BMI Community Baubau

BMI Community Baubau Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from BMI Community Baubau, Baubau.

/Rektor Asing, Radicalism Advertising?/Oleh: Zainab GhazaliMenristekdikti ingin rekrut rektor asing? Berita ini sebenarn...
04/08/2019

/Rektor Asing, Radicalism Advertising?/
Oleh: Zainab Ghazali
Menristekdikti ingin rekrut rektor asing? Berita ini sebenarnya sudah tidak asing di telinga. Tak hanya wacana pemilihan rektor yang langsung dilakukan oleh presiden, impor rektor juga digadang-gadang menjadi salah satu lajur utama pengelolaan pendidikan tinggi. Menristekdikti M. Nasir sendiri juga sudah terus terang, bahwa pihaknya sejak 2016 berniat merekrut profesor asing menjadi pemimpin PTN. Namun, saat itu, kebijakan tersebut tak dapat diimplementasikan setelah mendapat penentangan dari para akademisi dalam negeri.

Tak usah heran, apalagi kaget. Hal ini sudah sejalan dengan arus World Class University (WCU) yang tak lain adalah produk Knowledge Based Economy (KBE). Program ini sejak satu windu terakhir sudah santer ditargetkan sebagai roket pelejit reputasi kampus. Terlebih, sekarang sudah diputuskan, bahwa pada 2020, Kemenristekdikti menargetkan minimal ada 2 PTN berbadan hukum (PTNBH) yang akan dipimpin rektor asing terutama profesor dari Amerika Serikat.

Nasir menjelaskan, kebijakan mengundang akademisi asing untuk menjadi rektor kembali mencuat setelah Presiden Joko Widodo menanyakan kelanjutan dari program tersebut. Dan berdasarkan data Nasir, jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.700 buah, namun yang masuk daya saing dunia hanya tiga. Menurutnya, saat awal kali dirinya menjadi menteri, hanya ada dua PTN yang masuk kelas dunia, itu pun peringkatnya sekitar 400.

Nasir juga mengklaim, banyak negara di Asia yang sudah menerapkan kebijakan perekrutan rektor asing. Hasilnya dianggap sangat memuaskan, karena mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi di negara tersebut di tingkat dunia. Singapura, Taiwan, China, bahkan Arab Saudi, perguruan tingginya dianggap maju karena rektornya dari Amerika dan dosennya 40 persen dari Amerika dan Eropa.

Terminologi โ€œrektor asingโ€ saat ini kadung memanas di tengah masyarakat. Pasalnya, ini dibarengi kabar bahwa kebijakan tersebut demi menangkal paham radikal yang diduga tumbuh dari kampus. Namun kita tidak boleh lupa, ketika rektor asing diharapkan menangkal paham radikal, mereka juga akan membawa ide transnasional liberalisme dan sekularisme. Kedua ide ini sejatinya akan menghancurkan insan perguruan tinggi. Padahal mereka tadinya adalah para intelektual yang kreatif dan inovatif, modal besar dalam membangun negara mandiri. Namun ketika liberalisme dan sekularisme yang diadopsi, alih-alih maju; yang ada, lagi-lagi negara kita semakin mundur dan terjajah. Karena itu, kedua ide inilah yang justru harus diwaspadai.

Di samping itu, kian hari negeri ini kian tersuasanakan oleh iklim Islamophobia di kampus. Islamophobia tersebut tak lain dalam rangka menyasar keberadaan ide Islam sebagai ideologi. Ini terbukti, di antaranya ketika BNPT pernah merilis 7 dan 10 PTN favorit yang terindikasi radikal.
Memang, istilah-istilah semacam Islam radikal, Islam nusantara, Islam moderat, bahkan Islam liberal; sesungguhnya adalah ciptaan Barat sebagai bagian pengkotak-kotakkan masyarakat Islam dalam rangka mendistorsi Islam yang sejati.

Proyek rektor asing ini menjadi salah satu celah memformat perguruan tinggi, selain agar berkelas dunia, juga dapat diperas intelektualitas civitasnya demi publikasi ilmiah terindeks jurnal internasional, seperti indeks Scopus. Karena sistem pendidikan berpotensi menghasilkan โ€œpas**an besarโ€ generasi, baik generasi terdidik maupun pendidik yang sesuai arahan penegak kebijakan ala kapitalisme-sekular.

Sampai poin ini, akankah rektor asing tersebut bekerja dan bertanggung jawab menyambung lidah rakyat sebagaimana visi dan misi Tri Dharma perguruan tinggi? Atau ia justru ditanam sebagai dalang pengarus liberalisasi, sekularisasi, dan bahkan amerikanisasi intelektual kampus? Sudah sepantasnya kita waspada, rektor asing akan semakin memuluskan pembungkaman dunia kampus yang sejak dulu telah lekat sebagai pabrik lahirnya para intelektual agen perubahan.

