IBTimes.ID

IBTimes.ID IBTimes.ID - Rujukan Muslim Modern Media Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia (laki-laki maupun perempuan) tanpa diskriminasi;

3.

Visi dan Misi Kami…
IBTimes.ID hadir karena prihatin atas dinamika konten di media Islam online yang tidak sehat seperti hoax, ujaran kebencian, dan wacana keislaman yang tidak mencerahkan. Kami berharap IBTimes.ID dapat menjadi jurnalisme baru yang menjadi media Islam alternatif dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Media Islam yang menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, kead

ilan, kemaslahatan, kemakmuran, dan keutamaan hidup bagi seluruh umat manusia;

2. Media Islam yang memperjuangkan misi antiperang, antiterorisme, antikekerasan, antipenindasan, antiketerbelakangan, dan anti terhadap segala bentuk kerusakan di muka bumi;

4. Media Islam yang menjujung budi pekerti yang luhur untuk memayungi kemajemukan agama, suku , ras, golongan, bahasa, dan budaya umat manusia.

08/05/2026

Nilai tukar Rupiah lagi jadi sorotan? Bank Indonesia menyiapkan 7 langkah strategis buat jaga stabilitas mata uang Rupiah.

Mulai dari intervensi pasar, menjaga aliran modal masuk, sampai memperketat pengawasan pembelian dolar oleh korporasi. Semua langkah ini dilakukan demi menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil meski kondisi global lagi menantang.

Simak detailnya di video ya!

29/04/2026

Kita sering mendengar istilah "Golden Age" sebagai masa pertumbuhan yang gemilang. Namun, sisi gelap yang jarang dibahas adalah betapa rapuhnya masa ini jika dikhianati oleh kekerasan. Kasus yang terjadi di Yogyakarta baru-baru ini bukan sekadar berita kriminal biasa, melainkan sebuah krisis pengasuhan yang harus kita hadapi bersama.

Kita perlu mendesak daycare yang bukan sekadar tempat penitipan, tapi lembaga pendidikan anak usia dini yang harus memiliki sertifikasi bagi pengasuhnya. Serta adanya pengawasan dari dinas terkait yang tidak hanya formalitas di atas kertas, tapi pemeriksaan lapangan yang ketat.

Anak-anak yang hari ini mengalami kekerasan adalah orang dewasa yang akan mengisi ruang publik kita dua dekade lagi. Jika kita membiarkan mereka tumbuh dalam trauma, kita sedang menanam bom waktu bagi kesehatan mental masyarakat di masa depan.

25/04/2026

Jangan anggap remeh candaan seksis di grup chat!

Seringkali, perilaku kekerasan seksual bermula dari hal-hal kecil yang dianggap wajar dalam lingkar pertemanan.

Tetap diam saat melihat normalisasi pelecehan sama saja dengan memvalidasi perilaku tersebut. Yuk, berani menegur atau keluar dari lingkungan yang tidak sehat! Apa pendapatmu tentang fenomena ini?

Tulis di kolom komentar ya!

14/04/2026

Pernikahan bukan tentang kepemilikan satu pihak atas pihak lain, melainkan perjalanan dua individu yang saling memuliakan. Seringkali, tradisi dan bahasa tanpa sadar menempatkan perempuan sebagai objek. Melalui konsep "Pernikahan Egaliter dan Bermartabat" yang diusung oleh Prof. Alimatul Qibtiyah, kita diajak untuk melihat kembali makna akad yang seimbang.

Dimulai dengan menghadirkan mempelai perempuan dan sosok Ibu di meja akad. Ini adalah simbol pengakuan bahwa perempuan adalah subjek aktif yang memiliki hak bicara dan keberadaan yang setara dalam kesepakatan suci ini.

Dilanjutkan dengan ucapan persetujuan (consent) untuk memastikan bahwa kedua belah pihak masuk ke dalam ikatan ini dengan kedaulatan penuh atas dirinya sendiri.

Kemudian adanya dekonstruksi narasi ‘Dibayar Tunai’ untuk menggeser logika "jual beli" dalam pernikahan. Ini mengubah cara pandang terhadap diksi dan simbolisme transaksi dengan menghapus struktur patriarki yang memposisikan istri sebagai barang “serah terima”.

Terakhir, alih-alih hanya satu pihak yang mencium tangan, gestur saling mencium tangan atau bersalaman secara egaliter menunjukkan bahwa kedua mempelai saling menghormati, saling rido, dan berkomitmen untuk saling mendukung tanpa ada yang merasa lebih tinggi atau rendah.

Jadi, ada yang mau ikutan konsep pernikahan setara seperti ini, Sob? Komen di bawah!

