Al-Jami'ah Journal of Islamic Studies

  • Home
  • Al-Jami'ah Journal of Islamic Studies

Al-Jami'ah Journal of Islamic Studies Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Al-Jami'ah Journal of Islamic Studies, College & University, .

Enam artikel berikuttnya dari vol. 60 no. 1 20225. Theory of Deconstruction: A Comparative Study of the Views of Western...
08/07/2022

Enam artikel berikuttnya dari vol. 60 no. 1 2022

5. Theory of Deconstruction: A Comparative Study of the Views of Western and Muslim Theorists and Philosophers
Ghulam Sarwar Butt, Ihsan ur Rahman Ghauri
Abstract
[Artikel ini bersepakat dengan teori dekonstruksi yang dikenalkan oleh filosof Prancis Jacques Derrida. Sebagai salah satu teori yang penting dalam teori-teori posmodern, kepopulerannya dalam sastra dan filsafat menggoyahkan ideologi dan teori lain serta menekankan pentingnya konvensi umum. Teori sastra dan filsafatnya menantang apa yang sudah kita yakini tentang teks dan makna dengan menekankan fakta bahwa bahasa bukan apa apa selain rangkain pertanda. Dengan kata lain, makna sebuah teks, imanen atau transenden, adalah tidak tetap, mereka labil dan sementara. Walaupun teori ini mendapat posisi kuat dan prestisius dalam sastra dan filsafat, namun disangsikan oleh beberapa pemikir muslim dan barat. Artikel ini merupakan usaha menganalisa pandangan mereka mengenai teori dekonstruksi, baik dari pemikir muslim dan barat.]
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60105

6. Saving Lives and Limiting the Means and Methods of Warfare: Five Indonesian Tafsīr Views
Ulya Fikriyati, Ah. Fawaid
Abstract
[Perlindungan terhadap yang bukan kombatan dan pembatasan model perang merupakan aspek penting dalam prinsip hukum jus in bello. Teori Dawood dan Hashmi menyatakan bahwa dalam tradisi pengetahuan Islam klasik justru lebih banyak membahas jus in bello daripada studi Islam kontemporer. Studi kontemporer cenderung menceritakan jus ad bellum sebagai respon terhadap stigmatisasi barat pada islam. Artikel ini akan membahas lima tafsir Qur’an yaitu: Tarjumān al-Mustafīd, Marāḥ Labīd, Al-Azhar, Al-Miṣbāḥ, dan Firdaws al-Naʻīm. Dua yang awal mewakili masa klasik, tafsir ketiga berasal dari masa transisi dan dua yang terakhir mewakili masa kontemporer. Artikel ini juga membahas pergeseran trend kajian melalui dua isu penting yaitu perlindungan pada non kombatan, sipil dan objek sipil dan pembatasan pada metode dan peralatan perang].
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60106

7. Dialectic of Religion and National Identity in North Sulawesi Jewish Communities in The Perspective of Cross-Cultural and Religious Psychology
Sekar Ayu Aryani
Abstract
[Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teologi dan budaya mempengaruhi sikap dan perilaku nasionalisme orang Yahudi di Sulawesi Utara. Pertanyaan itu muncul karena Yudaisme memiliki ajaran tentang Tanah Perjanjian, tempat yang selalu dinanti oleh orang-orang Yahudi di negara diaspora. Penelitian kualitatif ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan pendekatan Psikologi Lintas Budaya dan Agama. Pengumpulan data mengutamakan wawancara dari tokoh-tokoh Yahudi dan pengikutnya di Sulawesi Utara dan para tokoh agama non-Yahudi, kemudian dilengkapi dengan dokumen, dan studi literatur. Analisis data terdiri dari reduksi data, eksplorasi, dan verifikasi. Langkah terakhir adalah kontekstualisasi data dengan menggabungkan data penelitian lapangan dan perpustakaan. Studi ini menemukan bahwa orang-orang Yahudi di Sulawesi Utara menyimpan kerinduan akan Tanah Perjanjian, tetapi itu tidak menghalangi pertumbuhan semangat nasionalisme dan kesetiaan mereka kepada Republik Indonesia. Lebih jauh lagi, nasionalisme mereka yang kuat terhadap Indonesia, dan pendekatan objektif terhadap Tanah Perjanjian membuktikan kesetiaan mereka kepada Taurat. Penelitian ini juga menemukan, di balik kesan eksklusif orang Yahudi, ajaran mereka di sana memiliki visi yang sangat pluralis dan inklusif. Studi ini menyimpulkan, anggapan bahwa orang Yahudi di Sulawesi Utara akan menghadapi masalah kesetiaan kepada Republik Indonesia tampaknya tidak terbukti, karena mereka dapat menafsirkan iman mereka secara fleksibel dan rasional.]
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60107

