22/09/2026
Ulama memiliki otoritas moral bukan karena kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi karena keberaniannya menjaga ilmu, adab, dan kepentingan umat.
Kedekatan ulama dengan penguasa bukanlah masalah pada dirinya sendiri. Persoalan muncul ketika kedekatan itu mengurangi daya kritis, membuat pembenaran menggantikan nasihat, atau menjadikan kepentingan kekuasaan lebih utama daripada kepentingan masyarakat.
Ulama yang bermartabat menasihati kekuasaan. Bukan kehilangan sikap kritis di hadapannya.
Sebab ilmu memperoleh kehormatan ketika tetap merdeka dari kepentingan dan ambisi.