18/12/2015
Change Your Response - Change Your Class
Trainer: Harri Firmansyah R
Banyak sekali kejadian yang menuntut respons yang hebat, tapi karena terbiasa diabaikan, kejadian itu berlalu begitu saja tanpa berhasil kita respons. Padahal, bila kita respons, keadaan akhirnya bisa jadi berbeda.
Semisal, di Bandara, ada orang yang sangat kesulitan membawa barang-barangnya, sehingga karena kesulitannya itu, dia menjadi 'sebab' panjangnya antrian di belakangnya karena pergerakannya yang lambat.
Andai orang yang melihat kejadian itu bukan sebagai kejadian yang biasa, tapi kejadian yang bisa dia respons, maka pasti dia akan melakukan sesuatu untuk mengurai antrian itu, bisa dengan membantu orang yang sedang kesulitan itu, atau respons-respons lainnya.
Harapan di Show Kedua dari Great Muslim Agent ini sederhana, semoga kita bisa menjadi agent-agent muslim yang peka merespons kejadian yang ada sehingga Islam benar-benar dirasa sebagai Rahmat bagi semesta alam.
Sebelum kita bahas apa itu respons dan bagaimana mengubah respons, ada tangga kualitas kehidupan yang diadopsi dari tangga service miliknya Ron Kaufman.
Tangga kualitas kehidupan ini didasarkan pada 5 indikator: Spiritual, Intellectual, Social, Financial, dan Family.
β Basic
Tangga Kualitas Kehidupan terbawah adalah Basic (Dasar). Secara Spiritual dia tidak kenal siapa dirinya. Jangankan bertanya untuk apa Allah ciptakan dia di dunia, untuk memikirkannya pun tidak. Secara intelektual, dia tidak belajar. Secara sosial, dia tidak punya teman kecuali yang sejenis Basic juga. Secara finansial serba tidak cukup, tidak punya. Secara family, dia tidak diakui sebagai bagian dari keluarga.
β Expected
Tangga Kualitas Kehidupan selanjutnya adalah Expected (Seharusnya). Secara spiritual, dia kenal siapa dirinya (aku sadar), tahu kelebihannya, tahu kekurangannya, tahu keistimewaannya. Dia tahu untuk apa Allah ciptakan dia di dunia. Secara intelektual, dia mau belajar. Secara sosial, dia punya teman (dan itu memang seharusnya). Secara finansial, keuangannya cukup. Secara family, dia diakui dengan biasa saja, wajar.
β Desired
Tangga Kualitas Kehidupan selanjutnya adalah Desired (Diharapkan). Secara spiritual, dia melatih kelebihan dan keistimewaannya (Aku Terlatih). Secara intelektual, dia terus belajar (konsisten). Secara sosial, tidak hanya teman, dia juga punya sahabat. Secara finansial, pas butuh pas ada. Secara family, keluarganya amat bersyukur dengan kehadirannya.
β WOW Surprising
Tangga Kualitas Kehidupan selanjutnya adalah WOW Surprising (Mengejutkan). Secara spiritual, dia sudah selesai dengan ke-aku-annya, dia sudah mulai berpikir tentang Kita. Secara Intelektual, dia tidak hanya terus belajar tapi juga mulai berbagi, mulai mengajar. Secara sosial, tidak hanya miliki sahabat, dia juga berkomunitas. Secara finansial, di atas kebutuhan, datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Secara family, tidak hanya keluarga intinya saja yang mengakui, bahkan tetangga dan keluarga lain pun mengakuinya sebagai bagian dari mereka.
β Unbelievable
Tangga Kualitas Kehidupan selanjutnya adalah Unbelievable (Luar Biasa). Secara spiritual, dia tidak hanya berpikir tentang kita, tapi kita dan Allah. Allah ridho tidak dengan apa yang kita lakukan. Secara Intelektual, dia konsisten berbagi ilmu dan inspirasi. Secara sosial, dia menjadi bagian penting dari kehidupan seluruh manusia. Secara finansial, dia sudah tidak khawatir, kejutan yang hadir padanya tidak hanya sesekali, tapi terus menerus. Secara family, umat dunia mengakui dia sebagai bagian dari keluarganya.
Dari 5 level kehidupan itu, setiap manusia ingin ada di Dua Level tertinggi, yaitu WOW dan Unbelievable.
Tapi, ketika ditanya, bagaimana kita merespons kejadian yang ada? Jawabannya rata-rata justru kita merespons nya dengan Basic atau Expected.
Padahal, Kualitas Kehidupan yang tinggi, hanya bisa didapat dengan Kualitas Respons yang tinggi juga. Change Your Response - Change Your Class. Mereka yang kelas kehidupannya WOW adalah mereka yang merespons-nya juga dengan WOW. Mereka yang kelas kehidupannya Unbelievable adalah mereka yang kualitas respons-nya juga Unbelievable.
Lantas, apa itu respons?
Sederhana, respons adalah sesuatu yang kita tunjukkan karena terlebih dahulu muncul stimulus-stimulus (kejadian-kejadian).
Bagaimana agar respons kita senantiasa terlatih Luar Biasa?
Caranya adalah dengan Take an OFF. Ambil jeda sebelum memberikan respons, sehingga respons kita bukan respons yang reaktif. Yang sedang penat kerja, ambil cuti untuk OFF. Yang sedang gelisah, ambil waktu untuk OFF dari rutinitas.
Tujuan dari OFF adalah mengubah Ritual menjadi Spiritual. Menghadirkan kembali 'ruh', 'jiwa', dalam keseharian kita. Itu tujuan dari OFF.
Tapi ingat, OFF ini hanya dilakukan setelah bekerja keras. Prinsipnya adalah 'Tak ada kenikmatan kecuali setelah berlelah-lelah.'
Jangan sedikit-sedikit OFF, sedikit-sedikit OFF. Nanti kapan merespons-nya?
Bekerja keraslah.
Setelah lelah, ambil jeda, OFF, kemudian respons apapun yang ada dengan respons yang senantiasa terbaik.
Kelak, kualitas kehidupan kita juga akan terbaik.
Insya Allah.
---
Resume Materi Kang Harri Firmansyah
Di Great Muslim Agent Show #2
Kamis, 17 Desember 2015
Penulis: Asep Saeful Ulum