Bismillah Belum lama ini, generasi di negeri ini dimabukkan dengan romantisme film Dilan dan Milea. Kini, film Dua Garis...
26/07/2019

Bismillah

Belum lama ini, generasi di negeri ini dimabukkan dengan romantisme film Dilan dan Milea. Kini, film Dua Garis Biru kembali di rilis dan sontak membuat para kawula muda begitu antusias. Terlebih, konon kabarnya, ada edukasi didalamnya. Menggambarkan gaya pacaran anak zaman now hingga akhirnya berujung hamil diluar nikah.

Pertanyaannya kemudian, apakah film dua garis biru ini benar-benar bisa mengedukasi generasi? Ataukah film ini dirilis untuk mengaruskan liberalisasi s*x berdalih edukasi? Hingga membuat generasi kian bablas dalam berekspresi.

Kita sebagai millenials harusnya update terkait ini d**g.

Temukan jawabannya dalam Kajian Taman Surga Edisi #16
Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

"Dua garis biru,
LIBERALISME S*X BERDALIH EDUKASI"

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Ahad, 28 Juli 2019
โฐ 16.00 - 17.45 WITA.
๐Ÿ• Kota Mara, Taman Green City, Baubau.

Bersama :

๐Ÿง• Kak Satria
(Aktivis BMI Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 085342205350 (Kak Windi)








Bismillah....Gaul bebas makin kesini makin menuai polemik dan masih menjadi persoalan paling rumit khususnya bagi millen...
18/07/2019

Bismillah....

Gaul bebas makin kesini makin menuai polemik dan masih menjadi persoalan paling rumit khususnya bagi millenials. Tentu kita ketahui bersama bahwa diantara segudang permasalahan negeri, kebanyakan pelakunya adalah millenials.

Pacaran, aborsi, prostitusi, perzinaan, dan lain lain tentu bukan hal baru lagi jika mayoritas pelakunya adalah generasi muda.

Olehnya itu, sudah saatnya kita sebagai generasi muda mengatakan Say NO to Gaul Bebas.

Lantas, kenapa sih bisa marak gaul bebas dikalangan generasi muda termasuk mahasiswa? Dan bagaimana caranya agar negeri ini, terkhusus para pemudanya steril dari gaul bebas?
Yuk, temukan jawabannya dalam Kajian Islam Masa kini (KALAMI). Edisi #14

Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

" SAY NO to Gaul Bebas "

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Jum'at, 19 Juli 2019
โฐ 08.30 - 10.30 WITA.
๐Ÿ•Œ Teras Mesjid La Ode Manarfa,
Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.

Bersama :

๐Ÿง• Kak Nuriba
(Aktivis BMI Community Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 082191370663 (Kak Fitri)









MEMBANGUN RUMAH DI SURGASiapa pun yang ingin memiliki rumah di surga, maka camkanlah nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thali...
17/07/2019

MEMBANGUN RUMAH DI SURGA

Siapa pun yang ingin memiliki rumah di surga, maka camkanlah nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra berikut:
๏ปป ๏บฉ๏บ๏บญ ๏ปŸ๏ป ๏ปค๏บฎ๏บ€ ๏บ‘๏ปŒ๏บช ๏บ๏ปŸ๏ปค๏ปฎ๏บ• ๏ปณ๏บด๏ปœ๏ปจ๏ปฌ๏บŽ # ุงู„ุง ุงู„ุชูŠ ูƒุงู† ู‚ุจู„ ุงู„ู…ูˆุช ูŠุจู†ูŠู‡ุง
ูุงู† ุจู†ุงู‡ุง ุจุฎูŠุฑ ุทุงุจ ู…ุณูƒู†ู‡ุง # ูˆุงู† ุจู†ุงู‡ุง ุจุดุฑ ูู‚ุฏ ุฎุงุจ ุจุงู†ูŠู‡ุง
Tak ada rumah yang akan ditempati oleh manusia setelah kematiannya # kecuali rumah yang telah dibangun sebelum kematiannya
Jika ia membangunnya dengan kebaikan, maka baguslah tempat tinggalnya akan bagus # Dan jika ia membangunnya dengan keburukam, maka pasti celakalah orang yang membangunnya

Maka, siapa pun yang mendapatkan rumah di surga-Nya, sekaranglah waktunya. Teruslah berjuang menolong agama-Nya hingga Allah Swt memanggil kita.

