30/01/2026
sejarah tahu guling
Tahu guling adalah kuliner legendaris khas Yogyakarta dan sekitarnya (Surakarta) yang populer sejak tahun 1940-an, terkenal sebagai hidangan rakyat dengan kuah manis-pedas, kupat, tahu, tempe, dan tauge. Salah satu yang paling ikonik adalah Tahu Guling Mbah Joyo di Godean yang sudah ada sejak tahun 1940-an dan menjadi langganan Presiden Soeharto.
Berikut adalah poin-poin penting sejarah dan karakteristik tahu guling:
Asal-usul dan Legenda: Tahu guling Mbah Joyo Godean mulai berjualan sekitar tahun 1940-an, menjadikannya salah satu kuliner yang bertahan melintasi waktu.
Langganan Presiden: Tahu Guling Mbah Joyo dikenal sebagai kuliner langganan Presiden Soeharto. Ajudan keluarga cendana sering membeli makanan ini, bahkan Mbah Joyo pernah diundang ke kediaman Soeharto saat ada hajatan.
Perbedaan dengan Tahu Kupat: Tahu guling memiliki isian ketupat, tahu, tempe, taoge, kol, dan siraman kuah khas. Berbeda dengan tahu kupat/kupat tahu, tahu guling umumnya tidak menggunakan irisan bakwan atau kacang goreng.
Komponen dan Rasa: Ciri khasnya adalah kuah kecap yang encer, berpadu dengan gula jawa, bawang putih, dan irisan daun jeruk. Tahu yang digunakan adalah tahu putih yang digoreng, seringkali disajikan dengan taoge pendek (toge kedelai).
Penjual Legendaris Lainnya: Selain Mbah Joyo, terdapat p**a Tahu Guling Pak Sukir yang berjualan di Pasar Legi Kotagede sejak tahun 1996.
Tahu guling tetap menjadi salah satu ikon kuliner kaki lima yang terjangkau dan disukai masyarakat, dengan warung-warung tradisional yang masih buka dari pagi hingga sore.