FSI Smanda

FSI Smanda Allah Ghoyatuna...Ar-rosul qudwatuna... Al-qur'an dusturuna...

31/08/2017

*TUNTUTAN SHOLAT IDUL ADHA*

Bismillaah..

*Hukum Shalat ‘Id*

Para ulama berselisih pendapat tentang hukum shalat ‘Id. Ada yang berpendapat fardhu kifayah, fardhu ‘ain, dan sunnah(dianjurkan). Namun yang lebih tepat, hukumnya adalah fardhu ‘ain, artinya wajib bagi setiap individu kaum muslimin. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallamyang memerintahkan kaum wanita, bahkan termasuk p**a wanita yang sedang haid, untuk menuju ke tempat pelaksanaan shalat ‘Id. Seandainya hanya sekadar fardhu kifayah atau sunnah saja, maka cukup dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja. Selain itu pelaksanaan shalat ‘Idul Adha juga merupakan salah satu bentuk syiar Islam.

Ummu ‘Athiyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat hari raya ‘Id agar memerintahkan para gadis dan wanita yang dipingit, serta wanita haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat shalat.” (HR. Muslim)

Al ‘Alamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah berkata : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melaksanakan shalat ‘Ied setiap hari raya, dan tidak pernah meninggalkan dalam satu hari ‘Id pun. Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemerintahkan manusia keluar rumah untuk menuju shalat ‘Id, sampai-sampai Nabi perintahkan wanita yang masih gadis untuk keluar, demikian p**a wanita yang sedang dipingit, dan wanita yang sedang haid, namun Nabi perintahkan wanita haid untuk menjauhi tempat shalat. Tujuannya agar mereka menyaksikan kebaikan dan doa kaum muslimin. Nabi juga memerintahkan wanita yang tidak punya jilbab supaya dipinjami oleh temannya. Ini semua menunjukkan bahwa shalai ‘Id hukumnya wajib ‘ainyang ditekankan bagi setiap muslim, bukan wajib kifayah. Perintah untuk keluar rumah melazimkan perintah untuk shalat bagi orang yang tidak memiliki halangan untuk shalat. Karena keluar dari rumah adalah sarana utuk melaksanakan shalat ‘Id. Wajibnya sarana menunjukkan wajibnya hukum tujuan. Jika kaum wanita diperintahkan, maka kaum laki-laki lebh utama daripada wanita untuk melaksanakannya”

*Waktu dan Tempat Pelaksanaannya*

Waktu pelaksanaan shalat ‘Id adalah waktu dhuha. Al ‘Alamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah mengatakan : “Waktunya adalah setelah meningginya matahari setinggi tombak sampai zawwal(bergesernya matahari ke arah barat). Para ulama telah ijma’ (sepakat) tetang masalah ini”

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma tidak keluar menuju tempat shalat sampai matahari meninggi”. Disunnahkan untuk menyegerakan pelaksanaan shalat ‘Idul Adha agar bisa segera melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Yang utama adalah melaksanakan shalat ‘Id di mushalla (tanah lapang), kecuali jika ada uzur seperti hujan. Abu Sa’id Al Khudri radhiyallau ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambiasa keluar rumah pada hari ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang” (HR. Bukhari dan Muslim)

*Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat ‘Id*

Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak menaiki kendaraan kecuali jika ada kebutuhan. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘Id dengan berjalan kaki, begitu p**a ketika p**ang.“ (HR. Ibnu Majah, hasan). Dianjurkan p**a melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan p**ang. Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika melaksankan shalat ‘Id, beliau melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan p**ang.“ (HR. Bukhari). Disunnahkan p**a untuk mengeraskan bacaan takbir selama perjalanan menuju tempat shalat.

*Mandi dan Memakai Pakaian yang Bagus*

Dianjurkan mandi sebelum berangkat shalat. Sa’id bin Musayyib rahimahullah mengatakan : “Sunnah hari raya (‘Idul Fitri) ada tiga : “Berjalan menuju tanah lapang, makan sebelum keluar rumah, dan mandi”. Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan : “Dianjurkan untuk mandi pada hari ‘Id. Sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa mandi pada hari raya ‘Idul Fitri”. Begitu juga dianjurkan untuk memilih pakaian yang bagus. Diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian yang paling bagus pada hari raya ‘Id”.

