PPMHQ (PondokPesantrenMamba'ulHudaAlQur'aniyya)

PPMHQ (PondokPesantrenMamba'ulHudaAlQur'aniyya) PPMHQ adl unit dari PPMH yg dirintis oleh KH. Shodiq Sumardi - Ny. Hj. Athi' Islamiyyah Achmad pada awal tahun 2000 M.

dimaksudkan untuk lebih fokus dlm pembelajaran Al Qur an baik tahap turutan, murottalan, tahfizhon.

Sholawat Ghoutsuz Zaman
08/01/2022

Sholawat Ghoutsuz Zaman

Dalam kehidupan di dunia, setiap orang pernah mengalami kebimbangan dalam menentukan keputusan mana yang terbaik antara ...
12/09/2021

Dalam kehidupan di dunia, setiap orang pernah mengalami kebimbangan dalam menentukan keputusan mana yang terbaik antara pilihan-pilihan yang ada.

Menghadapi hal ini, Islam telah memberi panduan atau cara untuk memantapkan pilihan dengan kesunahan melakukan shalat istikharah. Ini adalah satu ikhtiar yang bisa dilakukan seseorang agar Allah mengarahkannya untuk memilih yang terbaik.

Untuk lebih memantapkan pilihan dan menemukan jawaban dari shalat istikharah yang telah dilakukan ini, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu Lampung KH Sujadi memberikan ijazah dengan mengamalkan QS. Al-An'am Ayat 59. Redaksi ayat tersebut adalah:

وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ اِلَّا هُوَۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak p**a sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Ayat ini bisa dijadikan washilah untuk menemukan tanda-tanda atau alamat dari hasil istikharah yang kita lakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Baca surat Al-Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW, Nabi Khidir, dan Shahibul Ijazah
2. Baca 7 kali QS. Al-An'am Ayat 59
3. Kemudian bukalah mushaf Al-Qur’an secara acak satu kali
4. Dari halaman tersebut, bukalah kembali 7 halaman Al-Qur’an ke depan
5. Setelah menemukan halaman ketujuh, bacalah baris ketujuh dari halaman tersebut.

Insyaallah pada baris ketujuh ini akan ditemukan jawaban dari istikharah yang kita lakukan.

Dan jika ingin menguatkan kembali, kita bisa melakukan shalat istikharah kembali dan mengamalkan ijazah ini kembali. “Bisa jadi kita bakal menemukan ayat yang akan menguatkan ayat sebelumnya. Ketika jawabannya tidak makan akan lebih tidak lagi. Ketika iya maka akan lebih mengiyakan lagi,” jelas Alumni Pesantren Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo Jawa Tengah ini dalam kajian tafsir Al-Qur'an yang diasuhnya, Sabtu (29/5).

Namun ia mengingatkan bahwa langkah menemukan jawaban istikharah dari ijazah ini dan ayat apapun yang ditemukan nantinya, semua harus dikembalikan pada Allah SWT. Allah lah yang berhak untuk menentukan takdir baik dan buruk pada manusia.

Ayat ini menurutnya juga penting untuk dihafalkan karena seseorang yang hafal ayat ini, dengan izin Allah akan diberi alamat atau tanda-tanda apa yang akan terjadi. Tanda-tanda yang ditunjukkan ini terkadang tidak disadari ataupun disadari oleh orang tersebut. Dengan hal ini juga akan semakin mendekatkan diri pada Allah SWT dan menyadari bahwa ada yang lebih berkuasa dari segalanya yakni Allah SWT.

Ayat ini juga mampu menjadikan seseorang menjadi pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu kejelekan. Hal ini tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Anas bin Malik:

قال رسول الله صلَّى الله عليه وسلَّم: إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللهُ مَفَاتِيحَ الخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ.

Artinya: “Sesungguhnya ada di antara manusia yang merupakan para pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu kejelekan dan sungguh ada p**a di antara manusia yang merupakan para pembuka pintu-pintu kejelekan dan penutup pintu-pintu kebaikan. Maka, berbahagialah bagi orang yang Allah jadikan sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan melalui tangannya dan celakalah bagi orang yang Allah jadikan sebagai pembuka pintu-pintu kejelekan melalui tangannya.” Pewarta: Muhammad Faizin Editor: Kendi Setiawan

Sumber:

Dalam kehidupan di dunia, setiap orang pernah mengalami kebimbangan dalam menentukan keputusan mana yang terbaik antara pilihan-pilihan yang ada. Menghadapi hal ini, Islam telah memberi panduan atau cara untuk memantapkan

18/08/2021

jayalah Indonesiaku dg PBNU (Pancasila Bhineka NKRI UUD45)

Warga NU jangan tinggal diam..
ARRAZY HASYIM MA
HABIB LUTFI BIN YAHYA

16/08/2021

Doa Mbah Mun Allohu Yarham untuk Indonesia

Sirri Yang Jarang Diketahui"Puasa 'Arofah Tidak Menyebabkan Mati Di Setahun Mendatang"«صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِب...
18/07/2021

Sirri Yang Jarang Diketahui
"Puasa 'Arofah Tidak Menyebabkan Mati Di Setahun Mendatang"

«صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ»

*فَائِدَةٌ: الْحِكْمَةُ فِي كَوْنِ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِسَنَتَيْنِ، وَعَاشُورَاءَ بِسَنَةٍ
أَنَّ عَرَفَةَ يَوْمٌ مُحَمَّدِيٌّ - يَعْنِي أَنَّ صَوْمَهُ مُخْتَصٌّ بِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -
وَعَاشُورَاءَ يَوْمٌ مُوسَوِيٌّ، وَنَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أَفْضَلُ الْأَنْبِيَاءِ - صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ أجْمَعِينَ -، فَكَانَ يَوْمُهُ بِسَنَتَيْنِ

📚 مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج ١٨٣/٢

قال البكري الدمياطي،
وفي تكفير هذه السنة إشارة إلى أنه لا يموت فيها، في ذلك بشرى.
وقد نقل ذلك المدابغي عن ابن عباس، وعبارته: (فائدة) قال ابن عباس - رضي الله عنهما - وهذه بشرى بحياة سنة مستقبلة لمن صامه، إذ هو - صلى الله عليه وسلم - بشر بكفارتها، فدل لصائمه على الحياة فيها، إذ هو - صلى الله عليه وسلم - لا ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى.