8. In the Making of Salafi-Based Islamic Schools in Indonesia
Jamhari Makruf, Saifudin Asrori
Abstract
[Manhaj Salafi merupakan model pendidikan Islam yang baru muncul melengkapi keberadaan model lama, pendidikan pesantren dan madrasah yang keduanya mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Kehadiran sekolah Salafi mencerminkan usaha untuk ‘pemurnian Islam’ melalui ketaatan pada konsep mengembalikan ‘Islam autentik’ yang dipraktikkan oleh generasi awal muslim. Sekolah manhaj Salafi merupakan bagian dari gerakan Islam transnasional yang bertujuan menyebarkan ide dan gerakan asal Timur Tengah ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Sejauh ini mereka mengembangkan dua model yaitu sekolah Islam terpadu dan pesantren manhaj salafi. Keduanya menerapkan prinsip Islam yang selaras dengan manhaj Salafi serta menyebarluaskan prinsip tersebut dalam praktik keagamaan muslim di Indonesia, meski sekolah Islam terpadu tersebut juga lebih inklusif dan menerapkan kurikulum standar nasional. Artikel ini menantang tesis sebelumnya yang menyatakan bahwa pengaruh pendidikan Salafi di Indonesia luntur oleh peningkatan usaha memerangi teroris global. Namun pada kenyataannya adalah pendidik Salafi mempunyai strategi yang efektif dalam mempromosikan pendekatannya dalam pendidikan keagamaan.]
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60108

9. The Trajectory of the Jihad Discourse in Malay World: An Analysis on the Baḥr Al-Mādhī by Muḥammad Idrīs Al-Marbawī
Muhammad Adam Abd. Azid, Ibrahim Adham Mohd Rokhibi, Mohd Farhan Md Ariffin, Muhammad Ikhlas Rosele, Mohammad Fahmi Abdul Hamid
Abstract
[Konsep jihad mempunyai peran signifikan dalam pembentukan identitas keislaman, politik dan kebangsaan. Misalnya seperti dunia Melayu pada masa kolonial atau pra kemerdekaan dimana sarjana muslimnya yang pulang dari belajar di Timur Tengah mendorong masyarakatnya berjuang melawan kolonialisme dan menuntut kemerdekaan melalui tulisan mereka. Salah satu tulisan yang menerangkan konsep jihad dalam masyarakat Melayu adalah Baḥr al-Mādhī. Artikel ini menjelaskan konsep jihad dan perang dalam karya Baḥr al-Mādhī, satu karya terbaik sarjana muslim Melayu abad 20, yang ditulis oleh Muḥammad Idrīs al-Marbawī (1896-1989). Karya ini merupakan komentar terhadap kitab hadist Jāmi‘ al-Tirmidhī yang ditulis dalam bahasa Melayu. Artikel ini juga membahas kontribusi penting al-Marbawī dalam menjelaskan jihad dalam masyarakat Melayu masa pra kemerdekaan. Dengan studi literatur dan analisis dokumen terkait, artikel ini menunjukkan bahwa karya al-Marbawī merupakan simbol dari kearifan lokal masyarakat Melayu pada masa awal. Kontribusi pentingnya terlihat dari luasnya pengaruh dan pendalaman pemahaman tentang jihad di masyarakat Melayu saat itu.]
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60109

10. Political Exegesis of the Holy Quran: A Rational and Critical vision
Zakir Aras, Sohirin Mohammad Solihin
Abstract
Artikel ini membahas orientasi politis dalam penulisan tafsir Qur’an dengan pendekatan yang lebih rasional dan kritis. Artikel ini juga menganalisis literatur kajian tentang Qur’an serta menunjukkan keuntungan dan kerugian dari istilah yang dikenal sebagai pendekatan modern dalam tafsir Qur’an. Selain itu juga menjelaskan kajian–kajian tafsir sebelumnya hingga kontribusi kajian sarjana tafsir saat ini yang terkait dengan pembahasan politisasi tafsir berserta kecenderungan politisnya. Disamping itu, artikel ini memberikan solusi dan respon rasional berdasar pada aspek kesenjangan metodologi politisasi tafsir dan usaha mengungkapkan pada kebenaran. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan analitik, dimana akan didasarkan pada eksplorasi berbagai penafsiran politis dan mengamati pendukung dan penentangnya. Tidak ada keraguan bahwa Qur’an adalah sumber hukum Islam yang pertama dan merangkum semua bidang, sehingga atas dasar ini membatasi pemahaman dan penafsiran Qur’an kepada sesuatu atau era tertentu atau kurikulum tertentu adalah sesuatu yang bertentangan dengan Qur’an itu sendiri. Seperti halnya kita menerima penjelasan tentang metode dan ragam yang sudah ada, maka kita juga harus menyambut baik ragam tafsir dan orientasinya saat ini selama menggunakan pendekatan yang tepat dan metode yang baik. Meski demikian, tidak mungkin berurusan dengan Qur’an yang perspektif tafsirannya naif dan mengikuti kecenderungan politik tertentu hingga memunculkan gerakan atau kelompok politik tertentu. Alih-alih justru membawa Qur’an dalam pertikaian politik dan jauh dari pesan-pesan Qur’an yang sebenarnya.
Keywords : Political interpretation, Holy Qur’an, methodology, Rational and Critical vision

