13/08/2026
Dua presentasi, satu pertanyaan bersama: Bagaimana tata kelola terumbu karang dapat menjadi lebih cepat, lebih kuat, dan lebih inklusif? 🪸🌏
Pada ajang International Coral Reef Symposium (ICRS) ke-16 tahun 2026 di Auckland, Reef Check Indonesia membagikan dua perspektif dari Indonesia.
Derta Prabuning menyoroti perlunya evolusi dalam koordinasi pengelolaan terumbu karang di negara kepulauan—beralih dari jaringan yang terpusat menuju koordinasi tingkat daerah yang lebih kuat, yang mampu mendukung respons lebih cepat terhadap fenomena pemutihan karang.
Fawzia Nasoetion menyampaikan perspektif penting lainnya: pengetahuan lokal sudah ada. Tantangannya adalah menciptakan sistem yang memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi secara bermakna, memahami diskusi teknis, dan memastikan suara mereka didengar.
Pengalaman-pengalaman ini mengingatkan kita bahwa membangun terumbu karang yang tangguh terhadap iklim bukan sekadar soal ekosistem yang tangguh.
Hal ini juga membutuhkan tata kelola yang tangguh—yang dibangun di atas fondasi masyarakat, koordinasi, inklusivitas, dan inovasi.
Supported by the Global Environmental Facility (GEF-7) Coral Reef Rescue Project