HIMBIO FMIPA UNILA

HIMBIO FMIPA UNILA Himbio FMIPA Unila merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu

Kumpulan Mahasiswa-mahasiswa Biologi, selain berfikir seperti saintis juga peduli akan masa depan bangsa dan peduli dengan alam serta lingkungan nya.

Assalamualaikum wr. wbSelamat malam Saintis Muda 😊Apa kabarnya nih ? Tidak terasa PKSDA sudah di depan mata, wah sudah t...
27/12/2018

Assalamualaikum wr. wb
Selamat malam Saintis Muda 😊
Apa kabarnya nih ?
Tidak terasa PKSDA sudah di depan mata, wah sudah tidak sabar kan menunggu perhelatan akbar ini.

Nah besok banget nih, Jum'at, 28 Desember 2018 akan diadakan Launching Tema dan Kepanitiaan PKSDA XXIII di Lb 1.11 pukul 08.00 WIB s.d. selesai. Kuy ramaikan acaranya😊



Selamat Hari Raya Galungan bagi seluruh umat Hindu di Indonesia
26/12/2018

Selamat Hari Raya Galungan bagi seluruh umat Hindu di Indonesia




Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Apa kabar saintis muda semua ? Semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang...
25/12/2018

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Apa kabar saintis muda semua ? Semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa 🙏

Indonesia kembali mendapatkan musibah bencana alam yakni tsunami di Banten dan Lampung. Kejadian gelombang tsunami yang tejadi di selat sunda tersebut menimbulkan banyak kerugian material bahkan menelan korban. Kami Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA UNILA bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung mengajak rekan-rekan semua untuk ikut andil membantu dalam proses Galang dana yang akan dilaksanakan pada :
📅 Hari/Tanggal : Kamis, 27 Desember 2018
⏰ Pukul : 07.30 sd selesai
📍Tempat : Jurusan Biologi FMIPA Unila

Himbio bekerja sama dengan Tim Emergency Response ACT mengajak sobat sekalian untuk ikut membantu korban bencana melalui ACT dengan mendonasikan barang kebutuhan sehari-hari maupun dalam bentuk dana dengan mentransfer uang donasi ke nomor rekening berikut:
BNI Syariah 7700 005 25
Bank Mandiri 12700 0791 7428
a.n. Aksi Cepat Tanggap.

Informasi dan Konfirmasi pengiriman: 085766958122 (andi) atau 081367331090 (Hermawan)

-Mari bantu kesulitan orang lain, insyaallah Allah akan mudahkan urusan kalian. Amiiin.


&Lampung


Himbio mengucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi yang merayakan!Semoga keberkahan natal senantiasa menyertai kita semua. ...
25/12/2018

Himbio mengucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi yang merayakan!

Semoga keberkahan natal senantiasa menyertai kita semua.





Segenap warga Himpunan Mahasiswa Biologi Fmipa Universitas Lampung mengucapkan turut berduka cita atas bencana tsunami y...
25/12/2018

Segenap warga Himpunan Mahasiswa Biologi Fmipa Universitas Lampung mengucapkan turut berduka cita atas bencana tsunami yang terjadi di selat sunda akibat erupsi gunung anak krakatau

Semoga semuanya selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang di tinggal kan diberikan ketabahan.




Selamat kepada Ahmad Ikhsanudin (Biologi 2016) sebagai penerima DEAN AWARD 2018 kategori Mahasiswa dengan Indeks Prestas...
22/12/2018

Selamat kepada Ahmad Ikhsanudin (Biologi 2016) sebagai penerima DEAN AWARD 2018 kategori Mahasiswa dengan Indeks Prestasi 4.00. di Semester 3 tahun akademik 2017/2018.

Kunjungan Lembaga KemahasiswaanKunjungan LK dari Persatuan Mahasiswa Agroteknologi () di Himbio pada hari Rabu, 19 Desem...
19/12/2018

Kunjungan Lembaga Kemahasiswaan

Kunjungan LK dari Persatuan Mahasiswa Agroteknologi () di Himbio pada hari Rabu, 19 Desember 2018.

Semoga dengan kunjungan ini dapat mempererat tali persaudaraan antara Himbio dengan Perma AGT





Sampah masih menjadi persoalan yang masih belum bisa diatasi sepenuhnya di Indonesia. Padahal, jumlah sampah diperkiraka...
18/12/2018

Sampah masih menjadi persoalan yang masih belum bisa diatasi sepenuhnya di Indonesia. Padahal, jumlah sampah diperkirakan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan perilaku memilah sampah yang masih buruk di Indonesia. Dilansir dari CNNIndonesia data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat saat ini jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dan sebanyak 64 persen berakhir di TPA. Berdasarkan data BPS, tingkat perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih sangat tinggi yakni 81,16 persen.