Selamat datang di masa depan energi dunia!Mendengar kata "Dubai", mungkin yang terlintas di kepala kita adalah gedung pe...
07/04/2026

Selamat datang di masa depan energi dunia!

Mendengar kata "Dubai", mungkin yang terlintas di kepala kita adalah gedung pencakar langit Burj Khalifa atau negara kaya raya penghasil minyak bumi. Tapi jangan salah, Dubai sekarang lagi ngebut banget transisi ke energi bersih!

Buktinya adalah Mohammed bin Rashid Al Maktoum Solar Park. Ini bukan sekadar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) biasa, tapi PLTS single-site (satu lokasi) terbesar di dunia! Dengan total investasi mencapai sekitar AED 50 miliar (ratusan triliun Rupiah), targetnya di tahun 2030 PLTS ini bakal ngasih tenaga listrik buat jutaan rumah tanpa setetes pun bahan bakar fosil.

Paling epik, di tengah lautan panel suryanya, ada menara Concentrated Solar Power (CSP) setinggi 262 meter yang fungsinya ngumpulin panas matahari buat jadi listrik. Keren banget, kan?

Indonesia sebenarnya juga punya potensi sinar matahari yang melimpah banget sepanjang tahun. Menurut kalian, di provinsi mana nih lokasi yang paling cocok buat dibangun mega-proyek PLTS kayak gini?

Selama ini kalau bikin contoh soal atau cerita pasti pakenya nama Budi. Padahal, menurut data kependudukan resmi dari Du...
07/04/2026

Selama ini kalau bikin contoh soal atau cerita pasti pakenya nama Budi. Padahal, menurut data kependudukan resmi dari Dukcapil, nama Budi tuh nggak ada apa-apanya dibanding penguasa asli di tiap pulau!

Di Jawa ada Sutrisno sama Sulastri. Di Sumatra dan Sulawesi ada Junaidi, Sudirman, dan tentu saja sang primadona kita semua: Nurhayati.

Hayo ngaku, di kontak HP lo pasti minimal ada satu orang yang namanya Sutrisno atau Nurhayati, kan? Coba tag orangnya di bawah!

Hari-hari ini, dunia menyaksikan ironi pahit di Timur Tengah. Ketika rudal Israel dan jet tempur AS menghantam fasilitas...
04/04/2026

Hari-hari ini, dunia menyaksikan ironi pahit di Timur Tengah. Ketika rudal Israel dan jet tempur AS menghantam fasilitas militer Iran, tak ada satu pun negara Muslim yang bergerak membantu. Bahkan, mitra strategis seperti Rusia dan China memilih bungkam.

Pertanyaannya bukanlah "Mengapa dunia diam?", melainkan "Apa yang salah dengan strategi Iran?"

Dalam analisis tajam yang ditulis oleh pengamat politik Luthfi Assyaukani, kesendirian Iran saat ini adalah buah dari kesalahan strategis yang mereka tanam sejak Revolusi 1979. Dengan doktrin forward defense, Iran sibuk "mengekspor" revolusinya melalui jaringan proksi di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Irak.

Sayangnya, Iran abai bahwa tameng pertahanan mereka adalah ancaman nyata bagi negara-negara tetangganya (seperti Arab Saudi, UEA, dan Jordania). Sikap meremehkan ini memicu lahirnya Strategic Loneliness (kesendirian strategis). Iran berhasil membangun kekuatan militer, tapi gagal membangun kepercayaan dan legitimasi regional.

Lalu, bagaimana dengan janji solidaritas dari Rusia dan China? Realisme politik menjawabnya: Kepentingan nasional selalu mengalahkan retorika. Rusia terlalu sibuk di Ukraina, dan China tak akan menukar stabilitas ekonomi Teluk demi Teheran.

Pada akhirnya, Iran berperang sendirian karena selama 40 tahun terakhir, mereka tidak membangun kepemimpinan dunia Islam, melainkan membangun tembok isolasinya sendiri.

Silakan geser slide untuk membaca ulasan geopolitik selengkapnya.

Ada imbauan ke siswa buat naik sepeda nih. Selain hemat BBM, ternyata aktivitas ini juga banyak manfaat lain. Sering mer...
03/04/2026

Ada imbauan ke siswa buat naik sepeda nih. Selain hemat BBM, ternyata aktivitas ini juga banyak manfaat lain. Sering merasa cemas, mood berantakan, atau overthinking tiap malam? Jangan dibiarkan menumpuk! Salah satu "obat" alami yang disarankan adalah aktivitas fisik, dan bersepeda adalah pilihan yang super asyik!

Mengayuh sepeda bukan cuma bikin otot kaki kuat dan kolesterol turun, tapi juga memicu pelepasan hormon endorfin (hormon kebahagiaan) yang bikin perasaan kita jadi jauh lebih baik.

