Pk Ipnu-Ippnu Ma Plus Al-Hikam

Pk Ipnu-Ippnu Ma Plus Al-Hikam FP resmi PK IPNU-IPPNU MA PLUS AL-HIKAM . silakan share kritik dan saran anda !!

16/05/2013

Kawan , like fp ini ya ! Big boss nya ya saya ini nih

29/12/2012

Salam pelajar .....

Kawan tolong bantu promo Fan Page ini ya !!
Ntar yg rajin promo Big Boss jadi'in admin deh !!

22/08/2012

Beasiswa S1-S2-S3 Arab Saudi untuk Kader NU
Print Download Send Share
Jumat, 03/08/2012 09:01

Berita Terkait

Pergunu Sebar 1000 Beasiswa S1 untuk Guru dan Ustadz
FISIP Unwahas Kembali Buka Beasiswa Program Sarjana
Santri Pesantren Qodratullah Raih Beasiswa Santri Berprestasi
PBNU Jajaki Kerjasama Pendidikan dengan China
Suriah Tawarkan Beasiswa untuk Kader NU
PBNU dapat Kuota 70 untuk Beasiswa Australia
Tags:

BeasiswaS1 S2 S3ArabSaudiuntukKaderNU
Space Iklan
300 x 80 Pixel
Jakarta, NU Online
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Kerajaan Arab Saudi membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para kader NU untuk melanjutkan pendidikan tinggi di universitas-universitas negeri di Arab Saudi pada tahun ajaran 2013/2014.

Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU Ahmad Ridho dan Ahmad Sudrajat menyatakan, program beasiswa ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Syuriyah-Tanfidziyyah PBNU dengan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi H. Gatot Abdullah Manshur dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Bapak H. Zakaria Anshari pada 15 Juli 2012 di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, khususnya tentang peningkatan kapasitas kader-kader NU melalui pendidikan, dan sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar RI di Riyadh H. Muhammad Luthfi Zuhdi.

Menurut informasi yang diterima oleh biro kerjasama beasiswa PBNU dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh bahwa proses pendaftaran untuk memperoleh kesempatan belajar di Arab Saudi segera di mulai pada awal bulan Agustus 2012 ini.

Untuk itu, Adikbud meminta kepada Biro Kerjasama Beasiswa PBNU. agar sesegera mungkin menyebarluaskan informasi ini kepada warga NU di seluruh Indonesia bahkan kepada warga NU yang berada di luar negeri yang terhimpun dalam PCINU.

Ditambahkan oleh Adikbud bahwa pemerintah Arab Saudi memberi peluang kepada mahasiswa asing khususnya mahasiswa Indonesia untuk mendaftarkan diri di seluruh jenjang studi baik Strata 1 (S-1), Strata 2 (S-2), dan Strata 3 (S-3) semua jurusan/program studi kecuali jurusan Kedokteran, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat yang hanya dikhususkan bagi warga negara Arab Saudi mengingat minimnya ketenagaan lokal yang dimilikinya. Dijelaskan oleh Adikbud bahwa pemerintah Arab Saudi akan memberikan beasiswa penuh kepada mereka yg dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru di Arab Saudi ini.

Adapun persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dalam pengajuan permohonan untuk memperoleh kesempatan belajar di Arab Saudi adalah :

A. PERSYARATAN UMUM

1. Warga Negara Indonesia, berusia serendah-rendahnya 19 tahun dan setinggi-tingginya 42 tahun.

2. Membuat 2 (dua) lembar surat permohonan, yang pertama ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama c.q Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU. Dan permohonan yang kedua ditujukan kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi di Riyadh, dengan mencantumkan jenjang studi (S1/S2/S3) dan jurusan/program studi yang diinginkan (keagamaan/non keagamaan/sains/teknologi).

3. Melampirkan surat rekomendasi dari pengurus wilayah / pengurus cabang / pengurus anak cabang Nahdlatul Ulama terdekat.

4. Melampirkan fotocopy legalisir ijazah terakhir beserta transkrip nilai (stempel basah, bukan stempel photocopy).

5. Melampirkan Daftar Riwayat Hidup terbaru dalam format Microsoft Word 97-2003, dengan mencantumkan keterangan tentang orang tua dan pekerjaannya. Daftar Riwayat Hidup ini diketik di atas kertas putih polos ukuran A4, font Time News Roman ukuran 12, spasi 1,5.

6. Melampirkan photocopy akte kelahiran

7. Melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku, dari Kepolisian Resort (Polres Kabupaten/Kota) atau Kepolisian Daerah (Polda Propinsi) setempat.

8. Melampirkan Surat Keterangan Berbadan Sehat dari dokter pemerintah yang masih berlaku, disertai surat keterangan bebas HIV/AIDS dan surat keterangan bebas narkoba (dari rumah sakit pemerintah, bukan dari Puskesmas).

