Penggemar kimia

Penggemar kimia Solvent Mari pelajari kimia untuk berinovatif dan kreatif

30/01/2017

Pembuatan Melamine Clear Semi Gloss
Formulasi:
Xylene 10% 17kg
SBP 6,5% 11kg
BC 2,5% 4,25kg
Matting agent 0,5% 850gr
Dispersing agent 0,5% 850gr
Short oil alkyd resin 40% 72kg
Amino resin 40% 72kg

Prosedur pembuatan :
1.masukan berturut turut Xylene, SBP dan BC kedalam bejana
2.aduk setengah menit (100 rpm)
3.masukkan matting agent kemudian aduk ±10 menit (300 rpm)
4.masukkan amino resin kemudian aduk ±10 menit (300 rpm)
5.masukkan short oil alkyd resin, aduk ±10 menit (600 rpm)
6.tambahkan dispersing agent aduk 5 menit (350 rpm)
7.let –down, kurangi kecepatan putaran mixer secara perlahan lalu matikan mixer.

30/01/2017

Zat Asam Sitrat : Sifat-sifat, Kegunaan dan Bahayanya
ads


Asam sitrat merupakan asam organic lemah yang ditemukan di daun dan buah tumbuhan genus citrus (jeruk – jerukan). Senyawa ini berguna dalam industri makanan, farmasi dan tambahan dalam makanan ternak. Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi hingga dapat mencapai bobot 8% kering. Hal ini ditemukan pada buah jeruk dan limau misalnya jeruk nipis dan jeruk purut.

asam sitratSifat asam sitrat yang tidak beracun, dapat mengikat logam-logam berat, (besi maupun bukan besi) dan dapat menimbulkan rasa yang menarik. Di dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus yang terjadi dalam mitokondria yang penting dalam metabolisme makhluk hidup. Asam sitrat dapat diproduksi secara kimiawi atau secara fermentasi menggunakan mikroorganisme.

Struktur Kimia Asam Sitrat

Rumus kimia Asam sitrat adalah C6H8O7. Struktur asam ini tercermin pada nama IUPACnya, asam 2-hidroksi- 1,2,3-propanatrikarboksilat. Keasamaan Asam Sitrat didapat dari tiga gugug karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi yang dihasilkan adalah ion sitrat.

Sifat zat kimia asam sitrat seperti berikut :

Kontak langsung (paparan) dengan asam sitrat yang bersifat kering dan larut, akan mengakibatkan iritasi pada kulit dan mata.
Mampu mengikat ion-ion logam sehingga dapat digunakan sebagai pengawet dan kesadahan dalam air
Keasaman pada asam sitrat, didapatkan dari gabungan tiga gugus karboksi-COOH yang dapat melepas proton dalam larutan.
Asam sitrat dapat berupa kristal anhidrat yang bebas air atau berupa kristal monohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekulnya.

Bentuk anhidrat asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin.
Bentuk monohidrat Asam sitrat dapat diubah menjadi bentuk, anhidrat dengan pemanasan pada suhu 70 – 75° C
Jika dipanaskan diatas suhu 175°C akan terurai terdekomposisi) dengan melepaskan karbon dioksida (CO2) dan air (H2O).
Kegunaan Asam Sitrat

Zat asam sitrat banyak digunakan dalam kehidupan manusia, terutama pada proses industri sebagai berikut :

Industri Kimiawi
Dalam industri kimiawi asam sitrat digunakan sebagai bahan tambahan dalam antifoam agent, pelembut pakaian, campuran warna tekstil, campuran detergent (sabun cuci). Hal ini dikarenakan sifat sitrat sebagai pengendali pH dalam cairan pembersih rumah tangga.

Selain itu, kemampuan asam sitrat dalam mengikat ion-ion logam, menjadikannya berguna sebagai bahan sabun dan detergent. Dengan mengikat ion-ion logam pada air sadah, asam sitrat akan memungkinkan sabun untuk membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan.

Industri Farmasi
Dalam industri farmasi (10% dari total produksi), digunakan sebagai bahan pengawet dalam penyimpanan darah atau sebagai sumber zat besi dalam bentuk feri-sitrat.


Hampir 60% dari total pembuatan asam sitrat digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, antara lain digunakan sebagai pemberi rasa asam, antioksidan dan pengemulsi. Rasa sari buah, es krim, marmalde diperkuat dan diawetkan dengan menggunakan asam sitrat.

Bahaya Asam Sitrat

Konsumsi asam sitrat secara berlebihan akan mengakibatkan korosi pada Gigi. Asam-asam pada minuman ringan yang mempunyai konsentrasi yang tinggi dan pH awal minuman yang rendah akan berdifusi ke dalam email gigi melalui kisi-kisi kristal. Kisi-kisi prisma pada tubuh email ini, yang mengandung air dan matriks organik atau protein.

Jika pH mulut mencapai dibawah titik kritis yaitu 5,5 maka akan terjadi hilangnya ion dari gigi ke lingkungan dalam mulut yang disebut demineralisasi. Penunian yang berulang-ulang pada pH dalam waktu yang berdekatan akan mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi yang rawan sehingga merupakan tahap awal terjadinya karies atau korosi pada gigi.

Meskipun asam sitrat aman digunakan dalam makanan, namun berhati-hatilah dengan kadarnya di dalam setiap makanan atau minuman yang dikonsumsi.

02/01/2017

Asap warna warni atau yang sering disebut smoke bomb biasanya digunakan suporter bola untuk mendukung tim jagoannya, supaya suasanya menjadi ceria dan lebih meriah.
asap warna dipasaran di jual dengan harga yang cukup mahal. tidak ada salahnya kita membuat asap warna sendiri
dengan bahan yang sederhana dan mudah didapatkan di pasaran.
Potassium nitrat merupakan bahan untuk pupuk, bahan tersebut bisa dibeli di toko pertanian. saat pembuatan jauhkan
dari bensin dan anak anak

bahan bahan yang digunakan dalam pembuatan asap warna warni atau smoke bomb :
- soda kue bubuk
- 40 gram gula pasir
- 60 gram potasium nitrat / kalium ( KNO3 )
- pewarna yang tahan air ( lebih baik pewarna serbuk ) / organic powder dye
- kaleng bekas
- sumbu pemicu
- kapas

cara membuat asap warna warni atau smoke bomb:
- campurlah potasium nitrat dengan gula pasir di panci kecil dengan perbandingan 60 : 40
- masak dengan api kecil dan aduk terus ( agar tidak terbakar ) sampai campuran mengental dan berubah warna menjadi cokelat
- tambahkan 1 sendok makan soda bubuk
- masukkan 3 sendok makan pewarna
- aduk lagi sampai mengental
- masukkan campuran ke dalam kaleng tabung sampe 4/5 bagian
- tusuk bangian tengah dengan kayu / sumpit / bolpoint
- tunggu 1 jam lalu cabut
- masukkan sumbu pemicu ke lubang di tengah, sumbat dengan kapas ( ujung sumbu harus lebih tinggi dari kaleng )
- lapisi seluruh bagian kaleng dengan selotip tebal bisa menggunakan tap selotip yang berwarna hitam
- selesai

02/01/2017

Natrium fluorida ialah senyawa kimia anorganik dengan rumus NaF. Zat padat zat berwarna, merupakan sumber ion fluorida dalam aplikasi yang beragam. Natrium fluorida lebih murah dan kurang higroskopis dibandingkan garam kalium fluoride terkait.

