UIN Alauddin Makassar

Directions Website Contact the university

UIN Alauddin Makassar The Official Facebook Account of Alauddin State Islamic University Makassar
(554)

Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:

1. Fase tahun 1962 s.d 1965

Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77 tanggal 28 Oktober 1965.

2. Fase tahun 1965 s.d 2005

Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965. Penamaan IAIN di Makassar dengan “Alauddin” diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang pertama memuluk Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam di masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam di masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Sultan Alauddin adalah raja Gowa XIV tahun 1593-1639, (kakek/datok) dari Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI, dengan nama lengkap I Mangnga'rangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, yang setelah wafatnya digelari juga dengan Tumenanga ri Gaukanna (yang mangkat dalam kebesaran kekuasaannya), demikian menurut satu versi, dan menurut versi lainnya gelar setelah wafatnya itu adalah Tumenanga ri Agamana (yang wafat dalam agamanya). Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “ Alauddin ” kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN “ Alauddin” , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, (cucu/turunan) Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar. Pada Fase ini, IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 dimana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba ( 153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.

3. Fase Tahun 2005 s.d sekarang

Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pnedidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar. Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas , UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakutas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:

|| Fakuktas Syari'ah dan Hukum
|| Fakuktas Tarbiyah dan Keguruan
|| Fakultas Ushuluddin dan Filsafat
|| Fakultas Adab dan Humaniora
|| Fakultas Dakwah dan Komunikasi
|| Fakultas Sains dan Teknologi
|| Fakultas Ilmu Kesehatan.
|| Prgoram Pascasarjana(PPs)

FAKULTAS DAN PRODI

A. Fakultas Syariah dan Hukum

Program S1, adalah Prodi:

- Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
- Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
- Ekonomi Islam
- Perbandingan Hukum
- Manajemen
- Ilmu Hukum
- Akuntansi
- Ekonomi Pembangunan


B. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Program S1, adalah Prodi:

- Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Bahasa Arab
- Manajemen Pendidikan Islam
- Pendidikan Bahasa Inggris
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Biologi
- Pendidikan Fisika
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)


C.Fakultas Ushuluddin dan Filsafat

Program S1, adalah Prodi:

- Filsafat Agama
- Ilmu Aqidah
- Sosiologi Agama
- Perbandingan Agama
- Ilmu Hadist
- Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
- Ilmu Politik


D.FakultasAdab dan Humanion

Program S1, dengan Prodi:

- Bahasa dan Sastra Arab
- Sejarah dan Kebudayaan Islam
- Bahasa dan Sastra Inggris
- Ilmu Perpustakaan


E.Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Program S1, dengan Prodi:

- Komunikasi dan Penyiaran Islam
- Bimbingan Penyuluhan Islam
- Pengembangan Masyarakat Islam
- Kesejahteraan Sosial
- Manajemen Dakwah
- Jurnalistik
- Ilmu Komunikasi


F.Fakultas Sains dan Teknologi

Program S1, dengan Prodi:

- Teknik Arsitektur
- Teknik Informatika
- Teknik Perencanaan wilayah dan kota
- Fisika
- Biologi
- Kimia
- Matematika
- Ilmu Peternakan
- Sistem Informasi


G.Fakultas Ilmu Kesehatan

Program S1, dengan Prodi:

- Kesehatan Masyarakat
- Keperawatan
- Farmasi
- Kebidanan (D3)


PASCASARJANA

📢 PENGUMUMAN KEPADA PENGGUNA JALANSehubungan dengan pelaksanaan Kegiatan Wisuda Angkatan 122 UIN Alauddin Makassar yang ...
24/09/2026

📢 PENGUMUMAN KEPADA PENGGUNA JALAN

Sehubungan dengan pelaksanaan Kegiatan Wisuda Angkatan 122 UIN Alauddin Makassar yang akan dilaksanakan pada:

📅 Senin, 28 September 2026

Kegiatan tersebut diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kepadatan arus lalu lintas di sekitar area kampus, khususnya Jalan H.M. Yasin Limpo (depan Kampus UIN Alauddin Makassar).

Untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan perjalanan, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mengantisipasi kepadatan lalu lintas dengan:

🚗 Menggunakan rute alternatif apabila memungkinkan.
⏰ Mengatur waktu perjalanan dan berangkat lebih awal.
🛣️ Mengikuti arahan petugas di lapangan selama kegiatan berlangsung.

Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jalan.

Hormat kami,
Panitia Wisuda Angkatan 122
UIN Alauddin Makassar

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar, Ar. Fahmyddin A’raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI, ...
23/09/2026

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar, Ar. Fahmyddin A’raaf Tauhid, S.T., M.Arch., Ph.D., IAI, turut dalam rombongan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), dalam kunjungan pembelajaran teknologi ke China.

Rombongan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (20/9/2026), dan dijadwalkan berada di China selama empat hari. Kunjungan tersebut melibatkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi serta dekan fakultas teknik dari Makassar untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi informasi dan penerapannya dalam sektor industri.

JK mengatakan kunjungan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran dan perbandingan bagi kalangan akademisi. Menurut JK, para akademisi perlu melihat secara langsung perkembangan teknologi di negara lain untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan teknologi dan penerapannya.

JK menyebut pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi perguruan tinggi dalam memperkuat kemampuan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia.

“Semua dekan-dekan fakultas teknik di Makassar, dengan juga perguruan tinggi, saya undang untuk mengunjungi China, melihat teknologi China sampai sejauh mana,” ujarnya.

Bagi Fahmyddin, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi dikembangkan sekaligus diterapkan dalam berbagai bidang.

“Kami ingin melihat bagaimana perkembangan teknologi tidak hanya berhenti pada inovasi, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di industri. Ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk melihat peluang pengembangan teknologi dan pendidikan di perguruan tinggi,” ujar Fahmyddin.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut dapat memperkaya perspektif akademisi dalam merespons perkembangan teknologi yang terus bergerak. Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri penting untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Salah satu agenda yang dijadwalkan adalah kunjungan ke Huawei untuk melihat perkembangan teknologi sekaligus membandingkannya dengan kemampuan teknologi yang telah dikembangkan di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam rombongan tersebut, Fahmyddin bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan fakultas teknik dari Makassar. Mereka antara lain Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Universitas Hasanuddin Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D.(Eng.), HSE.; Dekan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T.; Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. Drs. Ir. Jamaluddin, M.P., IPM.; serta pimpinan dan dekan dari UMI, UIM, Universitas Bosowa, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Institut Teknologi dan Bisnis Kalla.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/dekan-fst-uin-alauddin-ikut-rombongan-jk-pelajari-teknologi-china

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar membawa pengabdian lebih dekat dengan kebutuhan masy...
23/09/2026

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar membawa pengabdian lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Para kader kesehatan dan unsur PKK Kecamatan Pattalassang diajak tak hanya memahami materi, tetapi juga mempraktikkan langsung pembuatan balsem dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Puskesmas Paccelekang, Kabupaten Gowa, Sabtu (19/9/2026).

Selama sekitar 90 menit, peserta mengikuti praktik pembuatan balsem mulai dari pengenalan bahan dan formula, demonstrasi, proses pembuatan, pengisian ke dalam wadah, hingga pengemasan sederhana.

Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK UIN Alauddin Makassar, Dr. apt. Isriany Ismail, S.Si., M.Si., mengatakan pengabdian kepada masyarakat tidak cukup berhenti pada penyampaian pengetahuan, tetapi perlu diarahkan pada keterampilan yang dapat diterapkan.

“Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh hari ini tidak berhenti di kegiatan ini saja, tetapi bisa diterapkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain pelatihan balsem, kegiatan juga diisi edukasi kesehatan mental pada masa menopause. Peserta diajak memahami perubahan psikologis yang dapat terjadi selama menopause sekaligus strategi untuk menjaga kesehatan mental pada fase tersebut.

