23/09/2015
mimin mau cerita sedikit nih terbentuknya PKM...
selamat membaca
Didasari kesadaran penuh atas adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa
dengan realita kebutuhan masyarakat dan munculnya tuntutan masyarakat atas mutu
lulusan Perguruan Tinggi yang mandiri dan siap mengantisipasi arah pengembangan
bangsa, pada tahun 1997 Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat,
Ditlitabmas merealisasikan Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan
Tinggi (PBKPT). Salah satu komponen program kunci di dalamnya adalah Program Karya
Alternatif Mahasiswa (KAM). Program ini hanya dapat diakses dan dilaksanakan mahasiswa
sedangkan program lainnya seperti Kuliah Kewirausahaan (KWU), Kuliah Kerja Usaha (KKU),
Magang Kewirausahaan (MKU), Konsultasi Bisnis dan Penempatan Kerja (KBPK) dan
Inkubator Wirausaha Baru (INWUB), proposal diajukan kelompok dosen namun wajib
menyertakan mahasiswa sebagai pelaku lapangan. KAM merupakan wahana kreasi bagi
mahasiswa dalam menciptakan produk (barang atau jasa) yang akan menjadi komoditas
usahanya kelak. Sedangkan pematangan sebagai entrepreneur dilakukan pada program
INWUB. Dengan demikian, PBKPT merupakan satu kesatuan program pendorong
Perguruan Tinggi (PT) dalam menghasilkan entrepreneur ataupun technopreneur dari
kampus.
Dalam perkembangannya, KAM terasa sangat membatasi ruang kreasi mahasiswa yang
memiliki minat, bakat dan intelektual beragam. Pada tahun 2001, Direktorat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) kemudian mengembangkan KAM menjadi
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang membuka peluang mahasiswa dalam berkarya
seluas para dosennya. Sejak saat itu dikenal berbagai jenis Program Kreativitas Mahasiswa
(PKM), yaitu: PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian
kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T) dan PKM-Penulisan
Artikel Ilmiah (PKM-I). Pada tahun 2002, PKM bergabung dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah
(LKTI) dan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) kedalam program Pekan Ilmiah
Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Surabaya.
Atas kebijakan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, sejak tahun 2009 pelaksanaan
Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) yang dahulunya bernama LKTM diintegrasikan
pengelolaannya ke dalam PKM. Mengingat sifatnya yang identik dengan PKM-I, program
KKTM dikelompokkan bersama PKM-I kedalam PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Untuk
membedakannya, PKM-I diberi nama baru PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan KKTM menjadi
PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT) sesuai dengan sumber bahan penulisannya. Sesuai
dengan sifat artikel yang dihasilkan, PKM-AI akan bermuara pada Jurnal Kreativitas
Mahasiswa sedangkan PKM-GT menggantikan posisi PKM-AI di PIMNAS.
Penilaian atas mutu proposal, proses pelaksanaan dan presentasi di PIMNAS, seluruhnya
dilakukan berdasar atas (1) kepatuhan terhadap ketentuan yang tercantum dalam
Pedoman, (2) level kreativitas mahasiswa dan (3) orisinalitas. Orisinalitas dalam hal ini tidak
hanya diartikan sebagai suatu temuan baru, akan tetapi ide yang akan direalisasikan murni
berasal dari kelompok mahasiswa.
sumber: buku pedoman PKM tahun 2014