Kampus WONG kejawen

Kampus WONG kejawen mapel adat istiadat kabudayan jawi

20/02/2024

lha yoooo e...
wong wes reti nek q ki wg elek ...wong wes elek kok jeh mbok elek elek ,wes gelem dadi contoh elek kui wae wes apik đŸ€Ł....wong awakmu yo rung karuan gelem go contoh elek ,,,,mbok seng melek,
lek kabeh mbokon apik koyo kowe dunyo ki lak dang kiamat ,wong gusti alloh gawe dunyo sak isine iki kabeh wes pasang pasangan ,lek ono elek yo ono apik ,ono olo yo ono becik 😅😅
lek apek kabeh jgad e yo ra imbang lak dang goling đŸ€ŁđŸ€ŁđŸ€Ł begitupun sebaliknya iyo ra .....
lha wong apikmu ikulak menurut karepmu dewe ta cuuuk,,,, durung tentu menurut wong liyo menurut wong lio apik durung tentu apik meturut negoro,miturut negoro apik belum tentu apik miturut agomo,,,jare wongt pinter ,ora ngekeki contoh seng bener kok malah keblinger ,,,,jare wong pengalaman ,ora ngekeki roso nyaman malah gawe ra tentrem kahanan ,,,oalah jooooooo jooo 😝😝😝😝😝

edisi (guabut bos quuuuh)

28/02/2023
30/04/2022

Assalamualaikum wr wb. Semoga kita semua diberi pertolongan oleh Allah SWT untuk bisa melakukan hal yang diridhoi-Nya. Berikut ini adalah ijasah ilmu untuk membinasakan musuh yang mendholimi kita dengan menggunakan salah satu keistimewaan ayat HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIL sebagaimana yang termuat dalam kitab Sirrul Jalil mahakarya dari Maestro ilmu Hikmah: Syeikh Al-Qutub Hasan Asy-Syadzili R.A.

Sebelum membahas lebih lanjut amalan ini, silahkan Tawassul/kirim Al Fatihah kepada: Nabi Muhammad SAW, Syekh Hasan Syadzili, orang tua kita.

Fadhilah:
Target akan mengalami sakit, tertimpa bencana dan bahkan bisa membinasakan mereka dari kehidupan ini.

Tata cara:
Puasa tiga hari dimulai hari Selasa. Pada malam hari diatas jam 12, saat kebanyakan orang tertidur maka bangunlah dan wudhu kemudian shalat dua raka’at (shalat sunat mutlak). Pada raka’at pertama membaca surat alfatihah dan ayat mulia, yaitu:

=HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIL 450 x

Ulangi pada raka’at kedua dengan bacaan yang sama.

Setelah selesai shalat, duduk dan wiridkan:

=HASBUNALLOH WA NI’MAL WAKIL 450 x

Setelah selesai, baca ayat:

=YUSHOBBU MINFAUQIRU’USIHIMUL HAMIIMU YUSHHARU BIHII MAA FII BUTHUUNIHIM WALJULUUDU WALAHUMMAQOOMI’U MIN HADIIDIN. KULLAMAA AROODUU AYYAKHRUJUU MINHAA ‘UIIDUU FIIGA WADZUUQUU ‘ADZAABAL HARIIQI 3 x

=FA AKHODZATHUM SHOO’IQOTUL ‘ADZAABIL HUUNI BAMAA KAANUU YAKSIBUUNA 3 x

=YAUMA YAUNA MAA YUU’ADUU LAM YALBATSUU ILLAA SAA’ATAMMINNAHAARIN, BALAAGHUN FAHAL YUHLAKU ILLAL QOUMUL FAASIQUUNA. 3 x

Artinya:

Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka (orang kafir). Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”.

Maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerja

30/04/2022

AMALAN MEMBUAT HIDUP MUSUH PORAK PORANDA JARAK JAUH

KAMPUS WONG ALUS
6 tahun yang lalu
WIRIDKAN 100 X TIAP MALAM —SEMAKIN BANYAK MALAM SEMAKIN KUAT PENGARUHNYA— DENGAN MEMBAYANGKAN WAJAH MUSUH. BERIKUT WIRIDNYA:

Bismillahir Rahmaanir Rahiim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

1. Idzal samaa-un fatharat.
Apabila langit itu pecah.

2. Wal idzal kawaakibun tatsarat.
Dan apabila bintang-bintang itu berjatuhan.

3. Wa idzal bihaaru fujjirat.
Dan apabila lautan itu diluapkan.

4. Wa idzal qubuuru bu’tsirat.
Dan apabila kuburan-kuburan itu dibongkar.

5. ‘Alimat nafsum maa qaddamat wa akhkharat.
Maka setiap jiwa mengetahui terhadap apa (kebaikan) yang telah dilakukan dan yang dilengahkan.

6. Yaa ayyuhal insaanu maa gharraka birabbikal kariim

Wahai manusia, apakah yang memperdayakanmu (untuk durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

SURAT AL INFITHAAR AYAT 1-6 INI DIBACA 100 X DALAM HITUNGAN SEKALI DUDUK.

EFEK DARI AMALAN INI BANYAK SEKALI MACAMNYA: mISALNYA
 MUSUH HIDUPNYA AKAN SIAL. MUSUH AKAN TERKENA SAKIT YANG TAK KUNJUNG DISEMBUHKAN, APABILA DIA BERUMAH TANGGA MAKA RUMAH TANGGANYA BUBAR/CERAI. EKONOMINYA MORAT MARIT/ PENGHASILANNYA AKAN MENURUN DAN APABILA JOMBLO/SINGLE MAKA DIA TIDAK MENIKAH SEUMUR HIDUP (ADA TAMBAHAN SARANA MISALNYA BENDA-BENDA PRIBADINYA HARUS DIPEGANG SELAMA WIRID) DAN MASIH BANYAK VARIASI LAGI.

AMALAN INI HANYA UNTUK MENAMBAH WAWASAN PENGETAHUAN SAJA DAN ALANGKAH ELOKNYA BILA TIDAK DIGUNAKAN. SEBAB MUSUH ITU SEJATINYA ADALAH DIRIMU SENDIRI YANG BERASAL DI DALAM KEDENGKIAN HATI KITA.

MOHON DISIKAPI SECARA ARIF DAN BIJAKSANA. TERIMA KASIH DAN SALAM PASEDULURAN .

28/04/2022

Makrifat
Istilah Ma'rifat berasal dari kata "Al-Ma'rifah" yang berarti mengetahui atau mengenal sesuatu. Dan apabila dihubungkan dengan pengamalan Tasawuf, maka istilah ma'rifat di sini berarti mengenal Allah ketika Shufi mencapai maqam dalam Tasawuf.

Kemudian istilah ini dirumuskan definisinya oleh beberapa Ulama Tasawuf; antara lain :
a. Dr. Mustafa Zahri mengemukakan salah satu pendapat Ulama Tasawuf yang mengatakan : "Marifat adalah ketetapan hati (dalam mempercayai hadirnya) wujud yang wajib adanya (Allah) yang menggambarkan segala kesempurnaannya."

b. Asy-Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Kadiriy mengemukakan pendapat Abuth Thayyib As-Saamiriy yang mengatakan: "Ma'rifat adalah hadirnya kebenaran Allah (pada Shufi)...dalam keadaan hatinya selalu berhubungan dengan Nur Ilahi..."

c. Imam Al-Qusyairy mengemukakan pendapat Abdur Rahman bin Muhammad bin Abdillah yang mengatakan: "Ma'rifat membuat ketenangan dalam hati, sebagaimana ilmu pengetahuan membuat ketenangan (dalam akal pikiran). Barangsiapa yang meningkat ma'rifatnya, maka meningkat p**a ketenangan (hatinya)." marifat arti secara umum adalah yang dilakukan orang alim yang sesuai dengan maksud dan tujuan ilmu sendiri.
Ma‘rifat menurut ahli fiqhi adalah ilmu. setiap ilmu itu ma’rifat, ma‘rifat itu ilmu, setiap orang alim arif dan setiap ‘arif itu alim. Ma‘rifat menurut ahli shufi ialah rasa kesadaran kepada Alloh akan sifat dan AsmaNYA.