Jangan sampai menjadi orang yang merugi. Orang yang paling merugi adalah orang yang yang tidak memiliki satu petak rumah di surga, padahal surga itu luasnya seluas langit dan bumi. Betapa meruginya... Ust.Rokhmat S.Labib

Bismillah.. Sahabat millenials, kita tentu telah mengetahui bersama bahwa mahasiswa itu identik dengan sosok agen of cha...
15/07/2019

Bismillah..

Sahabat millenials, kita tentu telah mengetahui bersama bahwa mahasiswa itu identik dengan sosok agen of change. Ditangan merekalah pelopor perubahan itu ada. Mahasiwa yang berstatus pemuda itu mempunyai posisi penting dalam perubahan, yaitu sebagai bagian integral dari keberhasilan masa depan umat dan status Dien Islam.

Sayangnya, mahasiswa di zaman ini sebagian besarnya masih apatis dan hanya sibuk dengan 3 K ( kampus, kos, kampung ). Atau ada juga mahasiswa yang kritis, namun tidak menggunakan Islam sebagai standar pemikirannya dan tidak mewarkan Islam sebagai solusinya.

Lantas, seperti apakah mahasiswa pelopor perhbahan itu sesungguhnya?

Yuk temukan jawabannya dalam Kajian Islam Masa kini (KALAMI). Edisi #8

Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

" Menjadi Mahasiswa Pelopor Perubahan Hakiki"

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Rabu, 17 Juli 2019
โฐ 10.00 - 11.30 WITA.
๐Ÿ•Œ Musholah UMB,
Universitas Muhammadiyah Buton.

Bersama :

๐Ÿง• Inang Asriani, S.ST
(Aktivis BMI Community Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 082154390936 (Kak Satria)









/KADANG HARUS MEMEJAMKAN MATA/Oleh: Ust Yuana Ryan TesnaKelezatan dunia ini sangat sedikit dan sangat singkat. Tapi bany...
14/07/2019

/KADANG HARUS MEMEJAMKAN MATA/

Oleh: Ust Yuana Ryan Tesna
Kelezatan dunia ini sangat sedikit dan sangat singkat. Tapi banyak orang tergoda untuk mengejarnya karena ia tampak di depan mata. Sedangkan kelezatan akhirat nanti sangat besar dan abadi. Tapi banyak orang melupakannya karena ia tersembunyi dan tidak tampak.
Khalid bin Ma'dan ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ mengatakan:
ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู†ู ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูŠูุจู’ุตูุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ูˆูŽุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู†ู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูŠูุจู’ุตูุฑู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุนูŽุจู’ุฏู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ููŽุชูŽุญูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ููŽุฃูŽุจู’ุตูŽุฑูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจูุŒ ููŽุฃูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจูŽ ุจูุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูููŠู‡ู.
"Tidaklah dari seorang hamba kecuali padanya memiliki dua mata di wajahnya untuk melihat dunia, dan dua mata di hatinya untuk melihat akhirat.
Apabila Allah ๏ทป menghendaki kebaikan bagi seseorang, Dia akan membuka kedua mata hatinya untuk melihat janji-Nya yang tersembunyi.
Jika tidak, Dia akan membiarkannya begitu saja."
Lalu beliau membaca ayat:
ุฃูŽู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจู ุฃูŽู‚ู’ููŽุงู„ูู‡ูŽุง [ู…ุญู…ุฏ: ูขูค]
"Apakah pada hati mereka ada tutupnya?" (QS. Muhammad: 24)
Sumber: I'tilalul Qulub, karya Imam Al-Kharaithi, 1/30.
Masa depan umat Islam itu jelas, janji-jani-Nya terang yang harus diyakini, dan kabar gembira Nabi-Nya menginspirasi yang harus dibenarkan. Maka beramal-lah dengan amal terbaik. Dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam. Karena pandangan kita jauh ke depan, menembus hal-hal ghaib, dan menjangkau negeri akhirat. Untuk perkara dunia, kadang kita harus memejamkan mata.
YRT

/5 Hal yang Bisa Membuat Anda Keluar dari Jamaah/Oleh: Ust. Iwan JanuarBerdakwah membutuhkan jamaah. Allah SWT pun amat ...
09/07/2019

/5 Hal yang Bisa Membuat Anda Keluar dari Jamaah/

Oleh: Ust. Iwan Januar

Berdakwah membutuhkan jamaah. Allah SWT pun amat cinta pada mereka yang berjuang bersama layaknya bangunan yang tersusun rapih. Dengan berjamaah p**a kita bisa terlindungi dari lingkup pergaulan yang dapat merusak perasaan serta pemikiran. Sendirian dalam dakwah sungguh amal yang berat. Saat kaki keliru melangkah nyaris tak ada yang membelokkan kita ke jalan yang lurus. Syetan amat mudah menjerat orang yang terpisah dari jamaah.

