah sesuatu yang membahagiakan orang lain, walau hanya dengan senyuman.

Sayyidatina Khadijah rela mengorbankan segalanya, jiwa dn ruhnya beliau serahkan kepada Nabi Muhammad saw.

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah meminta Khadijah agar tetap di tempatnya.

Saat itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fathimah RA.

Kemudian Rasulullah mengambil Fathimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah SAW tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Nabi SAW dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di p**i Rasulullah. Beliau pun terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?” tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku. Wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan,” jawab Khadijah.

Khadijah berkata lagi: "Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Wahai Rasulullah.

Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai, namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu. Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah." kata Khadijah.

Malam ini Alhamdulillah kita sudah memasuki malam ke sebelas malam bulan Ramadhan yang artinya bertepatan dengan Haul Ummul mukminin (Sayyidah Khodijah).

Semoga berkat membaca manaqib Sayyidah Khodijah hajat dunia dan akhirat kita kabul
Berkat Rasulullah berkat orang-orang sholeh dan berkat Guru kita.
Alfatihah...
آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﷺ

HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGULal wali al kabir, sohibul karomah, mujabaddu'ah...terkenal doanya yg mustajab......
10/05/2020

HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL

al wali al kabir, sohibul karomah, mujabaddu'ah...terkenal doanya yg mustajab...beliau berkata 'Du'a'i yasbiqul barq', doaku mendahului petir yg menyambar... Guru Sekumpul menjuluki beliau sebagai Syekh Abu Bakar bin Salim nya Indonesia...dulunya Habib Sholeh sering mengikuti pengajian KH. Ahmad Qusyairi di Tanggul, tetapi setelah tanda-tanda kewalian Habib Sholeh mulai nampak, KH. Qusyairi lah yang mengaji kepada Habib Sholeh....awal perjalanan suluk beliau dimulai ketika bertemu Nabi Khidir di stasiun Tanggul Jember...diriwayatkan beliau uzlah selama 3 tahun...kemudian beliau berangkat haji setelah mendapat isyarah dari datuknya Rasulullah saw untuk mengunjunginya di Madinah...Sepulang dari haji beliau kaget melihat rumahnya yg sederhana telah dipugar oleh masyarakat, dg sedikit menyesal beliau mengatakan, "Padahal di rumah itu saya sholat berjamaah dg Rasulullah lima waktu". Beliau khalifahnya al Quthb Habib Abu Bakar Assegaf Gresik...Habib Abu Bakar sendiri yg memakaikan imamah di atas kepala Habib Sholeh yg mulia...Wirid harian beliau adalah dalailul khoirot dan beliau merasakan kelezatan setiap mengamalkannya...Nasehat yg paling sering beliau sampaikan adalah agar berbakti kepada orangtua, menjaga sholat jamaah lima waktu, dan mengisi waktu antara maghrib dan isya dengan membaca quran...para wali yg sezaman dg beliau, seperti Habib Husen bin Hadi Probolinggo, Habib Ali Kwitang, Kiai Hasan Genggong, Mbah Malik bin Ilyas Purwokerto, Kiai Hamid Pasuruan, Habib Idrus bin Salim al Jufri Palu, Habib Abdul Qodir Assegaf Jeddah, dll seluruhnya mengakui ketinggian maqom beliau... sampai kiai Hamid Pasuruan dulu sering berpesan kepada murid2nya : 'kalau berpergian ke arah timur hadiahkan alfatihah untuk Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul kalau berpergian ke arah barat hadiahkan fatihah untuk Habib Husen bin Abu Bakar al Aidrus Luarbatang'...

Beliau Habib Sholeh saat menjamu tamu tanpa pandang kelas...semuanya dilayani dg baik dan ramah...bahkan beliau sendiri yg menimba air dari sumur untuk keperluan tamu-tamu...
Ketika para tamu tidur nyenyak Habib Sholeh dengan sabar mengelilingi mereka dan meletakkan obat nyamuk bakar, agar semua tamu terhindar dari gigitan nyamuk...
Saat fajar menyingsing, beliau memberi makan kambing dg kulit pisang, bahkan ikan di kamar mandinya pun tak luput dari perhatian belas kasihnya...termasuk semut yg ada di kediaman mulianya tak lepas dari perhatiannya dg taburan gula sebagai makanannya...beliau sangat luar biasa kasih sayangnya kepada makhluk-makhluk Allah...
Peninggalan Habib Sholeh yg masih dirasakan berkahnya oleh banyak orang sampai sekarang adalah sholawat Mansub...