Materi lainnya menyasar kesehatan lansia melalui praktik relaksasi otot progresif. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai manfaatnya, peserta mengikuti praktik bersama agar memahami tahapan relaksasi dan dapat menerapkannya kembali.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Paccelekang, Gando Iswanto, S.Kep., Ns., M.Kep. Ia menyambut baik kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkannya. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M) FKIK UIN Alauddin Makassar sekaligus Ketua Panitia, Dr. apt. Syamsuri Syakri, S.Farm., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FKIK menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui kontribusi yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang bagi FKIK UIN Alauddin untuk berbagi pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Syamsuri Syakri menambahkan, keterlibatan Puskesmas, kader kesehatan, dan PKK menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan, tetapi dapat diteruskan dan dimanfaatkan di lingkungan masing-masing.

Rangkaian PkM ditutup dengan evaluasi dan diskusi. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pemahaman dan masukan terhadap materi serta praktik yang telah dilakukan.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/fkik-uin-alauddin-latih-kader-puskesmas-dan-pkk-pattalassang-gowa-buat-balsem #

Pemeriksaan kesehatan gratis digelar Rumah Sakit (RS) UIN Alauddin bersama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedo...
23/09/2026

Pemeriksaan kesehatan gratis digelar Rumah Sakit (RS) UIN Alauddin bersama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin bagi masyarakat di Poli Eksekutif Lantai 2 RS UIN Alauddin, Senin (21/9/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghadirkan sejumlah layanan skrining, mulai dari osteoartritis genu (OA genu), kanker payudara melalui pemeriksaan dan USG mammae, pemeriksaan kandungan, hingga skrining penyakit metabolik melalui pemeriksaan gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan status gizi.

Direktur RS UIN Alauddin, dr. Purnamaniswaty Yunus, M.Kes., MARS., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Prodi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin dan RS UIN Alauddin dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Alauddin dengan RS UIN Alauddin. Bagi kami, kegiatan seperti ini penting karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperlihatkan keterhubungan antara pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu terlihat dari keterlibatan dosen Prodi Pendidikan Dokter yang sekaligus menjalankan praktik sebagai dokter dan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di RS UIN Alauddin.

Keterlibatan tenaga medis tersebut memungkinkan kegiatan pengabdian tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi sivitas akademika, tetapi juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat 50 peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan. Sebanyak 29 orang menjalani pemeriksaan OA genu dan skrining metabolik, 8 orang mengikuti pemeriksaan USG mammae, serta 3 orang menjalani pemeriksaan kandungan.

Direktur RS UIN Alauddin berharap kegiatan serupa dapat memberikan manfaat berkelanjutan, khususnya dengan mendorong masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pemeriksaan saja, tetapi juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Apabila dari hasil skrining ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, tentunya dapat diarahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melanjutkan rangkaian layanan kesehatan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya melalui pemeriksaan mata bagi masyarakat dewasa hingga pra-lansia. Pemeriksaan tersebut tidak hanya mencakup visus atau ketajaman penglihatan, tetapi juga diarahkan untuk mendeteksi secara dini gangguan penglihatan yang berpotensi muncul pada kelompok usia tersebut.

Rangkaian kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan RS UIN Alauddin terhadap pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara rumah sakit dan fakultas maupun program studi di lingkungan UIN Alauddin.

Sebagai rumah sakit yang berada di lingkungan UIN Alauddin, RS UIN Alauddin membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unit akademik untuk mengintegrasikan fungsi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai rumah sakit yang berada di lingkungan UIN Alauddin Makassar, kami tentu sangat mendukung kolaborasi seperti ini. Ke depan kami berharap sinergi antara rumah sakit dan fakultas dapat terus diperkuat, sehingga keberadaan RS UIN Alauddin tidak hanya memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tutupnya.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/rs-uin-alauddin-dan-prodi-pendidikan-dokter-gelar-skrining-kesehatan-gratis

Sembilan posko mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar di Kecamatan Bantaeng menjalankan 10...
23/09/2026

Sembilan posko mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar di Kecamatan Bantaeng menjalankan 109 program kerja selama masa pengabdian Agustus–September 2026. Program tersebut mencakup kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, keagamaan, kebudayaan, hingga inovasi pelayanan publik di tingkat kelurahan dan desa.

