Universitas Pattimura

Universitas Pattimura Halaman Facebook Universitas Pattimura Halaman Facebook Universitas Pattimura disediakan kepada civitas dan alumni Universitas Pattimura

21/08/2026
LPS dan Tribun Ambon Edukasi Mahasiswa Baru FISIP Unpatti Bijak Mengelola Keuangan.UNPATTI,- Lembaga Penjamin Simpanan (...
20/08/2026

LPS dan Tribun Ambon Edukasi Mahasiswa Baru FISIP Unpatti Bijak Mengelola Keuangan.

UNPATTI,- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) bekerja sama dengan Tribun Ambon menggelar kegiatan LPS Finlab: Forum Inklusi dan Literasi Keuangan bagi mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura di Aula FISIP Unpatti, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda agar memiliki kemandirian serta budaya finansial yang disiplin sejak dini.

Dekan FISIP Unpatti, Dr. Wahab Tuanaya, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan edukasi literasi keuangan ini merupakan bentuk konkret implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, program ini sangat penting untuk membangun kesadaran dan kemampuan mengelola finansial pribadi secara bijak sejak awal perkuliahan.

Lebih lanjut, Dr. Wahab menjelaskan pentingnya kehadiran narasumber lintas sektor dari LPS, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga praktisi entrepreneur. Kehadiran LPS dan OJK memberikan wawasan bagi mahasiswa mengenai perlindungan simpanan perbankan serta pengawasan jasa keuangan di Maluku. Selain dibekali motivasi untuk melihat peluang usaha, mahasiswa juga diedukasi agar memiliki benteng diri dari praktik keuangan yang merugikan.

"Kami berharap pengetahuan terkait dunia LPS dan OJK ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengambil keputusan keuangan secara tepat. Ke depan, kami juga berharap kegiatan strategis ini tidak berhenti di tingkat fakultas, melainkan dapat dikembangkan ke tingkat universitas dengan melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas di Unpatti," ungkap Wahab.

Sesi edukasi ini menghadirkan tiga pemateri kompeten di bidangnya, yaitu: Hanifah (Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Lembaga Kantor Perwakilan LPS III Sulampua) yang membawakan materi Tugas dan Fungsi LPS., Grizzly Cluivert Nahusuly (Pemilik Usaha Ghetto Merch Ambon) yang memaparkan materi Tantangan Keuangan Pemula., serta, Deni Iswanto (PEPK dan LMST Kantor OJK Provinsi Maluku) yang menyampaikan materi Kelola Uang, Ciptakan Peluang.

Dalam wawancara bersama Tim Humas Unpatti, Division Head of Education, Public Relations, and Institutional Relations LPS Representative Office III, Prayitno Amigoro, menyampaikan bahwa kehadiran LPS di Universitas Pattimura bertujuan memberikan edukasi serta literasi keuangan bagi para mahasiswa baru.

Prayitno menjelaskan tiga poin utama yang disampaikan kepada mahasiswa yakni, Penerapan Literasi Keuangan: Mendorong mahasiswa untuk belajar mengelola uang saku sejak dini, sekecil apa pun nominalnya, hingga menjadi sebuah kebiasaan yang baik., Disiplin Pencatatan: Menekankan pentingnya mencatat setiap transaksi keuangan agar alur pemasukan dan pengeluaran tetap terkontrol, dan Strategi Menabung Konsisten: Membagikan kiat menabung dengan prinsip "disisihkan, bukan disisakan". Komitmen ini dapat dimulai dari nominal kecil, seperti Rp5.000 atau Rp10.000, demi membentuk budaya menabung secara berkelanjutan.

Selain manajemen keuangan pribadi, kegiatan ini juga dirancang untuk mengenalkan fungsi dan peran LPS kepada sivitas akademika. Harapannya, mahasiswa yang telah mendapatkan wawasan ini dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang mempermudah akses belanja online melalui ponsel, Prayitno mengingatkan pentingnya kontrol diri dan latihan kesabaran dalam menahan keinginan konsumtif.

