09/11/2015
Katanya, daya serap tenaga keperawatan di negeri ini kurang dibanding jumlah lulusanmahasiswa keperawatansetiap tahunnya sehingga banyak dari mereka yang akhirnya menganggur tidak tahu arah dan tujuan.Katanya, berbelit-belitnyapengurusanSTRdan lamanya proses pembuatan STR menghambat mereka-mereka yang ingin segera bekerja sehingga banyaknya lulusan perawat yang menganggur.Katanya, sulitnya Ujian Kompetensi bagi perawat sedikit banyak menghambat sebagian besar dari lulusan keperawatan untuk bisa bekerja sehingga kata pengangguran kembali disalahkan.Katanya,gaji perawatdi negeri ini tidak sebanding dengan jasa yang diberikan, sehingga kesejahteraan perawat di negeri ini rendah.Katanya, daripada hidup berkalang debu mengabdi merawat negeri sendiri tidak begitu dihargai sehingga lebih baik hijrah ke negeri sebelah untuk penghidupan yang lebih baik.Katanya, menjadi perawat itu manis diawal pahit di akhir sehingga lebih baik hijrah profesi lain ketimbang menjadi perawat yang sejatinya hanyalah sebuah profesi sosialis yangdigaji rendah.Katanya, perawat di negeri ini kurang begitu professional jika dibandingkan dengan perawat tetangga sebelah sehingga banyak dari kita yang rela menghabiskan puluhan bahkan ratusan juta untuk pergi berobat ke negeri sebelah.Katanya,institusi keperawatanhanyalah batu loncatan saja demi meraih tujuan yang lebih indah semisal menjadi polisi, tentara, pengusaha dsb ketimbang menjadi perawat. Lebih baik masuk keperawatan daripada tidak kuliah sama sekali.Katanya perawat ituini loh, katanya perawat itu ini itu loh, dan masih banyak lagi katanya-katanya yang sering kita dengar di luaran sana.Benarkah? Ya! But no matter what, I’m so proud to be a nurse!