UBUDIYAH RESMI BERGABUNG DENGAN ASIAN UNIVERSITY LIBRARY NETWORKING (AULINK). Pentingnya kerja sama dengan pihak lain menginisiasikan yayasan Ubudiyah untuk kembali melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Kali ini yayasan Ubudiyah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Asian University LibrariesNetworking (AULiNK) yang dilaksanakan di Hotel Resort World Langkawi, Malaysia.Kegiatan
yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2013 di hadiri dari berbagai negara di Asiaseperti Indonesia, Malaysia, Hongkong, Korea Selatan, Pakistan, dan juga Singapore.forum tersebut dihadiri oleh ketua yayasan Ubudiyah Dedi zefrizal, ketua STIKESU budiyah marniati M. Bersamaan dengan itu dilaksanakan juga the First Forum on Library Consortia,Resource Sharing and Future Networks dengan pembicara dari The Hong Kong University,Peter E. Sidorko and dan Dr Ho Nam Choidari Korea Institute of Science andTechnology Information (KISTI). Forum ini membahas isu-isu perkembangan teknologi dan pemanfaatan teknologi dibidang keperpustakaan dan juga peningkatan kolaborasi dan networking dengan berbagai perpustakaan kampus yang ada di Asia. ketua yayasan ubudiyah Dedi Zefrizal ST mengatakan Kerja sama yang dilakukanUbudiyah dengan AULiNK lebih menekankan kepada pentingnya melakukan perubahan konsep perpustakaan traditional menuju perpustakaan berkonsep teknologi digital (Cyber-library). Dengan adanya e-library kampus bisa melakukan kerja sama dalam sharingE-books dan juga E-Journal sehingga nantinya mahasiswa Ubudiyah Indonesia bisa mengakses E-books dan E-Journal dengan beberapa library (perpustakaan) universitas yang ada di Asia yang tergabung dalam AULiNKdan satu kebanggaan ubudiyah secara resmi dapat bergabung dalam forum tersebut. kedepan ubudiyah juga akan membuka akses perpustakaan untuk umum agar masyarakat danmahasiswa S1,S2,S3 dari universitas lainya dapat memanfaat kan fasilitas yang diberikan AULINK tersebut dengan terdaftar sebagai member perpustakaan ubudiyah. Acara ini juga di hadiri dari beberapa vendor dunia yang bergerak dalam layanan discovery services atau layanan pencarian untuk bisa memudahkan mengakses E-books dan Ejournal yang disediakan mereka seperti: SUMMON, SIERRA, EBSCO, dan ProQUEST. Sebagai tambahan, layanan pencarian ini juga bisa mengakses miliaran E-Books dan E-Journal dengan full text atau text penuh dari berbagai disiplin ilmu, dengan menjadi member. ketua stikes marniati M. kes menyampaikan kerjasama ini juga bagian dari persiapan
ubudiyah kedepan untuk meningkatkan nilai Akreditasi perpustakaan dengan peringkat A dan
persiapan ISO 9001,2008 . karena kedua hal tersebut juga menjadi indikator penilaian dalam akreditasi intitusiyang akan diusulkan ubudiyah pada tahun 2015. Yayasan Ubudiyah Indonesia untuk pertama kali nya resmi bergabung sebagai anggota Asian University President Forum 2013 (AUPF) mewakili Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 7-9 oktober 2013 di langkawi,malaysia forum AUPF adalah forum tahunan dari kumpulan universitas yang ada di negara Asia, dan merupakan forum yang sangat bergengsi karena dihadiri oleh president atau rektor yang ada di universitas se - Asia. Untuk tahun ke 11 ini, AUPF di laksanakan di Langkawi, Malaysia dengan tuan rumah adalah UniMAP (Universitas Malaysia Perlis) dengan tema Leadership in the Transformation of Asia: Opportunities and Challenges. UniMAP yang masih berumur 11 tahun siap menyambut
partisipan dari berbagai negara di Asia dan juga delegasi beberapa negara timur tengah, Afrika, dan Eropa, yang berkumpul membicarakan transformasi pendidikan Asia menuju pendidikan dunia. AUPF tahun ini diikuti dari berbagai negara seperti Indonesia, Jepang, Bangladesh, Korea Selatan, China, hongkong ,Pakistan, Thailand, Myanmar, Singapore, dan Thailand, Zambia, Irlandia, Polandia, Mauritius, Pilipina. dan universitas yang hadir dari berbagai negara ini akan menanda tangani MoU kerja sama dengan berbagai universitas yang tergabung dalam anggota AUPF. di Forum ini Ubudiyah menandatangi MoU kerja sama dengan Universitas Daffodil Bangladesh, Universitas Yangzhou China, Universitas Malaysia perlis (unimap), Universitas Normal Philippiina ,Universitas Rajamangala University of Technology Srivijaya Songkhla, Universitas Zambia, dan beberapa universitas lainnya yang akan melakukan kerja sama selanjutnya dan dengan bertambah nya kerjasama ini semakin memantapkan langkah ubudiyah menjadi word class university tahun 2025. Kerja sama yang dilakukan adalah menyangkut dengan pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, joint research, publikasi jurnal, pengembangan kurikulum, seminar dan konferensi sponsorship. Yang bertujuan kerja sama yang telah dibentuk dengan universitas-universitas di Asia ini bisa meningkatkan kualitas Ubudiyah dari segi kualitas dosen, kurikulum yang berstandar nasional dan intenasional dan juga dapat meningkat kan kualitas hasil lulusan, serta sebagai upaya dalam
meningkatkan nilai Akreditasi program studi dan institusi karna kerjasama internasional merupakan salah satu indikator penilaian. Dan di harapkan dengan kerja sama yang telah di lakukan oleh pihak yayasan Ubudiyah selama ini bisa menjadi pioner untuk universitas lain di Aceh khususnya untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan meningkatkan kualitas SDM dan infrastruktur, karena sejatinya untuk menjadi hebat universitas tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus banyak belajar dari universitas lain yaitu melalui kerja sama di dalam bidang tridarma perguruan tinggi. dan sebuah perguruan tinggi harus membuka diri ke dunia internasional untuk berbagi ilmu dan sharring agar arah pendidikan indonesia dapat mengikuti arah pendidikan dunia. Dan Kerja sama yang dilakukan dengan universitas PECS di Hungary beberapa bulan yang lalu dalam lawatan ubudiyah ke eropa, telah teraplikasi dengan baik dengan adanya publikasi hasil penelitian dosen ubudiyah pada jurnal universitas pecs di hungaria dan sebalik nya, selain itu juga akan melakukan kerjasama joint research antara dosen universitas PECS dengan dosen ubudiyah di Aceh,dalam hal ini pihak ubudiyah tetap meminta dukungan dan kerja sama dari pemerintah Aceh. kedepan nya ubudiyah akan terus melakukan kerjasama dengan universitas di asia dan eropa dan terus berkomitmen mempromosikan pendidikan Aceh ke dunia internasional karena aceh memiliki potensi besar menjadi rujukan pendidikan Asia dilihat dari segi geografis, sosiologi, biaya
serta budaya namun perlu adanya peningkatan kualitas mutu , SDM dan infrastuktur sehingga dapat mengikuti standar pendidikan dunia.