30/01/2014
Hasan ibn Haitsam
Abu Ali ibn Haitsam dilahirkan di kota Basrah di Iraq th 354 H/965 M. Ketika itu kota Basrah merupakan pusat penting pemikiran arab & Islam, untuk meneguk ilmu pengetahuan dari para ulama, sastrawan, dan pemikirnya. Di dalam iklim yang mendukung inilah Ibn Haitsam berkembang menjadi pecinta ilmu dan kutu buku sejak kecilnya
Disaat beranjak dewasa beliau membaca semua buku yang ia miliki dari berbagai cabang ilmu pengetahuan, seperti: matematika, ilmu falak, filsafat dan lain2, meskipun info seputar fase awal dari kehidupannya di kota Basrah tidak jelas dimana kita tidak tahu secara detail tentang kehidupan pribadi, karir pendidikan, serta siapa guru2nya ketika itu. Beliau sangat terkenal memiliki hobi melakukan banyang perjalanan. Dari situ beliau melakukan perjalanan ke syam di awal hidupnya dan tinggal bersama salah satu penguasa kerajaan. Sang penguasa itu seringkali memberikan kepadanya harta yang berlimpah. Namun ibnu Haitsam menolal dan cukup mengambil apa yang ia butuhkan untuk makan sehari2 dan membeli pakaian yang layak.
Diriwayatkan bahwa ibn Haitsam berbadan kurus, pendek, tetapi memiliki jiwa yang luhur, mencintai kebaikan, rajin dan aktif. Beliau selalu mengarang tulisan dan meringkas setiap yang ia
baca, sehingga membantunya menyimpulkan gagasan dan pengetahuan pokok yang terkandung di dalamnya. Membuat ia lebih dekat dengan target yang ingin yang dicapai dan mempermudah baginya merujuk kembali kepada ringkasannya ketika dibutuhkan.ditambah lagi beliau lebih mengedepankan pendapat pribadinya dan banyak mengkritik smua buku yang ia baca. Namun bukan dengan cara yang curang, rendah hati, dan independen. Beliau selalu menukilkan pendapat yang ia kritik, tanpa sdikitpun merubah isinya. Menjelaskan sudut pandangnya secara ilmiah dan obyektif, jauh dari pencorengan dan cacian. Dan beliau berkata tentang hal ini: " jika engkau mendapatkan ungkapan yang bagus dari orang lain, maka janganlah engkau nisbatkan dengan dirimu. Cukuplah ambil manfaatnya. Sesungguhnya anak pastilah membuntuti ayahnya, begitu p**a ungkapan dengan pemiliknya". Sebagaimana beliau menyebut sesuatu yang sama sekali belum pernah ada sebelumnya dengan ucapannya: " Kita tidak mengetahui seorangpun dari generasi terdahulu dan akhir yang menjelaskan makna ini, dan kita juga tidak menemukannya dalam buku manapun" . Wallahu a'lam ( biografi " Hasan ibn Haitsam" versi terjemahan hal 3-5)