Nama IUPAC-nya Natrium fluoride; nama lainnya Florocid. Adapun sifat-sifatnya adalah:

Rumus molekul: NaF

Berat molekul: 41,988173 gr/mol

Penampilan: Zat padat putih

Bau: Tidak berbau

Densitas: 2,558 gr/cm3

Titik leleh: 993 °C; 1,819 °F; 1,266 K

Titik didih: 1.704 °C; 3.099 °F; 1.977 K

Kelarutan dalam air: 36,4 (0 °C); 40,4 (20 °C); 50,5 (100 °C) gr/L

Kelarutan dalam pelarut lain: Dalam alcohol tidak larut

Tekanan uap: 1 mmHg @ 1077 C°

Indeks refraksi(nD) : 1,336

Struktur Kristal: Kubus

Konstanta kisi: a = 462 pm

Bentuk molekul: Oktahedral

Struktur, Sifat-sifat Umum, Terjadinya

Natrium fluorida ialah senyawa ion, pelarutan menghasilkan ion Na+ dan ion F− terpisah. Seperti natrium klorida, ia mengkristal dalam bentuk kubus dimana baik Na+ dan F─menempati pusat koordinasi oktahedral; jarak kisinya, sekitar 462 pm, agak lebih kecil dari natrium klorida.

Bentuk mineral NaF, Villiaumite, agak langka. Mineral ini dikenal dari batuan plutonik nepheline syenite.

Produksi

NaF dibuat dengan menetralkan asam hidrofluorida atau asam heksafluorosilikat (H2SiF6), hasil-samping dari reaksi fluoroapatit (Ca5(PO4)3F) (dari batu fosfat) dari produksi pupuk super fosfat. Bahan-bahan penetral termasuk natrium hidroksida dan natrium karbonat. Alkohol terkadang digunakan untuk mengendapkan NaF:

HF + NaOH → NaF + H2O

Dari larutan yang mengandung HF, natrium fluorida mengendap sebagai garam bifluorida NaHF2. Pemanasan kemudian melepaskan HF dan memberikan NaF.

HF + NaF ⇌ NaHF2

Laporan tahun 1986, konsumsi NaF dunia setiap tahunnya diperkirakan beberapa juta ton.

Aplikasi

Garam fluorida digunakan untuk meningkatkan kekuatan gigi dengan pembentukan fluorapatite, komponen alami dari emael gigi. Meskipun natrium fluorida juga digunakan untuk fluoridasi air dan, memang, adalah standar dimana senyawa fluoridasi air lainnya diukur, asam heksafluorosilicat (H2SiF6) dan garam natrium heksafluorosilikat adalah aditif yang digunakan lebih umum di Amerika Serikat.

Pasta gigi mengandung natrium fluorida untuk mencegah gigi berlubang. Atau, Natrium fluorida digunakan sebagai zat pembersih (misalnya, sebagai “pencuci asam”). Berbagai aplikasi kimia khusus yang ada dalam sintesis dan metalurgi ekstraktif. Ini bereaksi dengan klorida elektrofilik termasuk asil klorida, klorida sulfur, dan fosfor klorida. Seperti fluorida lainnya, sodium fluoride menemukan digunakan dalam desilylation dalam sintesis organik. Fluoride adalah reagen untuk sintesis fluorokarbon. Ia bereaksi dengan klorida elektrofilik termasuk asil klorida, belerang klorida, dan fosfor klorida. Seperti fluorida-fluorida lain, natrium fluorida menemui penggunan dalam desililasi dalam sintesis organik. Fluorida ini merupakan reagen untuk sintesis fluorokarbon.

Dalam pencitraan medis, natrium fluorida berlabel fluor-18 digunakan dalam tomografi emisi positron—positron emission tomography (PET). Relatif terhadap scintigraphy tulang konvensional yang dilakukan dengan sistem kamera gamma atau SPECT, PET menawarkan sensitivitas dan resolusi spasial yang lebih baik. Kerugian dari PET adalah bahwa natrium fluoride berlabel fluor-18 tidak tersedia secara luas daripada radiofarmasi konvensional berlabel teknesium-99m.

Keamanan

Dosis mematikan untuk manusia 70 kg (154 lb) diperkirakan pada 5–10 gr. Natrium fluorida digolongkan sebagai racun baik terhirup (dari debu atau aerosol) maupun tertelan. Pada dosis yang cukup tinggi, NaF menunjukkan mempengaruhi jantung dan sistem sirkulasi. Untuk pajanan di tempat kerja, Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah menetapkan pajanan di tempat kerja batasnya 2,5 mg/m3 sepanjang 8 jam kerja rata-rata.

Pada dosis yang lebih tinggi digunakan untuk mengobati osteoporosis, Natrium fluoride polos dapat menyebabkan rasa sakit di kaki dan patah tulang stres tidak lengkap ketika dosis terlalu tinggi, tetapi juga mengiritasi perut, kadang-kadang begitu parah yang menyebabkan bisul.

Pelepasan-perlahan dan versi enterik berlapis natrium fluorida tidak memiliki efek samping lambung dengan cara apapun yang signifikan, dan memiliki komplikasi lebih ringan dan jarang pada tulang. Dalam dosis yang lebih rendah digunakan untuk fluoridasi air, satu-satunya efek samping yang jelas adalah fluorosis gigi, yang dapat mengubah penampilan gigi anak-anak selama perkembangan gigi;. ini tidak terlalu parah dan tidak mungkin untuk mewakili efek nyata pada penampilan estetika atau kesehatan masyarakat

02/01/2017

MEMBUAT CAIRAN PENGHANCUR LOGAM (AQUA REGIA/ AIR RAJA)

Pendahuluan :

Aqua Regia adalah campuran antara HNO3 dan HCl.
Keduanya adalah cairan asam yang kuat dan sama-sama bersifat korosif.
Mampu menghancurkan logam – logam masif macam besi dan baja.
Logam-logam mulia seperti emas,platinum dan palladium akan larut dalam larutan aqua regia (AR) sedangkan perak akan larut dan kemudian mengendap kembali dalam bentuk endapan perak klorida (endapan putih).

HCl :
Termasuk zat kimia berbahaya yang tergolong B3.
Dalam jumlah yang sesuai takarannya di dalam tubuh manusia, HCl berguna untuk membantu mencerna makanan agar cepat lunak dan hancur sehingga sari-sari makanannya mudah diserap oleh tubuh.
HCl atau biasa disebut dengan Asam Klorida juga banyak digunakan dalam berbagai industri seperti pembuatan bahan vinil klorida (vinyl chloride/ C2H3Cl) sebagai senyawa utama dalam pembuatan PVC (biasa untuk p**a pralon).
Senyawa yang ditemukan pertama kali oleh Abu Musa Jabir bin Hayyan juga digunakan dalam industri logam untuk membersihkan karat dan kerak besi oksida dari besi atau baja.

HNO3 :
Asam Nitrat adalah zat kimia yang tergolong sebagai asam kuat dan sama seperti HCl juga tergolong sebagai bahan kimia berbahaya (B3).
Asam nitrat memiliki kegunaan yang sangat banyak dan bervariasi.
Salah satunya adalah sebagai bahan dalam pembuatan bahan peledak TNT.
Digunakan p**a untuk pemurnian logam – logam mulia seperti emas, perak, platinum dan palladium.
Selain itu HNO3 dapat menghilangkan kerak mineral kalsium dan magnesium yang menempel pada logam.

Bahan – bahan yang diperlukan :
1. Asam Klorida (HCl).
HCl
2. Asam Nitrat (HNO3).
HNO3

Proses Pembuatan :
Perbandingannya 4 bagian HCl untuk 1 bagian HNO3.
Contoh : 400mL HCl untuk 100mL HNO3.

