30/11/2021
Para dropsipers bersiaplah..
Saat ini dunia berubah dengan cepat, para raksasa saling berkolaborasi, menyisakan sedikit ruang buat yang lain, membuat barrier to entry yang semakin tebal dan dalam..
Saat ini Indonesia masih melindungi via undang-undang, sehingga para produsen tidak bisa jualan langsung ke end-user..
Tapi para raksasa kini punya solusi, mereka bisa langsung jual ke end-user melalui bukalapak (yang berperan sebagai distributor)
Tentu target mereka masih warung-warung dan toko, bukalapak melalui Mitra Bukalapak memimpin sektor ini sendirian hampir minim lawan seimbang.
Yes.. kita taunya bukalapak sudah kalah perang dengan toped, shopee, Lazada atau yang lainnya, tapi ternyata strategy mereka geser, mengagetkan mitra-mitra dan warung kecil..
Bahkan start-up baru semacam ULA (start up asli indonesia), yang mengejar segmentasi yang sama dengan BL, sudah dapat suntikkan dana triliunan dari Jeff Bezos, menyusul akan dapat suntikkan jauh lebih besar lagi dari para Ventura lain, hanya untuk menyaingi bukalapak yang masih asyik memimpin pasar..
Eiger juga sejak 2017 sudah siapkan perusahaan-nya menjadi digital dan 2022 nanti go Internasional. Mereka suntikkan program semacam Omni Channels ke dalam perusahaan-nya. Jadi ketika kita beli produk Eiger, maka toko Eiger sekitar rumah kita yang akan langsung kirim, tidak dikirim sendiri oleh toko, tapi ada gojek/ekspedisi lain yang menjemput lalu mengirimnya..
Semua terkoneksi via 1 platform saja, yaitu Omni Channels tadi..
Mau order datang dari toped kek, dari shopee kek, dari website mereka kek, akan otomatis masuk ke pusat, lalu dengan cepat mengirimnya ke rumah kita..
Jadi? Sudah siapkah kita?
Minimal kita melek dulu deh, tau dulu bahwa sekarang dunia berubah semakin cepat 🙏😊