17/05/2026
[BANDUNG KREATIF, MASALAH REPETITIF‼️]
Bandung disebut kota kreatif. Tapi kenapa masalahnya jalan di tempat?
PC PMII Kota Bandung hari ini menggelar “GUGAT MILANGKALA” sebagai bentuk refleksi kritis atas kondisi Kota Bandung yang kontras antara citra dan realita.
“Bandung Kreatif, Masalah Repetitif” bukan sekadar slogan,
Ini realita yang kita rasakan tiap hari.
Jalan baru diaspal, seminggu kemudian digali lagi buat kabel dan p**a.
Titik banjir yang sama muncul setiap musim hujan.
Macet di Pasteur, Kiaracondong, Cicaheum jadi rutinitas yang dinormalisasi.
Sementara itu, seremonial jalan terus, panggung berdiri megah, tapi akar masalah kota dibiarkan.
“Kota Macet, Rakyat Laper, Elite Pamer!”
Kalimat ini adalah tamparan. Ketika warga berjuang di jalanan yang rusak dan ekonomi yang berat, sebagian elite justru sibuk dengan pencitraan dan seremoni kosong.
Ini bukan soal benci kota sendiri. Justru karena cinta Bandung, kita tidak mau diam melihat marwah Pasundan dikubur di balik ilusi seremoni dan kelumpuhan tata kelola.
Menjadi kreatif itu mudah jika hanya jago branding dan desain. Tapi menjadi kota yang adil, tertib, dan manusiawi butuh keberanian membongkar masalah yang berulang dan menuntut pertanggungjawaban.
Milangkala Tatar Sunda 2026 seharusnya jadi momentum koreksi, bukan ajang hura-hura.
Sudah saatnya kita menakar ulang: untuk siapa sebenarnya pembangunan kota ini berjalan?
© Mei 2026 | Creative by Bidang Cyber Media dan Pengelolaan Opini Publik PC PMII Kota Bandung 2025-2026
____________________
KawalBandung