Di tingkat kecamatan, mahasiswa menginisiasi sejumlah program lintas posko yang mempertemukan agenda sosial dan kepedulian terhadap lingkungan serta kebudayaan lokal. Salah satunya Aksi Donor Darah yang diarahkan untuk membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat Bantaeng.

Kepedulian terhadap lingkungan pesisir diwujudkan melalui Penanaman Pohon Mangrove sebagai upaya mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir. Sementara itu, rangkaian program lintas posko ditutup dengan Festival Budaya, Maritim, & Agraris Butta Toa 2026 yang mengangkat kearifan lokal serta potensi maritim dan agraris Kabupaten Bantaeng.

Pelaksanaan program di tingkat kecamatan tersebut berjalan beriringan dengan agenda masing-masing posko.

Di Kelurahan Letta, Posko 1 yang dikoordinatori Ahmad Gimnastiar menjalankan 17 program kerja, salah satunya Rihlatul Aswaja yang diarahkan pada penguatan syiar Islam dan pembinaan generasi muda. Posko 2 Kelurahan Pallantikang di bawah koordinasi Setiawan Setyo Prayoga merealisasikan 13 program kerja, termasuk gerakan Jejak Ilmu dan Edukasi di SD Inpres Teladan Merpati.

Program berbasis digital hadir di Posko 3 Kelurahan Tappanjeng. Salna Saleh mengoordinasikan 16 program kerja, termasuk digitalisasi pencatatan pengeluaran ZIS melalui kolaborasi dengan BAZNAS dan BSI. Sementara itu, Posko 4 Kelurahan Lembang yang dikoordinatori Muhammad Rayhan Bachtiar menjalankan 16 program kerja, salah satunya pengembangan Website Kelurahan Karbon Biru untuk mendukung keterbukaan informasi dan pengenalan potensi lokal.

Di Kelurahan Lamalaka, Posko 5 yang dipimpin Budiman menjalankan sembilan program kerja dengan salah satu kegiatannya berupa pemanfaatan sampah plastik menjadi meja fungsional berbasis ecobrick. Adapun Posko 6 Kelurahan Malilingi di bawah koordinasi A. Muh. Faidz Dzaky merealisasikan 16 program kerja, termasuk Bimbingan Belajar TKA berbasis materi prasyarat bagi siswa kelas 6 SDN 08 Kalimbaung.

Program di bidang sosial-keagamaan dan pembinaan anak turut dijalankan Posko 7 hingga Posko 9. Posko 7 Kelurahan Karatuang yang dikoordinatori Risaldi Anggara menggelar kegiatan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Kelurahan Onto, Posko 8 yang dipimpin Mona Marissa merealisasikan sembilan program kerja, termasuk Festival Anak Sholeh.

Sementara itu, Posko 9 Desa Kayu Loe yang dikoordinatori Andres Mukmin menjalankan 13 program kerja, salah satunya menghadirkan alat pembakaran sampah minim asap sebagai teknologi tepat guna.

Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN 79 UIN Alauddin Makassar Kecamatan Bantaeng, Ariel Putra Pratama, menyampaikan apresiasi kepada para koordinator desa dan kelurahan serta seluruh anggota posko yang telah menjalankan program pengabdian di wilayah masing-masing.

Menurutnya, koordinasi di tingkat posko menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat selama masa KKN.