Nabi SAW bersabda:
ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ุงู„ุฐู‘ูุฆู’ุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุตููŠูŽุฉูŽ
Wajib atas kalian berjamaah, karena serigala memakan (hewan gembala) yang terpisah. (HR. Ahmad).

Tapi berjamaah memang membutuhkan spirit ukhuwah yang kuat. Kita harus bisa menumbuhkan sikap saling pengertian, pandai membawa diri dan menahan diri. Bila tidak, maka kebersamaan kita dalam jamaah hanya tinggal menunggu hari saja.
Tulisan berikut sebagai bahan muhasabah diri, karena seringkali terjadi orang memutuskan keluar dari dakwah berjamaah bukan karena kesalahan pemikiran dan metode perjuangan yang diemban kawan-kawan seperjuangan, melainkan karena sikap diri yang keliru saat hidup dalam amal jamaโ€™iy.

Ironinya, sebagian orang yang keluar itu ada yang malah tidak melakukan dakwah sama sekali, melainkan jika sempat saja. Bukan sebagai poros kehidupan. Ada juga yang demikian futur hingga akhirnya jatuh dalam kemungkaran, melalaikan kewajiban syariat dan melanggar batas-batasnya.

Sekurangnya ada lima perkara yang umumnya dilakukan seseorang hingga akhirnya ia merasa jengah hidup berjamaah, lalu meninggalkan kawan-kawan seperjuangannya.

1. Hilang Sikap Pemaaf.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada manusia tanpa kesalahan dan kekhilafan. Kawan-kawan Anda di dalam jamaah bukan malaikat. Mereka bisa salah, tapi juga bisa begitu baik pada Anda. Dengan terus menerus komplain kekeliruan, kesalahan atau keburukan seorang atau beberapa orang kawan Anda dalam jamaah, tidak akan membuat suasana jamaah โ€“ dan yang paling penting suasana hati Anda โ€“ akan menjadi lebih baik.

Kewajiban akhi/uhkti saat melihat perilaku atau perkataan negatif dari beberapa orang dalam jamaah adalah beramar maruf nahi mungkar. Ingatkan, ingatkan dan ingatkan secara personal, lalu setelah itu serahkanlah urusan itu kepada Allah. Bila apa yang mereka kerjakan kemaksiatan seperti makan riba, mendekati zina, dsb. Andai mereka bergeming setelah diberikan peringatan, maka laporkan kepada pihak yang berwenang. Jangan terus menerus mengkomplain tanpa mengambil solusi tepat.

Tapi percayalah, akan selalu ada dalam jamaah itu rekan yang tetap baik โ€” mungkin jumlahnya lebih banyak โ€“, yang dengan melihat kebaikannya akan membuat akhi/ukhti kembali rindu untuk bisa hidup berjamaah.

2. Tak Mau Mengalah.
Jamaah bukanlah arena kompetisi, tapi justru tempat mengasah keikhlasan. Termasuk ikhlas dalam menerima pendapat kawan kita. Apalagi bila keputusan sudah diambil oleh jamaah, maka harus diterima dengan penuh kesadaran.

Tentu, sulit membuat keputusan yang tepat 100 persen dan memuaskan semua pihak, termasuk mungkin tidak memuaskan akhi/ukhti. Tapi percayalah, itu biasa terjadi dalam dinamika sebuah kelompok, termasuk dalam berumah tangga. Adakalanya akhi sebagai suami harus bisa mengalah pada keinginan istri, demikian p**a sebaliknya. Nanti ketika kita terjun di dunia pekerjaan atau bisnis, juga adakalanya kita harus mengalah pada keputusan perusahaan, rekan bisnis, atau konsumen.

Kalau kita bisa mengalah pada pasangan dalam rumah tangga, patuh pada aturan perusahaan, sepakat pada keinginan mitra bisnis, kenapa tidak berusaha ikhlas menerima keputusan jamaah? Apalagi bila tak ada cacat menurut syariat Islam. Tidak masuk akal bila kita bisa mengalah untuk sepakat dengan orang lain, tapi tidak dengan rekan-rekan dalam jamaah.

3. Sibuk Sendiri.
Cinta akan semakin dalam bisa karena kebersamaan. Jarang berjumpa, cinta akan cepat terlupa. Itu sebabnya orang sulit menjalin pola hubungan LDR _(Long Distance Relationship)._ Sama halnya dengan hidup berjamaah. Manakala akhi/ukhti sudah sibuk sendiri, jarang menghadiri liqoโ€™-liqoโ€™, atau acara-acara jamaah seperti masiroh, tabligh akbar, dsb. Lama-lama kita akan mati rasa terhadap jamaah.