Marifat menurut bahasa adalah menggetahui Allah SWT. Marifat menurut istilah adalah sadar kepada Allah SWT, yakni : hati menyadari bahwa segala menemukan, bergerak, berdiam, berangan-angan, berfikir dan sebagainya semua adalah Alloh SWT, yang menciptakan dan yang mengerakan. Jadi semuanya dan segala sesuatu adalah Billah. Makrifat, sebagai pengetahuan yang hakiki dan meyakinkan, menurut al-Gazali, tidak didapat lewat pengalaman inderawi, juga tidak dicapai lewat penalaran rasional, tetapi lewat kemurnian qalbu yang mendapat ilham atau limpahan n­ur dari Tuhan .....

28/04/2022

Pengertian Hakikat
Hakikat artinya i`tikad atau kepercayaan sejati (mengenai Tuhan), maka hakikat ini pekerjaan hati. Sehingga tidak ada yang dilihat didengar selain Allah, atau gerak dan diam itu diyakini dalam hati pada hakikatnya adalah kekuasaan Allah. (Abdurrahman Siddik Al Banjari ,1857 kitab Amal Ma`rifat).

~ Hakikat; adalah kebenaran, kenyataan (Poerwadarminta,1984) hakekat menyaring dan memusatkan aspek-aspek yang lebih rumit menjadi keterangan yang gamblang dan ringkas, hakikat mengandung pengertian-pengertian kedalam aspek yang penting dan instrinsik dari benda yang dianalisa (Konsep Dasain Interior II, Olih Solihat Karso).
~ Hakikat berasal dari kata arab haqqo, yahiqqu, haqiqotan yang berarti kebenaran sedangkan dalam kamus ilmiah disebutkan bahwa hakikat adalah: Yang sebenarnya; sesungguhnya; keadaan yang sebenarnya (Partanto, pius A, M. Dahlan al barry, Kamus Ilmiah Populer, 1994, Arkola, Surabaya).
~ Istilah bahasa hakikat berasal dari kata “Al-Haqq”, yang berarti kebenaran. Kalau dikatakan Ilmu Hakikat, berarti ilmu yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran.
Hakikat yang berarti kebenaran atau benar-benar ada, orang-orang sufi menjadikan Allah sebagai sumber kebenaran, dan meyakini seyakin-yakinya, tiada yang lebih indah kecuali mencitai Allah swt dan mentaatinya. Hakekat ini akan di akan dicapai seseorang setelah mencapai makrifat yang sebenar-benarnya dalam tingatan ini benar-benar tiada tabir atau hijab dengan Allah artinya sinyal kita benar nyambung kepada Allah, sehingga ada diantara kita yang memiliki indra ke 6.

Dapat di ibaratkan buah , jadi yaitu biji benih (syariat) pada tingkatan tharikat menjadi batang yang becabang, berdaun jika pada tingkatan ini kita amalkan buah dari tharekat, akhlak, bisa menahan nafsu, sabar, tawaduk kita akan memperoleh buah (maqam mahmudah) jadi dengan Allah tiada hijab atau tabir atau penghalang lagi.

27/04/2022

Pengertian Tarekat
Tarekat berasal dari kata ‘thariqah’ yang artinya ‘jalan’. Jalan yang dimaksud di sini adalah jalan untuk menjadi orang bertaqwa, menjadi orang yang diredhoi Allah s.w.t. Secara praktisnya tarekat adalah kump**an amalan-amalan lahir dan batin yang bertujuan untuk membawa seseorang untuk menjadi orang bertaqwa.

Ada 2 macam tarekat yaitu tarekat wajib dan tarekat sunat.
~ Tarekat wajib, yaitu amalan-amalan wajib, baik fardhu ain dan fardhu kifayah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. tarekat wajib yang utama adalah mengamalkan rukun Islam. Amalan-amalan wajib ini insya Allah akan membuat pengamalnya menjadi orang bertaqwa yang dipelihara oleh Allah. Paket tarekat wajib ini sudah ditentukan oleh Allah s.w.t melalui Al-Quran dan Al-Hadis. Contoh amalan wajib yang utama adalah shalat, puasa, zakat, haji. Amalan wajib lain antara lain adalah menutup aurat, makan makanan halal dan lain sebagainya.

