25/09/2026
[RUANG REFLEKSI]
Ada kalanya kehidupan sebagai mahasiswa terasa begitu penuh. Tugas, kuliah, masa depan, keluarga, dan berbagai hal lain bisa membuat hati terasa berat. Di tengah semua itu, sedih adalah sesuatu yang wajar untuk dirasakan. Kita tidak harus selalu terlihat kuat atau memendam semuanya sendirian.
Dari hasil sharing kali ini, kita diingatkan bahwa dalam iman Kristen, merasa sedih bukan berarti kita kurang beriman. Bahkan Yesus pun pernah merasakan kesedihan. Karena itu, ketika kesedihan datang, kita diajak untuk terlebih dahulu jujur terhadap apa yang sedang kita rasakan, kemudian membawanya kepada Tuhan melalui doa.
Salah satu hal yang membuat kita semakin larut dalam kesedihan adalah ketika kita terus memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak dapat kita kendalikan. Kita takut gagal, khawatir tentang masa depan, atau berharap semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Padahal, kita tidak harus menyelesaikan semuanya dalam satu hari.
Melalui Matius 11:28, kita mendapatkan sebuah undangan untuk datang kepada Tuhan ketika merasa letih dan berbeban berat. Bagi mahasiswa, ayat ini dapat menjadi pengingat bahwa ketika pikiran terasa penuh dan hati terasa berat, kita boleh berhenti sejenak, berdoa, dan menyerahkan apa yang sedang kita rasakan kepada Tuhan.
Namun, berserah bukan berarti berhenti melakukan sesuatu. Kita tetap dapat melakukan bagian kita: beristirahat dengan cukup, bercerita kepada orang yang dipercaya, dan menyelesaikan apa yang memang bisa dilakukan sedikit demi sedikit.
✨ Reminder:
Tidak apa-apa kalau hari ini kamu sedang tidak baik-baik saja. Sedihmu valid, tetapi sedih bukanlah akhir dari ceritamu. Beri dirimu waktu untuk bernapas dan beristirahat. Kamu tidak harus melewati semuanya sendirian.
Departemen Kerohanian HIMATIKA “REAL” x Forum Mahasiswa Kristen Kasih✝️
©️Departemen Kerohanian HIMATIKA “REAL” 2026