IPI IRAN

IPI IRAN Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from IPI IRAN, Kish.
(1)

05/08/2018
Pernyataan Sikap Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran atas teror bom di tiga gereja di Surabaya1. Mengecam dan mengutuk k...
13/05/2018

Pernyataan Sikap Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran atas teror bom di tiga gereja di Surabaya

1. Mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang menelan korban jiwa dan luka-luka yang terjadi di tiga gereja: Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya atau GPPS Jemaat Sawahan dan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro 146 pada Minggu, 13 Mei 2018. Aksi bom bunuh diri tersebut bukan dari ajaran agama Islam dan bukan dari ajaran agama manapun.

2. Meminta aparat Kepolisian dan pihak terkait untuk segera menangani kasus teror ini dan memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. IPI Iran mendukung langkah tegas Kepolisian Republik Indonesia dalam menangani aksi terorisme.

3. Mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban jiwa, dan korban yang luka-luka semoga bisa kembali sehat sebagaimana sediakala.

4. IPI Iran berharap kondisi bisa kembali normal dan jaringan terorisme bisa segera dibekuk agar peristiwa teror serupa tidak terulang lagi. IPI Iran turut menghimbau agar masyarakat Indonesia tidak mudah terprovokasi dan terpancing hasutan yang dapat memecah belah dan menyebabkan disintegrasi bangsa.

Muhammad Ghiffari

Presiden IPI Iran 2018-2019

International day di kepulauan Kish, beberapa teman dari mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di TUMS Tehran University...
04/05/2018

International day di kepulauan Kish, beberapa teman dari mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di TUMS Tehran University of Medical Science cabang Kish mendapat acungan jempol karena dianggap unggul dalam beberapa point.
Dari semua negara, hanya Indonesia yg mendapatkan barang-barang khas Indonesia dari kedutaannya presentasi indonesia di sebut-sebut sebagai presentasi yg sangat bagus karena mengundang teman-teman untuk datang ke indonesia.
Video yg disampaikan mengenai kehidupan di Jakarta perbandingan dengan Raja Ampat sangat membuka mata pengunjung bahwa indonesia adalah negara yg unik lagu Indonesia Raya yang ditampilkan dengan video yang interaktif disebut sebagai lagu yg sangat menenangkan jiwa.
Di stand Indonesia, mahasiswa memamerkan batik, songket, topeng, wayang, angklung, foto-foto peta, baju adat, makanan khas indonesia, dan video-video tentang pesona Indonesia.
Bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi juga untuk di coba dan digunakan oleh pengunjung Indonesia juga memberikan souvenir berupa book mark dan pin untuk pengunjung yg di bilang bagus pengunjung yg datang sangat menyukai masakan Indonesia seperti perkedel, pisang goreng, ayam goreng, gule ayam, dan kentang rica-rica.

Salam PelajarKetika shalat menjadi tiang agama, maka pendidikan jadi pondasi negara, serasa ini juga pasti menjadi pedom...
02/05/2018

Salam Pelajar
Ketika shalat menjadi tiang agama, maka pendidikan jadi pondasi negara, serasa ini juga pasti menjadi pedoman sosok di balik hari pendidikan seorang pejuang bangsa Ki Hajar Dewantara hari ini adalah hari kelahiran beliau. Kawan, jangan membuat luka di hati beliau apalagi menaburkan garam di luka beliau. Beliau berjuang dengan sekuat tenaga demi Indonesia mendapat pendidikan yang layak, maka wahai para pelajar ketahuilah di zaman beliau membaca hanya khusus untuk anak anak belanda, hanya khusus untuk pribumi yang kaya. Namun sekarang berkat beliau puji syukur kita telah mengenal nya. Jangan kau geletakan buku bukumu, jangan kau biarkan mereka diselimuti debu, jangan kau biarkan buku bukumu menjadi sarang kutu. Kau hanya perlu membaca, bukan ke medan perang hanya untuk bisa membaca!

IPI Iran News - Hafiz Indonesia  Raih Juara III dalam MHQ Internasional di Iran Muhammad Humaedi Hatta, hafiz muda asal ...
01/05/2018

IPI Iran News - Hafiz Indonesia Raih Juara III dalam MHQ Internasional di Iran

Muhammad Humaedi Hatta, hafiz muda asal Takalar Sulawesi Selatan kembali mendulang prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ketiga dalam cabang hafalan Alquran 30 juz pada ajang "The International Holy Qur'an Competition for Muslim Students VI" yang berlangsung di kota Masyhad Republik Islam Iran 27-29 April 2018.