~ Tarekat sunat, yaitu kump**an amalan-amalan sunat dan mubah yang diarahkan sesuai dengan 5 syarat ibadah untuk membuat pengamalnya menjadi orang bertaqwa. Tentu saja orang yang hendak mengamalkan tarekat sunnah hendaklah sudah mengamalkan tarekat wajib. Jadi tarekat sunnah ini adalah tambahan amalan-amalan di atas tarekat wajib. Paket tarekat sunat ini disusun oleh seorang guru mursyid untuk diamalkan oleh murid-murid dan pengikutnya. Isi dari paket tarekat sunat ini tidak tetap, tergantung keadaan zaman tarekat tersebut dan juga keadaan sang murid atau pengikut. Hal-hal yang dapat menjadi isi tarekat sunat ada ribuan jumlahnya, seperti shalat sunat, membaca Al Qur’an, puasa sunat, wirid, zikir dan lain sebagainya.

Secara harfiah berarti jalan, metoda, cara, dalam lapangan tasawuf istilah ini dipakai calon sufi adalah jalan yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah yang sedekat-dekatnya atau mendapat maqam yang mahmudah, jadi dalam tingkatan ini ada maqam yang harus dikerjakan secara istiqamah yaitu maqam taubat, zuhud, sabar, ridlo dsb.

27/04/2022

Pengertian Syariat
Syariat (Islam) adalah hukum dan aturan (Islam) yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat (Islam) juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat (Islam) merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.
Syariat yaitu segala aturan yang sudah ditentukan oleh Allah swt, atau aturan yang sudah dilegalisasi oleh Rasulullah saw yang berkenaan dalam soal Aqidah, masalah hukum baik haram halal, syarat atau rukun dsb yang mengatur hubungan manusia dengan penciptaNya atau Sesama Manusia.

Dalam Syariat aturan udah baku tidak dapat dirubah, tidak seperti ilmu fikih dapat dirubah. Dalam ilmu Tasawuf syariat adalah yang mengatur amal ibadat dan muamalat secara lahir.

Dalam tingakat ini, membahas soal amalan hati atau batiniah atau rohani yah disebut Tasawuf dan ilmu bagi amalan lahir, dalam tingkat ini Syariat itu di ibaratkan suatu benih biji yang akan kita tanam.

27/04/2022

Murangkrama =calawanthah, murangkrama, narukrama, murangtata.
Muring-muring =kurda, krodha, condha, kotbuta, duka, bramantya.
Murub =malad, maladi, makara, lumĂȘng, arkara, jwalita.
Mokal =dupara, durantara, asambawa.
Momong =among, wong-wong, wangwang.
N

Nagara =praja, kutha, radya, pura.
Nalika =rikala, sahat, sĂȘdhĂȘng, duk, kala, dupi, tatkala.
Nanging =anging, anapi, mapan.
Napas =huswa, huswasa, niswasa.
NĂȘmpuh =ngambul, angrok, byat, sumĂšbĂȘt.
NĂȘngsĂȘmake =birama, lĂȘngĂȘng, manoara, manuhara, ragakarana.
Niliki =maninjo, manambangi, ngendhangi.
Nistha =adama, asor, papa, sampati, kuthip, cuta.
Nuli =nuntĂȘn, tandya, nulya, dan, adan, saksana, wawang, rĂȘke, samantara, manĂȘhĂȘr, wangwang.
Nulis =nurat, nyitra, mareka, nitra.
Nom =nĂšm, anom, mudha, taruna, taruni, anyas.
Nyambutgawe =nambutkarya, nambut kardi, ngupa boga, ngupajiwa.
Nyandhak =ngrĂȘnggĂȘp, rumĂȘnggĂȘp, nyambut, ngasta.
Nyapa =nambrama, nyĂȘnggara, sumapa.
Nyata =yĂȘkti, byakta, wyakti, niyata, wĂšdi.
Nyawa =atma, jiwa, satmaka, suksma, atmaka, yitma, yatmaka.
NyĂȘmbah =wotsari, wotsinom, wotsĂȘkar, nĂȘmbah, mangĂȘnjali, mangarcana, mandrawa, ngaraspada, mangĂȘstupada.