9. Melampirkan photocopy paspor yang masih berlaku minimal 6 (enam) bulan atau lebih.

10. Melampirkan pas photo berwarna terbaru ukuran 4x6 sebanyak 6 (enam) lembar, dengan latar belakang warna biru, dan tidak diperkenankan memakai kacamata.

11. Bagi pelamar beasiswa jurusan keagamaan dan sosial (non sains dan teknologi), Seluruh dokumen tersebut di atas diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Penterjemah Resmi Tersumpah, serta dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Rep. Indonesia Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Rep. Indonesia Jakarta (kecuali nomor 2, 3, 5, dan 9).

12. Bagi pelamar beasiswa jurusan sains dan teknologi, seluruh dokumen di atas diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Penterjemah Resmi Tersumpah, serta dilegalisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Rep. Indonesia Jakarta dan Kementerian Luar Negeri Rep. Indonesia Jakarta (kecuali nomor 2, 3, 5 dan 9).

13. Bagi seluruh pelamar beasiswa, Khusus untuk terjemahan ijazah dan transkrip nilai, setelah diterjemahkan dan dilegalisasi di Kemenkumham RI dan Kemenlu RI, harus dilegalisasi p**a oleh Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta.

14. Bagi pelamar beasiswa yang ingin menterjemahkan dokumen2 di atas baik ke dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris, dapat melakukannya di kantor biro kerjasama beasiswa luar negeri PBNU, dgn alamat Gd. PBNU lantai 8 ruang 802, Jln. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat 10310, dengan cara menyatakan keinginannya tersebut baik lisan maupun tulisan. Adapun syarat dan ketentuannya dapat ditanyakan langsung kepada koordinator program ini (Bapak Ahmad Ridho/Bapak Ahmad Sudrajat)

15. Seluruh persyaratan tersebut di atas di masukkan ke dalam map ukuran folio dengan ketentuan :
- warna biru untuk program S-1,
- warna kuning untuk program S-2 ;
- warna hijau untuk program S-3.

Berkas dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup dan ditujukan kepada Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama c.q Biro Kerjasama Beasiswa Luar Negeri PBNU (Attn Bapak Ahmad Ridho / Bapak Ahmad Sudrajat), diantar langsung atau dikirim ke alamat Gd. PBNU Lantai 3, Jln. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat 10310.

Seluruh persyaratan tersebut di atas, dibuat dalam bentuk soft copy (scanning), dan dikirimkan melalui email ke alamat : [email protected] , dengan mencantumkan nama pada setiap judul/subjek email, misal : ""hafiz_anshari : lamaran beasiswa ke Saudi Arabia (sebutkan program S-1 / S-2 / S-3)..""

B. PERSYARATAN KHUSUS

1. Untuk pelamar program studi Strata 1 (S-1), usia ijazah tidak melewati 2 (dua) tahun sejak kelulusan.

2. Untuk nilai ijazah, minimal rata-rata 7,00 (tujuh koma nol nol) bagi pelamar program studi S-1, dan IPK 3,00 (tiga koma nol nol) bagi pelamar program S-2, dan IPK 3,30 (tiga koma tiga nol) bagi pelamar program S-3.

3. Bagi pelamar program studi sains dan teknologi, perolehan nilai studi/mata kuliah terkait tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol), dan memiliki nilai toefl 500 / ielts 6,0 yang diperoleh maksimal dalam 1 (satu) tahun terakhir.

3. Bagi pelamar program studi keagamaan dan non sains, perolehan nilai bidang studi/mata kuliah terkait tidak kurang dari 7,50 (tujuh koma lima nol). Dan bagi pelamar program studi non sains tidak berbasis bahasa Arab, maka harus memiliki nilai toefl 500 / ielts 6,0 yang diperoleh maksimal dalam 1 (satu) tahun terakhir.

4. Bagi pelamar program studi keagamaan, wajib memiliki hafalan al qur'an dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Hafal 4 Juz bagi pelamar program S-1
b. Hafal 6 Juz bagi pelamar program S-2
c. Hafal 8 Juz bagi pelamar program S-3
(Akan dilakukan tes hafalan qur'an di kantor PBNU).

4. Bagi pelamar program studi sosial non eksakta (non sains) dan program eksakta (sains) wajib memiliki hafalan al Qur'an minimal 24 (dua puluh empat) surah terakhir dari al Qur'an, serta bisa membacanya dengan baik dan benar.
(Akan dilakukan tes menghafal dan membaca al Qur'an di kantor PBNU Pusat).

C. TIME SCHEDULE

Mohon kepada pelamar beasiswa agar memperhatikan jadwal-jadwal dibawah ini :

- Tanggal 4 September 2012 :
Batas akhir pengiriman berkas lamaran.