Luangkanlah waktu untuk hadiri acara liqoโ€™, tabligh, aksi masiroh, dsb. Insya Allah gelora kebersamaan dan perjuangan akan semakin kuat. Jangan sampai kesibukan duniawi merampas hidayah yang Allah sudah karuniakan kepada kita.

4. Mencari kawan โ€˜senasibโ€™.
Biasanya, ketika orang sudah mulai merasa tidak betah dengan jamaah, ada saja yang kemudian โ€˜kasak-kusukโ€™ untuk mencari kawan senasib. Sama-sama komplain dan kecewa terhadap jamaah. Tahukah akhi/ukhti, biasanya kawan seperti itu selalu ADA! Entah di jamaah dakwah, organisasi atau perusahaan, akan selalu ada orang merasa senasib dikecewakan oleh manajemen atau rekan kerja, atau rekan dakwah.

Kasak-kusuk berjamaah seperti ini โ€” lalu menjadi sebuah grup โ€“ akan membuat akhi/ukhi makin tidak betah berlama-lama di jamaah. Akumulasi kekecewaan akhirnya membesar dan melahirkan sikap apatis lalu keluar dari jamaah. Minusnya grup semacam ini adalah membuat kita menjadi โ€˜butaโ€™ bahwa sebenarnya masih banyak kebaikan-kebaikan dalam jamaah ini.

Hentikan grup semacam ini. Ingatlah kewajiban dan kemuliaan dakwah. Ingat p**a, Allah adalah tujuan kita berdakwah. RidloNya yang kita cari, bukan ridlo rekan dakwah, ridlo atasan, apalagi ridlo Rhoma!

5. โ€˜Hidup sendiri itu enakโ€™.
Orang yang sudah merasa teralienasi dalam kelompok biasanya akan berpikir demikian. Ia menimbang-nimbang untung rugi untuk segera memutuskan hubungan dari jamaah. Ketika ia merasa jamaah sudah tak memuaskan lagi, sering membuat kecewa, ia pun sudah mulai sibuk dengan dunianya sendiri, maka ia akan mantap untuk menuju pintu keluar.

Hal yang tidak diketahui oleh mereka yang berpikir untuk keluar adalah tidak mudah mempertahankan sikap istiqomah pada syariat dan dakwah jika berjuang sendirian. Mungkin ada sedikit orang yang kemudian masih eksis bergerak di jalan dakwah secara sendirian, tapi sebagian besar futur. Rontok digerus roda kehidupan kapitalisme yang kejam. Masih mempertahankan keislaman secara individu saja sudah alhamdulillah, tidak sedikit malah yang seperti hilang โ€˜bekas-bekasโ€™ pembinaan keislamannya. Anda akan pangling saat bertemu mereka, seolah belum pernah tersentuh dakwah Islam. Ada yang bekerja di sektor haram seperti perbankan, bursa saham, _fitness centre_ yang berisi _ikhtilat_ pria-wanita dalam busana minim. Ada juga yang menikah dengan wanita fasik yang tidak malu mengumbar aurat ke hadapan lelaki asing mana saja.

Tidak gampang mempertahankan kepribadian Islam saat hidup sendiri, apalagi keluar dari kehidupan berjamaah dengan perasaan dendam. Celakanya dendam itu ditumpahkan bukan saja kepada rekan-rekan jamaah yang telah melukai perasaannya, tapi justru kepada diri sendiri dan kepada Islam!

Ikhwan fillah,
Memang tidak mudah menata diri dalam jamaah. Perlu ketrampilan jiwa untuk menerima kehadiran orang lain dalam hidup kita. Bersabar, saling berprasangka baik dan saling menghormati adalah beberapa _skill_ yang harus kita siapkan dalam kehidupan berjamaah. Janganlah menjadi insan yang gampang patah harapan terhadap jamaah, tapi juga janganlah menjadi sosok yang s**a mematahkan harapan orang lain.

