Sud Gigante 1976

Sud Gigante 1976 PENDUKUNG PSS SLEMAN 1976
KOMUNITAS DI BRIGATA CURVA SUD

03/02/2017

Tiket on the spot mulai dibuka besok pagi pukul 09.00 WIB di loket stadion. Info lengkapnya akan dirilis langsung oleh

03/02/2017

Fix!!
Harga tiket pembukaan Piala Presiden 2017 sebagai berikut:
Utara/Selatan: 30 ribu.
Timur: 50 ribu.
Barat: 100 ribu.

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman melakukan uji coba lapangan Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, Jumat ...
03/02/2017

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman melakukan uji coba lapangan Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, Jumat (3/2/2017) pagi jelang laga di Piala Presiden melawan Persipura Jayapura.
Seluruh pemain tampak dipersiapkan Pelatih Freddy Muli kecuali gelandang muda, Chandra Lukmana.
Pagi tadi, Chandra melakukan latihan terpisah di pinggir lapangan bersama fisioterapis Sigit Pramudya.

Chandra, tampak hanya melakukan latihan ringan tanpa bola untuk menguatkan otot kaki.
Seperti diketahui, Chandra mengalami cedera lutut saat PSS bertanding di laga uji coba melawan Mlati Selection pekan lalu.
Besar kemungkinan Chandra akan absen di laga perdana PSS di Piala Presiden kala melawan Persipura. Sebagai gantinya, masih ada deretan gelandang senior seperti Dirga Lasut dan Busari.
Atau gelandang muda lain satu angkatan dengan Chandra di PSS, Wahyu Sukarta. (tribunjogja.com)

Seg butuh jersey πŸ‘‡
29/05/2016

Seg butuh jersey πŸ‘‡

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi sepa...
02/05/2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk menghentikan seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia setelah menggelar rapat Komite Eksekutif di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

"PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi karena kondisi force majeure. Keputusan ini mengikat, tidak hanya untuk PT Liga Indonesia, tetapi seluruh klub dan stakeholder sepak bola Indonesia," ungkap Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, saat melakukan jumpa pers.

"Ini terjadi di luar kehendak PSSI. Keadaan force majeure mengakibatkan tidak ada yang bisa dijalankan PSSI oleh karena negara tidak melayaninya. Dengan demikian seluruh kompetisi kami nyatakan berhenti," tambahnya.

Pada 26 April, PT Liga Indonesia memutuskan menghentikan sementara semua laga ISL dan Divisi Utama. Penghentian itu terkait surat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengenai larangan pemberian izin keramaian polisi ke seluruh kompetisi sepak bola di bawah koordinasi PSSI.

Pada Senin (27/4/2015), Menpora menggelar rapat bersama perwakilan 18 klub ISL. Namun, rapat itu mengalami deadlock karena kedua kubu tidak menghasilkan kesepakatan terkait masalah induk penyelenggara kompetisi.

klub-klub ISL ingin melanjutkan kompetisi di bawah naungan PSSI, yang saat ini tengah dibekukan oleh pemerintah. Sementara itu, Menpora menginginkan kompetisi tersebut dijalankan di bawah pihaknya melalui Tim Transisi.

30/03/2015

H-1 Awaydays Magelang :P

21/11/2014

RidwanAwaludin:
"Tolong tanggung jawab pengurus pengurus pss"
"Tolong di baca berita hukuman untuk team pss dan semua hukumannya ,saya dan kami memohon pertanggung jawabannya dari semua ini" (akun Twitter Ridwan Awaludin)
Ibnu Subiyanto:
"PSS ini milik Pengcab PSSI Sleman, bukan milik PT PSS, yang bisa dibilang PT-PT an.
"PSS adalah milik warga Sleman, yang terbentuk dari 80 klub lokal di bawah Pengcab Sleman. Tentu akan menjadi sumber kekecewaan para klub yang dulunya membentuk PSS."
"Jadi usaha para sesepuh dan juga para penggiat sepak bola Sleman selama ini merupakan hal yang mubazir. Bisa dibilang ini kemunduran sepak bola Sleman."
"Jadi jangan salahkan atau hukum pemain, mereka hanyalah menuruti perintah yang diberikan. Maka dari itu si oknum yang berkhianat ini harus pergi dari sepakbola Sleman."
"Jadi aksi ini jelas mengecewakan para pemilik PSS. Jangan dikira kami dukung aksi sepak bola gajah kemarin. Kami justru malu, dan kecam habis-habisan pelakunya. Itu orang yang tidak menghargai fair play." (Sorot Jogja & Tribun Jogja)
Hinca Panjaitan:
"Itu merupakan keputusan sementara, karena masih ada lanjutan. Masih ada investigasi lagi dari departemen integritas."
Hinca menambahkan bahwa departemen integritas akan menyelidiki pihak yang terlibat, namun berada di luar pertandingan.
Menurutnya, PSS dan PSIS bisa saja mendapat hukuman tambahan setelah didiskualifikasi.
"Mereka didiskualifikasi dari delapan besar Divisi Utama. Status degradasi belum diputuskan, kecuali ditemukan ada yang terlibat dari luar. Ada tidak yang menyuruh? Dari situ akan diputuskan." (sportsatu)