02/01/2017

Adhesive / Perekat / Lem
Sebelum masuk ke formulas nya ada baiknya saya paparkan jenis adhesive berdasarkan sifat reaksinya. Ini akan memberikan anda pemahaman untuk mendesign berbagai jenis adhesive sesuai kebutuhan.

Perekat non-reaktif
Perekat pengeringan Ada dua jenis perekat yang mengeras dengan pengeringan: pelarut perekat berbasis dan perekat dispersi polimer, juga dikenal sebagai perekat emulsi. Pelarut perekat berbasis campuran bahan (biasanya polimer) dilarutkan dalam pelarut. Lem putih, perekat kontak dan semen karet adalah anggota keluarga pengeringan perekat. Sebagai pelarut menguap, perekat mengeras. Tergantung pada komposisi kimia dari perekat, mereka akan mematuhi bahan yang berbeda untuk derajat besar atau lebih kecil.
Polimer perekat dispersi adalah dispersi putih susu sering didasarkan pada polivinil asetat (PVAc). Mereka digunakan secara luas dalam woodworking dan kemasan industri. Mereka juga digunakan dengan kain dan komponen berbasis kain, dan produk rekayasa seperti kerucut loudspeaker.
Tekanan-sensitif perekat
Tekanan-sensitif perekat (PSA) membentuk ikatan dengan penerapan tekanan ringan untuk menikah perekat dengan adherend tersebut. Mereka dirancang untuk memiliki keseimbangan antara aliran dan resistensi terhadap aliran. Bentuk-bentuk obligasi karena perekat yang cukup lunak mengalir (yaitu, "basah") untuk adherend tersebut. Obligasi tersebut memiliki kekuatan karena perekat yang cukup sulit untuk menolak aliran ketika stres diterapkan obligasi. Setelah perekat dan adherend yang berada di dekat, interaksi molekul, seperti pasukan van der Waals, terlibat dalam obligasi, memberikan kontribusi signifikan terhadap kekuatan utamanya.
PSA dirancang untuk aplikasi baik permanen atau removable. Contoh aplikasi permanen termasuk label keamanan untuk peralatan listrik, foil tape untuk HVAC pekerjaan saluran, otomotif interior langsing perakitan, dan suara / getaran film redaman. Beberapa PSA permanen kinerja tinggi menunjukkan nilai-nilai adhesi tinggi dan dapat mendukung kilogram berat badan per sentimeter persegi luas kontak, bahkan pada suhu yang tinggi. PSApermanen mungkin awalnya dilepas (misalnya untuk memulihkan barang disalahartikan) dan membangun adhesi ikatan permanen setelah beberapa jam atau hari.
Perekat dilepas dirancang untuk membentuk ikatan sementara, dan idealnya dapat dihapus setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun tanpa meninggalkan residu pada adherend tersebut. Perekat dilepas digunakan dalam aplikasi seperti film perlindungan permukaan, kaset masking, bookmark dan catatan kertas, barcode label, harga menandai label, bahan grafis promosi, dan kontak kulit (dressing perawatan luka, elektroda EKG, tape atletik, analgesik dan obat transdermal patch, dll). Beberapa perekat dilepas dirancang untuk berulang kali tetap dan unstick. Mereka memiliki adhesi rendah, dan umumnya tidak dapat mendukung banyak berat badan.
Tekanan-sensitif perekat diproduksi dengan baik pembawa cair atau dalam bentuk padat 100%. Artikel yang dibuat dari PSA cair dengan lapisan perekat dan pengeringan pembawa pelarut atau air. Mereka mungkin lebih dipanaskan untuk memulai reaksi cross-linking dan meningkatkan berat molekul. 100% PSA padat mungkin viskositas polimer rendah yang dilapisi dan kemudian bereaksi dengan radiasi untuk meningkatkan berat molekul dan membentuk perekat, atau mereka mungkin bahan viskositas tinggi yang dipanaskan untuk mengurangi viskositas cukup untuk memungkinkan lapisan, dan kemudian didinginkan. Bahan baku utama untuk PSA adalah acrylate polimer.
Perekat kontakPerekat kontak digunakan dalam ikatan yang kuat dengan geser-tahan tinggi seperti laminasi, seperti ikatan Formica ke counter kayu, dan di alas kaki, seperti dalam melampirkan outsoles untuk bagian atasnya.Karet alam dan polychloroprene (Neoprene) yang umum digunakan perekat kontak. Kedua elastomer ini menjalani kristalisasi ketegangan.
Perekat kontak harus diterapkan untuk kedua permukaan dan dibiarkan beberapa waktu untuk kering sebelum dua permukaan yang mendorong bersama-sama. Beberapa perekat kontak memerlukan selama 24 jam untuk kering sebelum permukaan yang akan diselenggarakan bersama-sama. Setelah permukaan yang mendorong bersama-sama, bentuk-bentuk ikatan yang sangat cepat. Hal ini biasanya tidak diperlukan untuk menerapkan tekanan untuk waktu yang lama waktu, sehingga ada sedikit kebutuhan untuk klem.
Hot perekat
Hot perekat, juga dikenal sebagai perekat meleleh panas, adalah termoplastik diterapkan dalam bentuk cair (dalam kisaran 65-180 ° C) yang memperkuat pada pendinginan untuk membentuk ikatan yang kuat antara berbagai bahan. Etilena-vinil asetat berbasis panas-mencair sangat populer untuk kerajinan karena kemudahan penggunaan dan berbagai bahan umum mereka dapat bergabung. Sebuah pistol lem (lihat gambar kanan) merupakan salah satu metode menerapkan perekat panas. Lem mencair perekat padat, maka memungkinkan cairan melewati barel nya ke material, di mana ia membeku.Lem termoplastik mungkin telah diciptakan sekitar tahun 1940 oleh Procter & Gamble sebagai solusi untuk masalah yang perekat berbasis air, yang biasa digunakan dalam kemasan pada waktu itu, gagal dalam iklim lembab, menyebabkan paket untuk membuka.

Perekat reaktif
Multikomponen perekatPerekat multi-komponen mengeras dengan mencampur dua atau lebih komponen yang bereaksi secara kimia. Reaksi ini menyebabkan polimer untuk cross-link ke akrilik, urethanes, dan epoxies.
Ada beberapa kombinasi komersial perekat multi-komponen yang digunakan dalam industri. Beberapa kombinasi ini adalah:

Polyester resin - resin poliuretanPoliol - resin poliuretanPolimer akrilik - resin poliuretan
Masing-masing komponen perekat multi-komponen yang tidak perekat secara alamiah. Komponen individu bereaksi satu sama lain setelah dicampur dan menunjukkan adhesi penuh hanya pada proses curing. Multi-komponen resin dapat berupa berbasis pelarut atau pelarut-kurang. Pelarut hadir dalam perekat adalah media untuk poliester atau resin polyurethane. Pelarut dikeringkan selama proses curing

Satu komponen perekatPerekat satu-bagian mengeras melalui reaksi kimia dengan sumber energi eksternal, seperti radiasi, panas, dan kelembaban.
Ultraviolet (UV) perekat cahaya menyembuhkan, juga dikenal sebagai bahan curing light (LCM), telah menjadi populer dalam sektor manufaktur karena waktu curing cepat dan kekuatan ikatan yang kuat. Perekat curing dengan cahaya dapat curing hanya dalam satu detik dan banyak formulasi dapat ikatan substrat berbeda (bahan) dan menahan suhu yang keras. Kualitas ini membuat perekat UV curing penting untuk pembuatan item dalam pasar industri seperti elektronik, telekomunikasi, medis, aerospace, kaca, dan optik. Tidak seperti perekat tradisional, sinar UV curing perekat tidak hanya bahan ikatan bersama-sama tetapi mereka juga dapat digunakan untuk segel dan produk mantel. Mereka umumnya akrilik basis.
Perekat panas menyembuhkan terdiri dari campuran pra-dibuat dari dua atau lebih komponen. Ketika panas diterapkan komponen bereaksi dan cross-link. Jenis perekat meliputi epoxies, urethanes, dan polyimides.
Kelembaban perekat menyembuhkan menyembuhkan ketika mereka bereaksi dengan kelembaban hadir pada permukaan substrat atau di udara. Jenis perekat meliputi cyanoacrylates dan urethanes

02/01/2017

Berikut kami lampirkan daftar beberapa bahan kimia yang sering dipakai dalam industri kimia berkut keterangan singkat (sifat,kegunaan dll), silahkan mencoba.

