AIQBA Academy

Directions

AIQBA Academy AIQBA ACADEMY adalah Lembaga Pendidikan Al-Qur'an & Bhs Arab Berbasis Online

Ai Smart Training Ahad 11 Oktober 2026 Bapak/Ibu/Sdr/i yang berminat silakan daftar dari sekarang ya, Quota terbatas !Ma...
28/09/2026

Ai Smart Training Ahad 11 Oktober 2026 Bapak/Ibu/Sdr/i yang berminat silakan daftar dari sekarang ya, Quota terbatas !

Materi kita oktober ini : " Teknik Membuat Naskah & Dokumen Penting".

Alhamdulillah telah terlaksana Kelas AI SMART TRAINING pagi sampai Zuhur tadi semoga ilmu ini sgt bermanfaat bagi para p...
27/09/2026

Alhamdulillah telah terlaksana Kelas AI SMART TRAINING pagi sampai Zuhur tadi semoga ilmu ini sgt bermanfaat bagi para peserta, ditunggu Pertemuan Ke-2 Bulan Oktober 2026, yang berminat silakan daftar !

📢 INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN 🤲Turut berduka cita dan berbela sungkawa atas wafatnya:🕊️ H. BUKHARI BIN MUHAMMAD Z...
22/09/2026

📢 INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN 🤲

Turut berduka cita dan berbela sungkawa atas wafatnya:

🕊️ H. BUKHARI BIN MUHAMMAD ZEIN
(Qori Nasional Era 70-an • Dewan Hakim Provinsi Riau)

📅 20 Mei 1949 – 22 September 2026

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni segala dosa beliau, melipatgandakan setiap huruf Al-Qur’an yang pernah beliau baca dan ajarkan menjadi cahaya terang benderang di alam kuburnya, serta melapangkan tempat kembalinya di sisi-Nya.

🤲 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan.

اللهم اغفر له وارحمه وأسكنه فسيح جناتك 🤲

🕊️ Keluarga Besar Aiqba Academy
Sekolah Da’i dan Khatib Kota Dumai

📢 AI SMART TRAINING✨ Upgrade Skill, Kerja Cerdas, Tingkatkan Produktivitas ✨🎁 GRATIS! 🎁🟢 AI SMART TRAINING adalah pelati...
22/09/2026

📢 AI SMART TRAINING
✨ Upgrade Skill, Kerja Cerdas, Tingkatkan Produktivitas ✨

🎁 GRATIS! 🎁

🟢 AI SMART TRAINING adalah pelatihan praktis untuk meningkatkan kemampuan menggunakan ChatGPT AI dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan pekerjaan.

📚 MATERI TRAINING: ✅ Pengantar ChatGPT AI
✅ Membuat Flyer
✅ Membuat Brosur
✅ Membuat Spanduk
✅ Editing Foto
✅ Membuat Dokumen Penting
✅ Membuat Naskah, Makalah & Karya Ilmiah

📍 TEMPAT & WAKTU 🕌 Mushalla Baitul Mukminin
📌 Komp. Btn. Rawasari
📅 Ahad, 27 September 2026
⏰ 09.00 s/d selesai

📝 PENDAFTARAN 📅 Senin, 21 – Sabtu, 26 September 2026

👥 SYARAT PENDAFTARAN ✅ Ikhwan & Akhwat
✅ Usia 17 Tahun ke Atas
✅ Punya HP Smartphone
✅ Siap mengikuti kegiatan sampai tuntas

👨‍🏫 COACH AI SMART TRAINING
Najamuddin, M.A., M.Pd

💚 Siapkan Infaq Terbaik untuk Fasilitas Belajar

📲 PENDAFTARAN / INFO:
0823 9022 9636

✨ Jangan lewatkan kesempatan belajar AI secara praktis!
🚀 Upgrade Skill • Kerja Cerdas • Tingkatkan Produktivitas

Sekolah Da'i & Khatib angkatan 6 sudah masuk sesi Praktek Khutbah Jum'at, tetap semangat Asaatidz.
18/09/2026

Sekolah Da'i & Khatib angkatan 6 sudah masuk sesi Praktek Khutbah Jum'at, tetap semangat Asaatidz.