27/04/2022

Mabur =nglayang, ngambara, muluk, maudara, lawat.
Marcapada =madyapada, marapada, narapada, janmapada, janapada, janaloka.
Maling =cora, curi, durjana, dursila, endrajala.
ManĂšh =malih, manih, maning, muwah.
Manuk =kaga, paksi, kukila.
Mangan =bukti, nadhah, boja, bojana, baksa, dhahar.
Mangkene =nihan, kadyeka, nono, ya ta, samangkana.
Mangsa =a. arane :1. Buda, 2. Buja, 3. Wedha, 4. Caturyuga, 5. Gati, 6. Wanaya, 7. Biksuka, 8. Basu, 9. Nanda, 10. Boma. b. pranatamangsa: 1. Kasa (Kartika) 41 dina, 2. Karo (Pusa) 23 dina, 3. KatĂȘlu (Manggasri) 24 dina, 4. Kapat (Sitra) 25 dina, 5. Kalima (Manggakala) 27 dina, 6. KanĂȘm (Naya) 43 dina, 7. Kapitu (Palguna) 43 dina, 8. Kawolu (Wisaka) 26 dina, 9. Kasanga (Jita) 25 dina, 10. KasĂȘpuluh (Srawana) 24 dina, 11. DĂȘstha (Padrawana) 23 dina, 12. Sadha (Asuji) 41 dina.
Mata =aksa, aksi, Ăšksi, tingal, soca, caksu.
Mati =lalis, ngajal, lampus, lena, palastra, antaka, ngĂȘmasi, antu, seda, surud, pralaya, padhĂȘm, murud.
Macan =mong, arimo, sima, singa, sardula, pragalba.
Mega =ima, jaladara, irawan, imalaya, kokap, dumaya, imantaka, urur.
MĂšlu =nut, anut, tumuntur, dumulur, umiring, tutwuri, tutwuntat.
MĂȘmpĂȘng =asrĂȘng, kapiadhĂȘm, kapatibrata, kĂȘsĂȘksan, tumĂȘmbirang, adrĂȘng.
MĂȘnang =jaya, digdaya, digjaya, wijayanti, wijaya, unggul.
MĂȘnjangan =sangsam, krandhi, canggah, randhi, rusah, wrangga.
MĂȘndhung =rĂȘmĂȘng, rumung, dhanu, jaladara, rarabi, ambuda, limud, gana, jaladha.
MĂȘnĂȘng =minggu, rĂȘgu, mona, kapinĂȘng.
MĂȘrak =badhak, cohung, manyura.
MĂȘtĂȘng =nggarbini, ngandut,[10] ngandhĂȘg, maudara.
Mili =umis, drawaya, marawaya.
Miranti =samĂȘkta, sangkĂȘp, siyaga.
Misuwur =kaloka, kondhang, kalok, kontab, kajuwara, kawarta, kuncara, kawĂȘntar, kasub, kasumbaga, kasusra, kasruh.
Muja =manĂȘkung, sĂȘmĂšdi, nĂȘgĂȘs, manuswara.
Mulane =dadi, marma, sumarma, sangsipta, marmi, matang.
Mung =anging, juga, kĂȘwala, muhung, lĂȘhĂȘng.
Munggah =sumĂȘngka, nungsung.
Mungsuh =satru, ripu, lawan, parangmuka, wĂšri, durniti.
Murangkrama =calawanthah, murangkrama,