A.B.S. Singkatan AlkylBenzeneSulphonic acid, atau NANSA 1870 (Albright) bahan berbentuk cairan kental warna coklat tua dan panas digunakan untuk bahan pembersih seperti deterjen.

Aceton, atau Dimetilketon atau Propanon-2. Berbentuk cairan jernih yang mudah terbakar, berbau cukup menyengat dan mudah menguap. Digunakan untuk pelarut lemak, lilin, plastik. Penerapan :sebagai bahan pembuatan nailpaint remover (penghapus pewarna kuku)

Aceton peroxide sebagai pemutih dan pematang tepung dengan dosis seperlunya.

Acid Blue = pewarna , Acid blue1 =Food Blue, collor index=no 422051 dan Acib Blue 3 = Sulphan Blue, no index 42045

Acid Green = pewarna hijau (C.I. no 44090)

Aquadestilata = air suling

Borax, nama lain: Biboras Natricus / sodium borate/ sodium tetraborate / sodium biborate/ sodium pyroborate.
Bentuk fisik ada 2 : kristal (decahidrat) larut dalam air.
Serbuk (anhidrat) sukar larut dalam air.
Kegunaan: bahan pengkilap logam, bahan pelembut tekstil, menyolder. Dalam bidang medis, sebagai astringen dan antiseptik

Broxo-salt garam broxo. Bentuk seperti kacang.

Bucrylateberupa cairan, titik didih 170 derajat celcius, sering digunakan sebagai perekat sel.

Butylalcohol , nama lain: 1-butanol atau normal butilalcohol ( N-butylalcohol)
Cairan bersifat racun, sebagai pelarut ,penghapus cat

C.M.C. Carboxy-Methyl-Cellulose Butiran/granul putih yang bila basah mengembang membentuk cairan kental. Sebagai bahan baku pembuatan deterjen, plester,tekstil, tinta cetak, pengeboran. Dalam kesehatan sebagai suspending agent.

cadmium oxide bubuk/kristal warna coklat tua larut dalam asam encer. Digunakan dalam industri gelas/batere,campuran logam perak, elektro plating. Dalam medis sebagai unsur obat cacing nematocide dan ascaricide pada babi.

canada balsem sebagai perekat barang dari kaca

cera alba malam(lilin) putih atau Bees-wax White. Bentuknya padat berwarna putih kekuningan larut dalam minyak atsiri/lemak dan chloroform dengan titik leleh berkisar 62-64 derajat Celcius.

diammonium phospate nama lainnya : Diamonium H-phospat, Ammonium fosfat sekunder/dibasic atau disingkat DAP.
Digunakan dalam pembuatan tekstil dan bahan lain yang tahan api. Warna dasar untuk bahan celup pabrik kain.

E.B.B. Emulsi Benzyl Benzoat biasanya kadar 25 persen. Sebagai bahan obat Scabies (kudis).

Ethylenglycol Nama lainnya: Glycolalcohol, Glycol, etilenglycol.
Berupa cairan agak kental, manis tapi beracun. Untuk minyak rem , pelarut tinta ballpoint, tinta stempel, cat. Bahan pemadam kebakaran. Bahan anti beku

Ethyl Hexanediolcairan untuk mengusir serangga/hama, dicampur dengan Dimethylphtalat.

Ferri oxydemeni besi

FormaldehydesolutionNama lain: Formalin, formol dengan kadar sekitar 37 persen Formaldehyde.
Untuk desinfektan pakaian, ruangan, kapal. Untuk bahan tinta warna putih, pengawet jenazah/mayat, bahan pembersih kaca, bahan campuran bedak. Untuk mencegah polimerisasi sering ditambah methanol 10-15 persen. Berbentuk cairan yang jernih dengan bau menyengat.

Gelatindari tulang hewan yang digiling sebagai bahan industri lem kayu.

Glyserin nama lain: Glycerol , berupa cairan jernih berfungsi agar campuran tidak lekas kering, misalnya untuk tinta stempel.

gom/gum gum atau kak dalam bahasa jawa, ada 4 macam:
1.Gom arab (arabian/acacia gum)
2.Guar Gum
3.Veegum
4.Tragacanth
Untuk membuat gelasan/pelapis beling tumbuk pada benang layangan, biasa digunakan arabic gum, demikian juga untuk membuat lem cair.

Hydrogen peroxide dengan rumus kimia H2O2, disebut juga Waterstof-peroxyde, cairan jernih dan menghanguskan kulit bila tersentuh. Sebagai pemutih bahan makanan, pemutih bulu angsa (untuk shuttlecock), gading, sebagai desinfektan air. Untuk medis sebagai campuran (3 persen) obat kumur. Dalam industri mebel dikenal untuk membleach kayu yang belang (kadang dicampur ammonia).

Hydroquinon atau hydrochinon kristal dengan titik leleh 170-171 derajat Celcius larut dalam air, alkohol dan ether. Larutan Hydroquinon bila kena angin/udara berubah warna menjadi coklat. Dalam medis digunakan untuk penghilang bercak hitam pada kulit. Di dunia teknik digunakan pada fotografi dan antioksidantia.

Ionolberfungsi sebagai pengawet untuk minyak

Iron sulfide dengan rumus kimia FeS, bentuknya bubuk/kristal berwarna abu-abu sampai coklat hitam. Digunakan dalam industri keramik, cat (sebagai pigmen)

Kalii carbonateatau Salt of tartar, bentuk bubuk/butiran yang higroskopis dengan titik leleh 891 derajat Celcius . Ada yang tidak higroskopis, yaitu yang jenis sesquihidrat.
Digunakan dalam industri sabun, gelas/kaca, keramik dan penyamakan kulit. Dalam kosmetika sebagai bahan shampoo cair.

Kalii chloratedengan rumus kimia KCLO3, bentuknya kristal dengan titik leleh 368 derajat Celcius, digunakan dalam industri korek api batangan, kembang api dan pewarna kain katun.

Lithopondengan rumus kimia ZnS 26-60 persen, untuk bahan baku dempul (putty), tinta , cat (minyak dan tembok).

Mentholnama lain: Peppermint camphor, bentuk kristal/butiran, sebagai campuran permen, pewangi, rokok. Dalam medis digunakan sebagai obat gosok, campuran obat batuk., obat kumur, pasta gigi.

Methylen blueuntuk mewarnai spiritus, pembersih keramik, tinta.

Naptholdigunakan dalam pembuatan tinta birutua dan dalam usaha laundry.

n.b.acetate atau Nonyl-butyl-acetate, berbentuk cairan wangi digunakan sebagai pelarut (seperti thinner).

nipasol atau Propylparaben, sebagi pengawt makanan.