- Tanggal 11 September 2012 : batas akhir penerimaan berkas lamaran.
- Tanggal 18 September 2012 : Pengumuman hasil seleksi administrasi.
- Tanggal 25 September 2012 :
Pelaksanaan ujian tertulis.

- Tanggal 02 Oktober 2012 :
Pengumuman hasil ujian tertulis.

- Tanggal 06-08 Oktober 2012 :
Pelaksanaan ujian lisan.

- Tanggal 11 Oktober 2012 :
Pengumuman hasil ujian lisan.

- Tanggal 16 Oktober 2012 :
Pengiriman berkas pelamar beasiswa ke Adikbud RI di Riyadh.

Untuk keterangan lebih lanjut, dipersilakan menghubungi biro kerjasama beasiswa luar negeri Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Gedung PBNU Lantai 8 ruang 802, Jl. Kramat Raya no. 164 Jakarta Pusat.

Contact Person :
Bp. Ahmad Ridho,
081586431808/[email protected]

Bp. Ahmad Sudradjat,
081380126902/[email protected]

18/08/2012

ASWAJA (3/5)

III. KERANGKA PENILAIAN ASWAJA

Ditinjau dari pemahaman diatas bahwa didalam konsep ajaran Ahli Sunnah Wal Jama'ah terdapat hal-hal yang disepakati dan yang diperselisihkan. Dari hal-hal yang disepakati terdiri dari disepakati kebenarannya dan disepakati penyimpangannya.

Beberapa hal yang disepakati kebenarannya itu antara lain bahwa;

Ajaran Islam diambil dari Al-Qur'an, Hadist Nabi serta ijma' (kesepakatan para sahabat/Ulama)
Sifat-sifat Allah seperti Sama', Bashar dan Kalam merupakan sifat-sifat Allah yang Qodim.
Tidak ada yang menyerupai Allah baik dzat, sifat maupun 'Af'alnya.
Alloh adalah dzat yang menjadikan segala sesuatu kebaikan dan keburukan termasuk segala perbuatan manusia adalah kewhendak Allah, dan segala sesuatu yang terjadi sebab Qodlo' dan Qodharnya Allah.
Perbuatan dosa baik kecil maupun besar tidaklah menyebabkan orang muslim menjadikafir sepanjang tidak mengingkari apa yang telah diwajibkan oleh Allah atau menghalalkan apa saja yang diharamkan-Nya.
Mencintai para sahabat Rasulillahmerupakan sebuah kewajiban, termasuk juga meyakini bahwa kekhalifahan setelah Rasulillah secara berturut-turut yakni sahabat Abu Bakar Assiddiq, Umar Bin Khattab, Ustman Bin "Affan dan Sayyidina "Ali Bin Abi Thalib.
Bahwa Amar ma'ruf dan Nahi mungkar merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim termasuk kepada para penguasa.

18/08/2012

ASWAJA (2/5)

II. RUANG LINGKUP KERANGKA BERFIKIR ASWAJA

Ahli Sunnah wal Jama'ah meliputi pemahaman dalam tiga bidang utama, yakni bidang Aqidah, Fiqh dan Tasawwuf. Ketiganya merupakan ajaran Islam yang harus bersumber dari Nash Qur'an maupun Hadist dan kemudian menjadi satu kesatuan konsep ajaran ASWAJA.

Dilingkunagn ASWAJA sendiri terdapat kesepakatan dan perbedaan. Namun perbedaan itu sebatas pada penerapan dari prinsip-prinsip yang disepakati karena adanya perbedaan dalam penafsiran sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ushulul Fiqh dan Tafsirun Nushus. Perbedaan yang terjadi diantara kelompok Ahli Sunnah Wal Jama'ah tidaklah mengakibatkan keluar dari golongan ASWAJA sepanjang masih menggunakan metode yang disepakati sebagai Manhajul Jami' . Hal ini di dasarkan pada Sabda Rosululloh SAW. Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim : "Apabila seorang hakim berijtihad kemudian ijtihadnya benarmaka ia mendapatkan dua pahala, tetapi apabila dia salah maka ia hanya mendapatkan satu pahala". Oleh sebab itu antara kelompok Ahli Sunnah Wal Jama'ah walaupun terjadi perbedaan diantara mereka, tidak boleh saling mengkafirkan, memfasikkan atau membid'ahkan.

Adapun kelompok yang keluar dari garis yang disepakati dalam menggunakan Manhajul jami' yaitu metode yang diwariskan oleh oleh para sahabat dan tabi'in juga tidak boleh secara serta merta mengkafirkan mereka sepanjang mereka masih mengakui pokok-pokok ajaran Islam, tetapi sebagian ulama menempatkan kelompok ini sebagai Ahlil Bid'ah atau Ahlil Fusuq. Pendapat tersebut dianut oleh antara lain KH. Hasyim Asy'ari sebagaimana pernyataan beliau yang memasukkan Syi'ah Imamiah dan Zaidiyyah termasuk kedalam kelompok Ahlul Bid'ah.

