30/09/2025
FOKHA FORUM ON FRIDAY (F3)
Fokha Forum kembali hadir dengan tema “Digital Mission: Menjangkau Jiwa Tanpa Batas” pada Jumat, 26 September 2025, bertempat di Kios dan Café Fokha. Kegiatan inimenghadirkan pemateri Pdt. Sientje Latupatty, D.Th. (Dosen STFT GKI I.S. Kijne) dan dimoderatori oleh Monika Tonapa(mahasiswa STFT GKI I.S. Kijne). Turut hadir p**a KetuaBEM ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Tanah Papua, saudara Romelus Waimbo, yang memberikan dukungan penuhatas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam menjawab tantangan pelayanan era digital.
Dalam penyampaian materinya, Pdt. Sientje menegaskan bahwa misi gereja adalah mewartakan Injil, memuridkan, dan membaptis semua bangsa. Hal ini mencakup pewartaan, pengajaran, pembinaan, serta pelayanan sosial. Penginjilan berarti memberitakan kabar baik dalam Kristus dan mengajak orang untuk percaya kepada-Nya. Rasul Paulus menjadi teladan besar dalam penginjilan melalui metode yang efektif dan adaptif. Kesulitan Perjalanan misioner baik di laut maupun darat, serta komunikasi lewat khotbah dan surat-surat yang diantar para rekannya. Semua itu dilakukan karena cintanya kepada Yesus agar Injil didengar semua orang.
Lebih jauh, Pdt. Sientje mengingatkan bahwa sebagaimanaPaulus adaptif di zamannya, demikian p**a gereja masa kini dipanggil untuk adaptif dalam era digital. Digitalisasi membuka peluang besar bagi gereja untuk hadir di ruang-ruang virtual yang sehari-hari digunakan masyarakat, terutama generasi muda. Media sosial, website, podcast, hingga platform streaming dapat menjadi “jalan raya digital” tempat Injil diberitakan secara kreatif dan kontekstual. Namun, tantangan seperti penyalahgunaan teknologi, banj irinformasi, dan potensi kurangnya kedalaman rohani juga harus diantisipasi, sehingga gereja tetap mampu menyampaikan Injil dengan murni dan relevan. Teknologi dan media digital kini menjadi sarana penting untuk menyebarkan Injil dengan cepat, luas, dan tanpa batas geografis.
Di akhir penyampaian materi, Pdt. Sientje memberikan tantangan untuk berkolaborasi bersama HMP-T (HimpunanMahasiswa Program Teologi) dalam melakukan penginjilan digital sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan zaman. Setelah materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta diberi kesempatan untuk bertanya, berbagi pandangan, dan merumuskan langkah praktis menghadirkan Injil di ruang digital.
Mari kita terus terlibat dalam misi digital menjangkau lebih banyak jiwa tanpa batas, demi kemuliaan nama Tuhan!�Jangan lewatkan pertemuan F3 (Fokha Forum on Friday) berikutnya! Datang, belajar, dan bertumbuh bersama, karena setiap pertemuan adalah kesempatan berharga untuk diperlengkapi dengan ilmu dan dikuatkan dengan iman.
(N.F.P)