"Dengan pengelolaan keuangan yang baik dan kebiasaan menabung, mahasiswa diharapkan dapat lebih bertanggung jawab atas keuangannya. Mampu mengalokasikan dana dengan benar sekaligus menjadi benteng agar terhindar dari ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal maupun judi online," ungkap Prayitno.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para wakil dekan FISIP Universitas Pattimura, tenaga pendidik, pimpinan dan jajaran LPS dan Tribun Ambon, serta mahasiswa baru FISIP Universitas Pattimura.



Doa Bersama dan Penyerahan Kunci Gedung Baru FKIP UnpattiUNPATTI,- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universi...
20/08/2026

Doa Bersama dan Penyerahan Kunci Gedung Baru FKIP Unpatti

UNPATTI,- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura melaksanakan doa bersama sekaligus penyerahan kunci Gedung Baru FKIP, Selasa (18/8/2026), di pelataran gedung tersebut. Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan syukur atas terselesaikannya pembangunan gedung yang akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran dan aktivitas akademik pada Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Baru FKIP merupakan proses panjang yang menghadapi berbagai tantangan, termasuk efisiensi anggaran pada 2025. Meskipun terjadi pengurangan anggaran, Universitas Pattimura tetap mengambil keputusan untuk melanjutkan pembangunan fisik gedung, sementara pemenuhan kebutuhan peralatan dilakukan secara bertahap.

Rektor menjelaskan bahwa pada 2026, penyelesaian sejumlah sistem dan kebutuhan tambahan kembali dilakukan untuk memastikan gedung dapat dimanfaatkan secara optimal. Pembangunan Gedung Baru FKIP tersebut merupakan bagian dari proyek yang mendapat dukungan melalui pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Berdasarkan hasil monitoring, gedung dinilai telah memenuhi rencana pembangunan dan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Dikatakan bahwa keberadaan gedung tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah sekaligus hasil dari proses dan perjuangan panjang FKIP Universitas Pattimura.

Rektor mengajak seluruh sivitas akademika FKIP untuk menjaga serta memanfaatkan gedung tersebut dengan sebaik-baiknya. Beliau menyebut gedung baru tersebut sebagai “rumah kedua” yang perlu dijaga bersama agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi pelaksanaan pendidikan dan kegiatan akademik.

Menurutnya, pemanfaatan gedung secara langsung juga akan membantu mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih perlu dilengkapi. Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan dapat ditindaklanjuti dan diselesaikan selama masa pemeliharaan gedung.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kunci Gedung Baru FKIP dari Rektor Universitas Pattimura kepada Dekan FKIP. Penyerahan tersebut menandai dimulainya pemanfaatan gedung baru untuk mendukung proses pembelajaran dan berbagai aktivitas akademik di lingkungan FKIP Universitas Pattimura.



Unpatti Gelar Upacara HUT Ke-81 RI: Rektor Fredy Leiwakabessy Bacakan Sambutan Mendikti Saintek RI dan Serahkan Satyalan...
18/08/2026

Unpatti Gelar Upacara HUT Ke-81 RI: Rektor Fredy Leiwakabessy Bacakan Sambutan Mendikti Saintek RI dan Serahkan Satyalancana

Unpatti,- Universitas Pattimura menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Lapangan Upacara Unpatti, pada Senin (17/8/2026). Upacara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” ini berlangsung khidmat dengan Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Pattimura. Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pancasila, UUD 1945, dan Naskah Proklamasi oleh Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, Rektor membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sambutan tersebut menekankan agar perguruan tinggi menjadi tulang punggung kemandirian bangsa melalui penguasaan sains, riset, dan inovasi teknologi. Kampus diharapkan tidak sekadar melahirkan lulusan bergelar, tetapi menciptakan solusi nyata bagi kebutuhan rakyat serta memajukan industri nasional.

Usai pembacaan amanat, acara dilanjutkan dengan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun kepada para dosen dan tenaga kependidikan atas dedikasi pengabdian mereka. Salah satu penerima tanda kehormatan tersebut adalah Prof. Dr. Salmon Eliazer Marthen Nirahua, S.H., M.Hum., Guru Besar Fakultas Hukum Unpatti. Beliau merupakan akademisi senior di bidang Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara. Sepanjang kariernya, Prof. Nirahua tidak hanya aktif mengajar dan meneliti, tetapi juga menjabat sebagai Ketua Senat Universitas Pattimura selama dua periode berturut-turut (2018–2022 dan 2022–2026).

Kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di Unpatti semakin terasa dengan dilaksanakannya penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan semarak kemerdekaan yang telah diselenggarakan sebelumnya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus berkarya, menyatu dalam inovasi, dan merdeka!



Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Unpatti Gelar Beragam Kegiatan.UNPATTI,- Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HU...
15/08/2026

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Unpatti Gelar Beragam Kegiatan.

UNPATTI,- Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Pattimura menggelar berbagai kegiatan semarak kemerdekaan yang berlangsung selama dua hari. Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Upacara Rektorat Universitas Pattimura, Kamis, 13 Agustus 2026, dan melibatkan seluruh pegawai serta pimpinan di lingkungan Universitas Pattimura.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat kebersamaan, semangat, sportivitas, dan kerja sama seluruh keluarga besar Universitas Pattimura.

Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Universitas Pattimura. Perlombaan yang digelar antara lain penalti kick, gawang mini, hula hoop, serta lomba “Seberapa Ambon Kah Ale”. Berbagai perlombaan tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme para pegawai yang turut berpartisipasi dan memberikan dukungan kepada masing-masing peserta.

Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dan senam bersama yang diikuti oleh pimpinan dan pegawai Universitas Pattimura. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menjadi sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarsesama keluarga besar Unpatti.
Setelah jalan santai dan senam bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak ikan kuah kuning dan papeda yang melibatkan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan lembaga, Pascasarjana, serta pengelola Sekolah Laboratorium Universitas Pattimura.

Dalam pelaksanaan lomba tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Pattimura turut dilibatkan sebagai dewan juri untuk melakukan penilaian terhadap hidangan yang disajikan oleh masing-masing peserta.

Lomba memasak ikan kuah kuning dan papeda berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan serta menjadi salah satu kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner khas Maluku. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi dan kebersamaan antara pimpinan dari berbagai unit kerja di lingkungan Universitas Pattimura.

Kegiatan semarak kemerdekaan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Pattimura, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting karena tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan semangat kerja.

“Hari ini Unpatti melaksanakan kegiatan semarak Kemerdekaan RI ke-81 yang dilakukan oleh pegawai Rektorat Unpatti. Kegiatan ini sangat penting karena menjalin kebersamaan, semangat, dan kerja sama untuk melaksanakan tugas-tugas bersama,” ujar beliau.

Beliau menambahkan bahwa kebersamaan dan kerja sama yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Semoga kegiatan ini dapat menambah semangat bekerja. Di usia ke-81 Indonesia, semoga Indonesia semakin maju dan Unpatti semakin berkembang menuju World Class University,” ungkap beliau.

Pelaksanaan berbagai kegiatan selama dua hari tersebut menunjukkan bahwa semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Universitas Pattimura tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, kekompakan, komunikasi, sportivitas, dan kolaborasi antara pimpinan dan pegawai.

Melalui momentum peringatan kemerdekaan ini, seluruh keluarga besar Universitas Pattimura diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan universitas serta bangsa dan negara.





Lahirkan 15 Dokter Baru, Unpatti Teguhkan Komitmen Mencetak “Dokter Pulau”UNPATTI,- Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 15...
13/08/2026

Lahirkan 15 Dokter Baru, Unpatti Teguhkan Komitmen Mencetak “Dokter Pulau”

UNPATTI,- Pengambilan Sumpah dan Pelantikan 15 dokter lulusan ke-39 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura pada Selasa, 11 Agustus 2026, menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Unpatti dalam menyiapkan tenaga dokter yang kompeten bagi kebutuhan pelayanan kesehatan di Maluku. Bertambahnya 15 dokter baru tersebut menjadikan total lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura hingga saat ini mencapai 723 dokter.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan para dokter yang dilantik merupakan hasil dari proses panjang selama menempuh pendidikan kedokteran. Di balik pencapaian tersebut terdapat perjuangan, pengorbanan, doa, serta dukungan orang tua yang senantiasa mengiringi perjalanan para lulusan hingga mencapai tahap profesi sebagai dokter.

