11/08/2024
ู
ู ูู
ูุนุฑู ุงูุฃุตูู ุญุฑู
ุนู ุงููุตูู
Artinya: Siapa yang melupakan asalnya, maka sulit untuk mencapai kesuksesan.
Hubungan guru dan murid (kiai dan santri), tidak selesai begitu saja setelah proses belajar rampung. Tapi, sampai kapan pun, hubungan ruhani akan terus terkoneksi.
Kendati jarak memisah begitu jauh, jangan sampai guru yang dulu pernah mengajarnya, hanya karena alasan sudah selesai dari interaksi belajar, dilupakan begitu saja. Dalam literatur pesantren, keberkahan menjadi taruhannya. Jika murid sudah tidak lagi ingat terhadap sang guru, keberkahan bisa berkurang.
Dalam tradisi pesantren, salah satu upaya untuk menjaga dan memperkuat hubungan kiai dan santri adalah dengan sowan. Sowan merupakan tradisi bersilaturahim kepada kiai. Meski seorang santri sudah tidak lagi di pesantren, ia akan tetap menjaga dan memperkuat hubungan dengan kiainya dengan tradisi sowan tersebut.
Mengenai hubungan guru dengan seorang murid, Imam Al-Ghazali menjelaskan:
ููุญูุชูุงุฌู ุงูู
ูุฑููุฏู ุฅูููู ุดูููุฎู ููุฃูุณูุชูุงุฐู ููููุชูุฏูู ุจููู ููุง ู
ูุญูุงููุฉู ููููููุฏูููู ุฅูููู ุณูููุงุกู ุงูุณููุจููููุ ููุฅูููู ุณูุจูููู ุงูุฏููููู ุบูุงู
ูุถูุ ููุณูุจููู ุงูุดููููุทูุงูู ููุซููุฑูุฉู ุธูุงููุฑูุฉู. ููู
ููู ููู
ู ูููููู ูููู ุดูููุฎู ููููุฏููููุ ููุงุฏููู ุงูุดููููุทูุงูู ุฅูููู
ุทูุฑููููู ููุง ู
ูุญูุงููุฉู. ููู
ููู ุณููููู ุณูุจููู ุงูุจูููุงุฏูู ุงูู
ูููููููุฉู ุจูุบูููุฑู ุฎููููุฑู ููููุฏู ุฎูุงุทูุฑู ุจูููููุณููู ููุฃูููููููููุงุ ููููููููู ุงูู
ูุณูุชูููููู ุจูููููุณููู ููุงูุดููุฌูุฑูุฉู ุงูุชู ุชูููุจูุชู ุจูููููุณูููุง ููุฅููููููุง ุชูุฌูููู ุนูููู ุงูููุฑูุจูุ ููุฅููู ุจูููููุชู ู
ูุฏููุฉู ููุฃูููุฑูููุชู ููู
ู ุชูุซูู
ูุฑูุ ููู
ูุนูุชูุตูู
ู ุงูู
ูุฑููุฏู ุดูููุฎูููุ ููููููุชูู
ูุณูููู ุจููู
Artinya: Seorang murid harus memiliki sosok syaikh dan guru yang diikuti dan menuntunnya ke jalan yang banar. Jalan agama begitu terjal, sementara begitu banyak jalan-jalan setan. Barangsiapa yang tidak memiliki guru, maka setan akan menyesatkan jalannya. Seperti orang yang melewati sebuah pedalaman berbahaya tanpa pemandu, maka akan sangat mengancam keselamatannya. Orang yang tanpa guru, laksana pohon yang tumbuh tanpa diurus. Dalam waktu dekat akan mati. Andai pun pohon itu hidup dalam waktu yang lama, tak akan berbuah. Penjaga murid adalah gurunya. Berpeganglah padanya.
(lihat Ihya 'Ulumiddin, juz 1, halaman 98)
Pondok Pesantren Daar Adnan