Sebelumnya Imam Masjid Al Markaz Makassar ini juga meraih juara III Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) internasional 30 juz yang ke-8 di Libya pada tahun 2013. Hafiz kelahiran 1 Juli 1991 tersebut juga telah menjuarai MHQ tingkat provinsi dan nasional dan sudah mengikuti berbagai ajang MHQ internasional termasuk yang pernah diadakan di Arab Saudi tahun 2010.

Disebutkan Kompetisi Alquran untuk Mahasiswa Muslim tingkat internasional yang berlangsung di kota Masyhad Iran tersebut diikuti oleh 18 qari dan 24 hafiz dari 35 negara. Indonesia diwakili oleh Muhammad Yunus untuk cabang qiraat dan Muhammad Humaedi Hatta untuk cabang hafalan Alquran.

Hasil akhir kompetisi yang diumumkan pada Minggu (30/4), Mujtaba Fardafani, wakil Iran meraih peringkat terbaik pertama cabang hafalan Alquran, Harun Mamadu Hasan dari Nigeria meraih juara dua dan Muhammad Humaedi Hatta dari Indonesia meraih juara ketiga.

Sementara untuk cabang qiraat, peringkat pertama juga diraih oleh wakil tuan rumah, Mahdi Ghulamnejad, sementara untuk juara dua Muhammad Ali Furughi dari Afghanistan dan Ahmad Jamal Kamal al-Mansharawi dari Irak sebagai juara ketiga.

Struktur Organisasi Pengurus IPI Iran periode 2018-2019. Mohon doa, support dan kerjasamanya dari seluruh anggota IPI Ir...
29/04/2018

Struktur Organisasi Pengurus IPI Iran periode 2018-2019. Mohon doa, support dan kerjasamanya dari seluruh anggota IPI Iran dan masyarakat Indonesia lainnya dalam mewujudkan visi dan misi IPI Iran periode 2018-2019 ini.

 📷 :
27/04/2018


📷 :

Hentikan Mengerdilkan Kartini"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menja...
21/04/2018

Hentikan Mengerdilkan Kartini

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

[RA. Kartini]

Hari ini 21 April secara nasional diperingati sebagai hari Kartini, untuk apa? Ya untuk mengenang Ibu Kartini yang lahir 21 April 1879. Buat apa dikenang? Ya supaya semangat dan cita-citanya untuk memberdayakan dan mencerdaskan kaum perempuan tetap hidup meski beliau telah lama berkalang tanah.

Hari-hari peringatan tokoh dibuat untuk terus menjaga kenangan akan tokoh-tokoh yg telah berjasa bagi kemanusiaan dan peradaban, agar perjalanan hidupnya yang diceritakan kembali bisa terus menginspirasi setiap generasi. Agar semangat dan cita-citanya tetap menggelora dan menjadi penggerak generasi sekarang untuk berbuat yang lebih baik. Mengenang jasa pahlawan, untuk menjadi bangsa yang besar. Sebagaimana yang dipesankan B**g Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa-jasa pahlawannya. Memperingati Ibu Kartini, agar menjadi bangsa yang tahu balas budi dan tahu diri.

Tentang masih banyak tokoh pejuang perempuan yang lebih layak diperingati dan diagungkan hari lahirnya dari RA Kartini, tentu kita sepakat. Tapi tidak lantas mencari kekurangan Kartini untuk menunjukkan ketidaklayakannya, tidak lantas membuat kita mesti mencari-cari celah untuk mengkerdilkan peran Kartini.

Sangat disayangkan, fenomena sekarang tidak sedikit kita temui sekedar untuk menunjukkan ketidak layakan RA Kartini, ia dibandingkan dengan perempuan pejuang lainnya yang dinilai jasanya jauh lebih besar. Punya banyak teman orang Belanda, Kartini disebut jongos Belanda. Karena dipingit, ia disebut priyayi yang tidak sekalipun merasakan bau mesiu perlawanan. Bahkan karena posisinya sebagai istri keempat, ia dibully kelompok aktivis perempuan anti poligami.

Padahal juga mesti kita ketahui, ditengah tradisi keluarga yang ketat, dimasa ia dipingit, disaat perempuan dipasung daya nalarnya, pikirannya mengembara jauh meninggalkan fisiknya. Ia menulis, menggugat dan berkarya.