18/08/2012

ASWAJA (1/5)

I.PENGERTIAN AHLI SUNNAH WALJAMA'AH

ASWAJA sesungguhnya identik dengan pernyataan nabi "Ma Ana 'Alaihi wa Ashabi" seperti yang dijelaskan sendiri oleh Rasululloh SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud bahwa :"Bani Israil terpecah belah menjadi 72 Golongan dan ummatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, kesemuanya masuk nereka kecuali satu golongan". Kemudian para sahabat bertanya ; "Siapakah mereka itu wahai rasululloh?", lalu Rosululloh menjawab : "Mereka itu adalah Maa Ana 'Alaihi wa Ashabi" yakni mereka yang mengikuti apa saja yang aku lakukan dan juga dilakukan oleh para sahabatku.

Dalam hadist tersebut Rasululloh SAW menjelaskan bahwa golongan yang selamat adalah golongan yang mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasululloh dan para sahabatnya. Pernyataan nabi ini tentu tidak sekedar kita maknai secara tekstual, tetapi karena hal tersebut berkaitan dengan pemahaman tentang ajaran Islam maka "Maa Ana 'Alaihi wa Ashabi" atau Ahli Sunnah Waljama'ah lebih kita artikan sebagai "Manhaj Au Thariqoh fi Fahmin Nushus Wa Tafsiriha" ( metode atau cara memahami nash dan bagaimana mentafsirkannya).

Dari pengertian diatas maka Ahli Sunnah Wal Jama'ah sesungguhnya sudah ada sejak zaman Rasululloh SAW. Jadi bukanlah sebuah gerakan yang baru muncul diakhir abad ke-3 dan ke-4 Hijriyyah yang dikaitkan dengan lahirnya kosep Aqidah Aswaja yang dirumuskan kembali (direkonstuksi) oleh Imam Abu Hasan Al-Asy'ari (Wafat : 935 M) dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi (Wafat : 944 M) pada saat munculnya berbagai golaongan yang pemahamannya dibidang aqidah sudah tidak mengikuti Manhaj atau thariqoh yang dilakukan oleh para sahabat, dan bahkan banyak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik dan kekuasaan.

18/08/2012

Tokoh : KH. CHOLIL Bangkalan Madura (3/habis)

Kiai Kholil wafat pada 29 Ramadhan 1243 H pada usia 91 tahun karena usia lanjut. Jejak dan langkahnya kini tetap menjadi monumen pada pejuang penerus dan pengikutnya. Di Indonesia kini ada 6000 lebih pondok pesantren yang sebagian besar mempunyai hubungan budaya dengan NU.

CERITA-CERITA TENTANG KH CHOLIL
1. Membaca yasin berkali-kali
Pada
saat beliau masih menuntut ilmu di pondok pesantren kebon candi dan belajar di KH Nur Hasan harus dilakukan dengan cara tidak menetap, atau kalau dalam dunia santri di sebut santri kalong. Jarak antara pondok Kobon Candi dan Rumah Kiai Nur Hasan sekitar 7 km. selama perjalanan itu, beliau sambil membaca surat yasin sampai tamat berkali-kali.

2. Makan gratis
Kiai Kholil muda adalah sosok pemuda yang mandiri. Pada saat itu, dirinya ingin melanjutkan menuntut ilmu ke Makkah, Arab Saudi. Tetapi tidak ingin meminta biayanya kepada orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kiai Cholil sebelum berangkat ke Makkah terlebih dahulu ngaji di pondok pesantren Banyuwangi. Di pondok tersebut, beliau juga bekerja di kebun pengasuh pondok. Dengan bekerja di kebun sebagai pemetik buah kelapa, beliau di bayar 2,5 sen setiap pohon kelapa. Dengan penghasilan tersebut, uang yang didapatkannya di tabung untuk biaya menuntut ilmu ke makkah. Selain itu, untuk makan sehari-hari, beliau menjadi khodim di dalem pondok pesantren dengan mengisi bak mandi, mencuci pakaian dan melakukan pekerjaan yang lain. selain itu, Kiai Cholil juga menjadi juru masak bagi teman-temannya, dengan seperti itu dirinya bisa mendapatkan makan dengan gratis.

