21/08/2026
KEUTAMAAN ILMU
Allah Ta’ala berfirman :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah [58] :11)
Di dalam ayat ini disebutkan bagaimana kedudukan seseorang diangkat karena ia memiliki ilmu dan mengamalkan nya.
Al-Imam Muthorrif Ibn Abdillah berkata,
فضل العلم أحبّ إليّ من فضل العبادة، وخير دينكم الورع
“Keutamaan ilmu lebih aku cintai ketimbang keutamaan beribadah, dan sebaik-baik orang yang berpegang teguh kepada agama adalah orang yang waro’ [menjaga diri dari yang haram].” (Kitab Al-‘Ilmu li Zuhair Ibn Harb, hal. 8)
Bukan berarti ibadah amaliyah [seperti shalat sunnah, shaum sunnah] atau maliyah [seperti sedekah] termasuk dakwah dianggap tidak utama; akan tetapi semua itu mesti nya dilandasi terlebih dahulu dengan ilmu sehingga ia mampu menunaikan amal-amal ibadah itu dengan sempurna, sesuai dengan yang diinginkan oleh Allah. Karena itu ilmu di dahulukan sebelum beramal. Al-Imam As-Syafi’I menyebutkan, “Menuntut ilmu agama lebih diutamakan daripada shalat sunnah.” (Muqoddimah Al-Majmu’, 1/31)
Al-Imam As-Syafi’I bahkan menegaskan bahwa kunci kesuksesan hidup di dunia maupun akhirat adalah ilmu.
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرِةَ فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ
“Barangsiapa menginginkan dunia, maka hendaknya ia meraih ilmu. Dan barangsiapa menginginkan akhirat, maka hendaknya ia meraih ilmu.” (Muqoddimah Al-Majmu’, 1/31)
Kalau lah boleh menambahkan, kami akan menambahkan :
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ وَالعَمَلِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرِةَ فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ وَالعَمَلِ
“Barangsiapa menginginkan dunia, maka dengan ilmu dan amal. Dan barangsiapa menginginkan akhirat, maka dengan ilmu dan amal.”
✍🏻 Ust. Muhammad Rivaldy Abdullah