Dikatakan, bahwa kelulusan bukanlah satu-satunya tujuan akhir dari pendidikan kedokteran. Lebih dari itu, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menghasilkan dokter yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah kepulauan Maluku.

“Sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berada di wilayah kepulauan, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki visi untuk melahirkan “dokter pulau”, yakni dokter yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga memiliki empati, tanggung jawab, ketahanan mental, serta motivasi untuk memberikan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir dan pulau-pulau.”, ungkap rektor.

Menurutnya, Komitmen tersebut sejalan dengan prinsip social accountability dalam pendidikan kedokteran. Pendidikan dokter tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik dan kompetensi klinis, tetapi juga pada kemampuan lulusan memahami kondisi sosial masyarakat serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dr. Farah Christina Noya, M.HPEd., Ph.D., mengatakan komitmen Fakultas Kedokteran dalam menjaga mutu pendidikan sejak proses penerimaan mahasiswa hingga kelulusan. Setiap mahasiswa kedokteran harus memenuhi standar akademik dan kompetensi yang telah ditetapkan.

“Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan pada berbagai tahapan pendidikan untuk memastikan mahasiswa mampu mencapai standar yang dipersyaratkan dalam pendidikan kedokteran. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Kedokteran menjaga kualitas lulusan, sehingga dokter yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga kesiapan mental serta etika profesi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai tenaga medis.”, Ujarnya

Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura tidak hanya berorientasi pada jumlah dokter yang dihasilkan, tetapi juga memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan tuntutan profesi. Hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyoroti kebutuhan tenaga dokter di Maluku yang memiliki karakteristik geografis sebagai provinsi kepulauan. Pemerintah Provinsi Maluku mulai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga dokter di seluruh kabupaten/kota sebagai dasar untuk mengetahui jumlah dokter yang dibutuhkan sekaligus menentukan penempatannya secara lebih tepat.

Wakil Gubernur meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku untuk mengoordinasikan seluruh Kepala Dinas Kesehatan pada 11 kabupaten/kota guna melakukan pemetaan kebutuhan tenaga dokter di masing-masing wilayah. Langkah tersebut penting untuk memperoleh gambaran riil mengenai kebutuhan tenaga dokter sekaligus mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Maluku.

Kehadiran para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga medis di Maluku dan kawasan kepulauan Indonesia.



“Dokter Pulau”

PGSD FKIP Unpatti Perkuat Kolaborasi Pendidikan Internasional di Kasetsart University ThailandUNPATTI,- Dalam semangat k...
12/08/2026

PGSD FKIP Unpatti Perkuat Kolaborasi Pendidikan Internasional
di Kasetsart University Thailand

UNPATTI,- Dalam semangat kolaborasi global dan penguatan mutu pendidikan dasar, Program Studi PGSD FKIP Universitas Pattimura melibatkan dua dosennya, yaitu Prof. Dr. Marleny Leasa, M.Pd. dan Dr. Nessy Pattimukay, M.Pd., dalam kegiatan “HDPGSDI Goes to Thailand 2026” yang dilaksanakan pada 3–6 Agustus 2026. Kedua dosen Universitas Pattimura berkolaborasi dengan 25 dosen lainnya dari 13 perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan SDGs 4 (Quality Education) melalui pengembangan kapasitas pendidik, pertukaran pengetahuan, inovasi pembelajaran, dan penguatan jejaring kolaborasi internasional.

Rangkaian kegiatan akademik meliputi visiting lecturer di Kasetsart University, Kamphaeng Saen Campus, serta community service di Kasetsart University Laboratory School. Kedua kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana benchmarking melalui observasi, pertukaran pengetahuan, identifikasi praktik baik, dan pembelajaran terhadap praktik pendidikan di Kasetsart University dan Kasetsart University Laboratory School. Dalam perspektif SDG 4, kegiatan benchmarking internasional ini penting karena memberikan kesempatan kepada dosen untuk mempelajari praktik pendidikan yang inovatif dan relevan, kemudian merefleksikan serta mengadaptasinya sesuai dengan kebutuhan pendidikan dasar di Indonesia termasuk di Universitas Pattimura, khususnya dalam pengembangan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.