Bagaimanapun juga, hidup berjamaah jauh lebih baik. Akan selalu ada kawan yang menyertai kita dalam kehidupan. Siap meluruskan manakala ada kesalahan, dan siap membantu dalam kebenaran.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงุณู’ู…ูŽุนููˆุง ูˆูŽุงุนู’ู‚ูู„ููˆุง ุŒ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูุจูŽุงุฏู‹ุง ู„ูŽูŠู’ุณููˆุง ุจูุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ูŠูŽุบู’ุจูุทูู‡ูู…ู’ ุŒ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ูุฑู’ุจูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู . ููŽุฌูŽุซูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุงุตููŠูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู„ู’ูˆูŽู‰ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ู†ูŽุจููŠู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู†ูŽุงุณูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽูŠู’ุณููˆุง ุจูุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ูŠูŽุบู’ุจูุทูู‡ูู…ู ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู‚ูุฑู’ุจูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู†ู’ุนูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุญูŽู„ู‘ูู…ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุŒ ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุตููู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุŒ ุดูŽูƒู‘ูู„ู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ููŽุณูุฑู‘ูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ู„ูุณูุคูŽุงู„ู ุงู„ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจููŠู‘ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุณูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูู’ู†ูŽุงุกู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู†ูŽูˆูŽุงุฒูุนู ุงู„ู’ู‚ูŽุจูŽุงุฆูู„ู ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตูู„ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŒ ู…ูุชูŽู‚ูŽุงุฑูุจูŽุฉูŒ ุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆุง ูููŠ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุชูŽุตูŽุงููŽูˆู’ุง ุŒ ูŠูŽุถูŽุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูŽู†ูŽุงุจูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑู ููŽูŠูุฌู’ู„ูุณูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู ูˆูุฌููˆู‡ูŽู‡ูู…ู’ ู†ููˆุฑู‹ุง ุŒ ูˆูŽุซููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ ู†ููˆุฑู‹ุง ุŒ ูŠูŽูู’ุฒูŽุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽูู’ุฒูŽุนููˆู†ูŽ ุŒ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุงูŽ ุฎูŽูˆู’ููŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุญู’ุฒูŽู†ููˆู†ูŽ.

โ€œWahai manusia! Dengarlah dan pikirkanlah! Sesungguhnya Allah azza wa jalla mempunyai makhluk-makhluk yang mereka itu bukanlah para nabi dan bukan p**a para syuhada, sedang para nabi dan syuhada iri terhadap mereka itu karena dekatnya kedudukan dan kedekatan mereka terhadap Allah.โ€ Maka bertekuk lututlah seorang laki-laki Badui yang termasuk orang-orang yang keras hatinya seraya mengayunkan tangannya kepada Nabi saw. Lantas ia pun berkata: โ€œYa Rasulullah, orang-orang dari kalangan kaum mukminin, bukan dari para nabi dan bukan p**a kaum syuhada, namun para nabi dan kaum syuhada iri kepada mereka karena majlis dan kedekatan mereka? Sebutkan ciri-ciri mereka. Jelaskan hal mereka kepada kami.โ€ Maka Rasulullah saw pun senang akan pertanyaan orang Badui itu, lantas bersabda,
ู‡ูู…ู’ ู†ูŽุงุณูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูู’ู†ูŽุงุกู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู†ูŽูˆูŽุงุฒูุนู ุงู„ู’ู‚ูŽุจูŽุงุฆูู„ู ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตูู„ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูŒ ู…ูุชูŽู‚ูŽุงุฑูุจูŽุฉูŒ ุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆุง ูููŠ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุชูŽุตูŽุงููŽูˆู’ุง ุŒ ูŠูŽุถูŽุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูŽู†ูŽุงุจูุฑูŽ ู…ูู†ู’ ู†ููˆุฑู ููŽูŠูุฌู’ู„ูุณูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู ูˆูุฌููˆู‡ูŽู‡ูู…ู’ ู†ููˆุฑู‹ุง ุŒ ูˆูŽุซููŠูŽุงุจูŽู‡ูู…ู’ ู†ููˆุฑู‹ุง ุŒ ูŠูŽูู’ุฒูŽุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽูู’ุฒูŽุนููˆู†ูŽ ุŒ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุงูŽ ุฎูŽูˆู’ููŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุญู’ุฒูŽู†ููˆู†ูŽ
Mereka adalah orang-orang dari berbagai suku dan kabilah, tidak ada hubungan kerabat dekat antara mereka, mereka saling mencintai karena Allah dan saling tulus. Di hari kiamat Allah akan meletakkan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya lantas Allah mendudukkan mereka pada mimbar-mimbar itu. Lantas Alah jadikan wajah-wajah dan baju-baju mereka dari cahaya. Saat manusia tersentak di hari kiamat mereka tiada tersentak. Mereka itu wali-wali Allah yang tiada takut dan tiada bersedih hati. (HR. Ahmad).

Mari Saling Mengingatkan ... Tag sahabatmu ya ๐Ÿ˜˜Reminder ๐Ÿ‘‰Hendaklah kalian melakukan amar makruf nahi mungkar. Kalau tida...
06/07/2019

Mari Saling Mengingatkan ...
Tag sahabatmu ya ๐Ÿ˜˜

Reminder ๐Ÿ‘‰
Hendaklah kalian melakukan amar makruf nahi mungkar. Kalau tidak, Allah akan menjadikan orang-orang yang paling jahat di antara kalian berkuasa atas kalian, kemudian orang-orang baik di antara kalian berdoa, tetapi doa mereka tidak dikabulkan. (HR. Ahmad).