Pelarut solvent atau oplosmiddel.Terbagi dua macam: organik (chloroform, toluen, xylen,wasbensin dll) dan anorganik. Sesuai namanya, untuk melarutkan bubuk/kristal /butir granule.

Phenol atau karbol, bentuknya kristal higroskopis, untuk lem, lysol wangi

Polyvinylacetate untuk pembuatan lem kayu, cat tembok, tinta transparan.

Red Lead atau Loodmenie (Pb3O4), bentuk kristal berwarna oranye kemerahan .Untuk mengawetkan kayu, pigmen, sebagai elastomer penyekat kabel..

S.M.T atau nama dagang Pegasol 3040 ialah pengemulsi, sebagai aditif pencegah karat, bahan antikabut dalam film PVC, pembasah pigmen dalam pembuatan cat..

Sacharin pemanis buatan.

Soda api atau kaustik soda, nama lain Sodium Hydroxide, Natrium Hidroksida. Dengan sifat panasnya untuk mengikis kebuntuan saluran w.C, untuk cuci botol.

Sodium Carbonate dengan rumus kimia Na2CO3, sebagai pembersih noda tinta.

Sodium Lauryl- Sulfo acetate atau anionic surfactant. Digunakan dalam pembuatan pasta gigi

Talc atau talcum. Nama lain Talcum venetum, Magnesium silikat, berupa bubuk warna putih , ada juga yang keabu-abuan/kebiru-biruan. Bahan baku utama pembuatan bedak salicyl, juga bahan pengisi tablet. Produk yang terkenal adalah merk Haichen (Jerman) dan Liaoning (China)

Tartrazine zat pewarna yang umum digunakan berwarna kuning,sering digunakan untuk mie kering dan kerupuk Color Index no.19140, food yellow no.4

Tawas ada dua macam: Tawas bening .(Kalium Aluminium Sulfat, aluin/alumen/potas alum, untuk menjernihkan air takaran 30 gram perliter air. 2. Tawas Butek (Al2(SO4)3 untuk mengendapkan kotoran air..

Teepoldeterjen sangat cair dari asam lemak kelapa/kapuk (jawa= biji klentheng).

Vanillin berbentuk jarum putih atau kuning muda berbau vanila. Dapat larut dalam alkohol, chloroform, karbondisulfide ataupun glicerol. Untuk makanan dan minuman.

Zink Acetate larut dalam air, dengan titik leleh 237 derajat Celciustun.

02/01/2017

Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Kaca merupakan bahan lutsinar, kuat, tahan hakis, lengai, dan secara biologi merupakan bahan yang tidak aktif, yang boleh dibentuk menjadi permukaan yang tahan dan licin. Ciri-ciri ini menjadikan kaca sebagai bahan yang sangat berguna. Komponen utama kaca ialah silika. Silika ialah galian yang mengandungi silikon dioksida. Nama IUPAC silikon dioksida ialah silikon(IV) oksida. Silika wujud secara semulajadi dalam pasir.Kaca merupakan bahan pejal sekata, biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak berkristal disejukkan dengan cepat, dengan itu tidak memberikan cukup masa untuk jaringan kekisi kristal biasa terbentuk.
Kaca biasa biasanya terdiri daripada silikon dioksida (SiO2), yang merupakan sebatian kimia yang serupa dengan kuarza, atau dalam bentuk polihabluran, pasir. Silika tulen mempunyai tahap lebur sekitar 2000 Selsius, jadi dua bahan lain sering dicampurkan kepada pasir dalam pembuatan kaca. Satu daripadanya adalah soda (sodium karbonat Na2CO3), atau potasy, setara dengan sebatian kalium karbonat, yang menurunkan tahap lebur kepada sekitar 1000 Selsius. Bagaimanapun, bahan soda menjadikan kaca larut, jadi kapur (kalsium oksida, CaO) merupakan bahan ketiga, ditambah untuk menjadikan kaca tidak larut.Silikon(IV) oksida ialah molekul kovalen raksasa. Oleh itu, silikon(IV) oksida memerlukan banyak tenaga haba untuk mengatasi setiap ikatan kovalen antara atom dalam struktur raksasa. Maka, silikon(IV) oksida mempunyai takat lebur yang sangat tinggi, iaitu 1710 C. Dalam silikon(IV) oksida, setiap atom silikon diikat secara kovalen kepada 4 atom oksigen dalam bentuk tetrahedron dengan sudut antara ikatan 109.5 . Unit itu diulangi secara tidak terhingga dengan setiap atom oksigen terikat kepada 2 atom silikon untuk membentuk molekul kovalen raksasa seperti struktur berlian. Kaca merupakan bahan pejal sekata, biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak berkristal disejukkan dengan cepat, dengan itu tidak memberikan cukup masa untuk jaringan kekisi kristal biasa terbentuk.Salah satu ciri kaca adalah ia lutsinar. Sifat lutsinar disebabkan kaca terdiri daripada bahan yang tidak mempunyai keadaan perubahan garisan atomik dalam tenaga cahaya. Juga disebabkan kaca adalah sekata pada tahap gelombang yang lebih besar daripada cahaya, ketidaksekataan menyebabkan cahaya terbias, menghalang pemancaran imej.

1.2 Tujuan
ü Dapat mengetahui bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan gelas dan kaca.
ü Dapat mengetahui proses pembuatan suatu barang dari bahan gelas dan kaca.
ü Dapat mengetahui perbedaan antara gelas dan kaca

1.3 Rumusan Masalah
* Menjelaskan definisi dari tiap gelas dan kaca.
* Menjelaskan beberapa sifat fisik dan kimia dari gelas dan kaca.
* Menjelaskan jenis-jenis dari gelas dan kaca.
* Menjelaskan komposisi penyusun dari gelas dan kaca.
* Menjelaskan prosedur pembuatan gelas dan kaca.
* Memberitahukan contoh-contoh dari gelas dan kaca

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kaca dan Gelas
Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Tetapi seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang senyawa unik ini? Inilah beberapa fakta tentang kaca.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.
Sebagaimana bahan-bahan yang sangat banyak digunakan dalam peradaban modern, riwayat penemuan kaca tidaklah jelas sama sekali. Salah satu rujukan yang paling tua mengenai bahan ini dibuat oleh Pliny, yang menceritakan bagaimana pedagang-pedangang phoenisia purba menemukan kaca tatkala memasak makanan. Periuk yang digunakannya secara tidak sengaja diletakkan di atas massa trona di suatu pantai. Penyatuan yang terjadi antara pasir dan alkali menarik perhatian dan orang Mesir telah berusaha menirunya. Sejak tahun 6000 atau 5000 sebelum Masehi, orang mesir telah membuat permata tiruan dari kaca dengan ketrampilan yang halus dan keindahan yang mengesankan. Kaca jendela sudah mulai disebut-sebut sejak tahun 290. Silinder kaca jendela tiup ditemukan oleh para pendeta pada abad kedua belas. Dalam abad tengah, Venesia memegang monopoli sebagai pusat industi kaca. Di jerman dan inggris, kaca baru mulai dibuat pada abad ke-16. Secara keseluruhan sebelum tahun 1900, industri ini merupakan seni yang dilengkapi oleh rumus-rumus rahasia yang dijaga ketat. Proses pembuatannya-pun bersifat empiris dan hanya berdasarkan pada pengalaman.
Email
Email adalah bahan ticlak tembus pandang yang dibakarkan secara berlapis (3 – 6 lapis) pada bahan dasar. Email merupakan massa yang mirip gelas dan dapat menempel dengan kuat. Email terbentuk setelah campuran organik yang merigandung kuarsa dalam air dilapiskan ke alas permukaan logam dengan cara pelelehan dan “sinter”.
Sifat-sifat:
Email mempunyai sifat mirip gelas. Karena koefisien pemuaiannya lebih kecil dari pada baja, ada kemungkinan email bisa retak pada saat pemanasan. Hal ini disebabkan baja memuai lebih panjang. Demikian p**a pada pendinginan yang cepat, email dapat menjadi retak karena tegangan tarik. Adanya retak-retak menyebabkan bahan proses dapat menerobos masuk, menyerang baja dan menyebar dibawah lapisan email. Apabila pada proses ini terbentuk gas seperti H2,gas tersebut dapat mengangkat lapisan email sehingga terkelupas. Untuk memperkecil bahaya ini, pada pembuatan peralatan email, email diberi tekanan-tegangan awal. Dengan demikian, penggunaan dengan perbedaan temperatur yang lebih besar diperbolehkan, sehingga peralatan dapat dipanaskan/didinginkan lebih cepat. Petunjuk dari perusahaan pembuat harus diberlakukan bila tidak ada petunjuk intem.
Penggunaan: Peralatan email digunakan dalam produksi bila produk yang diinginkan harus mempunyai kemurnian yang tinggi dan/atau peralatan harus mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap asam.