Alhamdulillah telah terlaksana Agenda Halaqoh Qur'ani Aiqba Dumai (AHAD) di rumah salah seorang Alumni Sekolah Da'i Ust....
13/09/2026

Alhamdulillah telah terlaksana Agenda Halaqoh Qur'ani Aiqba Dumai (AHAD) di rumah salah seorang Alumni Sekolah Da'i Ust. Syarif Hidayatullah di Komp. Btn. Beringin Patra. Semoga Istiqomah dan Allah Berkahi Aamiin.

🌿✨ *بسم الله الرحمن الرحيم* ✨🌿📖 *UNDANGAN HALAQOH QUR’ANI AIQBA* 📖*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*Dengan penuh rasa syu...
08/09/2026

🌿✨ *بسم الله الرحمن الرحيم* ✨🌿

📖 *UNDANGAN HALAQOH QUR’ANI AIQBA* 📖

*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Dengan penuh rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu, saudara/i kaum muslimin untuk menghadiri:

🌙 HALAQOH QUR’ANI AIQBA 🌙
Majelis untuk menambah ilmu, mempererat ukhuwah, dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

📅 Hari/Tanggal:
Ahad, 13 September 2026
⏰ Pukul:
09.30 – 11.30 WIB
📍 Tempat:
Masjid Darul Hikmah
Jl. Tunas Muda Komp. Beringin Patra
📝 Agenda
- Tilawah Al-Qur'an
- Tadabbur Al-Qur'an
- Taujih Qur'ani
- Silaturrahim Du'aat

💚 “Mari luangkan waktu untuk duduk bersama Al-Qur’an, karena setiap langkah menuju majelis ilmu adalah jalan menuju keberkahan.”

✒️ *Tolong masing-masing kita bawa Sedekah Kue, Minuman Mineral, buah- buahan segar.*

📲 Mohon bantu sebarkan undangan ini kepada kaum muslimin lainnya.

*والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Turut Mengundang
- Ust Najam (Musyrif Aiqba Academy)
- Ust. Syarif Hidayatullah (Shohibul Bayt)

Keluarga Besar Aiqba Academy mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M
25/08/2026

Keluarga Besar Aiqba Academy mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M

Dirgahayu HUT RI Ke-81 "Indonesia Berdaulat Adil & Makmur".
16/08/2026

Dirgahayu HUT RI Ke-81 "Indonesia Berdaulat Adil & Makmur".

MAULID NABI(Kemuliaan Akhlak Rasulullah ﷺ)PENDAHULUAN Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعال...
09/08/2026

MAULID NABI
(Kemuliaan Akhlak Rasulullah ﷺ)

PENDAHULUAN

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى yang telah mengutus Rasulullah ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ ۝١٠٧

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiyā’: 107)»

Mengenang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ hendaknya tidak berhenti pada kegembiraan seremonial. Yang lebih penting adalah mengenal pribadi beliau, mencintai beliau, mempelajari sunnahnya, serta meneladani akhlak dan perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. SEPUTAR MAULID NABI

1. Pengertian Maulid Nabi Menurut Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, terdapat beberapa kata yang berkaitan dengan kelahiran:

مَوْلِدٌ

Mawlid berarti waktu atau tempat kelahiran.

مَوْلُودٌ

Mawlūd berarti orang yang dilahirkan.

مِيلَادٌ

Mīlād berarti kelahiran atau waktu kelahiran.

Adapun Maulid Nabi dalam penggunaan istilah di masyarakat berarti kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ yang biasanya diisi dengan pembacaan sirah Nabi, shalawat, kajian, nasihat, pembacaan Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai kegiatan kebaikan.

Namun, penting dipahami bahwa perayaan Maulid dalam bentuk acara khusus bukanlah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat pada masa beliau. Karena itu, pembahasan mengenai hukum Maulid menjadi wilayah khilafiyah di kalangan ulama.