Karomah-Karomah Beliau

1. Mengobati Putri Raja Saudi

Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki Makkah adalah ulama’ besar yang jadi rujukan hampir semua ulama pada masanya. Beliau juga salah satu penasehat Raja Saudi. Saat itu, Raja memiliki anak cacat sejak lahir. Anak itu tidak punya lubang dubur, karena lubang duburnya ada di pinggang.

Tentu saja, sang raja sudah datang ke pengobatan dimana saja. Tapi hasilnya belum membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya Sayyid Alawi menyarankan agar sang raja mengundang seorang habib penuh karomah dari Indonesia yang bernama Habib Sholeh Bin Muchsin Al-Hamid atau akrab disapa Habib Sholeh Tanggul.

Sang raja akhirnya mengirimkan utusan untuk meminta Habib Sholeh Tanggul berkenan datang ke Arab Saudi. Habib Sholeh akhirnya bersedia dan berangkat bersama utusan sang raja.

Sang raja sudah menyiapkan jamuan istimewa kepada tamunya yang dikenal keramat ini. Sebelum bertemu langsung dengan raja, Habib Sholeh ngobrol santai terlebih dulu dengan Sayyid Alawi, baru kemudian menghadap sang raja. Anak sang saja sudah duduk di kursi kebesarannya.

Disamperin itu anak itu kemudian ditepuk-tepuk belakangnya sambil berkata: “Bekher Ente, Bekher Ente, InsyaAllah Bekher.”

Setelah mengucapkan itu, Habib Sholeh berkata kepada Sayyid Alawi Al-Maliki: ”Ayo Habib, kita pergi dari sini, Ana pingin ke tempat antum saja.”

Sang Raja Arab yang mendengar ucapan itu langsung berkata:

”Ya Habib Alawi, inikah yang antum bilang habib keramat itu, tidak ada salam tidak ada perbincangan, malah mau pergi begitu saja.”

Sayyid Alawi tetap bersikap santai dan tenang saja. Selang beberapa saat, anak raja yang duduk di kursi tadi berteriak.

”Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lubang yang ada di pinggang ketutup berubah ke belakang sebagaimana manusia normal Lainnya. Oh iya, tadi belakang saya ditepuk-tepuk sama Habib Sholeh.”

Akhirnya sang Raja menawarkan satu peti berisi emas kepada Habib Sholeh.

“Simpan saja emasmu, Ana lebih kaya dari ente. Kalau perlu ana yang kasih ente,” jawab Habib Sholeh.

“Ya Habib Sholeh, Ana punya anak perempuan. Kalau mau putri ana, akan saya nikahkan denganmu lalu antum aku beri jabatan tinggi di sini,” kata sang raja.

“Simpan saja putri ente. Ana punya syarifah di rumah. Ana gak butuh jabatan dari Ente. Ana sudah punya jabatan dari Allah SWT.” jawab Habib Sholeh.

Mendengar pembicaraan ini, Sayyid Alawi Al-Maliki akhirnya menyarankan Habib Sholeh agar mau menerima emas tadi.

“Ya Habib Sholeh, kita di Hadromaut punya saudara-saudara yang susah. Ambil saja dan kasihkan kepada saudara-saudara kita di sana.”

Habib Sholeh akhirnya menerima saran Sayyid Alawi. Kemudian hadiah itu dibagikan kepada saudara-saudara di Hadramaut. Karena kisah ini, Habib Sholeh Tanggul di Hadramaut sana dikenal sebagai habib paling kaya di Indonesia karena sering membantu saudara-saudara yang ada di Hadramaut.

2. Mujarabnya Doa Beliau

Pernah di sebuah desa terjadi wabah penyakit ganas. Yaitu orang sakit sore keesokan paginya mati dan bila paginya sakit maka sorenya mati. Orang-orang menyebutnya penyakit 'pagebluk'. Akhirnya ada seorang penduduk desa yang datang ke Tanggul membawa sebotol air agar didoakan Habib Sholeh.

Ajaib, setelah meminum air barokah dari Habib Sholeh itu, ia langsung sembuh total dari penyakitnya. Berita kesembuhannya pun tersebar ke seantero desa. Keesokan harinya Masyarakat desa sebanyak 3 truck datang ke kediaman Habib Sholeh untuk meminta air barokah.