https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/issue/view/51

Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies

The first four articles, vol. 60 no. 1 (2022)1. Two Islamic Writing Traditions in Southeast Asia: Kitab Jawi and Kitab K...
11/06/2022

The first four articles, vol. 60 no. 1 (2022)

1. Two Islamic Writing Traditions in Southeast Asia: Kitab Jawi and Kitab Kuning with Reference to the Works of Da’ud al-Fatani dan Nawawi al-Bantani - Jajat Burhanudin
Abstract
In reference to the works of two leading ‘ulama of 19th century Southeast Asia, Da’ud al-Fatani and Nawawi al-Bantani, this article discusses the establishment of two Islamic writing traditions, the Malay kitab Jawi and the Arabic kitab which turned to be called more recently as kitab kuning. In spite of the same experiences learning in Mecca, Da’ud al-Fatani wrote his works in Malay, while Nawawi al-Bantani’s kitab were in Arabic. These two writing traditions contributed to the formation of Islamic knowledge among the Muslims of the period, leading the two ‘ulama emerged as the intellectual fathers of Islamic dynamics in respectively Patani-Malaya and Java in Indonesia. In addition to the reason and the ways the two ‘ulama wrote their works in in two different writing styles, other point to highlight is that these kitab Jawi and kitab kuning grew alongside the rise of different Islamic leadership in two major Muslim areas in the region.

https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60101

2. Between Polygyny and Monogamy: Marriage in Saudi Arabia and Beyond - Sumanto Al Qurtuby
abstract
Saudi Arabia has long been portrayed as a “hub of polygyny,” a practice of marriage in which a man marries several women simultaneously. However, my recent research among Saudi male youths suggest that this practice is waning nowadays. A younger generation in the Kingdom seems to prefer monogamy—a man marrying one wife—to polygamy for several essential reasons, factors and arguments. Based on interviews and conversations with a number of young Saudis as well as outcomes of survey findings, this article tries to debunk the myth of polygyny in the Kingdom and attempts to understand the rationales and logics behind monogamy choice among male (and female) youths of contemporary Saudi Arabia. The article also briefly highlights the practice of polygyny and monogamy in multiple societies outside Saudi Arabia to compare and gain knowledge on various practices of marriage. Seen from another viewpoint, the article is a reflection of a modern-day fruitful socio-cultural development and change in Saudi Arabia that have received enthusiastic and public acclaim across the globe.
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60102

3. The Formalization of Sharia in Aceh to Discipline the Female Body - Zuly Qodir, Hasse Jubba, Mega Hidayati, and Dyah Mutiarin
Abstract
The formalization of sharia (particularly regional regulations on sharia in Aceh) since 2001 up to 2019 had incorporated economic and political contents between local and national elites. Such condition was a result of local and national elite interests gaining political advantages wherein sharia was utilized as a tool by the elites to dominate civilians. Due to political interests, civilians became marginalized by sharia. The current article demonstrates that local and national political elites had used sharia for their political interests without considering the substantial purpose of sharia itself. Women, in particular, are disadvantaged by the various regulations (qanun) issued by wilayatul khisbah as the guardians of sharia in Aceh. The article also aims to show existing contradictions between the ideal aspirations of wilayatul khisbah and the actual practice of regional regulations pertaining to sharia on the ground, namely the involvement of political elites in advocating sharia, which has not made people become more religious but provoked them to resist in secret instead. Data in the article were acquired through literature study, field observations, and in-depth interviews with a number of informants
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60103