*Tidak Makan Sebelum Shalat ‘Idul Adha*

Buraidah radhiyallahu’anhu mengatakan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar menuju shalat ‘Idul Fithri sebelum makan terlebih dahulu. Adapun pada hari raya kurban, beliau tidak makan sebelum p**ang dari tempat shalat kemudian memakan sembelihan beliau” (HR. Tirmidzi, hasan). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Adapun pada hari raya ‘Idul Adha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak makan hingga beliau p**ang dari tempat shalat kemudian makan dari sembelihan beliau”

*Tidak Ada Adzan dan Iqomah*

Jabir bin Samurah berkata : “Aku pernah melaksanakan shalat ‘Id bersama Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, etika itu tidak ada adzan maupun iqomah” (HR. Muslim)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tempat shalat, beliau melaksanakan shalat ‘Id tanpa didahului adzan dan iqomah. Beliau juga tidak mengatakan “As Shalaatu Jaami’ah”. Termasuk ajaran nabi adalah tidak melakukan hal tersebut”

*Tidak Ada Shalat Sebelum dan Sesudahnya*

Tidak ada shalat sunnah sebelum shalat ‘Id maupun sesudahnya. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul Fithri. Beliau mengerjakan shalat dua raka’at namun tidak mengerjakan shalat sunnah sebelum dan sesudahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

*Tata Cara Shalat Idul Adha*

Secara ringkas, pelaksanaan tata cara shalat ‘Id adalah sebagai berikut :

Dimulai dengan takbiratul ihram, seperti shalat yang lainnya.
Pada rakaat pertama ditambah takbir tambahan (zawaaid) sebanyak 7 kali selain takbiratul ihram
Pada rakaat kedua ditambah takbir sebanyak lima kali
Dibolehkan mengangkat tangan ketika takbir tambahan sebagaimana yang dicontohkan sahabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma
Tidak ada dzikir khsusus yang dibaca diantara takbir. Namun terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan : “Di antara takbir, hendaklah memuji Allah”Setelah selesai takbir tambahan, kemudian membaca Al Fatihah dan surat pilihan
Dianjurkan untuk membaca suarat Qaaf pada rakaat pertama dan surat Al Qamar pada rakaat kedua.
Atau bisa juga membaca surta Al A’laa dan Al Ghasiyah.

*Jika Hari ‘Id Bertepatan dengan Hari Jum’at*

Jika hari ‘Id bertepatan dengan hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melakukan shalat ‘Id boleh tidak melaksanakan shalat Jum’at. Namun tetap wajib melaksanakan shlat dzuhur. Sebaiknya bagi imam masjid untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at agar orang-orang bisa tetap melaksanakan shalat Jum’at.

Iyas bin Abi Ramlah berkata : “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya kepada Zaid bin Arqam : “Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘Id (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘Id dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.” (HR. Abu Dawud, shahih)

[Di ambil dari buletin At-Tauhid muslim.org.id )

Allahua'lam

Referensi :

📘 Ahkaamul ‘Idain fii As Sunnah Al Muthahharahkarya Syaikh ‘Ali bin Hasan ‘Al Halabi hafidzahullah

📘Asy Syarhul Mumti’ ‘alaa Zaadil Mustaqni’ karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah

29/08/2017

*Besok Rabu Puasa Tarwiyah & Kamis Puasa Arafah*

Hari Tarwiyah adalah hari ke-8 bulan Dzulhijjah. Disebut tarwiyah karena pada waktu itu air sangat melimpah. Sedangkan hari ke-9 Dzulhijjah dinamakan Hari Arafah, karena pada hari itu diwajibkan bagi jamaah haji untuk wukuf di Arafah. Jika dilanjutkan, hari ke-10 Dzulhijjah dinamakan Hari Nahr atau Hari Qurban, hari ke-11 disebut Hari Maqarr (menetap di Mina), hari ke-12 Nafar Awal, dan hari ke-13 Nafar Tsani. (Hasyiyah al-Bujairami ala al-Manhaj, VI, 137)

Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi yang berhaji maupun yang tidak sedang berhaji, bahkan beserta tujuh hari sebelumnya, yaitu tanggal 1-7 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah hanya disunnahkan bagi yang tidak berhaji.

