LATAR BELAKANG YAYASAN BIMA
Yayasan Bina Mandiri Asean ( BIMA ) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 10 September 2008 oleh Mr. Kuroki Kenji dan Mr. I Wayan Sugitha, adalah suatu yayasan dibawah naungan badan hukum nirlaba Jepang, yaitu PT Japan Indonesia Association for Economy Cooperation (JIAEC ) yang bergerak di bidang sosial. Yayasan BIMA merupakan suatu lembaga yang bergerak untuk menduku
ng program pembelajaran dan pelatihan tenaga kerja manusia yang berkualitas dan berkompeten dengan tujuan untuk mengukur perkembangan Sumber Daya Manusia dan mengkontribusikannya demi kemajuan negara-negara di ASEAN. Semakin meningkatnya permintaan akan tenaga kerja formal di bidang kesehatan, terutama tenaga perawat dan care workers, Indonesia Japan Economic Partnership Agreement ( EPA ) di bidang tenaga kerja membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia yang terampil dan professional dibidangnya. Peluang ini perlu dimanfaatkan secara maksimal dalam suatu persiapan yang matang terutama dalam bidang Skill (keahlian), Knowledge (pengetahuan) dan Attitude (sikap). Untuk memberikan bantuan dalam tenaga medis diantara Jepang dan Indonesia, melalui pelatihan tenaga kerja dan pertukaran Sumber Daya Manusia khususnya dibidang Keperawatan dan Care Workers, Yayasan BIMA menyelenggarakan pendidikan bahasa Jepang yang bertujuan untuk memenuhi spesifikasi para perawat dan care workers dalam program EPA tersebut. MAKSUD & TUJUAN
Untuk mencapai maksud dan tujuan di bidang sosial, Yayasan BIMA menjalankan kegiatan sebagai berikut :
1) Mempererat kerjasama dengan berbagai instansi pendidikan formal dan informal, memperkenalkan kurikulum baru, menyediakan informasi dan materi pendidikan diberbagai bidang, melaksanakan kunjungan-kunjungan baik di dalam maupun luar negeri dalam upayanya memberikan dukungan pendidikan berbagai bidang, khususnya memberikan dukungan dalam pembinaan Sumber Daya Manusia berbakat antara lain dengan membangun sistem pemberian beasiswa.
2) Menyeleksi secara meluas sumber daya berbakat dari negara-negara ASEAN yang dipusatkan dari Indonesia dan memberikan kesempatan kepada SDM-SDM tersebut untuk menguasai teknologi Negara-negara maju melalui system pelatihan dan praktek kerja di Jepang dan Negara-negara sahabat, sehingga akan berguna dalam peningkatan dasar-dasar kemampuan industri Negara asalnya.
3) Memasukkan teknologi dan modal dari Jepang secara cuma-cuma dan negara-negara sahabat lainnya dalam upaya memajukan pertumbuhan ekonomi di dalam negara-negara ASEAN yang mampu menembus pasaran internasional.
4) Menyelenggarakan berbagai seminar, ceramah ilmiah, eksplorasi, penelitian, dan presentasi secara meluas di berbagai bidang dalam upaya mendorong kegiatan-kegiatan tersebut di atas. PROGRAM BEASISWA YAYASAN BIMA
program beasiswa Yayasan BIMA merupakan program pelatihan khusus bahasa Jepang yang dibuat berdasarkan persetujuan kerjasama ekonomi Jepang dan Indonesia (EPA) dengan tujuan untuk memberikan pelatihan secara intensif kepada perawat berprestasi yang mempunyai keinginan besar untuk dapat bekerja di Jepang, terutama dalam bidang kesehatan. Yayasan BIMA memberikan kesempatan tersebut agar peserta didik dapat mempelajari bahasa dan budaya Jepang dengan target pencapaian sebagai berikut :
- Dapat berkomunikasi aktif dengan menggunakan bahasa Jepang
- Mengerti serta memahami budaya, adat istiadat dan moral masyarakat Jepang
- Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi Ujian Kemampuan Berbahasa Jepang (Nihon Go Noryoku Shiken)
- Mendukung persiapan belajar peserta didik dalam memperoleh sertifikat keperawatan/careworker berlisensi setelah
nantinya bekerja di Jepang. MENGENAI PROGRAM PELATIHAN BAHASA JEPANG
Program pelatihan bahasa Jepang ini dimaksudkan untuk perawat yang ingin bekerja di Jepang dan membantu peserta didik agar dapat memeperoleh kemampuan dalam berbahasa Jepang sebelum mengajukan formulir aplikasi keikutsertaan program EPA melalui BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), selaku badan pemerintah yang menaungi program kerjasama antar pemerintah ini. Lama program pelatihan ini adalah 10 bulan. Yayasan BIMA memberikan program beasiswa berupa pelatihan Bahasa dan kebudayaan Jepang secara intensif, yaitu selama 1 minggu 5 hari belajar dengan komposisi 1 hari sejumlah 8 jam pelajaran. Peserta akan dikarantina di asrama agar dapat dididk agar kebiasaan dan cara kerja orang Jepang betul-betul dapat diperaktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai persiapan EPA, siswa akan diberikan pelajaran istilah medis, perkenalan keadaan rumah sakit dan panti jompo Jepang. Selain itu, siswa juga dipersiapkan untuk mengikuti seleksi EPA. Biaya yang diperlukan dalam program beasiswa pelatihan bahasa Jepang ini akan ditanggung oleh Yayasan BIMA (biaya selain biaya pendidikan, seperti biaya transportasi, konsumsi dan kehidupan sehari-hari, semua ditanggung oleh masing-masing peserta didik). Program beasiswa Yayasan BIMA hanya memberikan pendidikan intensif dalam bahasa Jepang, dan bukanlah program penyaluran tenaga kerja langsung ke Jepang. Karena itu, peserta didik wajib mendaftarkan aplikasi keikutsertaan program EPA ke pemerintah melalui BNP2TKI dan menjalani serangkaian test yang nantinya akan diadakan hingga dinyatakan lolos dan kemudian ditempatkan bekerja di Jepang melalui JICWELS (The Japan International Corporation of Welfare Services). Selama masa pelatihan tersebut ternyata peserta didik melakukan tindakan tidak terpuji, menyalahi peraturan, maupun mengajukan alasan-alasan pribadi yang bersifat tidak relevan dengan pelatihan, maka peserta didik tersebut dinyatakan sudah menyalahi persyaratan didalam beasiswa, sehingga akan dikeluarkan dan wajib untuk mengganti seluruh biaya pendidikan dari beasiswa yang diterimanya secara penuh.