UIN Alauddin Makassar

UIN Alauddin Makassar The Official Facebook Account of Alauddin State Islamic University Makassar
(554)

Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:

1. Fase tahun 1962 s.d 1965

Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas pe

rsetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77 tanggal 28 Oktober 1965.

2. Fase tahun 1965 s.d 2005

Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965. Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin” , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar. Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba ( 153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.

3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang

Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar. Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas , UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakutas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:

|| Fakuktas Syari'ah dan Hukum
|| Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan
|| Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
|| Fakultas Adab dan Humaniora
|| Fakultas Dakwah dan Komunikasi
|| Fakultas Sains dan Teknologi
|| Fakultas Ilmu Kesehatan.
|| Prgoram Pascasarjana(PPs)

FAKULTAS DAN PRODI

A. Fakultas Syariah dan Hukum

Program S1, adalah Prodi:

- Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
- Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
- Ekonomi Islam
- Perbandingan Hukum
- Manajemen
- Ilmu Hukum
- Akuntansi
- Ekonomi Pembangunan


B. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Program S1, adalah Prodi:

- Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Bahasa Arab
- Manajemen Pendidikan Islam
- Pendidikan Bahasa Inggris
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Biologi
- Pendidikan Fisika
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)


C.Fakultas Ushuluddin dan Filsafat

Program S1, adalah Prodi:

- Filsafat Agama
- Ilmu Aqidah
- Sosiologi Agama
- Perbandingan Agama
- Ilmu Hadist
- Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- Ilmu Politik


D.FakultasAdab dan Humanion

Program S1, dengan Prodi:

- Bahasa dan Sastra Arab
- Sejarah dan Kebudayaan Islam
- Bahasa dan Sastra Inggris
- Ilmu Perpustakaan


E.Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Program S1, dengan Prodi:

- Komunikasi dan Penyiaran Islam
- Bimbingan Penyuluhan Islam
- Pengembangan Masyarakat Islam
- Kesejahteraan Sosial
- Manajemen Dakwah
- Jurnalistik
- Ilmu Komunikasi


F.Fakultas Sains dan Teknologi

Program S1, dengan Prodi:

- Teknik Arsitektur
- Teknik Informatika
- Teknik Perencanaan wilayah dan kota
- Fisika
- Biologi
- Kimia
- Matematika
- Ilmu Peternakan
- Sistem Informasi


G.Fakultas Ilmu Kesehatan

Program S1, dengan Prodi:

- Kesehatan Masyarakat
- Keperawatan
- Farmasi
- Kebidanan (D3)


PASCASARJANA

UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, da...
05/06/2026

UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan aksesibel melalui Sosialisasi Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang berlangsung di Ruang Senat Fakultas Adab dan Humaniora pada Selasa, 20 Mei 2025.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya aksesibilitas, penyediaan akomodasi yang layak, serta penguatan layanan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa disabilitas. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam mendukung optimalisasi peran Pusat Layanan Disabilitas di lingkungan UIN Alauddin Makassar.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Prof. Dr. H. Barsihannor, M.Ag., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa diskriminasi.

Menurutnya, kampus inklusif tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas fisik yang memadai, tetapi juga melalui pembangunan budaya akademik yang menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., menyampaikan bahwa penguatan layanan bagi mahasiswa disabilitas memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas unit di lingkungan universitas.

“Layanan inklusif merupakan bagian penting dalam mewujudkan lingkungan akademik yang humanis, aksesibel, dan berkeadilan,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan berbagai perspektif mengenai penguatan sistem layanan inklusif di perguruan tinggi. Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., membawakan materi bertajuk Urgensi Aksesibilitas dan Akomodasi yang Layak bagi Mahasiswa Difabel melalui Pusat Layanan Disabilitas. Ia menjelaskan bahwa aksesibilitas tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga mencakup dukungan akademik, komunikasi, teknologi pembelajaran, serta aspek psikososial yang menunjang keberhasilan studi mahasiswa.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A., mengenai Layanan Pendidikan Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sistem pembelajaran yang adaptif dan responsif agar setiap mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan dan karakteristiknya.

Sementara itu, Sandra Dewi Dahlan, S.Pd., M.A., membahas Layanan Karir Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas. Ia menjelaskan bahwa layanan karir perlu diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa, pendampingan karir, perluasan jejaring, serta peningkatan akses terhadap peluang kerja yang setara bagi mahasiswa dan lulusan disabilitas.

Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai masukan dan pandangan yang muncul menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif serta memastikan terpenuhinya hak-hak mahasiswa disabilitas secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, UIN Alauddin Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat implementasi layanan inklusif dan mengoptimalkan peran Pusat Layanan Disabilitas sebagai pusat pelayanan, pendampingan, serta advokasi bagi mahasiswa disabilitas.

"Kampus inklusif tidak hanya berbicara mengenai akses, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang memberikan penghargaan, penerimaan, dan kesempatan yang sama bagi setiap individu."
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/bangun-kampus-ramah-disabilitas-uin-alauddin-gelar-sosialisasi-pld

UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, ...
05/06/2026

UIN Alauddin Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan Sosialisasi Pusat Layanan Disabilitas (PLD), Selasa, 26 Mei 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat Fakultas tersebut dihadiri jajaran pimpinan fakultas, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dosen, tenaga kependidikan, serta sivitas akademika UIN Alauddin Makassar.

Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman bersama terkait pentingnya aksesibilitas, akomodasi yang layak, dan penguatan layanan pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan kolaborasi lintas unit dalam mendukung optimalisasi layanan Pusat Layanan Disabilitas di lingkungan kampus.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Andi Achruh, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

Menurutnya, kampus inklusif tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik yang aksesibel, tetapi juga membangun budaya penerimaan, penghargaan, dan dukungan terhadap keberagaman.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman dan setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas, agar dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Penguatan komitmen juga disampaikan Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar sekaligus Pengarah Pusat Layanan Disabilitas, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas unit dalam mendukung implementasi layanan disabilitas yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Pusat Layanan Disabilitas merupakan bagian penting dalam mewujudkan kampus yang humanis, inklusif, dan berkeadilan sosial.

Pada sesi pemaparan materi, peserta memperoleh penguatan terkait layanan inklusif di perguruan tinggi dari sejumlah narasumber. Materi pertama disampaikan Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep. dengan tema “Urgensi Aksesibilitas dan Akomodasi yang Layak bagi Mahasiswa Difabel melalui Pusat Layanan Disabilitas.”

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa aksesibilitas tidak hanya mencakup sarana fisik, tetapi juga layanan akademik, komunikasi, teknologi pembelajaran, hingga dukungan psikososial yang mendukung keberhasilan studi mahasiswa difabel.

Materi berikutnya disampaikan Dr. Eka Damayanti, S.Psi., M.A. dengan tema “Layanan Pendidikan Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas.” Ia menyoroti pentingnya sistem pembelajaran yang adaptif dan ramah difabel agar seluruh mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, Dr. Khaifah Assegaf, S.TP., M.Si., IPM. membawakan materi bertema “Layanan Karir Inklusif oleh Pusat Layanan Disabilitas.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa layanan karir inklusif perlu mencakup pendampingan, penguatan kompetensi, perluasan jejaring, serta akses kesempatan kerja yang setara bagi mahasiswa dan lulusan penyandang disabilitas.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif serta mendukung pemenuhan hak-hak mahasiswa difabel secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, seluruh unsur di lingkungan UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat terus memperkuat implementasi layanan inklusif dan mendukung optimalisasi peran Pusat Layanan Disabilitas sebagai wadah pelayanan, pendampingan, dan advokasi bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/pusat-layanan-disabilitas-uin-alauddin-perkuat-komitmen-kampus-inklusif-dan-ramah-difabel

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sukses menggelar Pelatihan Dai Pro...
04/06/2026

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sukses menggelar Pelatihan Dai Profesional bertajuk 'Penguatan Kompetensi Dai Profesional dalam Menjawab Tantangan Dakwah Kontemporer'. Kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Dakwah (LABDA) ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13–15 Mei 2026, bertempat di Pusdiklat Unismuh Bollangi, Kabupaten Gowa.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/cetak-kader-mubaligh-berdaya-saing-fdk-uin-alauddin-makassar-gelar-pelatihan-dai-profesio

02/06/2026
01/06/2026

Selamat Hari Lahir Pancasila
1 Juni 2026

Pancasila adalah dasar negara, pemersatu bangsa, dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai inspirasi untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun Indonesia yang maju, adil, dan berkeadaban.

"Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya."

Dirgahayu Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

Rektor dan Sivitas Akademika
UIN Alauddin Makassar 🇮🇩

Address

Jalan Sultan Alauddin No. 36. Samata-Goa
Bontomaranu
92118

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 15:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UIN Alauddin Makassar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to UIN Alauddin Makassar:

Share