12/06/2024
DPK GmnI UGJ kembali menggelar kegiatan kajian dan diskusi dalam kelas ideology dengan tema “Ontologi Marhaenisme” Yang di moderatori oleh b**g Bintang Angkasa dan di Narasumberi oleh b**g Hary Parsetya di Warung Arela Karjal pada hari Rabu, (12 Juni 2024)
Beberapa poin kunci dari ontologi Marhaenisme adalah:
• Kepemilikan Alat Produksi
Marhaenisme menekankan bahwa alat-alat produksi harus dimiliki oleh mereka yang bekerja dengannya, baik individu maupun komunitas. Ini berbeda dengan kapitalisme, di mana alat-alat produksi biasanya dimiliki oleh segelintir orang kaya atau korporasi.
• Kemandirian Ekonomi
Ideologi ini mendorong kemandirian ekonomi bagi setiap individu dan komunitas. Soekarno percaya bahwa dengan memiliki kontrol atas alat-alat produksi, rakyat dapat mencapai kemandirian dan tidak bergantung pada pihak lain.
• Anti-Penindasan
Marhaenisme menentang segala bentuk penindasan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Soekarno berpendapat bahwa penindasan ekonomi, politik, atau sosial adalah hambatan utama bagi kemajuan rakyat kecil.
• Keadilan Sosial
Ideologi ini mendukung distribusi kekayaan dan sumber daya yang adil untuk memastikan kesejahteraan semua lapisan masyarakat. Keadilan sosial dianggap sebagai dasar untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.
• Gotong Royong
Prinsip gotong royong, atau kerja sama dan solidaritas sosial, sangat ditekankan dalam Marhaenisme. Soekarno percaya bahwa melalui kerja sama, masyarakat dapat membangun kekuatan kolektif untuk mencapai tujuan bersama.
• Perlawanan terhadap Imperialisme
Marhaenisme mengadvokasi perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme yang dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat kecil. Soekarno menganggap bahwa imperialisme merampas kedaulatan dan sumber daya alam bangsa-bangsa terjajah.
Secara keseluruhan, Marhaenisme adalah sebuah ideologi yang berusaha menciptakan masyarakat di mana setiap individu memiliki akses yang adil terhadap sumber daya dan alat produksi, serta bebas dari penindasan dan ketidakadilan. Ideologi ini mencerminkan komitmen Soekarno terhadap perjuangan kelas dan pembebasan rakyat kecil dalam konteks Indonesia.
“Pejuang Pemikir-Pemikir Pejuang”
__________
Merdeka!!
GMNI Jaya!!
Marhaen Menang!!