20/11/2014

Berikut Keputusan Komdis PSSI untuk PSIS
Semarang dan PSS Sleman:
Untuk Pihak di PSIS Semarang
1. Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto dan
Pelatih PSIS Semarang, Eko Riyadi. Dihukum
berupa larangan beraktivitas seumur hidup sejak
11 November 2014 dan denda 200 juta.
"Mereka pimpinan PSIS Semarang di lapangan.
Wahyu Winarto malah yang meminta untuk
membalas gol sebelumnya. Sementara Eko Riyadi
sama sekali tak berniat mencegah padahal jenderal
tim. Eko Riyadi justru memberikan ucaan selamat
ke pemain," kata Hinca Pandjaitan.
2. Asisten pelatih PSIS Semarang, Dwi Setiawan
dan Budi Cipto. Dihukum berupa larangan
beraktivitas selama 10 tahun terhitung sejak 11
November dan denda 150 juta.
"Mereka paham apa yang terjadi, tapi tidak
mencegah dan membantu membongkar perilaku
buruk ini," jelas Hinca Pandjaitan.
3. Kiper Adi Nugroho, gelandang Komedi, striker
Fadli Manan, dan stiker Saptono. Dihukum berupa
larangan beraktivitas seumur hidup dan denda 100
juta rupiah.
"Adi Nugroho, menjaga gawang seolah-olah
penjaga gawang. Komedi merupakan bek yang
cetak dua gol ke gawang sendiri. Fadli Manan
mencetak gol ke gawang sendiri dan Saptono
striker yang justru berdiri di gawang lawan dan
mencegah terjadinya gol ke gawang lawan. Sepak
bola tidak boleh diisi pemain seperti ini," ujar Hinca
Pandjaitan.
4. Sunar Sulaiman, Anam Syahrul, Taufik Hidayat,
Andik Rahmat, Elina Soka, Vidi Hasiolan, Frengky
Mahendra. Dihukum berupa larangan beraktivitas 5
tahun sejak 11 November 2014 dan denda 50 juta.
"Mereka pemain di lapangan tapi tak mencetak gol.
Mereka tetap bagian dari itu," kata Hinca
Pandjaitan.
5. Ivo Andre Wibowo, Safrudin Tahar, Edyanto,
Ahmad Noviandani, Hari Nur Yulianto. Dihukum
berupa larangan beraktivitas 1 tahun dengan masa
percobaan lima tahun dan denda 50 juta.
"Mereka pemain cadangan dan tahu. Tapi, mereka
tak berusaha mengungkap dan tak ada penyesalan
sekaligus membantu PSSI. Mereka bahkan seakan
menutupi," jelas Hinca Pandjaitan.
6. Ronald Fagundez dan Julio Alcorse. Dihukum
berupa larangan beraktivitas selama 5 tahun
terhitung 11 November dan denda 150 juta.
"Mereka pemain asing yang masuk daftar
cadangan. Pemain asing seharusnya menjadi
panutan, tapi tidak patuh dan menutupi. Mereka
dibayar mahal, tapi pura-pura tidak tahu. Mereka
harus tinggalkan Indonesia segera," ujar Hinca
Pandjaitan.
7. Pembantu Umum, Suyatno dan Masseur, Aji.
Dihukum berupa larangan beraktivitas selama 1
tahun dengan masa percobaan 5 tahun, tanpa
denda.
"Kelihatannya sepele, namun dalam konteks
menjaga integritas, mereka tetap harus diberi efek
jera. Pekerjaan ini sebetulnya tidak main-main.
Jika ada pengaturan pertandingan, pesan terakhir
bisa didapat dari mereka," terang Hinca
Pandjaitan.
Untuk pihak di PSS Sleman
1. Sekretaris Tim, Ery Febriyanto, Offisial Rumadi,
Pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto. Dihukum
berupa larangan beraktivitas seumur hidup dan
denda 200 juta.
"Ery Febriyanto atau yang populer Ableh adalah
yang memerintahkan untuk cetak gol ke gawang
sendiri. Rumadi mengetahui dan bersama-sama.
Manajer Supardjiono di pending karena tidak hadir.
Pelatih Herry Kiswanto seharusnya bisa mencegah,
tapi tidak melakukan tugasnya," kata Hinca
Pandjaitan.
2. Offisial lain, Edy Broto dan Pelatih Fisik, Erwin
Syahrudin. Dihukum berupa larangan beraktivitas
selama 10 tahun dan denda 150 juta.
"Mereka tahu, tapi tak melakukan apapun," jelas
Hinca Pandjaitan.
3. Kiper Riono, bek Agus Setiawan, dan Hermawan
Putra Jati. Dihukum berupa larangan beraktivitas
seumur hidup dan denda 100 juta.
"Agus Setiawan cetak gol ke gawang sendiri, begitu
juga dengan Hermawan. Ini pelaku langsung,"
terang Hinca Pandjaitan.
4. Marwan Muhamad, Satrio Aji, Wahyu Gunawan,
Ridwan Awaludin, Anang, Eko Setiawan, Mudah
Yulianto, Moneiga Bagus. Dihukum berupa
larangan beraktivitas selama 5 tahun dan denda 50
juta.
"Mereka bermain, tapi tidak melakukan," jelas
Hinca Pandjaitan.
5. Rasmoyo, Adelmund, Waluyo, Saktiawan Sinaga,
Guy Junior, Gratheo Hadi Witama. Dihukum berupa
larangan beraktivitas selama satu tahun dengan
masa percobaan lima tahun dan denda 50 juta.
"Kristian Adelmund, kami dapat konfirmasi dari tim,
ia ke Belanda. Guy Junior, ia datang ke kami dan
menunjukkan penyesalan. Ia meminta bermain dan
mencetak gol. Guy Junior menyesal, tapi tidak bisa
berbuat apa-apa karena menjadi bagian tim," kata
Hinca Pandjaitan.
6. Kitman Dwi dan Masseur Suyono. Dihukum
larangan beraktivitas selema 1 tahun dengan masa
percobaan selama 5 tahun, tanpa denda
Sumber: Slemania Cyber