3. Hati-hati ada macan
Pada suatu hari di bulan syawal, KH Kholil memanggil semua santri, kemudian beliau mengatakan;
“Santri-santri sekalian.!! Untuk saat ini kalian harus memperketat penjagaan pondok. Karena tidak lama lagi, akan ada macan masuk kepondok kita”.
Sejak itu, setiap hari semua santri melakukan penjagaan yang ketat di pondok pesantren. Hal ini dilakukan karena di dekat pondok pesantren ada hutan yang konon angker dan berbahaya, sehingga kuatir jika yang di maksud macan akan muncul dari hutan tersebut. Setelah beberapa hari ternyata macan yang di tunggu-tunggu tidak juga muncul juga, sampai akhirnya sampai di minggu ke tiga sampai juga belum muncul.
Setelah masuk di minggu ke 3, Kiai Kholil memerintahkan santri-santri untuk berjaga-jaga ketika ada pemuda kurus, tidak terlalu tinggi dan membawa tas koper seng masuk ke komplek pondok pesantren.
Begitu sampai di depan rumah kiai Kholil mengucapkan salam
“ Assalamu’alaikum” ucap pemuda tersebut.
Mendengar salam pemuda tersebut, Kiai Kholil justru malah berteriak memanggil santri-santrinya.
“ Hai santri-santri, ada macan..macan ayo kita kepung, jangan sampai masuk kepondok” teriak Kiai Kholil.
Mendengar teriakan kiai Kholil, serentak para santri berhamburan membawa apa saja yang bisa dibawa untuk mengusir pemuda tersebut yang dianggap Macan. Para santri yang sudah membawa pedang, celurit, tongkat, dan apa saja mengerubuti “macan” yang tidak lain adalah pemuda tersebut. Muka pemuda tersebut menjadi pucat pasi ketakutan. Karena tidak ada jalan lain, akhirnya pemuda tersebut lari meninggalakn komplek pondok tersebut.
Karena tingginya semangat untuk nyantri ke pondok yang diasuh oleh Kiai Kholil, keesokan harinya pemuda itu mencoba memasuki pesantren lagi. Meskipun begitu, dirinya tetap memperoleh perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Karena rasa takut dan kelelahan akhirnya pemuda tersebut tidur di bawah kentongan yang ada di mussola pondok pesantren. Ketika tengah malam, dirinya di bangunkan dan dimarah-marahi oleh Kiai Kholil. Namun demikian, setelah itu dirinya diajak oleh Kiai Kholil kerumah dan dinyatakan sebagai salah satu santri dari pondok yang beliau pimpin. Sejak itu, remaja tersebut sebagai santri pondok. Pemuda yang dimaksud diatas adalah Abdul wahab atau Abdul Wahab Hasbullah yang menjadi salah satu pendiri NU. Ternyata apa yang dikatakan oleh Kiai Kholil, akhirnya Abdul Wahab Hasbullah benar-benar menjadi “ Macan” NU

4. Minta didoakan cepat kaya
Pada suatu waktu, Kiai Kholil mempunyai tamu yang berasal dari keturunan tionghoa yang terkenal dengan panggilan Koh Bun Fat, datang untuk keperluan pribadinya.
“Kiai, saya minta didoakan agar cepat kaya, karena aku sudah bosan hidup miskin”. Kata Koh Fat yang sedang miskin.
Setelah mendengar niat tamunya tersebut, Kiai Kholil meminta Koh Bun Fat untuk mendekat. Setelah mendekat, Kiai Kholil memegang kepala Koh Bun Fat dan memegangnya erat-erat sambil mengucapkan.
“Saatu lisanatan, Howang-howang, Howing-Howing. Pak uwang huwang nuwang. Tur kecetur salang kecetur, sugih.. sugih..sugih!”.
Saat itu diucapkan oleh kiai Kholil, tidak ada satupun yang ada memahami makna apa yang diucapkan oleh Kiai Kholil. Namun, dengan kata tanpa makna itu, Koh Bun Fat justru beerubah menjadi pengusaha Tionghoa yang kaya raya.

5. Pintu Rusak
Pada masa penjajahan, ada beberapa pejuang jawa yang bersembunyi di komplek pesantren Demangan. Ternyata hal itu diketahui oleh penjajah belanda, sehingga mengirim tentara untuk memeriksa pondok tersebut. Tetapi karena tidak menemukan para pejuang tersebut, Akhirnya mereka menangkap Kiai Kholil. Belanda berharap dengan seperti itu, para pejuang jawa akan menyerahkan diri.
Tetapi yang terjadi malah membingungkan belanda karena banyaknya kejadian yang terjadi terkesan aneh dan ganjil. Mula-mula, semua pintu tahanan tidak bisa ditutup, Ketika kiai Kholil di masukan ketahanan. Hal ini membuat tentara belanda harus berjaga siang dan malam agar tahanan tidak kabur. Hari-hari selanjutnya, ribuan orang dari Madura dan jawa mengunjungi kiai Kholil dengan membawakan makanan. Kejadian tersebut tentu membuat belanda pusing, akhirnya belanda membuat peraturan dilarang mengunjungi kiai Kholil. Ternyata peraturan tersebut tidak menyelesaikan masalah, karena mereka yang datang akhirnya berkerumun di sekitar rumah tahanan, bahkan ada yang meminta untuk ditahan bersama Kiai Kholil. Karena tidak ingin pusing dan masalah menjadi besar, akhirnya kiai Kholil di bebaskan tanpa syarat apapun.

