15/01/2017
TAUHID DASAR
Rangkuman Materi Oleh: Ust. Khaerudin
15 Januari 2017
Pengertian Ilmu Tauhid
Ilmu Tauhid adalah adalah Ilmu yang mempelajari untuk mengetahui apa yang wajib dan mustahil bagi Allah. Contohnya adalah mempelajari Sifat wajib dan Mustahil Bagi Allah.
Dalam ilmu tauhid, terdapat tiga sifat dasar, atau yang biasa disebut dengan hokum Akal. Anatara lain:
1. Wajib adalah sesuatu yang tidak mungkin tiada (Pasti Ada)
2. Mustahil adlah sesuatu yang tidak mungkin ada (Tidak mungkin Bagi Allah)
3. Jaiz adalah sesuatu yang mungkin ada namun mungkin juga tiada.
Selain tiga sifat dasar tersebut, ada juga yang disebut dengan rukun agama. Adapun rukun agalam terbagi menjadi tiga, Yaitu:
1. Islam, adalah mengikuti seluruhnya apa yang diperintahkan dan di contohkan oleh Rasulullah SAW dan menjauhi setiap apa yang dilarangnya.
2. Iman, adalah perkara yang wajib diyakin oleh setiap muslim. Perkara-perkara tersebut dikumpulkan menjadi rukun Iman. Yaitu:
Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang Nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
IIman kepada Malaikat-malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.
Iman kepada Hari Akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
Iman kepada Qada dan Qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.
3. Ihsan
Ihsan (Arab: احسان; "kesempurnaan" atau "terbaik") adalah seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.
Ihsan adalah lawan dari isa'ah (berbuat kejelekan), yaitu seorang manusia mencurahkan kebaikan dan menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain. Mencurahkan kebaikan kepada hamba-hamba Allah dengan harta, ilmu, kedudukan dan badannya.
Demikian rangkuman Materi Tauhid Majelis Talim Ittihadul Fata. Semoga bermanfaat!.