Dengan 109 program kerja yang tersebar di sembilan posko, pelaksanaan KKN 79 di Kecamatan Bantaeng menunjukkan beragam bentuk pengabdian mahasiswa, mulai dari kegiatan sosial dan pendidikan hingga lingkungan, keagamaan, kebudayaan, digitalisasi, dan teknologi tepat guna.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/dari-donor-darah-hingga-teknologi-minim-asap-warna-warni-pengabdian-kkn-79-di-bantaeng

Upaya mencegah stunting tidak berhenti pada pemahaman tentang gizi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan...
23/09/2026

Upaya mencegah stunting tidak berhenti pada pemahaman tentang gizi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak dini. Hal itu menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar saat menggelar penyuluhan stunting dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi mahasiswa KKN dengan Puskesmas Panaikang. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Panaikang hadir sebagai pemateri dalam penyuluhan sekaligus memberikan pelayanan dan arahan selama pemeriksaan kesehatan. Mahasiswa KKN membantu pelaksanaan kegiatan serta mendampingi masyarakat sepanjang rangkaian kegiatan.

Dalam penyuluhan, masyarakat memperoleh edukasi mengenai faktor yang dapat memengaruhi terjadinya stunting, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Materi juga menekankan perhatian terhadap kesehatan sejak masa kehamilan, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta penerapan pola hidup sehat dalam keluarga.

Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai pertanyaan seputar stunting dan kesehatan ibu dan anak kepada tenaga kesehatan dari Puskesmas Panaikang.

Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Dalam proses tersebut, tenaga kesehatan memberikan pelayanan dan arahan sesuai kebutuhan pemeriksaan, sementara mahasiswa KKN membantu serta mendampingi warga.

Bagi mahasiswa KKN Angkatan 79, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja yang diarahkan pada peningkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Kolaborasi dengan Puskesmas Panaikang juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Alauddin berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi pengetahuan praktis bagi masyarakat, terutama dalam memperhatikan kebutuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting sejak dini.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/edukasi-kesehatan-cegah-stunting-kkn-79-uin-alauddin-sasar-warga-pasimarannu #

UIN Alauddin Online — Upaya mencegah stunting tidak berhenti pada pemahaman tentang gizi, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak dini. Hal itu menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja…

23/09/2026
📢 PENGUMUMAN INFORMASI🎓 WISUDA SARJANA KE-122 UIN ALAUDDIN MAKASSARUIN Alauddin Makassar akan melaksanakan Wisuda Sarjan...
22/09/2026

📢 PENGUMUMAN INFORMASI

🎓 WISUDA SARJANA KE-122 UIN ALAUDDIN MAKASSAR

UIN Alauddin Makassar akan melaksanakan Wisuda Sarjana ke-122 pada:

📅 Senin, 28 September 2026

Mari bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Wisuda Sarjana ke-122 sebagai momentum penting dalam perjalanan akademik para lulusan UIN Alauddin Makassar.

📌 Informasi selengkapnya dapat diakses melalui kanal resmi UIN Alauddin Makassar.

🌐 Website: uin-alauddin.ac.id
📱 Media Sosial: UIN Alauddin Makassar

UIN Alauddin Makassar
Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing

Selamat dan sukses kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar atas raihan 4 penghar...
21/09/2026

Selamat dan sukses kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar atas raihan 4 penghargaan dalam ajang International Economic Competition Asosiasi Program Studi Keuangan dan Perbankan Syariah (PSKPS) Vol. 3 Tahun 2026.

Prestasi ini menjadi bukti semangat, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk terus berprestasi di tingkat internasional.

Terus berprestasi, harumkan nama kampus, dan jadilah bagian dari generasi unggul UIN Alauddin Makassar!

Persoalan pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital membawa tiga mahasiswa Hukum Tatanegara (Siyasah Sy...
21/09/2026

Persoalan pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital membawa tiga mahasiswa Hukum Tatanegara (Siyasah Syar’iyyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar masuk dalam 12 naskah terpilih Call for Paper Bawaslu 2026.

