22/01/2018
*Story Telling, Cara Paling Gampang Untuk Personal Branding*
Sebagian besar kita s**a cerita dan s**a diceritain. S**a curhat, dan s**a dicurhatin. Apalagi yang namanya emak-emak. Kalau denger orang mau curhat, jiwa keponya kadang lebih dominan dari pada jiwa simpatiknya, hehe..
Apalagi curhat yang benar-benar memainkan emosi dan perasaan, bisa-bisa curhatan mereka ini membawa kita mengikuti perasaan dan alur curhatan mereka. Kalau curhatnya sedih, kita jadi ikut sedih, kalau curhatnya bahagia kita juga ikut bahagia dll.
Keberhasilan seseorang dalam memainkan perasaan orang lain ini tergantung seberapa lihai dia dalam berekspresi, memilih kata dan intonasinya. Tiga unsur inilah membuat orang lain dapat dengan mudah ikut larut dalam ceritanya.
Dari fakta ini dapat kita simpulkan bahwa metode bercerita atau curhat itu metode yang bisa kita pakai untuk mempengaruhi orang lain. Selain itu metode cerita juga merupakan metode yang sebagian besar orang mampu melakukannya. Ngomong ngalir begitu saja. Jadi siapa saja bisa melakukan yang namanya bercerita.
Dengan dasar inilah banyak produk yang berhasil membrandingkan diri dengan cara bercerita.
Ingat dulu ada iklan rokok Dja**m yang sangat menyentuh perasaan. Iklan ini muncul ketika menjelang berbuka puasa. Memang sih ga secara langsung mengangkat nama produknya. Namun akhirnya setelah melihat kisah itu, orang jadi ingat produknya yang logonya muncul di akhir kisah tersebut.
Dalam kisah itu seorang laki-laki digambarkan sedang membantu bapak tua. Lalu secara implisit digambarkan bahwa lelaki itu adalah type lelaki penuh tanggung jawab dan peduli. Hal ini terlepas dari produk rokoknya ya, saya hanya mengambil contoh ceritanya saja. Atau kalau mau belajar iklan yang sukses dengan cara bercerita, kita bisa tonton iklan dari negeri Thailand.
Nah mengapa tidak kita coba metode bercerita atau story telling ini untuk branding produk kita? Caranya mudah dan bahannya pun ada sekitar kita. Sudah banyak yang sukses dengan metode story telling ini, salah satunya adalah Kang Dewa. Beliau adalah dewa copywriting yang sering memakai story telling untuk mempengaruhi calon konsumennya. Baru-baru ini beliau telah melaunching novel "Bidadari Untuk Dewa" yang merupakan story telling terpanjang dalam membranding diri sekaligus menjadi produk unggulannya.
Lalu bagaimana cara membuat story telling untuk personal branding produk kita?
Perlu dipahami bahwa untuk memperkuat branding ada 3 jenis tulisan yang sebaiknya kita posting, yaitu tulisan tentang pribadi, tulisan tentang tema-tema yang dis**ai pembaca kita dan tulisan tentang produk. Nah, mulailah dari yang kita anggap mudah. Mulailah bercerita. Bebas...ceritakan apa saja. Yang penting bukan hal SARA, vulgar dan hal negatif lainnya.
Mulailah bercerita melalui tulisan untuk branding diri dan produk kita. Bisa cerita tentang kejadian lucu, inspiratif, hikmah, motivasi, testimoni, dll. Konsisten lah membuat tulisan story telling ini. Bahan cerita bisa kita ambil dari diri sendiri, lingkungan sekitar, pengalaman, hasil membaca dll. Tak perlu panjang lebar, yang penting cerita seperti kita ngobrol dengan orang lain.
Nah, mau mencobanya?
Siapa takut...