Keutamaan dua puasa ini disebutkan dalam sebuah hadits.

صَومُ يَوْمِ التَّرْوِيَّةِ كَفَّارَةٌ سَنَةً وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ كَفَّارَةٌ سَنَتَيْنِ

Puasa Hari Tarwiyah menghapus dosa setahun, dan puasa Hari Arafah menghapus dosa dua tahun. (Jamiul Ahadits, XIV, 34)

Niat puasa Tarwiyah dan Arafah adalah sebagai berikut.

نٙوٙيْتُ صٙوْمَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

“Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala“

نٙوٙيْتُ صٙوْمَ عٙرٙفٙة سُنّةً لله تعالى

“Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala“

Hari Arafah disebut sebagai hari yang paling utama (afdlol al ayyam), karena puasa Arafah bisa menghapus dosa dua tahun. Sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arafah.”

Puasa Arafah hanya disunnahkan bagi selain jamaah haji, sedangkan bagi yang sedang menunaikan ibadah haji tidak disunnahkan, walaupun kuat melaksanakannya. Alasannya, karena ittiba’ kepada sunnah Nabi. Apabila tetap melakukan puasa, maka hukumnya khilaful aula. Hal itu berbeda dengan pendapat Imam an Nawawi yang menganggapnya makruh. Namun, bila sudah tiba di Arafah pada malam hari, maka tidak dimakruhkan, sebagaimana disebutkan asy Syafi’i dalam kitab al-Imla’. (Asnal Mathalib, V, 385)

Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan, untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما مِن أيامٍ العملُ الصالحُ فيها أحبُّ إلى اللهِ من هذه الأيامِ يَعْني أيامَ العشرِ قالوا: يا رسولَ اللهِ! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجلٌ خَرَجَ بنفسه ومالِه فلم يرجعْ من ذلك شيء

“Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid),” (HR Bukhari)

Dengan mengetahui keutamaan yang melimpah itu, ada baiknya kita melaksanakan puasa Tarwiyah dan Arafah. Pahala kita akan bertambah, dosa-dosa kita dihapus, dan memperoleh ridlo Allah. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari orang-orang yang mendapat keberkahan di Hari Raya Idul Adha 1438 H.

_WaALLAHu a'lam bisshowab_

27/08/2017

*HIKMAH MALAM*

*GURU BIJAKSANA*

Seorang guru bahasa arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah. Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester .

Ia memulai pembelajaran dikelas itu, ketika ia bertanya pada seorang murid laki-laki yang duduk di bangku depan, ia bingung karena tiba-tiba suasana kelas menjadi riuh … murid-murid lain tertawa tanpa sebab.

Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar, ia faham betul, pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh anak-anak dikelas itu pada diri anak laki-laki yang ditanya olehnya tadi.

Setelah diselidiki ternyata anak laki-laki itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelas itu, teman-teman nya begitu meremehkannya sehingga sering mengolok-olok dan mentertawakannya.

Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman-teman nya p**ang. Ia berkata sambil memberikan secarik kertas :

“Hafalkan baik-baik bait-bait syair yang ada di kertas ini … harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman-teman mu … siapapun !”

Murid itu mengangguk patuh. Seminggu kemudian, guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis … menerangkannya dan membacakannya berulang-ulang, setelah itu ia berkata ;

“Nah sekarang siapa yang hafal bait-bait syair ini ??”

tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis … tak seorang muridpun mengangkat tangan … kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman-teman nya itu , perlahan malu-malu ia berdiri dan menghafalkan bait-bait syair itu …

Hafalan yang lancar sekali … teman-teman nya yang biasa mengolok-olok dan mentertawakan, semua terkejut dan terdiam … Guru itu memujinya dan menyuruh teman-teman nya untuk bertepuk tangan menghormatinya…

Demikianlah …. berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan-hafalan kepada si murid bodoh itu … tertawaan dan cemoohan teman-teman nya kini berubah menjadi kekaguman padanya.

Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu. Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh… Ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman-teman sekelasnya … perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh-sungguh belajar di semua mata pelajaran.

Ketika ujian akhir tiba… murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran… dengan nilai yang sangat memuaskan…

Singkat cerita:
*Si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya.*
Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya … sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa-jasa nya….

*Hikmah cerita:*
Saudaraku, manusia yang berteman dengan kita *ada dua jenis.* Yang *satu jenis manusia yang membuka jalan kebaikan menutup jalan keburukan.* Manusia jenis ini akan selalu *memberi kita harapan, optimisme, menolong dan melapangkan.*

Yang kedua *jenis manusia yang membuka jalan keburukan menutup jalan kebaikan.* Manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita-cita dari kita. *Ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui berupa pesimisme, putus asa, curiga, buruk sangka, dan berbagai hal yang memadamkan semangat kita berkarya.*
******
_Keindahan sikap, tutur dan prilaku, adalah mahkota jiwa._
******
_Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong, tapi pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran._
******
_Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa.Itulah sebabnya pendidikan berkarakter menjadi kebutuhan mendasar._
******
_Kecerdasan dan karakter adalah terminal sejati pendidikan, menuju pemuliaan kehidupan._

Wallahua'alam bishawab

19/05/2017

Yuuk perbanyak membaca surat Al-kahfi di Jum'at barokah ini

05/04/2017

🌹 *ADAB MENGHADIRI MAJELIS* 🌹

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Setiap Orang yang mengaku bahwa dirinya muslim, maka Allah wajibkan atasnya untuk menuntut ilmu sebagaimana Sabda Nabi-Nya.

*"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah, dihahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami')*

Tentu kita tahu bahwa menuntut ilmu itu bisa diraih dengan duduk - duduk di majelis ilmu atau belajar dengan metode lainnya. Terkhusus menuntut ilmu dalam sebuah majelis, ada adab yang harus kita jaga, agar sesuai dengan apa yang pernah dicontohkankan Rasulullah SAW . Selain sebagai bentuk ketaatan kita pada Rasullulah SAW , *menjaga adab bisa menambah pundi perbendaharaan amal sholeh kita.*

❓Nah, apa saja adab menghadiri majelis yang harus kita terapkan?
Simak dibawah ini 😉 ⤵

1. *Ucapkanlah salam ketika hendak memasuki suatu majelis*, sebagaimana Firman Allah Ta'ala :
_"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat." (QS An Nuur : 27)_

Dan Sabda Rasullulah SAW, _"bilamana kalian telah sampai pada sebuah majelis, hendaklah mengucapkan salam, dan apabila ingin duduk maka duduklah, kemudian apabila ingin pergi maka ucapkanlah salam, sebab bukankah yang pertama itu lebih baik daripada yang terakhir." (HR At Tirmidzi no 2706, Berkata Al Albani hadits ini hasan shahih)._

2. *Tidak menyuruh orang lain berdiri, pindah atau menggeser tempat duduknya*
Rasullulah SAW _"Melarang seseorang membangunkan orang lain yang sedang duduk (dari tempatnya semula) kemudian dia duduk padanya, akan tetapi bergeserlah dan berlapanglah." (HR Bukhari)._

3. *Dilarang duduk di tengah atau diantara orang lain tanpa izin*,
Rasullulah SAW bersabda , _"Tidak halal bagi seseorang memisahkan dua orang melainkan atas izin mereka berdua." (HR Abu Daud, Al Albani berkata hadits ini hasan shahih)._

4. *Tidak berbisik - bisik antara dua orang tanpa melibatkan ahli majelis lainnya*, Sabda Nabi SAW, _"Janganlah dua orang saling berbisik - bisik dengan meninggalkan orang ketida sebab hal itu dapat membuatnya sedih." (Muttafaq ‘alaihi)._

5. *Dianjurkan membaca Dzikrullah dan tilawah*
_"Tidaklah sekelompok kaum beranjak dari tempat duduknya yang tidak disebutkan di dalamnya nama Allah, melainkan seakan mereka beranjak dari bangkai kedelai dan mereka dalam kerugian." (HR Abu daud, Al Albani berkata hadits ini hasan shohih)._