Ia perkenalkan seni dan budaya nusantara ke manca negara melalui sura-surat-nya. Ia pamerkan seninya menjadi perempuan nusantara keteman-teman Eropanya. Ia begitu mencintai agamanya dan dan betapa bangga dengan keyakinannya. Kartini berjuang dengan cara yang ia bisa.

Yang lain bisa saja masih buta huruf, saat dia sudah melahap Majalah terkenal seperti Maatschappelijk werk in Indie, De Gids, De Hollandsche Lelie, De Locomotief sampai karya Multatuli berjudul Max Havelaar. Ia juga membaca karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata).

Bisa saja kita mengelak, ya wajar pintar baca karena dia priyayi, sementara yang kebanyakan lainnya bukan. Ya karena dia pintar baca itulah ia memperjuangkan nasib bangsanya melalui tulisan. Kartini memprotes adat dan tradisi yang tidak adil. Ia menuntut agar pribumi juga diberi hak pendidikan. Ia memanfaatkan jabatan dan posisi suaminya yang Bupati Rembang dengan mendirikan sekolah perempuan, yang meskipun dengan itu sebelumnya ia rela menjadi istri keempat. Itu semua agar sebanyak-banyaknya dari bangsanya juga bisa pintar membaca.

Kartini menulis tidak hanya Door Duisternis Tot Licht (Dari Gelap Terbitlah Terang) tapi juga dua buku kebudayaan, Het buwelijk bij de Kodjas (Upacara Perkawinan pada Suku Koja) dan De Batikkunst in Indie en haar Geschiedenis (Kesenian Batik di Hindia Belanda dan Sejarahnya). Buku inilah yang membuat budaya nusantara dikenal dunia, bukan hanya rempah-rempahnya.

Yang dilakukan RA Kartini tidak lebih besar dari apa yang telah dipersembahkan oleh Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Maipa Deapati, Martha Cristina Tiahahu, tapi mengapa sampai saat ini RA Kartini lebih populer?
Karena dia menulis, dan tulisannyalah yang membuat namanya tidak bisa ditenggelamkan pusaran sejarah. Verba volant, scripta manent, yang dibicarakan akan lenyap, yang ditulis akan abadi.

Surat-suratnyalah yang membuat perempuan nusantara tidak diremehkan. Bahwa perempuan nusantara juga bisa gelisah, bersuara dan berjuang. Sayang ia mati muda diusia 25 tahun, sementara kebanyakan kita, meski usia sudah melewati itu, serta dengan fasilitas yang serba memudahkan, belum juga ada yang bisa kita persembahkan bagi orang banyak.

Disisi lain, yang tidak kalah memprihatinkan, esensi peringatan hari Kartinipun juga dikerdilkan. Setiap hari Kartini diperingati, yang ditonjolkan adalah kejawaannya, kebayanya, sanggulnya, sari kondenya dan kelemahlembutannya. Bukan semangat protesnya, kepedulian kepada bangsanya, kegigihannya melepaskan diri dari belenggu kebodohan dan keterkungkungan, kecerdasan pemikirannya yang melampaui perempuan-perempuan dimasanya, ebanggaan dan kecintaannya kepada agamanya yang menggebu. Yang diperlombakan kebanyakan bagaimana meniru tampilan fisiknya, bukan bagaimana mengadopsi kelihaiannya menulis. Yang ditiru model kepalanya, bukan isi kepalanya.

Yang perlu disadarkan pada generasi kita, RA Kartini itu memperjuangkan kaum perempuan bangsanya untuk harum namanya, bukan untuk harum badannya, tebal bedaknya, warna warni gincunya dan glamour jalannya.
Ibu kita Kartini, membela kaumnya untuk menjadi putri Indonesia yang sejati, bukan putri-putrian.

Semoga peringatan hari Kartini tahun ini, bisa jadi refleksi bagi kita semua, untuk lebih memaknai dan menghikmahi perjuangan dan cita-cita Ibu kita Kartini. Ibu kita Kartini, harum namanya sepanjang negara ini tetap berdiri.
Selamat memperingati hari kelahiran Ibu Kartini, yang singkat usianya, tapi panjang cita-citanya untuk kemanusiaan.

Ismail Amin
Kep. Departemen Kajian Strategis dan Intelektual IPI Iran 2018-2019

Address

Kish

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IPI IRAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share