Berdiri tahun 1941 M oleh KH. Berkomitmen dlm akidah, syariah, ahklak & STEAM
"๐๐๐พ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฟ ๐๐๐๐ฝ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐ฟ๐๐ฟ"
1 RIWAYAT HIDUP DAN KELUARGA
1.1 Lahir
KH. Abu Dzarr mempunyai nama kecil Abu Syihab atau Syihabuddin. Beliau lahir pada Senin wage pukul 11.00 siang, tanggal 11 Syawal 1324 H/1903 M di Dukuh Gempolbapang Desa Brangsong dari pasangan Moh. Rowo (wafat Rabu kliwon, 8 Jumadil Akhir 1365 H
/1946 M) dan Salminah (wafat Selasa kliwon, 13 Shafar 1371 H/1951 M). Abu Syihab adalah putra pertama dari 4 bersaudara, 3 adiknya yaitu Abu Amar, Saudah dan Shofiyah. Abu Syihab kemudian berganti nama menjadi Abu Dzarr saat melaksanakan ibadah haji yang pertama pada tahun 1950-an.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Abu Dzarr menikah dua kali, menikah pertama istri beliau wafat dan menikah dengan adik dari istrinya(ipar) bernama Marfuโatun , dari buah pernikahan beliau dikaruniai dikaruniai 10 anak, di antaranya:
Maryam (lahir Rabu kliwon, 10 Syawal 1361 H/1942 M)
Konaโah (lahir Selasa pon, 22 Jumadil Akhir 1364 H/1945 M)
Anas Abu Dzarr (lahir Senin wage, 6 Rabiul Tsani 1367 H/1948 M)
Zaenab (lahir Ahad kliwon, 18 Muharram 1370 H/1950 M)
Husnul Khotimah (lahir Selasa wage, 5 Jumadil Akhir 1373 H/1954 M)
Zulaekha (lahir Kamis manis, 15 Rajab 1375 H/1956 M)
Istianah (lahir Selasa kliwon, 18 Rabiul Awal 1377 H/1957 M)
Mawardi Abu Dzarr (lahir Kamis pon, 5 Ramadan 1379 H/ 1961 M)
Ahmad Abu Dzarr (lahir Senin legi, 16 Jumadil Akhir 1385 H/1965 M)
Marwah (lahir 1968 di Makkah dan meninggal dunia)
Marfuโatun kemudian berganti nama menjadi Hj. Mahmudah saat menunaikan ibadah haji bersama H. Abu Dzarr tahun 1968.
1.3 Wafat
KH. Abu Dzarr meninggal dunia pada hari Kamis kliwon pukul 23.30 tanggal 15 Dzulhijjah 1406 H/21 Agustus 1986 M dalam usia 83 tahun. Istri beliau Hj. Mahmudah meninggal dunia pada hari Sabtu pahing pukul 09.00 tanggal 22 Dzulhijjah 1421 H/17 Maret 2001 M. Keduanya dimakamkan berdampingan di pemakaman Dukuh Kedinding Desa Purwokerto Kecamatan Brangsong.
2 SANAD ILMU DAN PENDIDIKAN BELIAU
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Usai menamatkan pendidikan di Sekolah Rakyat (SR). Beliau kemudian melanjutkan pendidikan ke sejumlah pesantren di Pulau Jawa, antara lain:
Pondok Pesantren Gubugsari Pegandon (Mbah Kiai Jambari/KH.Abdul Wahab)
Pondok Pesantren Termas Pacitan Jawa Timur (KH. Abdullah)
Pondok Pesantren Poncol Salatiga (KH. Hasan Asyโari ) tahun 1345-1349 H. Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur (KH. Hasyim Asyโari ) tahun 1349 H. Pondok Pesantren Kasingan Rembang (KH. Kholil) tahun 1350 H. Saat mondok di Kasingan, beliau seangkatan dengan KH. Mahrus Ali Lirboyo, KH. Ahmad Abdul Hamid Kendal, KH. Bisri Musthofa Rembang, dan KH. Sulaiman Magelang. Menurut penuturan Gus Ali Masyhar Demak, saat mondok di Kasingan beliau merupakan salah satu santri kesayangan Mbah Kholil dan menjadi qoriโ (pembaca/pengajar kitab) bersama menantu Mbah Kholil yakni KH. Abdullah Zaini