4. Muhammadiyah’s Views and Actions on the Protection of Civilians during the Japanese Invasion od the Netherlands Indies, 1941-1942 - Muhammad Yuanda Zara
abstract
Studies on Muhammadiyah largely ignore Muhammadiyah’s perceptions of war. This study explores Muhammadiyah’s thoughts and practices on the protection of civilians in a so far neglected war, namely Japanese invasion of the Netherlands Indies in 1941-1942. Using historical research method, this study scrutinizes previously unexamined primary sources, the weekly magazine Adil, which was published by Surakarta branch of Muhammadiyah, in editions between 1941-1942. By examining edicts from the Central Board of Muhammadiyah as well as the writings of individuals affiliated with Muhammadiyah published by Adil, this study argues that Muhammadiyah was highly attentive to efforts to protect the civilians in times of war, by basing its thoughts on the interplay between Islamic principles and modern ideas about the rights of non-combatants in battle. Muhammadiyah strongly emphasized that during the war the civilians must be protected by the state. It moreover advised people to build spiritual and mental strength so that they can survive the war and advocated a self-protection of civilians by encouraging every resident of the Indies to help each other during the war. It campaigned for the protection of civilians with various methods and by establishing a special agency to organize the protection efforts. This study elucidates the role of Muhammadiyah in providing information, religious guidance and practical supports to its members and the Indonesian people in general regarding the protection of civilians in a war that finally overthrew European colonial powers in Southeast Asia.
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/60104
....

Muhammadiyah’s Views and Actions on the Protection of Civilians during the Japanese Invasion od the Netherlands Indies, 1941-1942

Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 59, No 2 (2021) (completed)1. Reforming Islamic Marriage Bureaucracy in Indon...
31/12/2021

Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 59, No 2 (2021) (completed)

1. Reforming Islamic Marriage Bureaucracy in Indonesia: Approaches and Impacts
Ahmad Tholabi Kharlie, Fathudin Fathudin, Windy Triana
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59201

2. Marital Property within the Marriage Law: A Debate on Legal Position and Actual Applications
Ibnu Elmi AS. Pelu, Ahmad Dakhoir
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59202

3. Khilāfah in the View of Nahdhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, and Nahdhatul Wathan (NW) Ulema in Lombok
Musawar Musawar, Gatot Suhirman
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59203

4. Implementation of Indonesian Islamic Family Law to Guarantee Children’s Rights
Khoiruddin Nasution, Syamruddin Nasution
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59204

5. On the Normalization of Diplomatic Relationship Between Israel and Muslim Countries: A Study of Classic Fiqh and Contemporary Fatwas
JM Muslimin, Mahmoud Mohamed Hosny
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59205

6. Animal Ethics and the Philosophy of Its Existence; An Outline of the Theory of “Common Beliefs”
Mohsen Shiravand, Sepideh Razi
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59206

7. Maqāṣidi Tafsir: Uncovering and Presenting Maqāṣid Ilāhī-Qur’anī into Contemporary Context
Aksin Wijaya, Shofiyullah Muzammil
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59207

8. Differing Responses to Western Hermeneutics: A Comparative Critical Study of M. Quraish Shihab’s and Muḥammad ‘Imāra’s Thoughts
Sahiron Syamsuddin
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/59208

Differing Responses to Western Hermeneutics: A Comparative Critical Study of M. Quraish Shihab’s and Muḥammad ‘Imāra’s Thoughts

Congratulation for the winners...
26/11/2021

Congratulation for the winners...

In May 2021, the International Committee of the Red Cross (ICRC) in collaboration with the Journal al-Jamiah and the International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) launched a Call for Papers under the theme “Contributions of South East Asian Ulama to the Development of Rules of Warfare...

Silaturahmi dari jurnal Teosofia dan Theologia UIN Walisongo (13/10/2021).
18/10/2021

Silaturahmi dari jurnal Teosofia dan Theologia UIN Walisongo (13/10/2021).

Menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan Fakultas Syariah UIN Banten dan rombongan dari UIN Medan (7/10/2021).
08/10/2021

Menerima kunjungan silaturahmi dari rombongan Fakultas Syariah UIN Banten dan rombongan dari UIN Medan (7/10/2021).

Call for Papers: Southeast Asian Contributions to the Development of the Rules of Warfare in Islam The International Com...
03/06/2021

Call for Papers: Southeast Asian Contributions to the Development of the Rules of Warfare in Islam

The International Committee of the Red Cross (ICRC) in cooperation with Journal al-Jamiah of State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta and the International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS), Kuala Lumpur are delighted to invite academics, researchers, writers and intellectuals to submit abstracts of papers on Southeast Asian Contributions to the Development of the Rules of Warfare in Islam.