27/04/2022

Layang =nawala, sĂȘrat, pustaka, kintĂški, walgita, wilapa, palupi, patra.
Laku =lakwa, laksa, laksana, laksita, caraka, laris, lintang.
Lambe =lathi, bibir, talawya, dukara, kalpija, wiwitra, wiruca.
Lan =dan, lĂšn, lawan, kalawan, miwah, tanapi, apituwin.
Lanang =jalĂȘr, jalu, priya, purusa, kakung.
LanggĂȘng =baka, lana, anitya, satiti, sanityasa.
Langit =boma, bomantara, akasa, antariksa, wiyat, wiyati, cakrawala, gagana, widik-widik, byoma, antarariya.
Lara =roga, agring, rapuh, angluh, grah, wikara, marana.
Lawang =wiwara, dwara.
LĂšng =nanda, wilasita, rong, rago, song, trustha, trusthi, wiwara, guwa, gatra, babahan.
LĂȘgi =hartati, madura, sarkara, manis.
LĂȘmah =(idĂȘm bumi) siti, kisma, kismaka, pratiwi, bantala, bumija, pratala, maitala, buh.
LĂȘmĂȘs =mrĂȘdu, mardawa, wrĂȘdu, lĂȘntur, luwĂȘs.
LĂȘmut =nyamuk, murinda, muring, jingklong.
Liya =lĂšn, liyan, beda, manĂšh, pae.
Lindhu =prakĂȘmpa, lindhung, kampita.
Linuwih =linuhung, danuja, dibya, maha, kalana, nindhita, nindya, prameya, narawantah.
Lintah =wrĂȘdu, uta, wrĂȘduangga
Lintang =wintang, kartika, sudama, tranggana, sasa, taranggana, bintang, sukra, buda, (mĂȘrkurius), baoma (mars).
Lingsang =canana, dokara, waringsang.
Lumaku =lumaksana, lumastari, lumampah, lumaris, tumindak.
Lunga =alĂšs, lĂšs, anis, linggar, wisata, mentar, mandra, layat.
Lungguh =lĂȘnggah, linggih, sila, satata, pinarak.
Lutung =cĂȘnguk, budhĂȘng, krĂȘsnangga, wiruka, anjani, silanjani.
Luwak =lĂȘwis, harwaka, lardha.
Luwih =langkung, kalangkung, wi, ti, di, su, kamantyan, dibya, maha, nin, prama, nindya, kamayangan.
Lor =utara, untara, nurwitri (lor wetan),[9] narasunya (lor wetan).

27/04/2022

Kidul =dyaha, duksina, daksina, raksira. Kidulwetan = tunggara, byabya. Kidulkulon = kaneya.
Kilat =thathit, laban, lidhah, widyuta, lidha, obar-abir.
KinjĂȘng =Kipada, trungka, gambyang, trawinggana.
Klabang =kanaba, manggakala, sirsa, sirusapa, sangkatha.
Kuburan =astana, pasetran, pasarean, makam, patyastana.
Kuku =kĂȘnaka, tulangsa, umĂȘt, pakri.
Kulit =walulang, kumara, wacucal, carma, kusika.
Kuning =pita, jĂȘnar, gadhing.
Kuping =talingan, padlingan, pangrĂȘnga, karana, karni, kenoh.
Kucing =pusa, kumwangga, kuwikri, posiyang, lindhika.
Kuwatir =sumĂȘlang, sandeya, waswita, wancakdriya, mamang, walangati, ganggam, walangkayun, walangkapti, kapita.
Kobong =gĂȘsĂȘng, basmi, kawĂȘlagar, tunu.
Kodhok =wiyangga, canthoka, pas, wiyung, wrĂȘstika, weyangga.
Kombang =brĂȘmara, sadpada, madukara, madubrata, pohali.
Konangan =kawadaka, kacĂȘngikan, kabikana.
Kongkonan =utusan, duta, caraka, sagnyana, cundhaka, gandhĂšk, wimbasara.
Kowe =andika, rika, ta, kita, pakĂȘnira, sira, pukulun, paduka, pĂȘna, dika, pantĂšn.
Kreta =rata, padhati, ratangga, yana, wimana, gotana.

Address

Km 06
Blora

Telephone

+6281233971232

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kampus WONG kejawen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Kampus WONG kejawen:

Share