Pada kegiatan visiting lecturer, dilaksanakan seminar pendidikan dengan tema “AI for Learner Development” yang disampaikan oleh Dr. Theerasak Soykeeree dari Faculty of Education and Development Sciences bersama beberapa dosen dari Himpunan Dosen PGSD Indonesia. Penguatan wawasan mengenai kecerdasan artifisial dalam pengembangan peserta didik memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas akademik dosen dan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan roh SDGs 4 yang mendorong tersedianya pendidikan yang berkualitas, relevan, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Momentum penting terjadi saat kunjungan ke Kasetsart University, ketika delegasi HDPGSDI disambut oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Internasional, Asst. Prof. Dr. Tassanee Jantiya, bersama sejumlah dosen Faculty of Education and Development Sciences. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) dan foto bersama sebagai bentuk komitmen kerja sama akademik lintas negara. Kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung SDG 4 karena membangun kemitraan internasional yang dapat menjadi landasan bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas dosen, penelitian kolaboratif, mobilitas akademik, serta pengembangan inovasi pembelajaran. Melalui kerja sama ini, Universitas Pattimura secara khusus dan HDPGSDI secara umum memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan dasar berbasis riset, teknologi, dan jejaring internasional.

Rangkaian kegiatan strategis lainnya adalah community service di Kasetsart University Laboratory School yang diawali dengan penyambutan rombongan oleh direktur sekolah dan para staf. Penyerahan plakat Universitas Pattimura dan foto bersama menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama akademik antara PGSD FKIP Universitas Pattimura dan Kasetsart University Laboratory School. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan observasi dan guest teaching di tiga kelas. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Marleny Leasa, M.Pd. mengajar di kelas 4 dengan topik “Save the Ecosystem with SASI”, sedangkan Dr. Nessy Pattimukay, M.Pd. mengajarkan topik “Maluku Culture”. Pembelajaran yang dilaksanakan secara interaktif, aktif, dan menyenangkan menunjukkan penerapan prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Materi “Save the Ecosystem with SASI” mendukung pembangunan berkelanjutan, karena mengintegrasikan isu pelestarian ekosistem dengan kearifan lokal Maluku melalui praktik sasi. Integrasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat menghubungkan pengetahuan lokal dengan isu global mengenai keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, materi “Maluku Culture” memperkenalkan budaya Maluku kepada peserta didik di Thailand dan sekaligus menjadi wahana pembelajaran lintas budaya. Hal ini memperkuat dimensi pendidikan yang menghargai keragaman budaya, identitas lokal, dan perspektif global. Dengan demikian, kegiatan HDPGSDI Goes to Thailand 2026 yang diikuti oleh dosen PGSD Universitas Pattimura tidak hanya merupakan kegiatan mobilitas dan kerja sama akademik internasional, tetapi juga menjadi bentuk nyata implementasi SDG 4: Quality Education.

Dalam konteks Universitas Pattimura, pengalaman dan praktik yang diperoleh melalui kegiatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pembelajaran di PGSD, pengembangan kapasitas guru sekolah dasar, penelitian kolaboratif, serta penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan internasional. Dengan demikian, dampak kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat ditransformasikan menjadi pengetahuan, inovasi, dan praktik pendidikan yang berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Maluku dan Indonesia.



Rektor Tekankan Penguatan Tata Kelola Akademik melalui Revisi Peraturan AkademikUnpatti,- Rektor Universitas Pattimura, ...
10/08/2026

Rektor Tekankan Penguatan Tata Kelola Akademik melalui Revisi Peraturan Akademik

Unpatti,- Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan pentingnya penguatan tata kelola akademik melalui pemutakhiran dan penyesuaian Peraturan Akademik Universitas Pattimura dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Uji Publik Draft Peraturan Akademik Universitas Pattimura Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 bertempat di Aula Rektorat Universitas Pattimura.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting dalam mengarahkan pengelolaan dan pengembangan akademik Universitas Pattimura. Menurut beliau, akademik merupakan core business perguruan tinggi yang harus dikelola secara serius, konsisten, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

"Kita berada pada sebuah momentum penting yang menjadi kompas arah dalam mengatur, mengembangkan, dan mempercepat peningkatan kualitas akademik di Universitas Pattimura," ujar Rektor.