Melakukan kegiatan memilah sampah organik dan anorganik merupakan kegiatan yang mudah dan tanpa biaya. Selain itu bisa mendatangkan manfaat bagi kehidupan sendiri dan orang lain. Di negara maju seperti Jepang, mereka sudah mulai melakukan pemilahan sampah rumah tangga di Jepang mencapai 22 jenis dan telah menjadi budaya di negara mereka. Indonesia yang hanya diminta memilah dua jenis sampah saja, masih belum mampu menjalankan program ini. Padahal pemerintah di beberapa daerah di Indonesia sudah mulai menjalankan program pemilahan sampah ini salah satunya dengan menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenis sampah.

Sampah-sampah anorganik yang telah dipilah, nantinya akan dibagi kembali sesuai jenisnya untuk didaur ulang. Untuk sampah organik bisa langsung diolah menjadi pupuk tanaman. Maka dari itu, memilah sampah dapat membuat sampah menjadi barang yang punya nilai. Kebiasaan kita yang menampur sampah organik dan anorganik membuat sampah tersebut tidak bisa didaur ulang karena nilai dan kualitasnya sudah berkurang.

Jika kita sebagai masyarakat Indonesia masih bersikap acuh tak acuh terhadap pemilahan sampah, diperkirakan pada tahun 2020 jumlah sampah akan meningkat menjadi 67,8 juta ton dan 70,8 juta ton pada tahun 2025. Kalau sudah begini, apa yang bisa kita lakukan?

Sumber : kompas.com




Di Indonesia, pernah di keluarkan peraturan tentang penggunaan plastik yang tertuang pada Peraturan pemerintah melalui s...
17/12/2018

Di Indonesia, pernah di keluarkan peraturan tentang penggunaan plastik yang tertuang pada Peraturan pemerintah melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016 tentang Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis di seluruh gerai pasar ritel modern di Indonesia. Peraturan yang telah diuji coba penerapannya mulai 21 Februari 2016 hingga 1 Oktober 2016 ini mengharuskan konsumen untuk membayar Rp 200 untuk setiap lembar kantong plastik yang selama ini diberikan secara gratis di ritel dan supermarket.
Namun demikian, berdasarkan semua hal yang telah dipaparkan di atas, baik dampak dan peraturan pemerintah tidak serta merta menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap kantong plastik. Memang terdapat penurunan konsumsi kantong plastik pada ritel dan supermarket di beberapa kota yang menerapkan aturan kantong plastik berbayar, namun hal ini ternyata bersifat sementara saja.
partisipasi dan persepsi mereka dalam mengurangi pemakaian jumlah kantong plastik juga tidak berdampak banyak, tentu hal ini menjadi salah satu penyebab sulitnya masyarakat mengurangi pamakaian kantong plastik yang berujung pada meningkatnya jumlah sampah plastik di lingkungan.

Padahal, lebih dari 50% kantung plastik yang kita gunakan sehari-hari hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang begitu saja. Dengan demikian penggunaan kantung plastik dalam kehidupan kita sehari-hari merupakan “kontribusi kecil” yang “berdampak besar” pada kerusakan lingkungan. Sebagai warga dunia yang baik yuk mulai biasakan menggunakan kantung belanja non plastik sebagai kontribusi kecil untuk menjaga lingkungan hidup kita bersama.
sumber : dietkantongplastik.info


Tahukah kamu ? Plastik terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, klorin, belerang, dan nitrogen. Awa...
16/12/2018

Tahukah kamu ?
Plastik terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, klorin, belerang, dan nitrogen. Awalnya plastik dibuat dari bahan-bahan natural seperti tanduk hewan, shellac (sekresi serangga kecil), dan getah perca.
Penemuan revolusioner terjadi pada tahun 1951, dua kimiawan muda menemukan polipropilena dan polietilena. Penemuan ini membuka jalan bagi beragam produk-produk plastik yang kita kenal sekarang ini. Plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Plastik dapat dibuat dari beberapa sumber seperti pembuatan plastik dari Minyak Bumi. Pertama-tama, minyak mentah yang baru dipompakan keluar dari dalam tanah diangkut ke kilang minyak. Pada kilang minyak, minyak mentah harus melalui proses pemurnian bersama dengan gas alam. Etana, propana, dan berbagai produk petrokimia lainnya dihasilkan oleh proses pemurnian. Selanjutnya etana dan propana dipecah dengan menggunakan tungku bersuhu tinggi, etilena dan propilena terbentuk dari proses ini. Dalam reaktor, etilena dan propilena yang terbentuk digabungkan dengan katalis untuk membentuk zat seperti tepung.
Plastik yang berada dalam bentuk cair ini dibiarkan mendingin dan kemudian pelletizer digunakan untuk membentuk polimer menjadi pelet-pelet kecil. Membuat Plastik dengan Menambahkan Karbon Dioksida Biasanya dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Akan tetapi dibutuhkan banyak minyak bumi untuk membuat plastik. Minyak bumi merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui dan akan habis. Berbagai usaha dilakukan untuk mencegah habisnya sumber daya penting ini.
Para ilmuwan masih terus mencari senyawa yang dapat menggantikan minyak bumi dalam proses pembuatan plastik. Semoga saja di masa depan akan ditemukan bahan pembuat plastik yang dapat diperbaharui sebagai pengganti minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui. Sampai saat itu tiba, ingat agar selalu hati-hati dalam menggunakan plastik yah.
sumber : jendelasarjana.com