Ketiganya, Yoga Saputra, Rezky Fadly Saputra, dan Muh Farhan Bausat, mengusung naskah berjudul “Legal Vacuum dalam Pengawasan Pemilu di Era Algoritmik: Tantangan Disinformasi Politik dalam Demokrasi Digital Indonesia”. Naskah tersebut terpilih untuk dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal pada kategori masyarakat umum.

Capaian tersebut diperoleh setelah melewati sejumlah tahapan seleksi. Pada tahap awal, Call for Paper Bawaslu 2026 menerima lebih dari 800 abstrak dari peserta dengan beragam latar belakang.

Naskah yang ditulis ketiga mahasiswa tersebut kemudian dinyatakan lolos seleksi abstrak dan berlanjut ke tahap pengembangan naskah untuk luaran artikel jurnal. Pada tahap seleksi berikutnya, sebanyak 35 naskah dinyatakan lolos dalam kategori masyarakat umum.

Kategori tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, dosen, akademisi, dan peneliti. Yoga, Rezky, dan Farhan menjadi bagian dari peserta yang melanjutkan proses seleksi hingga tahap akhir.

Proses seleksi juga mencakup dua tahap revisi. Naskah yang diajukan mendapat masukan dan evaluasi dari tim penilai untuk kemudian disempurnakan sebelum ditetapkan sebagai naskah terpilih.

Setelah seluruh tahapan tersebut dilalui, naskah karya ketiga mahasiswa HTN UIN Alauddin tersebut masuk dalam 12 naskah terpilih kategori masyarakat umum untuk luaran artikel jurnal. Selain kategori masyarakat umum, Call for Paper Bawaslu 2026 juga membuka kategori khusus bagi ASN Bawaslu dan pengawas pemilu.

Naskah tersebut mengangkat persoalan legal vacuum dalam pengawasan pemilu di tengah perkembangan teknologi algoritmik dan semakin luasnya penggunaan ruang digital dalam kehidupan demokrasi. Pembahasan berfokus pada tantangan disinformasi politik serta kebutuhan pengawasan pemilu yang mampu merespons perubahan karakter ruang demokrasi di era digital.

Bagi Yoga, Rezky, dan Farhan, proses tersebut menjadi pengalaman akademik yang mempertemukan pembelajaran di bangku kuliah dengan persoalan hukum dan demokrasi yang berkembang di masyarakat. Tahapan riset, penulisan, penyusunan argumentasi hukum, hingga revisi berdasarkan evaluasi tim penilai menjadi bagian dari proses yang mereka jalani.

Ketiganya berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa lain untuk memanfaatkan berbagai kesempatan akademik, termasuk kompetisi penulisan dan forum ilmiah, sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan riset dan penulisan.

“Jangan menunggu merasa cukup siap untuk mulai menulis dan berkompetisi. Terkadang, keberanian untuk mengirimkan gagasan adalah langkah pertama yang membawa kita pada kesempatan yang lebih besar. Prosesnya mungkin panjang, tetapi setiap revisi, kritik, dan kegagalan justru menjadi bagian dari perjalanan untuk menghasilkan karya yang lebih baik,” ujar mereka.

Keterpilihan naskah tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk memperluas keterlibatan dalam forum ilmiah nasional sekaligus menyampaikan gagasan akademik mengenai persoalan hukum dan demokrasi di era digital.
https://uin-alauddin.ac.id/berita/detail/tiga-mahasiswa-htn-uin-alauddin-masuk-12-naskah-terpilih-call-for-paper-bawaslu-2026

Address

Jalan Sultan Alauddin No. 36. Samata-Goa
Bontomaranu
92118

Opening Hours

Monday 08:00 - 15:00
Tuesday 08:00 - 15:00
Wednesday 08:00 - 15:00
Thursday 08:00 - 15:00
Friday 08:00 - 15:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UIN Alauddin Makassar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to UIN Alauddin Makassar:

Shortcuts

Share