6. *Menjaga kebersihan diri, hati dan tempat dalam majelis*
_"Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)._

7. *Berlapang - lapanglah dalam majelis*,
_"Melarang seseorang membangunkan orang lain yang sedang duduk (dari tempatnya semula) kemudian dia duduk padanya, akan tetapi bergeserlah dan berlapanglah." (HR Bukhari)._

8. *Membaca do'a Penutup majelis*
Dengan bacaan :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

_"Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu._

*Dalam QS. An-Nur salah satu tanda orang beriman adalah yang menjalankan etika majelis.* 😉

Semoga bermanfaat & tetap istiqamah dalam berthalabul 'ilmu 😊

11/02/2017

Buat Teman yg lagi pacaran, coba deh antum renungkan apa si untungnya pacaran? Biar nambah semangat blajar dan bekerja? Biar slalu ada yg ingatkan saat waktu solat dan ibadah lainnya?
Yang ada temanku malah asik pacaran, pekerjaan jadi terbengkalai.
Apapun alasan antum pacaran, yg pasti gak ada untungnya. Bukan tambah taat tapi malah nambah maksiat.
Temanku, Islam gak pernah mengajarkan umatnya untuk pacaran, kalaupun ada yg mengajarkan pacaran itu berarti ajaran lain.
Jodoh gak mungkin ketukar kok, alangkah baiknya perbaiki diri kita untuk memantaskan diri dengan sosok teman hidup yg kita dambakan.

19/01/2017

Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri.
Karena memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya

Bismilahirohmanirohim.' rohis sma negeri 2 selaly jaya..' amin.. '
16/01/2017

Bismilahirohmanirohim.' rohis sma negeri 2 selaly jaya..' amin.. '

04/09/2016

Kalau dosa dengan Allah lalu kita tobat, insyaAllah akan diampuni oleh Allah.
Kalau kita menyakiti saudara kita, lalu kita tak minta maaf dan beliau tidak ridho, maka kelak di akhirat kita akan diadili. Udah mau masuk surga, tapi harus ditunda dulu krn urusan kita dg beliau belum selesai., alangkah repotnya kalau kita harus mencari beliau diantara manusia2 yg lain di padang mahsyar..

perlu gengsi untuk meminta maaf.

01/08/2016

Ya Rabb, Engkau lihat, upaya hamba untuk tidak mengulangi kebodohan yg sama lebih sering kandas. Kejahatan yg pernah hamba lakukan selalu terulang. Keburukan yg pernah hamba buat, juga selalu terbuat lagi.
Betapa bodohnya diri hamba ini shingga hamba tidak pernah menemukan diri hamba berada dalam kedamaian, dalam ketenangan. Kerap kali hamba menemukan diri hamba terkapar dalam kegelisahan dengan sebab yg terulang.
Duh, capeknya ya Rabb, capek...

how to enjoy your life
ust. Yusuf Mansur

07/05/2016

Hamba jatuh krn hamba SOMBONG. Hamba TERSUDUT krn hamba lupa. Hamba terhempas dlm kehinaan krn hamba LALAI & bodoh.
Ya Allah, pemilik kebernaran semua kata & janji, ketika hamba jatuh, ketika hamba tersudut, & ketika hamba terhempas, KETENANGAN menghilang dari kehidupan hamba. Bahkan bragam kesusahan justru mampir menemani kegelisahan hamba kembali.Ya Allah, PEMILIK AMPUNAN yg TIADA ada BATASnya, ampunilah sgala lelaku salah hamba. Itu bila hamba LAYAK mendapatkan ampunan-Mu. Dan krn ny hamba berharap, bahwa Engkau bkehendak menjadikan hamba org2 yg layak mendapatkan ampunan-Mu.

06/05/2016

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, mk sekali-kali janganlah engkau mengatakan kpd keduanya perkataan "ah" dan jgn lah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yg baik (Q.S. AL-ISRA ayat 23)

Address

Kabupaten Tebo
Jambi

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when FSI Smanda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share