6. Tongkat Dan Tasbih Ajaib
Berkaitan dengan cerita Kiai Kholil soal tongkat ajaib, kejadian ini berkaitan langsung dengan sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).
Pada saat itu, Kiai Wahab hasbulah dalam berbagai kesempatan selalu menyosialisasikan ide untuk mendirikan jam’iayah atau organisasi. Sebenarnya semenjak ide tersebut disosialisasikan, tidak ada masalah yang menghalangi kecuali restu dari KH Hasym Asy’ary. Karena beliau adalah guru dari Kiai Wahab sehingga dirinya merasa perlu mendapatkan restu langsung. Ketika gagasan tersebut dsampaikan, ternyata tidak langsung di setujui. Kh Hasyim Asy’ary perlu berhari-hari dan bulan untuk melakukan sholat Istikharah memohon petunjuk dari Allah, namun harapan itu tidak kunjung datang.
Kiai Kholil sebagai guru KH Hasyim Asy’ary mengamati kondisi tersebut. Kemudian beliau mengutus seorang santri yang juga masih cucunya sendiri, As’ad untuk menghadapnya.
“Saat ini Kiai Hasyim sedang resah, oleh karena itu, antar dan berikan lah tongkat ini kepadanya” Kata Kiai Kholil sambil memberikan tongkat yang dimaksud. “dan jangan lupa bacakan ayat ini surat thoha As’ad.
Setelah itu, As’ad kemudian pergi ke Jombang untuk menyampaikan pesan yang di bawanya serta menyampaikan tongkat. Hari berganti bulan dan bersama perjalanan waktu, organisasi yang sudah dirintis oleh Kiai wahab belum juga terbentuk, sehingga kiai Kholil mengutus As’ad yang kedua kali dengan membawakan tasbih dan meminta KH Hasym Asy’ary untuk mengamalkan Asmaul Husna yang berbuyi “Ya-Jabbar- Ya Qohhar”.
Setelah berjuang di bantu oleh kiai-kiai lain, akhirnya nahdlatul Ulama berdiri pada tanggal 16 Rajab 1344 H/ 31 Januari 1926, atau tepat 1 tahun setelah KH Cholil wafat yang jatuh pada tanggal 29 Romadhon 1343 H. *Rah BsQy (IPNU pusat)

18/08/2012

Tokoh : KH. CHOLIL Bangkalan Madura (3/habis)

Kiai Kholil wafat pada 29 Ramadhan 1243 H pada usia 91 tahun karena usia lanjut. Jejak dan langkahnya kini tetap menjadi monumen pada pejuang penerus dan pengikutnya. Di Indonesia kini ada 6000 lebih pondok pesantren yang sebagian besar mempunyai hubungan budaya dengan NU.

CERITA-CERITA TENTANG KH CHOLIL
1. Membaca yasin berkali-kali
Pada saat beliau masih menuntut ilmu di pondok pesantren kebon candi dan belajar di KH Nur Hasan harus dilakukan dengan cara tidak menetap, atau kalau dalam dunia santri di sebut santri kalong. Jarak antara pondok Kobon Candi dan Rumah Kiai Nur Hasan sekitar 7 km. selama perjalanan itu, beliau sambil membaca surat yasin sampai tamat berkali-kali.

2. Makan gratis
Kiai Kholil muda adalah sosok pemuda yang mandiri. Pada saat itu, dirinya ingin melanjutkan menuntut ilmu ke Makkah, Arab Saudi. Tetapi tidak ingin meminta biayanya kepada orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kiai Cholil sebelum berangkat ke Makkah terlebih dahulu ngaji di pondok pesantren Banyuwangi. Di pondok tersebut, beliau juga bekerja di kebun pengasuh pondok. Dengan bekerja di kebun sebagai pemetik buah kelapa, beliau di bayar 2,5 sen setiap pohon kelapa. Dengan penghasilan tersebut, uang yang didapatkannya di tabung untuk biaya menuntut ilmu ke makkah. Selain itu, untuk makan sehari-hari, beliau menjadi khodim di dalem pondok pesantren dengan mengisi bak mandi, mencuci pakaian dan melakukan pekerjaan yang lain. selain itu, Kiai Cholil juga menjadi juru masak bagi teman-temannya, dengan seperti itu dirinya bisa mendapatkan makan dengan gratis.