Yang tidak diperselisihkan adalah kewajiban mencintai Rasulullah ﷺ, bershalawat kepada beliau, mempelajari sirahnya, dan mengikuti sunnahnya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ۝٣١

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Āli ‘Imrān: 31)»

2. Sejarah Asal Mula Peringatan Maulid

Nabi Muhammad ﷺ lahir di Makkah dari keluarga Bani Hasyim. Para ulama sejarah sepakat bahwa beliau lahir pada hari Senin, berdasarkan hadits Abu Qatadah رضي الله عنه:

«ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ فِيهِ، أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, atau hari diturunkannya wahyu kepadaku.”

(HR. Muslim)»

Adapun tanggal tepat kelahiran beliau terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah.

Tradisi memperingati Maulid sebagai sebuah acara khusus baru berkembang beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah ﷺ. Salah satu peringatan besar yang banyak disebut dalam sumber sejarah Islam berlangsung pada masa Sultan al-Muzaffar di Irbil, pada abad ke-7 Hijriah. Ibn Katsir juga mencatat kegiatan Maulid yang diselenggarakan oleh Sultan al-Muzaffar.

Karena itu, perlu dibedakan antara:

- mencintai Rasulullah ﷺ, yang merupakan kewajiban;
- mempelajari sirah dan akhlak beliau, yang merupakan kebaikan;
- dan menetapkan suatu bentuk perayaan Maulid tertentu sebagai ibadah khusus, yang menjadi pembahasan dan perbedaan pendapat para ulama.

3. Hukum Memperingati Maulid Nabi

Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Pendapat pertama

Sebagian ulama membolehkan kegiatan Maulid apabila isinya adalah perkara-perkara yang dibenarkan syariat, seperti:

- membaca Al-Qur’an;
- mempelajari sirah Nabi ﷺ;
- membaca shalawat;
- memberikan nasihat;
- bersedekah;
- memberi makan;
- mengajarkan akhlak Rasulullah ﷺ;

dengan catatan tidak disertai kemaksiatan atau keyakinan bahwa acara tersebut merupakan kewajiban agama yang ditetapkan secara khusus oleh Nabi ﷺ.

Pendapat kedua

Sebagian ulama tidak membolehkan menjadikan Maulid sebagai perayaan keagamaan khusus karena Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan generasi awal umat Islam tidak melakukannya.

Di antara dalil yang digunakan adalah sabda Rasulullah ﷺ:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَٰذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan bagian darinya, maka amalan tersebut tertolak.”

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Oleh karena itu, sikap yang baik dalam masalah ini adalah memperluas ilmu, menghormati perbedaan pendapat yang mu‘tabar, dan tidak menjadikan masalah khilafiyah sebagai alasan untuk saling mencela dan memutuskan persaudaraan.

Yang terpenting, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan ittiba‘, yaitu mengikuti petunjuk beliau.

B. PROFIL RASULULLAH ﷺ

1. Nasab Rasulullah ﷺ

Beliau adalah:

محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka‘ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma‘ad bin Adnan.

Beliau berasal dari suku Quraisy, dari Bani Hasyim.

Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan ibunya adalah Aminah binti Wahab.

2. Masa Pengasuhan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ mengalami kehidupan yang penuh dengan ujian sejak masa kecil.

Ayah beliau, Abdullah, telah wafat sebelum beliau lahir. Setelah lahir, beliau disusui dan diasuh oleh Halimah as-Sa‘diyah.

Setelah ibunya, Aminah, wafat, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah Abdul Muthalib wafat, beliau berada dalam pengasuhan pamannya, Abu Thalib.

Allah سبحانه وتعالى mengingatkan nikmat-Nya kepada Rasulullah ﷺ:

«أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ۝٦ وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ ۝٧ وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ ۝٨

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang belum mendapat petunjuk, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

(QS. Adh-Dhuḥā: 6–8)»

3. Dakwah Periode Makkah dan Madinah

Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.

Dakwah beliau di Makkah berlangsung sekitar 13 tahun, sedangkan setelah hijrah ke Madinah, beliau berdakwah dan membangun masyarakat Islam sekitar 10 tahun.

Dakwah beliau mencakup:

1. Tauhid dan mengesakan Allah.
2. Meninggalkan kesyirikan.
3. Menegakkan ibadah.
4. Membina akhlak.
5. Menegakkan keadilan.
6. Menjaga persaudaraan.
7. Membangun masyarakat yang beriman dan berakhlak.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ.
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” (QS. An-Nisā’: 64)»

C. KETELADANAN RASULULLAH ﷺ
Allah Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai Teladan

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا ۝٢١
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Aḥzāb: 21)»

Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani.