20/11/2014

PSS SLEMAN : Skuat PSS 100% Dipertahankan, Tapi?

Harianjogja.com, SLEMAN β€” Skuat PSS 100% akan dipertahankan meski pada kompetisi ini terlibat kasus sepak bola gajah. Bahkan, manajemen telah menunjukkan sinyal mereka tetap akan mempertahankan keseluruhan skuat PSS musim ini untuk berlaga di musim depan.
Seperti yang diutarakan Direktur Operasional PSS, Rumadi, rencana dipertahankannya seluruh skuat itu sudah disampaikan manajemen kepada pemain saat pertemuan dua pekan lalu. Ketika itu, manajemen berani memastikan bahwa Anang Hadi dkk akan tetap dikontrak untuk musim depan.
Alasannya, menurut Rumadi, prestasi dan performa skuat Super Elang Jawa sudah terbilang bagus. Hal itu terbukti dengan keberhasilan skuatnya menembus babak delapan besar dan adanya perbaikan rekor tandang PSS.
Bahkan, ia berani sesumbar, jika insiden sepak bola gajah itu tak terjadi, peluang PSS untuk promosi ke Indonesia Super League (ISL) sangat terbuka lebar. Akan tetapi, pihaknya kemudian tak berani memastikan besaran nilai kontrak untuk musim depan akan senilai dengan musim lalu. Oleh karena itu, ia mempersilakan para pemain untuk mencari klub lain jika memang tak sepakat dengan nilai kontrak yang akan disodorkannya kelak.
β€œTapi sampai saat ini, kami masih belum berpikir ke arah sana [kontrak baru],” ucapnya, Rabu (19/11/2014).
Hal sebaliknya justru dialami sang arsitek Heri Kiswanto. Meski telah memastikan akan mempertahankan seluruh pemainnya, Rumadi justru mengaku tak berani menjamin posisi pelatih yang akrab disapa Herkis itu akan aman di Sleman.
Pasalnya, komunikasi antara manajemen PSS dan Herkis masih terputus pascasanksi diskualifikasi yang diterbitkan Komdis PSSI beberapa pekan lalu. Kendati begitu, Rumadi tak menampik tangan dingin Herkis adalah salah satu faktor meningkatnya performa PSS. Sementara terkait dengan investigasi lanjutan terhadap insiden sepak bola gajah, pihak Komdis PSSI telah memanggil beberapa orang dari ofisial dan manajemen PSS. Ketiga orang yang bersama Rumadi akan menghadap Komdis PSSI tersebut masing-masing adalah Surya Kuda (perlengkapan), Suyono (masseur), dan seorang staf marketing Edijanto.