Fakta paling kerennya? Bersepeda rutin bisa memicu Neurogenesis, yaitu otak bakal memproduksi sel-sel saraf baru di area hippocampus untuk memperbaiki ketidakseimbangan kimiawi penyebab depresi! Wah, sekeren itu ternyata!

Biar mental dan fisik tetap on fire, coba sempatkan gowes setidaknya 30 menit sehari selama 5 hari dalam seminggu. Jangan lupa pakai helm, patuhi rambu lalu lintas, dan cari rute yang asri biar makin healing.

Geser slide untuk tahu rahasia di balik manfaat bersepeda buat kesehatan mentalmu!

Pada awal Januari 2021 lalu, Lifepal mengeluarkan data mengenai dana darurat di kalangan masyarakat Indonesia. Hasilnya,...
02/04/2026

Pada awal Januari 2021 lalu, Lifepal mengeluarkan data mengenai dana darurat di kalangan masyarakat Indonesia. Hasilnya, ada 90,7% masyarakat yang tidak memiliki dana darurat berdasarkan standar minimum dan hanya 9,3% yang memiliki dana darurat dengan jumlah ideal. Survei tersebut dilakukan kepada 500 partisipan.

Padahal, dana darurat dalam perencanaan keuangan merupakan basic liquidity ratio atau rasio likuiditas yang berfungsi sebagai dana antisipasi di masa mendatang.

Pada umumnya, ada tiga faktor yang membuat seseorang tidak bisa memiliki dana darurat, yaitu:

Punya kewajiban membayar cicilan utang yang melebihi batas ideal
Pengeluaran bulanan yang besar (baik untuk kebutuhan pokok ataupun gaya hidup)
Kurang memahami pentingnya dana darurat

Duka mendalam menyelimuti Tanah Air. Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI)—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Se...
01/04/2026

Duka mendalam menyelimuti Tanah Air. Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI)—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Romadhon—dilaporkan gugur saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon Selatan. Rentetan insiden ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam di tengah eskalasi konflik yang memanas antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.

Gugurnya para prajurit ini membuka diskursus kritis di ranah strategis dan kebijakan luar negeri. Dengan status mandat UNIFIL yang terbatas dan cenderung defensif, 755 personel Indonesia kini berada dalam zona penyangga yang beralih menjadi arena pertempuran terbuka berisiko tinggi.

Merespons situasi ini, parlemen melalui Komisi I DPR RI mendesak adanya evaluasi keamanan komprehensif serta investigasi internasional yang transparan. Pertanyaan mendasar mulai mencuat: Apakah keberadaan pasukan kita saat ini masih efektif menjaga perdamaian, atau justru rentan menjadi target salah sasaran?

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri merespons tegas dengan mengutuk serangan tersebut dan mendesak Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB. Namun, wacana penarikan pasukan ( withdrawal) tetap memerlukan pertimbangan matang. Sebagai bagian dari operasi multilateral, keputusan ini tidak dapat diambil secara sepihak dan harus menyeimbangkan antara prioritas keselamatan nyawa prajurit dengan komitmen jangka panjang politik bebas-aktif Indonesia di kancah global.

Silakan geser slide di atas untuk membaca analisis lengkap mengenai dinamika eskalasi militer dan diplomasi terkait misi UNIFIL.

Pernah dengar stigma kalau anak muda zaman sekarang makin jauh dan apatis sama organisasi keagamaan? Eits, tunggu dulu.S...
31/03/2026

Pernah dengar stigma kalau anak muda zaman sekarang makin jauh dan apatis sama organisasi keagamaan? Eits, tunggu dulu.

Survei nasional terbaru dari Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UAD justru menemukan fakta sosiologis yang sangat menarik. Ternyata, 69,8% Gen Z merasa bahwa diri mereka adalah bagian dari Muhammadiyah secara kultural, meskipun mereka sama sekali tidak punya ikatan formal atau Kartu Tanda Anggota (KTAM)!

Kok bisa? 🤔

Inilah yang disebut sebagai pergeseran dari "Member" menjadi "Subscriber". Generasi digital yang hidupnya serba cepat dan praktis cenderung menghindari birokrasi organisasi yang kaku. Mereka nggak butuh kartu anggota untuk membuktikan afiliasi. Bagi mereka, menjadi "subscriber ideologi" jauh lebih masuk akal.

Selama value yang ditawarkan Muhammadiyah itu rasional, progresif, dan relatable dengan gaya hidup mereka, anak muda akan otomatis mendukung lewat pemikiran, sikap, dan lifestyle.

Address

Gang Turonggo II Dusun Jaranan No. 49 RT. 10 RW. 41, Kel. Banguntapan, Kec. Banguntapan
Bantul
55198

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IBTimes.ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to IBTimes.ID:

Share