1. Teladan dalam Ibadah

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling mengenal Allah dan paling bersyukur kepada-Nya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ۝١٦
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)»

Dalam hadits disebutkan:

«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّي حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ.
“Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat hingga kedua kaki beliau membengkak.”

Para sahabat bertanya mengapa beliau melakukan demikian, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa beliau. Beliau menjawab:

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Tidakkah aku ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari no. 1130)»

Pelajaran:

Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus mendorong kita untuk memperbaiki shalat, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah.

2. Teladan dalam Keluarga

Rasulullah ﷺ adalah manusia terbaik dalam memperlakukan keluarganya.

Beliau bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi no. 3895)»

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya bagaimana ia bersikap di hadapan masyarakat, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan keluarganya ketika berada di rumah.

Maka, jangan sampai seseorang terlihat lembut kepada orang lain tetapi kasar kepada keluarganya.

3. Teladan dalam Kesederhanaan

Rasulullah ﷺ hidup sederhana meskipun beliau adalah manusia paling mulia.

Dari Umar bin Khaththab رضي الله عنه, ketika beliau melihat Rasulullah ﷺ berbaring di atas tikar, terlihat bekas tikar pada sisi tubuh beliau.

Umar رضي الله عنه kemudian menangis. Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya tentang keadaan dunia dan akhirat.

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menjadikan kemewahan dunia sebagai tujuan hidup.

Kesederhanaan bukan berarti meninggalkan nikmat Allah, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.

4. Teladan dalam Perasaan dan Kasih Sayang

Allah سبحانه وتعالى menggambarkan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya:

«لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ ۝١٢٨

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan kebaikan bagimu, dan terhadap orang-orang mukmin dia sangat penyantun dan penyayang.” (QS. At-Taubah: 128)»

Kemudian Allah berfirman:

«فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۝١٢٩

“Jika mereka berpaling, maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.’” (QS. At-Taubah: 129)»

Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan keadaan umatnya. Beliau menginginkan agar umatnya mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.

5. Pemimpin yang Lembut dan Peduli

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ۝١٥٩
“Maka berkat rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Āli ‘Imrān: 159)»

Dari ayat ini kita belajar bahwa seorang pemimpin harus:

- lembut;
- mudah memaafkan;
- mendoakan orang lain;
- s**a bermusyawarah;
- tidak kasar;
- tidak keras hati;
- dan bertawakal kepada Allah.

6. Memiliki Sifat yang Mulia

Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat agung.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ۝٤

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)»

Di antara sifat utama Rasulullah ﷺ yang wajib diteladani adalah:

a. Ṣiddīq — صِدِّيق Selalu benar dan jujur.

b. Amānah — أَمَانَة Dapat dipercaya dan menjaga amanah.

c. Tablīgh — تَبْلِيغ Menyampaikan wahyu dan risalah Allah dengan sempurna.

d. Faṭānah — فَطَانَة Memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan memahami keadaan umat.

Keempat sifat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam kejujuran, amanah, dakwah, kecerdasan, dan akhlak.

D. PENUTUP

Maulid Nabi ﷺ seharusnya menjadi momentum untuk mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah ﷺ, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan ucapan:

أُحِبُّ رَسُولَ اللهِ ﷺ

“Aku mencintai Rasulullah ﷺ.”

Tetapi cinta tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah beliau.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Āli ‘Imrān: 31)»

Maka, mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ﷺ sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri:

Dari keras menjadi lembut.
Dari malas menjadi rajin beribadah.
Dari tidak jujur menjadi orang yang amanah.
Dari egois menjadi peduli.
Dari kasar kepada keluarga menjadi penuh kasih sayang.
Dari jauh dari sunnah menjadi semakin dekat dengan sunnah Rasulullah ﷺ.
والله أعلم بالصواب

Address

Jalan Tunas Muda Komp. Btn. Rawasari Kel. Bukit Datuk Kec. Dumai Selatan
Dumai
28800

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AIQBA Academy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share