2.2 Sifat Fisik dan Kimia dari Gelas dan Kaca
Ada beberapa sifat gelas yang bisa dikatakan memiliki kelebihan dibanding dengan material lainnya, antara lain:
Sifat estetika atau keindahan
Sifat tembus pandang secara optik (transparan)
Sifat elastic
Sifat ketahanan terhadap zat/reaksi kimia
Namun kekurangan dari gelas adalah sifat nya yang getas dan mudah pecah.
Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra merah, tetapi tidak oleh sinar ultraviolet. Gelas yang mengandung Pb tidak dapat dilewati oleh sinar Rontgen. Pemanasan akan menyebabkan pemuaian gelas yang besarnya sangat berbeda satu sama lain (tergantung koefisien pemuaian). Bila pemanasan atau pendinginan berlangsung terlalu cepat atau terkonsentrasi pada satu titik, akan terjadi tegangan. Karena gelas bersifat rapuh, tegangan tersebut dapat menimbulkan retakan. Bahan aditif khusus seperti boron oksida dapat membuat gelas kimia lebih tahan terhadap bahan kimia dan perubahan temperatur. Kuarsa memiliki sifat tennis yang lebih baik karena koefisien pemuaiannya sangat kecil.Gelas merupakan isolator listrik yang baik dan penghantar panas yang buruk (terutama glass wool). Gelas kimia akan berubah sifatnya setelah digunakan bertahun-tahun atau dalam waktu yang lebih singkat lagi bila dipakai untuk temperatur yang lebih dari 150oC. Perubahan ini dimulai dengan teradinya kristalisasi pada beberapa tempat dan akhimya pada seluruh tempat. Dengan demikian, gelas menjadi lebih rapuh dan tidak dapat digunakan.
Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling) yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara teratur. Dari segi kimia, kaca adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya. Kaca memiliki sifat-sifat yang khas dibanding dengan golongan keramik lainnya. Kekhasan sifat-sifat kaca ini terutama dipengaruhi oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.
Beberapa sifat-sifat kaca secara umum adalah:
Padatan amorf (short range order).
Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.
Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)
Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.
Efektif sebagai isolator.
Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
Pada tahun 1914, di Belgia dikembangkan proses Fourcault untuk menarik kaca plat secara kontiniu. Selama 50 tahun berikutnya para ilmuwan dan insinyur telah berhasil menciptakan berbagai modifiklasi terhadap proses penarikan kaca dengan tujuan untuk memperkecil distorsi optik kaca lembaran (kaca jendela) dan menurunkan biaya pembuatan.
Reaksi yang terjadi dalam pembuatan kaca secara ringkas adalah sebagai berikut:
Na2CO3 + aSiO2 à Na2O.aSiO2 + CO2
CaCO3 + bSiO2 à CaO.bSiO2 + CO2
Na2SO4 + cSiO2 + C à Na2O.cSiO2 + SO2 + SO2 + CO
Walaupun saat ini terdapat ribuan macam formulasi kaca yang dikembangkan dalam 30 tahun terakhir ini namun gamping, silika dan soda masih merupakan bahan baku dari 90 persen kaca yang diproduksi di dunia.
Kuarsa (SiO2), salah satu bentuk polimorfi silika
2.3 Jenis - Jenis dari Gelas dan Kaca
Secara umum, kaca komersial dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan:
Silika lebur. Silika lebur atau silika vitreo dibuat melalui pirolisis silikon tetraklorida pada suhu tinggi, atau dari peleburan kuarsa atau pasir murni. Secara salah kaprah, kaca ini sering disebut kaca kuarsa (quartz glass). Kaca ini mempunyai ciri-ciri nilai ekspansi rendah dan titik pelunakan tinggi. Karena itu, kaca ini mempunyai ketahanan termal lebih tinggi daripada kaca lain. Kaca ini juga sangat transparan terhadap radiasi ultraviolet. Kaca jenis inilah yang sering digunakan sebagai kuvet untuk spektrometer UV-Visible yang harganya sekitar dua jutaan per kuvet.
Alkali silikat. Alkali silikat adalah satu-satunya kaca dua komponen yang secara komersial, penting. Untuk membuatnya, pasir dan soda dilebur bersama-sama, dan hasilnya disebut Natrium silikat. Larutan silikat soda juga dikenal sebagai kaca larut air (water soluble glass) banyak dipakai sebagai adhesif dalam pembuatan kotak-kotak karton gelombang serta memberi sifat tahan api.
Kaca soda gamping. Kaca soda gamping (soda-lime glass) merupakan 95 persen dari semua kaca yang dihasilkan. Kaca ini digunakan untuk membuat segala macam bejana, kaca lembaran, jendela mobil dan barang pecah belah.
Kaca timbal. Dengan menggunakan oksida timbal sebagai pengganti kalsium dalam campuran kaca cair, didapatlah kaca timbal (lead glass). Kaca ini sangat penting dalam bidang optik, karena mempunyai indeks refraksi dan dispersi yang tinggi. Kandungan timbalnya bisa mencapai 82% (densitas 8,0, indeks bias 2,2). Kandungan timbal inilah yang memberikan kecemerlangan pada “kaca potong” (cut glass). Kaca ini juga digunakan dalam jumlah besar untuk membuat bola lampu, lampu reklame neon, radiotron, terutama karena kaca ini mempunyai tahanan (resistance) listrik tinggi. Kaca ini juga cocok dipakai sebagai perisai radiasi nuklir.
Kaca borosilikat. Kaca borosilikat biasanya mengandung 10 sampai 20% B2O3, 80% sampai 87% silika, dan kurang dari 10% Na2O. Kaca jenis ini mempunyai koefisien ekspansi termal rendah, lebih tahan terhadap kejutan dan mempunyai stabilitas kimia tinggi, serta tahanan listrik tinggi. Perabot laboratorium yang dibuat dari kaca ini dikenal dengan nama dagang pyrex. Kaca borosilikat juga digunakan sebagai isolator tegangan tinggi, p**a lensa teleskop seperti misalnya lensa 500 cm di Mt. Palomer (AS).
Kaca khusus. Kaca berwarna , bersalut, opal, translusen, kaca keselamatan,fitokrom, kaca optik dan kaca keramik semuanya termasuk kaca khusus. Komposisinya berbeda-beda tergantung pada produk akhir yang diinginkan.
Serat kaca (fiber glass). Serat kaca dibuat dari komposisi kaca khusus, yang tahan terhadap kondisi cuaca. Kaca ini biasanya mempunyai kandungan silika sekitar 55%, dan alkali lebih rendah.
Jenis kaca yang paling umum dikenal dan yang telah digunakan sejak berabad-abad silam sebagai jendela dan gelas minum adalah kaca soda kapur, yang terbuat dari 75% silica (SiO2) ditambah Na2O, CaO, dan sedikit aditif lain.
Di dalam ilmu pengetahuan, istilah kaca didefinisikan dalam arti yang luas, kaca dapat dibuat dari paduan bahan yang berbeda: paduan logam, ion-ion yang di cairkan, molekul cair, dan polimer. Untuk banyak aplikasi seperti; botol, kaca mata, gelas dll.
Kaca memainkan peran penting dalam ilmu pengetahuan dan industri. Karena struktur kimianya, fisik, dan khususnya sifat optik kaca cocok untuk aplikasi optik dan bahan Optoelektronik, peralatan laboratorium, isolator termal, bahan penguat, dan seni kaca (seni, kaca studio).
Kaca tulen boleh dijadikan begitu lutsinar sehinggakan beratus kilometer kaca boleh ditembusi gelombang cahaya infra dalam kabel gentian optik.Kaca biasa mempunyai campuran bahan lain untuk mengubah cirinya. Kaca bertimah hitam adalah lebih berkilauan, kerana peningkatan index pantulannya, sementara boron ditambah bagi mengubah ciri terma dan elektriknya, seperti Pyrex. Menambah barium juga meningkatkan indeks pantulannya, dan serium digunakan dalam kaca yang menyerap tenaga infra. Logam oksida juga ditambah bagi menukarkan warna kaca. Peningkatan soda atau potash menurunkan lagi tahap lebur, sementara mangan ditambah bagi menyingkirkan warna yang tidak dikehendaki. Kaca berwarna dihasilkan dengan bercampur dengan sedikit oksida logam peralihan. Misalnya, oksida mangan akan menghasilkan warna ungu, oksida kuprum dan kromium memberikan warna hijau, dan oksida kolbalt memberikan warna biru.Soda atau sodium karbonat, Na2CO3 yang menurunkan tahap lebur kepada sekitar 1000 C. Bagaimanapun, bahan soda menjadikan kaca larut, jadi kapur (kalsium oksida, CaO) biasanya ditambah untuk menjadikan kaca tidak larut.