Hallo Teman-temanDi era sekarang ini, masyarakat Indonesia banyak yang s**a membakar sampah, termasuk sampah plastik. Al...
15/12/2018

Hallo Teman-teman
Di era sekarang ini, masyarakat Indonesia banyak yang s**a membakar sampah, termasuk sampah plastik. Alasannya, membakar sampah plastik bisa mengurangi timbunan sampah plastik dengan cepat. Kamu juga gt sainti muda ? Jangan yaah :)

Yap, membakar sampah plastik memang dapat mengurangi jumlah nya. Namun, kebiasaan membakar sampah plastik ternyata sangat berbahaya bagi tubuh dan ozon loh.

Nah ini ni bahayanya sampah plastik bagi tubuh. Sampah plastik mengandung karbon dan hidrogen.
Zat itu akan bercampur dengan zat dari sampah lain, misalnya klorida.
Saat zat itu terbakar api, akan muncul zat dioksin dan zat furan.
Kedua zat inilah yang bisa membahayakan tubuh kita.
Saat asap dari pembakaran sampah plastik terhirup, zat dioksin dan zat furan akan masuk ke tubuh kita. Saat kedua zat itu masuk, tubuh akan mengalami batuk, sesak napas, dan pusing.
Jika kita terus menerus menghirup kedua zat itu, tubuh bisa terkena kanker.

Nah, Apa Bahayanya Bagi Ozon?
Pembakaran sampah plastik akan menghasilkan gas karbondioksida.
Gas karbondioksida yang terus bertambah banyak bisa membuat lapisan ozon menipis. Saat lapisan ozon menipis, suhu Bumi akan semakin panas.
Saat suhu Bumi semakin panas, es di kutub akan mencair dan tumbuhan akan sulit untuk tumbuh.
Hal itu pasti akan mengganggu kehidupan di Bumi.

Apa sih yang Harus Dilakukan?

Sampah plastik tidak akan mengeluarkan zat dioksin dan zat furan, kalau dibakar dengan suhu 1.000 derajar Celcius.
Namun, pembakaran yang mencapai suhu 1.000 derajat Celcius hanya bisa dilakukan oleh mesin incinerator.
Jadi, daripada kita membakar sampah plastik sendiri, lebih baik kita membuangnya ke tempat sampah khusus plastik.
Nanti, sampah plastik kita akan diolah oleh pihak yang seharusnya. Jadi, tidak akan menimbulkan bahaya.
O iya, supaya sampah plastik yang kita hasilkan tidak banyak, cobalah untuk membawa tas belanja sendiri dan kurangi membeli produk yanh dibungkus plastik.
Cara itu cukup ampuh loh untuk mengurangi sampah plastik! Ayo jaga lingkungan kita bersama.
sumber : sains.kompas.com


Jangan pernah sepelekan sampah. Karena lingkungan dan hidup manusia pun bisa terancam oleh keberadaan benda yang sering ...
14/12/2018

Jangan pernah sepelekan sampah. Karena lingkungan dan hidup manusia pun bisa terancam oleh keberadaan benda yang sering diabaikan ini. Kantong plastik biasa membutuhkan waktu sepuluh sampai 12 tahun untuk terurai. Botol plastik lebih lama lagi. Karena polimernya lebih kompleks dan lebih tebal, botol plastik memiliki waktu 20 tahun untuk hancur. Sedangkan sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk bisa hancur sempurna

Jika sampah tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin lingkungan sekitar Anda akan tertutup dengan sampah.
Bahaya sampah plastik dapat mengganggu rantai makanan, pencemaran air tanah, menyebabkan polusi udara, membunuh hewan, beracun, dan biaya penanggulangan mahal. Nah ada tips nih buat kamu untuk mengurangin produksi sampah plastik yaitu menerapkan daur ulang sampah, dan pembatasan penggunaan produk berbahan plastik. Yuk jaga lingkungan kita bersama.
sumber : lingkunganhidup.co

Address

Jalan Prof. Drive Soemantri Brodjonegoro 1
Bandar
35145

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HIMBIO FMIPA UNILA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to HIMBIO FMIPA UNILA:

Share