Habib Sholeh tentu kaget dan bingung, ada apa orang sebanyak itu datang ke rumahnya ? Setelah mengetahui maksud kedatangan mereka, Habib Sholeh memanggil perwakilan penduduk desa itu.

" Begini saja.. Di desa kalian ada danau.. ? " tanya Habib Sholeh.

" Ada bib.. "

Habib lalu mengambil secarik kertas, menuliskan sesuatu, menggulungnya lalu berkata :

"Ini kertas lemparkan di danau, nanti semua penduduk suruh minum dari situ.. "

"Baik bib.. "

Mereka lalu pulang dan melaksanakan apa yang di perintahkan Habib Sholeh. Dan benar saja, semua penduduk yang minum dari air danau itu sembuh dan sehat wal afiat. Tidak ada satupun yang mati oleh penyakit mengerikan itu.

Lurah desa takjub sekaligus penasaran apa tulisan dibalik kertas ajaib itu ?

Lalu ia pergi ke danau dan mengambil lagi kertas itu. Ia membukanya dan mencoba membaca tulisan yang ada di dalamnya. Ternyata, yang ditulis dalam kertas itu bukan rajah-rajah Arab atau semacamnya. Disitu hanya terdapat sebuah tulisan latin yang berbunyi :

" SELAMAT TINGGAL PENYAKIT.. "

Subhanallah...

3. Mendoakan Nelayan

Suatu ketika, Habib Soleh didatangi oleh seorang pemuda yg menjadi seorang nelayan...pemuda tersebut menceritakan kepada Habib Soleh dan minta didoakan agar mendapat tangkapan ikan yg sangat besar biar bisa dijual mahal..
Kata nya dg logat madura.
"Bib, doakan saya bib semoga nanti malam manceng dapat ikan yg de gede bib. Ayo bib angkat tangannya bib doakan saya"

Kata Habib Soleh,
"Kan lebih baik kecil2 tapi setiap hari ?
Dikit2... bersyukur nanti ALLAH pasti tambah lagi"

"Bosen saya bib...
Tiap hari cil kecil teros...
Sekali2 yg guede bib..."

Karena dipaksa Habib pun mengangkat tangannya...
"Semoga ALLAH beri ente ikan yg besar...Amin..."

Alangkah senengnya pemuda tersebut...
Setelah mencium tangan Habib ia pun pergi langsung melaut pada malam hari nya...

Namun masya Allah...demikianlah doa waliallah.
Betul hari itu ia mendapat ikan yg sangat besar tapi ia tak mau ambil. Cepat2 ia kembali ke darat...Habis Subuh ia datangi lagi rumah Habib Soleh agar membatalkan permohonannya kepada Allah. Sambil ketakutan dan masih gemetaran ia menyampaikan ceritanya.

"Sudaaaahhh...Sudaaaahhh bib...kensel bib...kensel...batal bib. Jangan berdoa lagi bib..."

"Kenapa ?" tanya Habib.
"Saya saat mau tarik pancing yg pertama kali nongol matanya bib....Mata nya itu sak tempeh bib...
( maksud nya sak Tempeh itu senampan besar)
"Ampuuuuunnn bib...Mata nya aja sudah sak perahu saya bib...Lebih baik saya syukur dah dg yg kecil2 aja bib..."

Habib Soleh hanya tersenyum saja.

4. Keberkahan Foto Habib Soleh

Cerita ini pernah diutarakan oleh Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid Tanggul.

Dulu, ada pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya. Dia sedang sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya. Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dilakukannya berkali-kali.

Sampai pada akhirnya, Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah utusan Adam Malik, mereka datang membawa hadiah untuk Habib sejumlah Uang yang banyak, pada waktu itu Habib Sholeh berkata pada para pejabat yang hadir di rumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya, bilang ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan untuknya, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Waktu itu Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh AlHamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh, lalu menyerahkan uang tersebut sebagaimana arahan Habib. Orang tersebut jatuh tersungkur sambil berucap Alhamdulillah, barakah cucu Rasulullah, lalu ia buka surat dari Habib Sholeh yang isinya:

"Uang ini yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku."

Subhanallah...