2.4 Komposisi dari Gelas dan Kaca
Definisi Teknik
Gelas mempunyai beberapa definisi teknis yang tergantung dari proses pembentukan gelas, struktur atom dan keadaan thermodinamis nya.
Secara empiris:
Gelas adalah material non-organik hasil dari proses pendingan tanpa melalui proses kristalisasi.
Definisi berdasarkan struktur:
Gelas adalah benda padat yang tidak mempunyai struktur seperti halnya keramik atau logam.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk membuat gelas, yaitu:
proses pendinginan dengan cepat
proses polimerisasi
Gelas termasuk kelompok vitroida atau termogel, yang merupakan senyawa kimia dengan susunan yang kompleks. Senyawa tersebut diperoleh dengan membekukan lelehan yang lewat dingin. Gelas ialah produk yang “amorf dan bening dengan kekerasan dan elastisitas yang cukup, tetapi sangat rapuh.

Komponen – komponen utama pembuatan kaca :
1.Pasir : yang dikenal adalah jenis quartz
2.Soda : yaitu Na2O yang di suplai dalam berbagai soda abu (Na2CO3).
3.Feldspar : mempunyai formula umum : R2O, Al2O3 . 6 SiO2 di mana R2O dapat berupa Na2O abu K2O abu campuran dari kedua oksidasi tersebut.
4.Borax : menurunkan koefisien ekspansi dan menaikkan ketahanan terhadap bahan kimia.
5.Cullet : merupakan pecahan-pecahan kaca atau kaca yang berasal dari produk tak lolos quality control. Cullet berfungsi untuk menurunkan temperatur leleh dari bahan baku. Cullet yang diumpankan sebanyak 25% dari total bahan baku.

Bahan stabilizer merupakan bahan yang mampu menurunkan kelarutan di
dalam air, tahan terhadap serangan bahan kimia lain termasuk materi-materi lain yang
terdapat di atmosfer.

Contoh bahan stabiliser yang biasa dipakai di industri gelas adalah:
1.Kalsium karbonat, membuat produk akhir menjadi tidak larut di dalam air.
2.Barium karbonat, meningkatkan berat spesifik dan indeks bias.
3.Timbal oksida, membuat produk menjadi transparan, mengkilat, dan memiliki indeks bias yang tinggi.
4.Seng oksida, membuat gelas tahan terhadap panas yang mendadak, memperbaiki sifat-sifat fisik dan mekanik, dan meningkatkan indeks bias. Aluminium oksida, meningkatkan viskositas gelas, kekuatan fisik, dan ketahahan terhadap bahan kimia

Komponen sekunder, di antaranya adalah :
1.Refining agent, menghilangkan gelembung-gelembung gas pada saat pelelehan bahan baku. Bahan yang biasa digunakan sebagai refining agent pada industri gelas adalah sodium nitrat dan sodium sulfat atau arsen oksida (As2O3).

2.Penghilang warna (decolorant), menghilangkan warna yang biasanya
diakibatkan oleh kehadiran senyawa besi oksida yang masuk bersama bahan baku. Bahan penghilang warna yang digunakan adalah mangan dioksida (MnO2), logam selenium (Se), atau nikel oksida (NiO).
3.Pewarna (colorant), digunakan untuk membuat gelas khusus sesuai dengan warna yang dikehendaki.

4.Opacifiers. Bahan yang digunakan sebagai opacifier adalah fluorite (CaF2), kriolit (Na3AlF6), sodium fluorosilika (Na2SiF6), timah phospat, seng phospat (Zn3(PO4)2), dan kalsium phospat (Ca3(PO4)2).
2.5 Proses Pembuatan Gelas dan Kaca
Pembuatan:
Gelas dibuat dari campuran pasir, soda, batu. kapur, natrium sulfat, feldspar, senyawa boron dan aluminium serta bahan aditif lain, tergantung pada jenisnya. Dalam oven, campuran dileburkan
misalnya pada temperatur 600oC. Leburan tersebut didinginkan sampai Pembuatan gelas kira-kira 1100oC. Produk-produk jadi atau setengah jadi (misalnya pelat, p**a, benda berongga, batang dan barang yang dipres) dapat dibuat langsung dari leburan tersebut. Hal penting dalam pembuatan bahan itu adalah pendinginan bertahap dan perlahan-lahan.Mula-mula bahan didinginkan sampai temperatur transformasi(perubahan dari plastis ke elastis). Setelah perubahan tersebut, bahan didinginkan lagi hingga tuntas. Dengan cara demikian tidak akan terjadi tegangan dalam bahan yang dapat mengakibatkan retak secara tiba-tiba pada bahan ketika digunakan.
Ketahanan kimia
Gelas sangat mudah rusak oleh lelehan alkali, alkali karbonat, (pH10), hidrogen, fluorida, dan agak mudah rusak oleh basa panas dengan pH 7 – 10, serta larutan panas asam anorganik yang mengandung air, misalnya HCl 30%.Pengolahan dan penggunaan: Gelas dapat dibentuk dengan cara memanaskannya lagi (peniupan kaca). Selain itu gelas dapat digerinda dingin, dibor, dipotong, direkat, diperkuat (dengan plastik/serat gelas) dan bisa diberi tegangan (kaca pengaman) dengan pengerjaan panas.Penggunaan: Gelas digunakan sebagai bahan bila dibutuhkan peralatan yang tembus pandang dan mempunyai ketahanan kimia yang tinggi. Contohnya p**a, kaca pengintip, organ penyekat, bejana kecil dalam operasi, botol keranjang, botol kecil, alat penukar panas, pompa,siklon, filter sinter, dan alat laboratorium. Secara khusus, gelas dapat digunakan sebagai kaca pengaman, bahan isolasi, kaca optik (misalnya untuk filter), kaca jendela, dan cermin.Keamanan: Botol biasa dan botol keranjang tidak holeh diberi beban tekanan. Bila tidak ada petunjuk kerja intern maka petunjuk kerja yang dikeluarkan oleh perusahaan pembuat gelas kimia harus diberlukukan.

