24/08/2026
[RUANG REFLEKSI]
Sedih sering kali membuat hati kita terasa berat. Terkadang kita terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi, mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi, atau sulit menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.
Sedih merupakan bagian dari perasaan manusia. Kita boleh merasa kecewa, lelah, dan menangis ketika menghadapi sesuatu yang berat. Namun, jangan sampai kita terlalu larut dalam kesedihan hingga lupa untuk kembali bangkit dan mendekat kepada Allah.
Melalui kisah Maryam AS dalam QS. Maryam ayat 24–26, kita dapat belajar bahwa dalam keadaan yang berat sekalipun, Allah tetap memberikan ketenangan dan pertolongan. Maryam AS berada dalam situasi yang tidak mudah, namun Allah menenangkan beliau dan memberikan apa yang dibutuhkan pada saat itu.
Hal ini menjadi pengingat bagi kita bahwa terkadang ketika sedang menghadapi masalah, kita tidak harus memiliki semua jawaban saat itu juga. Kita boleh berhenti sejenak, menenangkan diri, beristirahat, lalu kembali melangkah dengan hati yang lebih tenang.
Sebagai mahasiswa, mungkin kita pernah merasa tertekan karena tugas yang menumpuk, kecewa dengan hasil yang tidak sesuai harapan, lelah menghadapi berbagai kegiatan, atau merasa tertinggal dari orang lain. Tidak semua hal dapat kita kendalikan, tetapi kita masih bisa memilih bagaimana cara menghadapi dan menjalaninya.
Kesedihan tidak harus membuat kita berhenti. Dari setiap keadaan yang kita hadapi, selalu ada kesempatan untuk belajar, berusaha, dan semakin mendekat kepada Allah. Mungkin hari ini kita belum memahami hikmah dari apa yang terjadi, tetapi kita percaya bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya.
✨ Reminder:
Sedih itu boleh, guys. Kalau hari ini terasa berat, istirahat sebentar juga nggak apa-apa. Tapi jangan terlalu lama tenggelam dalam kesedihan. Pelan-pelan belajar menerima, tetap berusaha, berdoa, dan bertawakal.
Kita mungkin belum tahu alasan di balik semua yang terjadi sekarang, tetapi percayalah bahwa setiap ketetapan Allah selalu memiliki hikmah. 🤍
Departemen Kerohanian HIMATIKA “REAL” x FSI ULUL ALBAB FMIPA ULM
© Departemen Kerohanian HIMATIKA “REAL” 2026