/Pidato Pertama Umar Bin Abdul Aziz Menangis Karena Takut Pada Allah/TATKALA Khalifah demi khalifah datang pergi silih b...
05/07/2019

/Pidato Pertama Umar Bin Abdul Aziz Menangis Karena Takut Pada Allah/

TATKALA Khalifah demi khalifah datang pergi silih berganti, disebut-sebutlah nama Umar bin Abdul Azir untuk menjadi penggantinya. Nama Umar bin Abdul Aziz digadang-gadang menjadi calon khalifah yang baru.
Tapi apa kata Umar?

โ€œJangan sebut-sebut nama saya, katakan bahwa saya tidak menyukainya. Dan jika tidak ada yang menyebut namanya, maka katakan, jangan mengingatkan nama saya,โ€ ujar Umar bin Abdul Aziz.

Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah, hari Jumโ€™at tanggal 10 Shafar tahun 99 Hijriyah, menggantikan khalifah sebelumnya, Sulaiman Bin Abdul Malik. Saat diumumkan di depan publik namanya disebut sebagai pengganti, seluruh hadirin pun serentak menyatakan persetujuannya. Tapi tidak dengan Umar. Sang Khalifah menangis terisak-isak. Ia memasukkan kepalanya ke dalam dua lututnya dan menangis sesunggukan.

Ia justru terkejut, seperti mendengar petir di siang bolong. Bukan hanya terkejut, Umar bin Abdul Aziz bahkan mengucapkan Inna lillahi wa Inna ilaihi rajiโ€™uun, bukannya Alhamdulillah atau mengadakan pesta, sebagaimana kebanyakan pejabat di negeri ini.

โ€œDemi Allah, ini sama sekali bukanlah atas permintaanku, baik secara rahasia ataupun terang-terangan,โ€ ujar cicit dari Khulafaur Rasyidin kedua Umar bin Khattab ini.

Di atas mimbar Umar Bin Abdul Aziz berpidato: โ€œWahai manusia, sesungguhnya aku telah dibebani dengan pekerjaan ini tanpa meminta pendapatku lebih dulu, dan bukan p**a atas permintaanku sendiri, juga tidak p**a atas musyawarah kaum muslimin. Dan sesungguhnya aku ini membebaskan saudara-saudara sekalian dari baiat di atas pundak saudara-saudara, maka pilihlah siapa yang kamu s**ai untuk dirimu sekalian dengan bebas!โ€

Ketika semua hadirin telah memilihnya dan melantiknya, Umar berpidato dengan ucapan yang menggugah. โ€œTaatlah kamu kepadaku selama aku taโ€™at kepada Allah. Jika aku durhaka kepada Allah, maka tak ada keharusan bagimu untuk taat kepadaku.โ€

Dalam pidato di hari kedua memegang amanah, Umar mengatakan tiada nabi selepas Muhammad Shallahu โ€˜alaihi Wassallam dan tiada kitab selepas Al-Quran.

โ€œAku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu, aku mengucapkan ucapan ini sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa di sisi Allah.โ€

Usai berpidato, khalifah menangis kemudian melanjutkan, โ€œAlangkah besarnya ujian Allah kepadaku.โ€

Jika kebanyakan pejabat berpesta ria saat kenaikan pangkat dan meraih kekuasaan, Umar bin Abdul Aziz malah banjir air mata karena takut pertanggungjawabanya di hadapan Allah pada hari kiamat kelak tak mampu dipikulnya.

Sikapnya tak hanya ditunjukkan di mimbar. Iia justru hidup dalam kezuhudan dan waraโ€™. Ketika ia disodori kendaraan โ€œdinasโ€ yang supermewah berupa beberapa ekor kuda tunggangan, lengkap dengan kusirnya, Umar menolak, dan malah menjual semua kendaraan itu, lalu uang hasil penjualannya diserahkan ke Baitul Maal. Termasuk semua tenda, permadani dan tempat alas kaki yang biasanya disediakan untuk khalifah yang baru.

Dalam sejarah peradaban Islam disebutkan, Umar bin Abdul Aziz merupakan Khalifah Dinasti Umayyah yang membawa Daulah Umayyah mencapai puncak kejayaan. Menurut para ahli sejarah, gaya kepemimpinannyamirip dengan gaya kepemimpinan khulafaur Rasyidin. Dialah satu-satunya khalifah Bani Umayyah yang tidak dicela oleh para khalifah Bani Umayyah pada masa selanjutnya.*/AU Shalahuddin Z, dari berbagai sumber.