PEMBUATAN GELAS
Proses pembuatan gelas di dalam industri meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
1. Persiapan bahan baku (batching)
Pada tahap ini dilakukan penggilingan, pengayakan bahan baku serta pemisahan dari pengotor-pengotornya. Serbuk bahan baku ditimbang sesuai komposisi, termasuk bahan-bahan aditif lain yang diperlukan seperti zat pewarna atau zat-zat sesuai dengan produk kaca yang dikendaki. Pengadukan campuran bahan baku dalam suatu mixer dilakukan agar campuran menjadi homogen sebelum dicairkan.
2. Pencairan (melting/fusing)
Bahan baku yang sudah homogen, diayak dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tungku (furnace) bersuhu sekitar 1500oC sehingga campuran akan mencair. Selama proses pencairan, masing-masing bahan baku akan saling berinteraksi membentuk reaksi-reaksi kimia berikut :
Reaksi-reaksi penguraian

Na2SO3 → Na2O + CO2 ….. (1)
CaCO3 → CaO + CO2 ….. (2)
Na2SO4 → Na2O + SO2 ….. (3)
MgCO3.CaCO3→ MgO + CaO + 2CO2 ….. (4)
Reaksi antara SiO2 dengan Na2CO3 pada suhu 630 – 780o C
Na2CO3 +aSiO2 → Na2O.aSiO2 + CO2 ….. (5)
Reaksi antara SiO2 dengan CaCO3 pada suhu 600o C
CaCO3 +bSiO2 → CaO.bSiO2 + CO2 ….. (6)
Reaksi antara CaCO3 dengan Na2CO3 pada suhu di bawah 600o C
CaCO3 + Na2CO3 → Na2Ca(CO3)2 ….. (7)
Reaksi antara Na2SO4 dengan SiO2 pada suhu 884o C
Na2SO4 + nSiO2 → NaO.nSiO2 + SO2 + 0.5O2 ….. (8)
Reaksi utama
aSiO2 + bNa2O + cCaO + dMgO aSiO2.bNa2O.cCaO.dMgO ….. (9)

Leburan kaca
Tungku sebagai tempat mencairkan campuran bahan baku kaca, terbagi menjadi
3 jenis, yaitu :

Ø Pot furnace, biasanya dipakai untuk menghasilkan kaca-kaca khusus (special glass) seperti kaca seni, kaca optik dengan skala produksi yang kecil sekitar 2 ton atau lebih rendah. Pot terbuat dari bata silica-alumina (lempung) khusus atau platina.

Ø Tank furnace, digunakan pada industri gelas skala besar dan terbuat dari bata refraktori (bata tahan panas). Furnace ini mampu menampung sekitar
1350 ton cairan gelas yang membentuk kolam di jantung furnace.

Ø Regenerative furnace.
Pembentukan (forming/shaping)
Bahan kaca yang berbentuk cair lalu dialirkan ke dalam alat-alat yang berfungsi untuk membentuk kaca padat sesuai yang diinginkan. Ada beberapa jenis proses pembentukkan kaca, di antaranya adalah :
a. Proses Fourcault., Bahan cair dialirkan secara vertikal ke atas melalui sebuah bagian yang dinamakan "debiteuse". Bagian ini terapung di permukaan kaca cair dengan celah sesuai dengan ketebalan kaca yang diinginkan. Di atas debiteuse terdapat bagian sirkulasi air pendingin yang akan mendinginkan kaca hingga 650 – 670oC. Pada suhu tersebut kaca berubah menjadi pelat padat dan akan bergerak dengan didukung oleh roda pemutar (roller) yang menarik kaca tersebut ke atas. Gambar di bawah ini melukiskan skema prosesFour cault.

b. ProsesColburn (Libbey-Owens),Jika prosesFourcault , gerakan kaca berlangsung secara vertikal, maka pada prosesColburn kaca akan bergerak secara vertical kemudian diikuti gerakan horizontal setelah melewati roda-roda penjepit yang membentuk leburan gelas menjadi lembaran-lembaran.
c. ProsesPilkington (float process), Bahan cair dialirkan ke dalam sebuah kolam berisi cairan timah (Sn) panas. Kecepatan aliran bahan cair ini merupakan pengatur tebal tipisnya kaca lembaran yang akan diproses. Kaca akan mengapung di atas cairan timah karena perbedaan densitas di antara keduanya. Kaca ini tetap berupa cairan dengan pasokan panas yang berasal dari pembakar di bagian atas kolam. Pengendalian temperatur di dalam kolam dilakukan agar kaca tetap rata di kedua sisinya serta pararel. Bahan yang biaanya digunakan untuk keperluan ini adalah gas nitrogen murni. Selanjutnya, aliran kaca melewati daerah pendinginan (masih di dalam kolam) dan keluar dalam bentuk kaca lembaran bersuhu ±600oC.
Proses a – c di atas dikenal dengan proses mekanik.

Ø d. Proses tiup (blow), Proses ini digunakan untuk membuat botol kaca, gelas
kemasan, atau aneka bentuk kaca seni lainnya.

4. Annealing
Fungsi tahapan ini adalah untuk mencegah timbulnya tegangan-tegangan antar molekul pada kaca yang tidak merata sehingga dapat menimbulkan kepecahan. Proses annealing kaca terdiri dari 2 aktivitas, yaitu :
(1) menahan kaca dengan waktu yang cukup di atas temperatur kritik tertentu untuk menurunkan regangan internal, dan
(2) mendinginkan kaca sampai temperatur ruang secara perlahan-lahan untuk menahan regangan sampai titik maksimumnya. Proses ini berlangsung di dalam "annealing lehr". Untuk jenis kaca lembaran, annealing lehr ini dilewati oleh kaca-kaca yang bergerak di atas roda berjalan.

5. Finishing dan pengendalian kualitas (Quality Control)
Beberapa proses penyelesaian akhir pada industri gelas adalahcleaning and polishing, cutting, enameling, dan grading.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air. Sedangkan kaca merupakan bahan lutsinar, kuat, tahan hakis, lengai, dan secara biologi merupakan bahan yang tidak aktif, yang boleh dibentuk menjadi permukaan yang tahan dan licin.
Keunggulan sifat yang dimiliki oleh gelas dibanding bahan lainnya adalah :
* Sifat estetika atau keindahan
* Sifat tembus pandang secara optik (transparan)
* Sifat elastic
* Sifat ketahanan terhadap zat/reaksi kimia
Produk-produk yang terbuat dari glas dan kaca sering kita jumpai di dalam kehidupan sehari – hari, sebab tampilannya yang berwarna transparan yang menjadikannya terlihat lebih menawan.

Address

Bekasi
Cikarang
17530

Telephone

+6285888665502

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Penggemar kimia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Penggemar kimia:

Share