Prof. Leiwakabessy menekankan bahwa seluruh pimpinan dan pengelola program studi perlu memahami serta menjalankan tanggung jawab yang telah ditetapkan melalui pakta integritas dan kontrak kinerja. Menurut beliau, dokumen tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai formalitas, tetapi harus menjadi komitmen yang diwujudkan melalui kinerja nyata.

Rektor mengingatkan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan kontrak kinerja akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila kinerja tidak sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan, pimpinan universitas dapat mengambil langkah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jangan menganggap pakta integritas yang telah ditandatangani sebagai formalitas. Sewaktu-waktu kami dapat melakukan evaluasi dan mengambil tindakan apabila kinerja tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati," tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengingatkan seluruh pengelola akademik agar tidak mempertahankan praktik lama yang sudah tidak sesuai dengan regulasi. Perubahan kebijakan pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan sistem pengelolaan akademik agar tetap relevan dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Rektor, kebiasaan dengan pola kerja sebelumnya tidak dapat dijadikan dasar apabila praktik tersebut sudah tidak sesuai dengan aturan. Karena itu, diperlukan perubahan paradigma dalam pengelolaan akademik dengan menjadikan regulasi terbaru sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan kegiatan akademik.

"Jangan sampai kita terus-menerus mengulangi kekeliruan yang sama hanya karena menganggap apa yang dilakukan selama ini sudah biasa. Jika tidak sesuai dengan aturan dan regulasi, maka harus kita perbaiki," jelas Rektor.

Dalam konteks tersebut, Rektor menjelaskan bahwa Peraturan Akademik Universitas Pattimura perlu diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan kebijakan nasional. Peraturan Akademik sebelumnya disusun pada 2018 dan kemudian mengalami perubahan pada 2021 yang menghasilkan Peraturan Akademik Tahun 2022 sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.

Saat ini, perubahan kebijakan di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kembali mendorong perguruan tinggi melakukan penyesuaian terhadap berbagai aspek pengelolaan pendidikan tinggi. Perubahan tersebut mencakup penjaminan mutu pendidikan, akreditasi program studi, akreditasi institusi, hingga pembukaan program studi baru.

Rektor menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi saat ini semakin menekankan kontribusi dan dampak perguruan tinggi terhadap masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Oleh karena itu, revisi Peraturan Akademik Universitas Pattimura dilakukan sebagai bagian dari upaya menyelaraskan tata kelola akademik dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan perguruan tinggi. Proses revisi tersebut diharapkan menghasilkan regulasi akademik yang mampu menjadi pedoman bagi seluruh sivitas akademika dalam menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, adaptif, dan berorientasi pada dampak.

Rektor juga mengingatkan seluruh pimpinan fakultas dan program studi untuk berperan aktif dalam proses tersebut. Dengan pemahaman yang sama terhadap regulasi dan komitmen untuk menjalankan tata kelola akademik secara konsisten, Universitas Pattimura diharapkan mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing institusi.

Kegiatan tersebut meliputi pemaparan Rancangan Peraturan Akademik Tahun 2026 yang dipandu oleh Dr. Sherlock H. Lekipiauw, S.H., M.H., dan Christian Pattiruhu, S.H., M.H., serta Uji Publik oleh tim penyusun PERAK. Kegiatan dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dan pengelola program studi.



Address

Jln. Ir. M. Putuhena Kampus Poka Unpatti
Ambon
97233

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:30
Tuesday 08:00 - 16:30
Wednesday 08:00 - 16:30
Thursday 08:00 - 16:30
Friday 08:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Universitas Pattimura posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Universitas Pattimura:

Shortcuts

Share