14/09/2016
PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU PLUS ALA STAI AL GAZALI BARRU
(OPQ+BINA AKRAB+BAKSOS)
Di tengah sorotan tentang cara-cara penerimaan mahasiswa baru yang cenderung dinilai negatif karena kerap disertai kekerasan dan kontak fisik. Mencermati kondisi ini STAI Al Gazali Barru mencoba sebuah cara baru yang lebih positif dan jauh dari kekerasan serta kesan perpeloncoan.
Seperti halnya penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 ini, selain mahasiswa tetap melalui tahap Orientasi Pencerahan Qalbu (OPQ) yang selama ini memang sudah menjadi tradisi kampus STAI Al Gazali Barru yang dilaksanakan di kampus dengan materi dan kegiatan yang dominan bersifat pengisian rohani. Para mahasiswa baru juga selanjutnya dibawa ke luar kampus di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan kerja-kerja nyata yang berlabel "Bakti Sosial Keagamaan" yang selama ini juga sudah menjadi kegiatan rutin Pengurus Senat Mahasiswa STAI Al Gazali Barru, minimal satu kali salam satu semester.
Dengan kata lain bahwa mahasiswa baru STAI Al Gazali Barru, sejak dini sudah dikondisikan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan positif dan bersifat peduli kepada lingkungan dan sesama manusia. Sekaligus juga dijadikan sebagai wahanademi terciptanya kondisi keakraban dan kebersamaan antara mahasiwa baru dengan senior-seniornya, terutama dengan panitia pelaksana dan pengurus senat mahasiswa. Jadi dengan demikian tidak perlu lagi ada semacam acara bina akrab konvensional seperti selama ini yang identik dengan mendatangi tempat-tempat rekreasi, kemudian ada acara-acara "seret" panitia dan pengurus senat.
Melalui kegiatan bakti sosal ini, para mahasiswa baru yang didampingi oleh pengurus senat, diarahkan melaksanakan kegiatan pada sebuah tempat tertentu (terutama pada tempat-tempat agak terpencil dan kurang pembinaan dari segi pengembangan syiar agama Islam). Kegiatan utamanya terdiri dari unsur fisik dan non fisik dalam jangka waktu 3 hari.
Untuk kegiatan fisik, lebih difokuskan pada pembenahan ringan/sedang rumah ibadah (masjid) yang meliputi pengecatan, pembuatan papan nama, melengkapi papan administrasi masjid, memperbaiki instalasi listrik dan melakukan pembersihan area sekitar masjid. Sedangkan non fisik meliputi pembinaa Baca Tulis Alquran (BTA) kepada anak-anak usia dini, bimbingan dasar-dasar ibadah kepada masyarakat dan pelatihan qasidah bagi ibu-ibu majelis taklim dan remaja putri.
Tahun ini ada dua kegiatan yang merupakan terobosan baru dari segi non fisik yaitu mendatangkan penceramah khusus untuk melakukan pengajian yang dihadiri oleh mahasiswa dan masyarakat di kampung itu. Kemudian yang baru juga yaitu melakukan kerjasama dengan unsur terkait yang untuk baru-baru ini adalah menghadirkan pihak kepolisian dalam rangka sosialisasi Kantibmas dan Penyuluhan tentang Narkoba.
Dan yang patut dibanggakan disini adalah apresiasi dan support yang tinggi dari pihak kepolisian karena menurut pihak kepolisian bahwa di tengah sorotan mahasiswa yang identik dengan demo dan tindakan anarkis, ternyata masih ada mahasiswa yang lebih berpikir positif, salah satunya mahasiswa STAI Al Gazali Barru.
Baru-baru ini, lokasi atau tempat yang menjadi pilihan untuk melaksanakan Baksos adalah kampung Worongnge (bukan dusun). Sebuah kampung yang letaknya agak jauh dari akses jalan raya yang secara administratif masuk dalam wilayah Desa Lompo Tengah, tetapi wilayahnya berada di sebelah Selatan dusun Pasar Baru (Desa Kading), jadi sekilas kampung Worongnge ini kelihatan berada di wilayah Desa Kading.