21/09/2026
Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) STT HKBP Pematangsiantar di Gereja HKBP Pardamean Ressort Simpang Penara Distrik XXIX Deli Serdang.
Pematangsiantar, 21 September 2026 — Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di HKBP Pardamean Ressort Simpang Penara, Distrik XXIX Deli Serdang, pada Jumat–Minggu, 11–13 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Teologi (S1) dan didampingi oleh dosen perwalian mahasiswa.
Kegiatan PkM dipimpin oleh Pdt. Raulina, D.Th. bersama 20 mahasiswa serta Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th. bersama 23 mahasiswa. Kehadiran tim PkM disambut dengan penuh sukacita oleh Uluan Huria, Bvr. Sumedang Simanjuntak, bersama para jemaat HKBP Pardamean Ressort Simpang Penara.
PkM tahun ini mengusung dua tema utama, yaitu “Warisan yang Tak Tergeser oleh Layar” berdasarkan 2 Timotius 3:14–15 dan “Edukasi Topophilia Berdasarkan Wahyu 22:2.” Kedua tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mencakup pelayanan gerejawi, edukasi, kebersihan lingkungan, penanaman pohon, serta pembinaan generasi muda.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 11 September 2026, pukul 13.15 WIB. Tim PkM berangkat menuju HKBP Pardamean Ressort Simpang Penara dengan diawali doa yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th.
Setibanya di lokasi, para mahasiswa langsung melaksanakan kegiatan kebersihan di lingkungan gereja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan clean-up day di sepanjang jalan dari gereja menuju tempat mahasiswa beristirahat. Para mahasiswa berjalan kaki sekitar 10 menit sembari membersihkan lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan Malam Keakraban (Makrab) yang dilaksanakan di rumah keluarga Amang P. Tambun/Br. Hutapea (Ama Roy). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta PkM bersama keluarga dan masyarakat sekitar.
Dalam suasana penuh keakraban, mahasiswa dan keluarga bersama-sama memanggang ikan, jagung, sosis, dan bakso. Sembari menunggu hidangan matang, mahasiswa dan keluarga bernyanyi bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan.
Pada Sabtu, 12 September 2026, kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Randy Tambunan. Ibadah tersebut menjadi pembuka kegiatan penanaman 300 pohon mangga di sekitar aliran sungai.
Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan kata sambutan. Kegiatan dipandu oleh Roy Tambun, S.Th. selaku moderator. Sambutan pertama disampaikan oleh Pendeta Resort, Pdt. Citra Br. Manurung, S.Th., kemudian dilanjutkan oleh pimpinan jemaat, Bvr. Sumedang Br. Simanjuntak. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa setempat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serka S. Tumanggor, serta Bhabinkamtibmas Bripka Pakar Tambun. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Pdt. Raulina, D.Th. dan Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th.
Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan penanaman 300 pohon mangga dilaksanakan secara bersama-sama. Kegiatan ini melibatkan jemaat gereja, perangkat desa, serta mahasiswa peserta PkM. Penanaman pohon tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di sekitar aliran sungai.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan Pendalaman Alkitab bersama Remaja Naposo se-Ressort Simpang Penara. Pendalaman Alkitab dipimpin oleh Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th., bersama dua mahasiswi, Jessica Hutahaean dan Laura Lubis.
Pendalaman Alkitab mengangkat topik “Edukasi Topophilia Berdasarkan Wahyu 22:2.” Kegiatan ini mengajak kaum muda untuk memahami dan mempraktikkan topophilia, yaitu kecintaan terhadap tempat dan lingkungan, melalui tindakan nyata dalam mencintai serta merawat alam sebagai bagian dari penghayatan iman kepada Kristus.
Melalui refleksi atas Wahyu 22:2, para pemuda didorong untuk menjadi agen pemulihan yang menghadirkan dampak positif bagi lingkungan serta turut menjaga keberlanjutan alam di sekitar mereka.
Pada Minggu, 13 September 2026, kegiatan diawali dengan persiapan makanan yang akan dinikmati bersama setelah ibadah. Mahasiswa peserta PkM bekerja sama dengan warga sekitar serta keluarga Amang P. Tambun/Br. Hutapea (Ama Roy) dalam mempersiapkan konsumsi.
Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan pelayanan Ibadah Sekolah Minggu. Sebanyak tujuh mahasiswa mengambil bagian dalam pelayanan tersebut, yaitu Magdalena Limbong, Andre Pangaribuan, Ayu Sianturi, Aldi Sitompul, Windah Pasaribu, Irwan Simangunsong, dan Carlos Manurung.
Setelah pelayanan Sekolah Minggu selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu siang. Dalam ibadah tersebut, mahasiswa turut mengambil bagian dalam berbagai pelayanan, antara lain pelayanan musik, song leader, dan koor. Khotbah dalam Ibadah Minggu disampaikan oleh Pdt. Dr. Benny Sinaga, M.Th.
Usai ibadah, mahasiswa bersama jemaat melaksanakan makan siang bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar yang disampaikan oleh Pdt. Raulina, D.Th., dengan tema “Warisan yang Tak Tergeser oleh Layar” berdasarkan 2 Timotius 3:14–15.
Dalam pemaparannya, Pdt. Raulina, D.Th. menekankan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan dan memelihara iman anak-anak. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Seminar tersebut juga menyoroti tantangan penggunaan smartphone dalam kehidupan keluarga. Anak-anak dan generasi muda diingatkan agar tidak membiarkan penggunaan teknologi menggeser nilai-nilai kebersamaan, komunikasi, serta relasi yang sehat dalam keluarga.
Jemaat mengikuti seminar dengan antusias. Hal tersebut terlihat melalui partisipasi aktif jemaat dalam mendengarkan pemaparan, mengajukan pertanyaan, serta memberikan tanggapan dan saran selama kegiatan berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan PkM di HKBP Pardamean Ressort Simpang Penara Distrik XXIX Deli Serdang kemudian ditutup dengan kebersamaan antara mahasiswa, dosen pendamping, dan jemaat. Setelah seluruh kegiatan selesai, tim PkM STT HKBP Pematangsiantar kembali ke kampus.
Melalui kegiatan PkM ini, STT HKBP Pematangsiantar tidak hanya menghadirkan pelayanan di tengah jemaat, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat kehidupan bergereja, membangun relasi dengan masyarakat, serta mengambil bagian dalam pembinaan generasi muda dan keluarga. Kegiatan ini diharapkan menjadi wujud nyata pengabdian civitas akademika STT HKBP Pematangsiantar bagi gereja dan masyarakat.