17/04/2025
Aristoteles ingin menunjukkan bahwa marah itu manusiawi, tapi tidak semua kemarahan itu benar. Yang sulit adalah mengelola kemarahan dengan bijaksana—yaitu:
• tahu kepada siapa kemarahan itu layak diarahkan,
• tahu seberapa besar kemarahan itu harus ditunjukkan,
• tahu kapan waktunya tepat,
• tahu mengapa ia marah,
• dan tahu bagaimana caranya marah tanpa merusak.
Intinya, ia mengingatkan bahwa emosi harus ditata oleh akal. Menjadi benar bukan soal marah atau tidak, tapi bagaimana kita menempatkan emosi dalam kendali moral dan akal sehat. Marah bisa menjadi kebaikan, kalau ia diarahkan dengan penuh kebijaksanaan.