3. Hati-hati ada macan
Pada suatu hari di bulan syawal, KH Kholil memanggil semua santri, kemudian beliau mengatakan;
“Santri-santri sekalian.!! Untuk saat ini kalian harus memperketat penjagaan pondok. Karena tidak lama lagi, akan ada macan masuk kepondok kita”.
Sejak itu, setiap hari semua santri melakukan penjagaan yang ketat di pondok pesantren. Hal ini dilakukan karena di dekat pondok pesantren ada hutan yang konon angker dan berbahaya, sehingga kuatir jika yang di maksud macan akan muncul dari hutan tersebut. Setelah beberapa hari ternyata macan yang di tunggu-tunggu tidak juga muncul juga, sampai akhirnya sampai di minggu ke tiga sampai juga belum muncul.
Setelah masuk di minggu ke 3, Kiai Kholil memerintahkan santri-santri untuk berjaga-jaga ketika ada pemuda kurus, tidak terlalu tinggi dan membawa tas koper seng masuk ke komplek pondok pesantren.
Begitu sampai di depan rumah kiai Kholil mengucapkan salam
“ Assalamu’alaikum” ucap pemuda tersebut.
Mendengar salam pemuda tersebut, Kiai Kholil justru malah berteriak memanggil santri-santrinya.
“ Hai santri-santri, ada macan..macan ayo kita kepung, jangan sampai masuk kepondok” teriak Kiai Kholil.
Mendengar teriakan kiai Kholil, serentak para santri berhamburan membawa apa saja yang bisa dibawa untuk mengusir pemuda tersebut yang dianggap Macan. Para santri yang sudah membawa pedang, celurit, tongkat, dan apa saja mengerubuti “macan” yang tidak lain adalah pemuda tersebut. Muka pemuda tersebut menjadi pucat pasi ketakutan. Karena tidak ada jalan lain, akhirnya pemuda tersebut lari meninggalakn komplek pondok tersebut.
Karena tingginya semangat untuk nyantri ke pondok yang diasuh oleh Kiai Kholil, keesokan harinya pemuda itu mencoba memasuki pesantren lagi. Meskipun begitu, dirinya tetap memperoleh perlakuan yang sama seperti sebelumnya. Karena rasa takut dan kelelahan akhirnya pemuda tersebut tidur di bawah kentongan yang ada di mussola pondok pesantren. Ketika tengah malam, dirinya di bangunkan dan dimarah-marahi oleh Kiai Kholil. Namun demikian, setelah itu dirinya diajak oleh Kiai Kholil kerumah dan dinyatakan sebagai salah satu santri dari pondok yang beliau pimpin. Sejak itu, remaja tersebut sebagai santri pondok. Pemuda yang dimaksud diatas adalah Abdul wahab atau Abdul Wahab Hasbullah yang menjadi salah satu pendiri NU. Ternyata apa yang dikatakan oleh Kiai Kholil, akhirnya Abdul Wahab Hasbullah benar-benar menjadi “ Macan” NU

4. Minta didoakan cepat kaya
Pada suatu waktu, Kiai Kholil mempunyai tamu yang berasal dari keturunan tionghoa yang terkenal dengan panggilan Koh Bun Fat, datang untuk keperluan pribadinya.
“Kiai, saya minta didoakan agar cepat kaya, karena aku sudah bosan hidup miskin”. Kata Koh Fat yang sedang miskin.
Setelah mendengar niat tamunya tersebut, Kiai Kholil meminta Koh Bun Fat untuk mendekat. Setelah mendekat, Kiai Kholil memegang kepala Koh Bun Fat dan memegangnya erat-erat sambil mengucapkan.
“Saatu lisanatan, Howang-howang, Howing-Howing. Pak uwang huwang nuwang. Tur kecetur salang kecetur, sugih.. sugih..sugih!”.
Saat itu diucapkan oleh kiai Kholil, tidak ada satupun yang ada memahami makna apa yang diucapkan oleh Kiai Kholil. Namun, dengan kata tanpa makna itu, Koh Bun Fat justru beerubah menjadi pengusaha Tionghoa yang kaya raya.

5. Pintu Rusak
Pada masa penjajahan, ada beberapa pejuang jawa yang bersembunyi di komplek pesantren Demangan. Ternyata hal itu diketahui oleh penjajah belanda, sehingga mengirim tentara untuk memeriksa pondok tersebut. Tetapi karena tidak menemukan para pejuang tersebut, Akhirnya mereka menangkap Kiai Kholil. Belanda berharap dengan seperti itu, para pejuang jawa akan menyerahkan diri.
Tetapi yang terjadi malah membingungkan belanda karena banyaknya kejadian yang terjadi terkesan aneh dan ganjil. Mula-mula, semua pintu tahanan tidak bisa ditutup, Ketika kiai Kholil di masukan ketahanan. Hal ini membuat tentara belanda harus berjaga siang dan malam agar tahanan tidak kabur. Hari-hari selanjutnya, ribuan orang dari Madura dan jawa mengunjungi kiai Kholil dengan membawakan makanan. Kejadian tersebut tentu membuat belanda pusing, akhirnya belanda membuat peraturan dilarang mengunjungi kiai Kholil. Ternyata peraturan tersebut tidak menyelesaikan masalah, karena mereka yang datang akhirnya berkerumun di sekitar rumah tahanan, bahkan ada yang meminta untuk ditahan bersama Kiai Kholil. Karena tidak ingin pusing dan masalah menjadi besar, akhirnya kiai Kholil di bebaskan tanpa syarat apapun.