5. Pertemuan Habib Soleh dan Habib Idrus bin Salim Al Jufri Palu

Alkisah ketika Guru Tua Al Habib Idrus bin Salim Al-Jufri berkunjung kekediaman Al Quthb Maula Tanggul Jember Al-'Allamah Al-Habib Sholeh bin Muchsin Al Hamid bin Syech Abubakar bin Salim, bersama Ustad Abdulloh Abdun [ Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid Malang ] dan juga murid-murid Guru Tua lainnya.

Malam itu beliau dan beberapa santrinya tidak bertemu dengan Habib Sholeh Tanggul, akhirnya beliau putuskan untuk menginap di Kota Tanggul. Pagi harinya beliau beserta murid-muridnya langsung bertemu dengan Habib Sholeh dan bercengkrama tentang kalam salaf-salaf bani alawiy, lalu beliau semua makan bersama.

Singkat cerita ....
Maka Al-Habib Muhamad Al-Bahar datuknya Wan Sehan Sang Wali Majdzub menyenandungkan Qosidah Nabi dengan suara yang teramat merdu sekali disertai tetabuhan Marawis dan Gendang Hajir, kemudian Guru Tua Palu Sulawesi Tengah Al-Alim Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri menari Zafin bersama-sama yang lainnya.

Suasana semakin Riuh Ramai dengan hentakan Hajir Marawis Alunan Zaffin kesenangan Para Saadah Bani Alawiy, kemudian Guru Tua menarik Tangan Al-Quthb Maula Tanggul untuk berdiri menari Zaffin bersamanya, dan Al Habib Sholeh Tanggul memainkan Samar khas Hadromi.

Subhanalloh wa Maasyaa Alloh ketika Habib Sholeh Main Samar, foto-foto Wali Alloh { yang berada d alam barzakh } yang menempel di dinding rumahnya Al Quthb Al-Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid semua berterbangan ikut Joget hingga banyak yang menyaksikan pingsan dan berteriak SUBHANALLOH... SUBHANALLOH.. MAASYAA ALLOH.
Hingga Al-Habib Sholeh dan Guru Tua Palu Habib Idrus berkata, "Penduduk barzakh juga ikut gembira atas pertemuan kami berdua...."

Hingga dihentikan oleh Al-Habib Muhamad Al-Bahr { Kakeknya wan sehan }, lalu Al-Quthb Maula Tanggul Al-Habib Sholeh waktu itu FIIL HAAL {dalam keadaan fana fillah} hingga di sadarkan oleh Guru Tua Sulawesi Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri.

Setelah disadarkan oleh Habib Muhammad Al Bahr dan Habib Idrus Al Jufri, maka kembalilah foto-foto wali-wali Alloh yang sudah wafat ke tempatnya masing-masing.

Kisah ini diceritakan langsung oleh saksi mata kejadian yaitu Waliyah Syarifah Hababah Khadijah binti Al Quthb Al 'Allamah Al Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid Maula Tanggul Jember atau Umik Njun { Ibunda Habib Hadi Assery }

6. Berkat Menghadiri Haul Habib Soleh

Setiap tahun di minggu kedua bulan syawal, ribuan orang akan tumpah ruah ke jalan untuk memperingati perayaan Haul Akbar Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Di Tanggul Jawa Timur . Ada seorang jama'ah berasal dari madura yang ingin hadir kesana , ketika sampai disana beliau melihat ribuan orang yang hadir memadati tempat acara untuk hadir acara haul. Ketika acara haul selesai sudah seperti biasa panitia mengeluarkan hidangan nasi kebuli untuk para jama'ah yang hadir, karena banyaknya jama'ah yang hadir sehingga nasi kebuli banyak yang tumpah jatuh ke tanah. Lalu si madura tersebut mengambil plastik untuk memunguti nasi kebuli yang berserakan jatuh ke tanah tersebut. Setelah selesai pulanglah orang madura tersebut. Sesampai di rumah si madura tersebut membuka plastik yang berisi nasi kebuli yang dia ambil waktu acara Haul Habib Sholeh Tanggul, nasi kebuli itu di sebar ke ladang sawah miliknya, beberapa bulan kemudian sawah ladang itu menghasilkan panen yang banyak dan kualitas yang jauh lebih baik dari musim sebelumnya.

Subhanallah...

Sungguh tidak akan merugi di dunia dan di akhirat orang-orang yg hatinya terikat dg kekasih-kekasih Allah...

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim. Ila ruhi habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid Tanggul al Fatihah...

Address

Jln. A. Yani Km 84 Binuang
Binuang

Telephone

+6282251104985

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ponpes Darul Muhibien Binuang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share