The abstracts will be selected by a panel of experts on the topic. Those who are selected will be invited to present their abstract and will be facilitated to complete the research paper. Researchers will be provided with an incentive for full papers submitted and will present their papers in ICRC national and regional events. The selected papers will be translated and published in Journal al-Jamiah and/or included as a chapter in a book related to the project.

https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/announcement

31/05/2021
Jurnal INKLUSI memberikan beasiswa publikasi riset-riset terbaik dalam kajian disabilitas. - 10 Naskah terbaik akan mend...
09/03/2021

Jurnal INKLUSI memberikan beasiswa publikasi riset-riset terbaik dalam kajian disabilitas.
- 10 Naskah terbaik akan mendapatkan penghargaan masing-masing Rp1.500.000
- Penerbitan di Jurnal INKLUSI (Terakreditasi SINTA-2).
Ketentuan Umum:
1. Peserta dibuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia, baik mahasiswa, dosen, peneliti atau siapapun yang memiliki riset tentang difabel
2. Tulisan harus berdasarkan riset, bukan opini atau refleksi.
3. Preferensi peneliaan akan diberikan kepada riset orisinil (non skripsi)
4. Belum pernah dipublikasikan
5. Tema dapat terkait teknologi bantu untuk difabel, inklusi sosial, pendidikan inklusif, aksesibilitas, agama dan disabilitas, hak hukum difabel, dan isu-isu lain terkait difabel.
6. Batas akhir pengiriman: 25 April 2021
Info selengkapnya

Inklusi: Journal of Disability Studies UIN Sunan Kalijaga

We are pleased to announce the latest publication, Vol. 58, No. 1 (2020)All articles in this latest issue can be accesse...
09/09/2020

We are pleased to announce the latest publication, Vol. 58, No. 1 (2020)
All articles in this latest issue can be accessed here https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/issue/view/42
We would like to thank our contributors and reviewers for making this publication.

1. The Debate of Orthodox Sufism and Philosophical Sufism: The Study of Maqāmāt in the Sirāj al-Ṭālibīn of Shaykh Iḥsān Jampes-Syamsun Ni'am
2. Saudi Arabia Charity and the Institutionalization of Indonesian Salafism-Jajang Jahroni
3. The Intersubjective Type of Religiosity: Theoretical Framework and Methodological Construction for Developing Human Sciences in a Progressive Muslim Perspective-Muhammad Amin Abdullah
4. Debunking Prevailing Scholarly Views Pertaining to the Apostasy of Alleged Descendants of Shaykh Yusuf of Makassar-Najma Moosa
5. Reestablishing Indonesian Madhhab: ‘Urf and the Contribution of Intellectualism-Agus Moh Najib
6. Gender Glass Ceiling in Indonesia: Manifestation, Roots and Theological Breakthrough-Siti Ruhaini Dzuhayatin

Al-Jamiah: Journal of Islamic Studies

19/06/2020

Edisi lengkap
AL-JAMI’AH: Journal of Islamic Studies, Vol. 57, No. 2 (2019)
1. The Subjectivity of Nawāl Al-Sa’dāwī: Critique on Gender Relations in Religious Construction in Adab Am Qillah Adab Work - (Yulia Nasrul Latifi, Wening Udasmoro, Juliasih J).
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57201
2. Wali and Karama: A Discourse and Authority Contestation in al-Tarmasi’s Bughyat al-Adhkiya’ (Ade Fakih Kurniawan, Noorhaidi Hasan, Achmad Zainal Arifin)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57202
3. Revisiting the Javanese Muslim Slametan: Islam, Local Tradition, Honor and Symbolic Communication (Mohamad Abdun Nasir)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57203
4. Three Sufi Communities Guarding the Earth: A Case Study of Mitigation and Adaptation to Climate Change in Indonesia (Maghfur Ahmad)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57204
5. Registering Muslim Marriages: Penghulu, Modin, and the Struggles for Influence (Muhammad Latif Fauzi)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57205
6. The Symbols and Myths of Rice in Sasak’s Culture: A Portrait of Hybrid Islam in Lombok (Saharudin)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57206
7. Document Falsification/Forgery from the View of Islamic Jurisprudence and Malaysian Law (Wan Abdul Fattah Wan Ismail, Ahmad Syukran Baharuddin, Lukman Abdul Mutalib, Muneer Ali Abdul Rab al-Qubaty)
https://aljamiah.or.id/index.php/AJIS/article/view/57207

Address


Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00

Telephone

+62274558186

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al-Jami'ah Journal of Islamic Studies posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your university to be the top-listed University?

Share