6. Tongkat Dan Tasbih Ajaib
Berkaitan dengan cerita Kiai Kholil soal tongkat ajaib, kejadian ini berkaitan langsung dengan sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).
Pada saat itu, Kiai Wahab hasbulah dalam berbagai kesempatan selalu menyosialisasikan ide untuk mendirikan jam’iayah atau organisasi. Sebenarnya semenjak ide tersebut disosialisasikan, tidak ada masalah yang menghalangi kecuali restu dari KH Hasym Asy’ary. Karena beliau adalah guru dari Kiai Wahab sehingga dirinya merasa perlu mendapatkan restu langsung. Ketika gagasan tersebut dsampaikan, ternyata tidak langsung di setujui. Kh Hasyim Asy’ary perlu berhari-hari dan bulan untuk melakukan sholat Istikharah memohon petunjuk dari Allah, namun harapan itu tidak kunjung datang.
Kiai Kholil sebagai guru KH Hasyim Asy’ary mengamati kondisi tersebut. Kemudian beliau mengutus seorang santri yang juga masih cucunya sendiri, As’ad untuk menghadapnya.
“Saat ini Kiai Hasyim sedang resah, oleh karena itu, antar dan berikan lah tongkat ini kepadanya” Kata Kiai Kholil sambil memberikan tongkat yang dimaksud. “dan jangan lupa bacakan ayat ini surat thoha As’ad.
Setelah itu, As’ad kemudian pergi ke Jombang untuk menyampaikan pesan yang di bawanya serta menyampaikan tongkat. Hari berganti bulan dan bersama perjalanan waktu, organisasi yang sudah dirintis oleh Kiai wahab belum juga terbentuk, sehingga kiai Kholil mengutus As’ad yang kedua kali dengan membawakan tasbih dan meminta KH Hasym Asy’ary untuk mengamalkan Asmaul Husna yang berbuyi “Ya-Jabbar- Ya Qohhar”.
Setelah berjuang di bantu oleh kiai-kiai lain, akhirnya nahdlatul Ulama berdiri pada tanggal 16 Rajab 1344 H/ 31 Januari 1926, atau tepat 1 tahun setelah KH Cholil wafat yang jatuh pada tanggal 29 Romadhon 1343 H. *Rah BsQy (IPNU pusat)

18/08/2012

Tokoh : KH. CHOLIL Bangkalan Madura (2/3)

Karena keinginan orang tuanya yang sangat kuat untuk mendidik anaknya menjadi ulama, kemudian pada sekitar tahun 1850 an, Kiyai kholil menuntuk ilmu sebagai santri di Pondok pesantren Langitan, Kabupaten Tuban yang di asuh oleh KH Muhammad Nur. Setelah merasa cukup, kemudian Kiyai Cholil lanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Setelah itu kemudian, beliau pindah ke Pondok Pesantren Kebon Candi,Pasuruan dan juga nyantri di tempat Kiai Nur Hasan yang masih termasuk familinya di Sidogiri.
Sejak beliau menjadi pengasuh pondok pesantren di Bangkalan, Madura, banyak pemimpin umat dan bangsa yang banyak di persiapkan oleh beliau. Diantara kiai-kiai tersebut adalah KH Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang, pendiri NU, kakek Gusdur), KH. Abdul Wahab Hasbullah (pendiri Pondok Pesantern Tambak Beras Jombang dan Pendiri NU), KH Bisri Syamsuri (Pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang dan pendiri NU), KH Ma’shum (Pendiri Pondok pesantren Lasem, Rembang), KH Bisri Musthofa ( Pendiri Pondok pesantren Rembang dan Pengarang Kitab) dan masih banyak yang lainya.
Kiai Kholil adalah seorang alum dalam Ilmu Nahwu, Fiqh dan tarekat. Beliau juga di kenal hafal al-qur’an dan menguasai segala ilmunya. Termasuk seni baca Al-qur’an tujuh macam (Qiroah sab’ah). Selain kelebihan tersebut, beliau juga mempunyai kemampuan pada hal-hal yang tidak kasat mata (tidak dapat di lihat). Sebab keleibahn tersebut, umat Islam Indonesia meyakini beliau adalah Waliyullah.

Address

Jalan Sukamantri No. 85 Tanjungkerta, Sumedang
Jawa Barat
45354

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pk Ipnu-Ippnu Ma Plus Al-Hikam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share