20/11/2014

Pemain PSS Ini Fokus Selesaikan
Kuliah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat ini semua
pemain PSS Sleman diliburkan tanpa batas waktu
yang ditentukan, semua pemain pun memilih untuk
pulang kampung dan meninggalkan mess PSS di
Stadion Maguwoharjo.
Hal serupa juga dilakukan oleh pemain tengah
Dicky Prayoga yang juga memilih untuk pulang ke
Malang.
Pulang ke Malang, tak lantas membuat Dicky tidak
memilki kegiatan, ia kini fokus untuk
menyelesaikan studinya yakni dengan
menyelesaikan skripsinya. Seperti diketahui, Dicky
masih tercatat sebagai mahasiswa di Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Brawijaya.
"Saat ini saya fokus untuk menyelesaikan skripsi
yang tertunda-tunda, harapannya saat jeda seperti
saat ini Skripsi saya bisa selesai dan saya bisa
lulus," lontarnya ketika ditemui Tribun Jogja di
GOR Among Raga.
Kemarin Dicky memang berada di Yogya
mengantar teman-teman kampusnya yang bermain
di salah satu event olahraga. Selain mengantar
teman, Dicky juga mampir ke Mess PSS Sleman
untuk mengambil barang-barang yang masih ada
di mess.
Di Malang, selain menyelesaikan skripsi, Dicky
juga mengurusi bisnis online nya yang sudah
dijalankan selama sekitar 3 tahun. Dicky memang
sudah lama dikenal memiliki bisnis online alat-alat
olahraga.
Sementara, meski sibuk diluar sepakbola pemain
kelahiran tahun 1991 tetap melakukan latihan.
"Tiap sore atau pagi latihan baik sama teman
kampus maupun pemain yang lain. Karena pemain
yang lain juga sedang libur jeda kompetisi,"
terangnya. (tribunjogja.com)

11/11/2014

Terkait Kasus 'Sepakbola Gajah', Hinca:"Match FixingAda, Mafia Ada, Hasilnya? Tunggu Saja"

Jakarta- Komisi Disiplin PSSI belumjuga mengeluarkan keputusan terkait kasus 'sepakbola gajah' antara PSS vs PSIS. Namun, Komdis mengutarakan bahwa ada aromamatch fixingdan mafia bermain di dalam kasus tersebut."Pokoknya hari ini belum ada keputusan kami, masih menuntaskan salinannya. Sementara lanjutan perkaranya akan semakin serius," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan usai melakoni sidang di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2014).Komdis sudah melakukan sidang sebanyak tiga kali. Sidang pertama memanggil para pemain pelaku gol bunuh diri, baik dari PSS maupun PSIS, serta ofisial pertandingan. Pada sidang kedua, Komdis memanggil para pemain kedua klub berikut pelatihnya. Pada sidang terakhir, Komdis melakukan pemanggilan kepada perangkat pertandingan. Namun, lagi-lagi tanpa hasil.Hinca mengatakan, lambatnya putusan dikarenakan ada sekitar 30 putusan yang harus ia buat. "30 putusan itu sudah bisa ditebak. Pemain saja sudah banyak, satu klub ada 11 pemain. Kalau dua klub itu berarti 22 orang. Itu belum sama perangkat pertandingan dan lain-lain," ucapnya."Yang jelasmatch fixingada, mafia ada, apa hasilnya tunggulah," tambahnya.Lantas apa akan ada pemain yang dihukum seumur hidup? "Sudah pasti. Siapa yang melakukan kejahatan akan mendapat hukuman," tegasnya.Hinca juga menambahkan, pada tanggal 17 November mendatang, Komdis juga akan memberi laporankepada AFC dan FIFA terkait hasil penyelidikan kasus tersebut."Seperti yang sudah saya katakan pertandingan PSS dan PSIS ini tidak hanya mencederai sepakbola saja, tapi juga FIFA. Untuk itu, kami sangat serius untuk memberantas hal ini dan akan melaporkan segala perkembangannya kepada FIFA," bebernya.Sementara itu, Kairul Anwar, selakugeneral manjer PSIS yang mendampingi manajer Wahyu Winarto dan pelatih PSIS Eko Riyadi dalam sidang Komdis yang dilakukan Selasa (11/11) malam, menyatakan bahwa klubnya akan menghormati setiap keputusan yang diambil Komdis."Kami sudah menyampaikan secara transparan dan tidak ada yang ditutupi. Saya menilai dari awal munculnya 'sepakbola gajah' belum menemui satu rupiah pun terkaitmatch fixing. Tapi meski begitu, kami akan hormati keputusan komdis pasti keputusan sudah dipertimbangkan dengan matang dan objektif," kata Kairul.



Address

Bokesan Sindumartani
Sleman Yogyakarta

Opening Hours

Monday 18:00 - 23:30
Tuesday 18:00 - 23:30
Wednesday 18:00 - 23:30
Thursday 18:00 - 23:30
Friday 18:00 - 23:30
Saturday 18:00 - 23:30
Sunday 18:00 - 23:30

Telephone

085726535002

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sud Gigante 1976 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share