18/07/2017
Duka Selimuti Kita.
*DI ANTARA HIKMAH DI BALIK MUSIBAH*
Sebagian generasi salaf menuturkan:
ﻟَﻮْﻻَ ﻣَﺼَﺎﺋِﺐُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻮَﺭَﺩْﻧَﺎ ﺍْﻵﺧِﺮَﺓَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻔَﺎﻟِﻴْﺲِ
“Sekiranya tidak ada berbagai macam musibah di dunia,
niscaya di akhirat kita termasuk orang yang bangkrut."
[Tazkiyah an-Nufuus, Ahmad Farid]
Sungguh benar apa yang mereka sampaikan. Musibah itu, meski sekilas tampak
menyesakkan hati, namun di balik itu terdapat ribuan hikmah yang telah rapi menanti, apabila memang kita tulus dan sabar ketika menghadapi.
Sekiranya tidak ada musibah yang menimpa, bisa jadi seorang hamba datang ke akhirat dengan bergelimang dosa, tanpa ada pengampunan dari Allah ta’ala.
Sekiranya tidak ada musibah yang datang menyapa, bisa jadi seorang hamba akan begitu hina dan menderita di akhirat sana.
Di antara hikmah musibah, merupakan cara Allah subhanahu wa ta’ala untuk
menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya.
Berikut beberapa
hadis yang menjelaskan
tentang hal tersebut. Semoga
menjadi hiburan bagi setiap jiwa yang dirudung duka
karena musibah yang sedang menyapanya.
◆ HADIS PERTAMA:
Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda:
ﻣَﺎ ﻳُﺼِﻴْﺐُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢَ ﻣِﻦْ ﻧَﺼَﺐٍ ﻭَﻟَﺎ ﻭَﺻَﺐٍ ﻭَﻟَﺎ ﻫَﻢٍّ ﻭَﻟَﺎ ﺣُﺰْﻥٍ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﺫًﻯ ﻭَﻟَﺎ ﻏَﻢٍّ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﻟﺸَّﻮْﻛَﺔِ ﻳُﺸَﺎﻛُﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﻔَّﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎﻩُ .
“Tidaklah seorang muslim tertimpa rasa letih, penyakit,
kesedihan, gundah gulana, gangguan, sesuatu yang
menyesakkan hati, hingga duri yang menusuknya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya.”
(HR. al-Bukhari)
◆ HADIS KEDUA:
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﻳُﺼِﻴْﺒُﻪُ ﺃَﺫًﻯ ﻣِﻦْ ﻣَﺮَﺽٍ ﻓَﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻩُ، ﺇِﻻَّ ﺣَﻂَّ ﺍللهُ ﺑِﻪِ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺗِﻪِ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺤُﻂُّ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮَﺓُ ﻭَﺭَﻗَﻬَﺎ
"Tidaklah seorang muslim mendapatkan gangguan seperti suatu penyakit atau
selainnya, melainkan dengan
sebab itu Allah akan
menggugurkan dosa-dosanya,
seperti pohon yang menggugurkan dedaunannya".
(HR. al-Bukhari & Muslim)
◆ HADIS KETIGA:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻳُﺼِﻴْﺐُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦَ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﻟﺸَّﻮْﻛَﺔِ ﺗُﺼِﻴْﺒُﻪُ ﺇِﻻَّ ﻛَﺘَﺐَ ﺍللهُ ﻟَﻪُ
ﺑِﻬَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﺃَﻭْ ﺣُﻄَّﺖْ ﻋَﻨْﻪُ ﺧَﻄِﻴْﺌَﺔٌ ﺑِﻬَﺎ
"Tidaklah ada sesuatu yang
menimpa seorang mukmin, meskipun sekadar duri yang
menusuknya, melainkan Allah
akan tuliskan baginya satu kebaikan atau dihapuskan darinya satu kesalahan".
(HR. Muslim)
◆ HADIS KEEMPAT:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
ﺃَﺷَﺪُّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑَﻼَﺀً ﺍﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀُ، ﺛُﻢَّ ﺍﻷَﻣْﺜَﻞُ ﻓَﺎﻷَﻣْﺜَﻞُ، ﻳُﺒْﺘَﻠَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳْﻨِﻪِ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺩِﻳْﻨُﻪُ ﺻُﻠْﺒﺎً ﺍِﺷْﺘَﺪَّ
ﺑَﻼَﺅُﻩُ، ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺩِﻳْﻨِﻪِ ﺭِﻗَّﺔٌ ﺍﺑْﺘُﻠِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺴَﺐِ ﺩِﻳْﻨِﻪِ، ﻓَﻤَﺎ ﻳَﺒْﺮَﺡُ ﺍﻟْﺒَﻼَﺀُ ﺑِﺎﻟْﻌَﺒْﺪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘْﺮُﻛَﻪُ ﻳَﻤْﺸِﻲْ
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺧَﻄِﻴْﺌَﺔٌ
"Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi,
kemudian orang yang semisalnya lalu orang yang
semisalnya. Seseorang akan
diuji sesuai kadar agamanya. Bila agamanya kuat maka ujiannya semakin berat. Namun bila agamanya lemah
maka ia akan diuji sesuai dengan kadar agamanya
tersebut. Dan ujian itu akan terus menimpa hamba hingga membiarkannya berjalan di atas muka bumi tanpa memiliki dosa sedikitpun."
(Hadis hasan sahih riwayat at-Tirmidzi)
Maka itu, hendaknya seorang muslim - minimal- bersabar
atas musibah yang menimpanya, sehingga semoga di akhirat kelak ia termasuk orang yang banyak terhapus dosa-dosanya.
Semoga Allah ta'ala menghindarkan kita dari musibah. Jika memang harus
terjadi, semoga kita dimudahkan untuk senantiasa
bersabar dan tegar dalam menghadapi.
Aamiin..
Ig :