15/09/2024
--REPOST--
Sabtu, 2 pekan lalu, seluruh mahasantri/wati dan asatidzah ma'had MABDA Indonesia mendapatkan kesempatan pelatihan menanam sayuran dengan sistem Hidroponik atas inisiasi salah satu tamu yg berkunjung, yang mana awalnya beliau melihat tanaman di teras asrama santriwati yg ditanam secara sederhana.
Mungkin batin beliau, jika minat dan kesungguhan santri terhalang oleh fasilitas, maka sudah seharusnya disupport supaya berhasil dan berkembang.
Selaras dengan asa beliau, MABDA sebagai lembaga juga sangat berharap dengan diadakannya pelatihan ini, ide-ide inovatif dan jiwa kreativitas peserta didiknya terbangun dalam dunia wirausaha dan bisnis dalam kehidupan masa depan mereka nantinya, dan berguna dalam menopang jalan dakwah mereka kelak.
Disamping itu, mudah-mudahan jika pelatihan ini berhasil, itu akan menjadi solusi untuk kemandirian pangan Pesantren MABDA, terkhusus dalam memenuhi suplai sayur-mayur konsumsi para santri sehari-harinya kedepannya.
*****************
Pelatihan yang dilaksanakan langsung di kebun hidroponik Pagi Farm Ciluar, Bogor Utara, membuat semangat mahasantri semakin antusias. Sehingga jam 6 pagi sudah meluncur dari Depok menuju Bogor.
Selama kurang lebih 7 jam, materi budidaya hidroponik disampaikan oleh Pak Dadan selaku Praktisi dan Founder beberapa kebun hidroponik daerah Bogor.
Mahasantri diajak memahami betapa pentingnya bertani, karena generasi muda sekarang seolah memutus estafet pekerjaan mulia leluhurnya, yaitu menjadi petani.
Hanya saja, sesuai dengan perkembangan zaman, sistem pertanian pun berkembang, selain model konvensional, ada juga sistem organik dan juga hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.
Sistem Hidroponik dianggap cocok untuk pesantren yang tidak memiliki lahan seperti MABDA, maka mahasantri ditekan betul menguasai minimal satu dari beberapa sistem hidroponik, seperti sistem Wick/Sumbu, DFT, NFT, DWC, Fertigasi, maupun Aeroponik.
Setelah itu...
Mahasantri memulai dengan mengenal macam-macam media tanam untuk sistem hidroponik, semisal rockwool, cocopit, hidroton dll.
Lalu diajarkan cara menyemai benih, secara teori maupun prakteknya. apa yang harus dilakukan ketika pra-semai, memperhatikan daun kotil dan daun sejati, pencahayaan, nutrisi, suhu air dan PH airnya dll.
Di akhir materi, peserta diberi benih beberapa jenis sayuran dan media tanamnya, yang akan disemai dan ditanam secara hidroponik ketika sudah kembali ke Pesantren MABDA.
Mudah-mudahan ilmu hidroponik yang dipelajari bisa dipraktekkan dengan baik, dan berhasil menjadikan MABDA sebagai salah satu pesantren yang bisa swasembada sayuran sehat.