30/09/2026
Setiap tanggal 30 September, bangsa Indonesia kembali mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang salah satu lembar paling kelam dan penuh intrik dalam perjalanan sejarah berdikari negara ini yaitu Peristiwa Pergerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Pada hari tersebut, bangsa Indonesia kehilangan para putra terbaiknya, para Perwira Tinggi TNI Angkatan Darat yang gugur mempertahankan ideologi dan kedaulatan negara. Pengorbanan jiwa dan raga mereka menjadi saksi betapa mahalnya harga sebuah persatuan dan ketahanan ideologi bangsa.
Pahlawan Revolusi yang Selalu Kita Kenang:
1. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani
2. Letnan Jenderal TNI Anumerta Suprapto
3. Letnan Jenderal TNI Anumerta M.T. Haryono
4. Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman
5. Mayor Jenderal TNI Anumerta D.I. Pandjaitan
6. Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo
7. Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean
(Beserta korban ketegangan konflik lainnya seperti A.I.P. KS Tubun, Kolonel Sugiyono, Kolonel Katamso, serta putri tercinta Jenderal Abdul Haris Nasution yaitu Ade Irma Suryani Nasution).
Peringatan ini bukanlah sekadar rutinitas kalender tahunan atau momen untuk memelihara dendam sejarah. Sebaliknya, momen ini hadir sebagai alarm kebangsaan agar kita tidak pernah lengah terhadap bahaya perpecahan, disintegrasi, dan pahlawan palsu yang mencoba meruntuhkan dasar negara: Pancasila.
Mari kita tundukkan kepala sejenak, mendoakan para pahlawan yang telah gugur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Tugas kita hari ini adalah meneruskan perjuangan mereka, bukan lagi dengan senjata, melainkan dengan karya, integritas, dan menjaga keutuhan NKRI.
Pancasila Sakti, Indonesia Bersatu!