Sumber :www.hidayatullah.com
-------

Bismillah Akhir-akhir ini, para orangtua dibuat sedih dicampur geram dengan sistem zonasi yang baru ditetapkan pemerinta...
29/06/2019

Bismillah

Akhir-akhir ini, para orangtua dibuat sedih dicampur geram dengan sistem zonasi yang baru ditetapkan pemerintah. Setiap anak tidak bisa mendaftar ke sekolah-sekolah favorit yang berada diluar kompleks rumahnya. Walau anak tersebut cerdas atau memiliki segudang prestasi. Padahal, belum semua sekolah berkualitas dan ideal seperti yang diharapkan.

Lantas, sebagai millenials abad 21 yang care dengan kondisi negeri. Harusnya kita update d**g ya dengan fenomena pendidikan dinegeri kita yang tercinta ini. Kita kudu ikut berfikir, apakah sistem zonasi benar-benar merupakan solusi agar pendidikan kita menjadi ideal? Ataukah ada sistem lain yang lebih ideal yang bisa melahirkan pendidikan ideal, seperti yang kita semua harapkan?

Temukan jawabannya dalam Kajian Taman Surga Edisi #15
Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

"Sistem Ideal Menjamin Pendidikan Menjadi Ideal"

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Ahad, 30 Juni 2019
โฐ 16.00 - 17.45 WITA.
๐Ÿ• Kota Mara, Taman Green City, Baubau.

Bersama :

๐Ÿง• Wa Ode Rahmatia Sa'ban, SE.
(Koordinator BMI Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 085342205350 (Kak Windi)








Bismillah Istiqomah dalam KetaqwaanSatu hal yang umumnya sulit kita pertahankan adalah istiqamah dalam ketakwaan kepada ...
27/06/2019

Bismillah

Istiqomah dalam Ketaqwaan

Satu hal yang umumnya sulit kita pertahankan adalah istiqamah dalam ketakwaan kepada Allah SWT. Terlebih yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Betapa banyak Muslim yang selama Ramadhan berusaha shalat tepat waktu. Banyak membaca dan mengamalkan al-Quran. Menutup aurat dan berjilbab syarโ€™i (bagi Muslimah). Shalat malam dan zikir. Bersedekah. Berhenti dari banyak dosa dan maksiat. Demikian seterusnya.

Namun, selepas Ramadhan, semua seolah ikut menguap. Tingkat ketaqwaan menurun. Shalat kembali bolong-bolong. Membaca al-Quran kembali jarang-jarang. Aurat kembali diumbar. Dosa dan maksiat kembali dilakoni. Dan lain-lain.

Pertanyaannya, bagaimana agar kita bisa tetap istiqamah dalam ketakwaan?

Yuk temukan jawabannya dalam Kajian Islam Masa kini (KALAMI). Edisi #13

Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

" Istiqomah dalam Ketaqwaan "

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Jum'at, 28 Juni 2019
โฐ 09.00 - 11.00 WITA.
๐Ÿ•Œ Teras Masjid LaOde Manarfa,
Universitas Dayanu Ikhsanudin Baubau.

Bersama :

๐Ÿง• Fitriani, S.Pd
(Aktivis BMI Community Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 082191370663 (Kak Fitri)









Bismillah..Mewujudkan Keadilan dalam IslamSecara fitrah, setiap manusia menyukai keadilan dan membenci kezaliman. Secara...
25/06/2019

Bismillah..
Mewujudkan Keadilan dalam Islam

Secara fitrah, setiap manusia menyukai keadilan dan membenci kezaliman. Secara fitrah p**a, manusia akan berpihak pada pelaku keadilan dan bersimpati kepada orang yang terzalimi. Namun sayangnya, hari ini keadilan telah bertransformasi menjadi hal yang sulit didapatkan. Malah sebaliknya, kezalimanlah yang justru bertebaran dimana saja. Bahkan pelakunya eksis dimana-mana.

Lantas, bagaimana Islam menyikapi fenomena ini? Dan bagaimana mewujudkan keadilan dalam Islam yang bisa menyejahterakan?

Yuk temukan jawabannya dalam Kajian Islam Masa kini (KALAMI). Edisi #7

Bersama sahabat hijrah dengan tema:๐Ÿ‘‡๐Ÿป

" Mewujudkan Keadilan Dalam Islam "

In syaa Allah akan di laksanakan pada:

๐Ÿ—“ Rabu, 26 Juni 2019
โฐ 10.00 - 11.30 WITA.
๐Ÿ•Œ Musholah UMB,
Universitas Muhammadiyah Buton.

Bersama :

๐Ÿง• Kak Fatma
(Aktivis BMI Community Kota BauBau)

๐Ÿ“ฒCP : 082154390936 (Kak Satria)









Address

Baubau
93721

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BMI Community Baubau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share