📚 إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين ٢/٣٠٠

ALLAH TIDAK PERNAH ISENGMari sedikit kita bermain imajinasi dengan teori Jeruk NipisBayangkan ada sebuah Jeruk Nipis ber...
15/07/2021

ALLAH TIDAK PERNAH ISENG

Mari sedikit kita bermain imajinasi dengan teori Jeruk Nipis

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning2an.

Lalu Jeruk tersebut anda potong jadi dua.
Kemudian pegang salah satunya dan peraslah...
Sampai air tetesan nya mengucurr...

Apa yang anda rasakan..? Asam bukan..?
Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.
Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul..?

Padahal jeruknya tidak ada...
Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yang disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yang dibayangkan.
Apa yang dipikirkan itulah yang jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yang aneh-aneh
Maka yang terjadi biasanya tubuh akan drop...
Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi...

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.
Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita.
Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.
Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk.
Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….
Coba anda perhatikan orang yang kelainan jiwa...
Secara fisik mereka sehat.
Namun mereka hidup di dunia yang berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri.
Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak.
Sehingga muncul lawan bicara yang begitu nyata.
Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi anggap itu “proses pondasi”
Bahwa Allah hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.
Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali.
Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun ...

Allah tidak iseng memberi kita masalah.
Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda...
Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Allah akan membaik.

Konsentrasi publik saat ini terpecah mulai dari sebaran wabah yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan serta pengaruh da...
14/07/2021

Konsentrasi publik saat ini terpecah mulai dari sebaran wabah yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan serta pengaruh dari situasi politik nasional yang didukung kondisi global yang penuh kompleksitas kepentingan. Ditambah lagi hasutan berita bohong dan narasi fitnah yang digunakan oleh oknum intoleran pemecah belah bangsa dengan isu agama yang pada akhirnya membuat banyak orang frustasi.

Ada catatan menarik dari hadis Syamiyyin. Fitnah lebih banyak berarti kekacauan sosial-politik. Dengan tegas, hadis di atas menjelaskan tiga macam fitnah akhir zaman; al-Ahlas, al-Sarra’, dan al-Duhaima’.

Fitnah Al-Ahlas berarti pengungsian dan perampasan harta serta nyawa. Fitnah Al-Sarra’ punya tiga pengertian, yaitu kekacauan karena perebutan sumber kekayaan duniawi, kekacauan yang membuat senang musuh, atau kekacauan karena kebencian dan sakit hati. Sedangkan fitnah Al-Duhaima’ berarti kesimpang-siuran kebenaran yang akan menimpa seluruh orang yang terlibat dalam konflik. Ketiga macam fitnah ini berkaitan dengan masalah sosial dan politik.

Kebijakan pemerintah belakangan ini lebih banyak terfokus kepada pencegahan dan penanggulangan wabah covid19. Peluang dalam kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh kelompok intoleran untuk menyebarkan virus kebencian demi terwujudnya perpecahan antar umat di Indonesia.

Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam dawuhnya; "Jika para pemuda sudah tumbuh akan kecintaan nya pada negara dan bangsa, maka bangsa ini tidak akan mudah di pecah belah. Jangan main-main dengan Indonesia. Karena negeri ini didoakan oleh para wali baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat".

JANGAN PANIK KARENA CORONA (wabah)📚 Kitab Hilyatul Aulia karya Abu Nu'aim Ashfani diceritakan bahwa:ada segerombolan mak...
12/07/2021

JANGAN PANIK KARENA CORONA (wabah)

📚 Kitab Hilyatul Aulia karya Abu Nu'aim Ashfani diceritakan bahwa:

ada segerombolan makhluk Allah berupa wabah yang hendak memasuki Kota Damaskus.
Dalam perjalanan menuju Kota Damaskus, mereka bertemu dengan salah satu Wali Allah.
Kemudian, terjadilah percakapan.

Waliyullah bertanya, Mau ke mana kalian?"
Wabah menjawab, Kami diperintah oleh Allah untuk memasuki Damaskus.

Waliyullah bertanya lagi, Berapa lama, dan berapa banyaknya korban?
Wabah itu pun menjawab, dua tahun dengan seribu korban meninggal.

Dua tahun kemudian, jumlah korban meninggal ternyata mencapai 50 ribu orang. Ketika Sang Wali bertemu kembali dengan wabah penyakit ini, ia pun bertanya,

Kenapa dalam dua tahun kalian memakan korban 50 ribu orang? Bukannya kalian janji hanya seribu orang meninggal

Wabah itu pun menjawab, Kami memang diperintah Allah untuk merenggut seribu korban. Empat puluh sembilan ribu korban lainnya meninggal dikarenakan panik.

dari kisah diatas, kita ambil pelajaran bahwa, dalam menghadapi wabah sepatutnya kita wajib menjaga kesehatan, menjaga diri sendiri, jaga keluarga, dan saling jaga dengan tetangga sekitar. "Waspada, namun jangan panik, tenang dan sabar adalah kuncinya.

Address

Jalan Kauman Podorejo Ngaliyan
Semarang

Telephone

+6281325535805

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPMHQ (PondokPesantrenMamba'ulHudaAlQur'aniyya) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share