12/06/2026
Tingkatkan Kreativitas Guru, Tim PKM FBS Undiksha Gelar Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Design Thinking
Pedawa – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan pelatihan dan pendampingan implementasi kerangka pembelajaran Design Thinking bagi guru-guru SD Negeri 3 Pedawa pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pemberdayaan pendidikan di Desa Pedawa.
Program PKM diketuai oleh Dr. Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. I.G.A. Lokita Purnamika Utami, S.Pd., M.Pd., Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si., dan Ni Wayan Monik Rismadewi, S.Pd., M.Pd.
Kepala SD Negeri 3 Pedawa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan berpusat pada siswa.
Pada sesi materi, Dr. Nyoman Karina Wedhanti memaparkan konsep, prinsip, dan tahapan penerapan Design Thinking dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai penerapan pendekatan tersebut di kelas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembelajaran yang dipandu Dr. Luh Diah Surya Adnyani. Melalui pemodelan tersebut, para guru memperoleh pengalaman langsung dalam merancang pembelajaran yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan dan sesi refleksi yang menjadi bagian evaluasi kegiatan. Para guru berbagi pengalaman serta pemahaman baru yang diperoleh untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.
Menutup kegiatan, Prof. Dr. I.G.A. Lokita Purnamika Utami mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta. Melalui program ini, tim PKM FBS Undiksha berharap pendekatan Design Thinking dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih kreatif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.