Community of Faith - COF Pasca Sarjana STT Bethel Indonesia

Directions

Community of Faith - COF Pasca Sarjana STT Bethel Indonesia Alumni community of Bethel Seminary at class Magister and Doctoral Programs

31/10/2025
RENEWING YOUR MIND: Perbaharui Pikiranmu.Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembahar...
28/11/2024

RENEWING YOUR MIND: Perbaharui Pikiranmu.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
[Rm.12:2]

Stop referring to what you could have done and start getting things done, isn't that why you were born?

Enough of waiting and putting your life on hold, it was meant to be lived, and lived to the fullest!

If you can't stop thinking about it, it's probably worth going after, if it is what you are meant to do, then it's time to let go of your fears and get it done even if you have to do it afraid.

At the end of the day, let there be no regrets, no excuses and no wishes, Let your life be filled with daring adventures, worthy risks, multiple tries, awesome failures, and great accomplishments.

Life is meant to be experienced, put yourself out there, do things you have never done, try things you've always wanted to. You won't be here for long, let the short time you have to live be one that is worth remembering.

In the end, you won't regret your failures, you will only regret the chances you didn't take.

Shalom,Berikut disampaikan *Pengumuman Dukacita**RIP Ibu Enni Marlina Verawaty Situmorang, M. Ag (Alumni S2 Pastoral Kon...
24/09/2024

Shalom,
Berikut disampaikan *Pengumuman Dukacita*
*RIP Ibu Enni Marlina Verawaty Situmorang, M. Ag (Alumni S2 Pastoral Konseling STT Bethel Indonesia Angkatan 2016)* pada Pk. 11.55 Wib di RS Siloam MRCCC Semanggi.
*Ibadah Penghiburan RD Harapan Kita pukul 19.00 WIB malam ini.*
Di makamkan di Jambi

Terimakasih TUHAN YESUS memberkati 🙏

07/11/2021

Meneruskan misi Bapa.
Terimalah Roh Kudus. (Yoh. 20:21-23)

Sesudah kebangkitan Kristus, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya lalu berkata:
“…Sama seperti *Bapa mengutus Aku,* demikian juga sekarang *Aku mengutus kamu.”*
Kemudian Yesus *mengembusi* mereka dan berkata: *“Terimalah Roh Kudus.*
Lalu di ayat 23, Yesus memberikan otoritas kepada para murid *untuk mengampuni atau menyatakan dosa.*

Ada penafsiran yang mengatakan bahwa saat Yesus mengembusi para murid dan berkata “Terimalah Roh Kudus”, ini menyatakan:
1. Roh Kudus diterima oleh para murid saat itu juga,
2. Sehingga para murid adalah orang-orang pertama yang mengalami kelahiran baru.
Dasar dari penafsiran ini merujuk kepada kisah penciptaan manusia di Kejadian 2:7, dimana sesudah Allah membentuk manusia dari debu tanah lalu *menghembuskan nafas hidup* sehingga manusia menjadi mahluk yang hidup.

Namun di dalam penafsiran Alkitab haruslah memegang prinsip: *konteks, konteks dan konteks.*

Konteks dalam Yohanes 20 ini tidak berbicara mengenai kelahiran baru melainkan *pengutusan gereja* yang diwakili oleh para murid-murid-Nya saat itu, dimana Yesus berkata *”Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”*
Gereja lahir pada hari pentakosta (Kis. 2), saat dimana Roh Kudus dicurahkan memenuhi para murid, lalu Petrus berkotbah dan 3,000 orang bertobat. Setelah itu gereja bermisi sampai ke ujung bumi.

Dan gerejalah yang diberikan kuasa oleh Yesus untuk mengampuni dosa atau menyatakan dosa melalui pemberitaan Injil, yang artinya orang yang menerima Injil dosanya diampuni, sedangkan yang menolak Injil dosanya dinyatakan tetap (Yoh. 20:23; Mat. 16:19).

Jadi saat Yesus mengembusi murid-murid-Nya dan berkata “Terimalah Roh Kudus”, ini merupakan janji akan Roh Kudus yang akan dicurahkan pada hari Pentakosta.
Dan saat Roh Kudus dicurahkan *“…kamu akan menerima kuasa/dunamos, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku…”* (Kis. 1:8).

Pengutusan dari Yesus untuk meneruskan misi Bapa kepada dunia yang terhilang, disertai dengan *kuasa/pemberdayaan* dari Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi-Nya.
Saat kita dipenuhi Roh Kudus, ini bukanlah merupakan suatu tanda *level iman/rohani* yang lebih tinggi dari saudara-saudara lainnya, melainkan suatu *pemberdayaan dari Roh Kudus* untuk menjadi saksi-saksi-Nya.

Disini dapat kita lihat bahwa misi Bapa lah yang melahirkan gereja, dan bukan sebaliknya gereja yang melahirkan pekerjaan misi.
Gereja yang tidak bermisi adalah gereja yang mati.
Mari kita senantiasa meneruskan misi Bapa, melalui komsel-komsel menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, karena ada kuasa dan penyertaan dari Roh Kudus saat kita menjadi saksi-saksi-Nya.

*Soli Deo Gloria*
Ed’s
*Fides Quaerens Intellectum*
*Iman senantiasa mencari pengertian*
*Anselm of Canterbury*

03/11/2021

JANGAN MENJADI BATU SANDUNGAN
Nats bacaan: Matius 17:24-27

Batu sandungan ialah batu yg terdpt di jalan yg membuat org jatuh karena kakinya tersandung batu itu. Tuhan Yesus berkata: “Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga" (ay. 27).

Konteks perkataan Tuhan Yesus di atas ialah ketika Ia di Kapernaum, pemungut bea Bait Allah menagih pajak Bait Allah kpd Petrus utk tagihan atas nama Tuhan Yesus. Pd hal zaman itu pajak seharusnya dipungut dr org asing bkn dr rakyat, org Yahudi. Sementara Tuhan Yesus bkn org asing melainkan rakyat dri, org Yahudi. Namun Tuhan Yesus tetap menuruti apa yg dibebankan kepd-Nya yaitu membayarkan pajak itu. Utk membyrkan pajak itu Tuhan Yesus menyuruh Petrus pergi memancing di danau dgn pesan: “… ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Tuhan Yesus tdk mau menjd batu sandungan makanya Ia menyuruh Petrus memancing ikan karena di dlm mulut ikan itu terdpt 4 mata uang Dirham. Walaupun seharusnya Ia tdk wajib membyr pajak itu ttp Ia hrs melakukan itu demi menjaga agar Ia dan murid-Nya tdk menjadi batu sandungan bg org lain. Ia tdk ingin diri-Nya dan murid menjd bahan gosipan tdk taat pajak, apalagi pajak bait Allah. Terlebih, Yesus dan murid-Nya berkecimpung di dlm aktifitas rohani. Makanya Ia menyuruh Petrus pergi ke danau utk memancing ikan karena di dalam ikan pertama yg dapat terdpt 4 mata uang Dirham utk membyr pajak itu, bkn hanya utk tagihan kpd Yesus ttp jg tagihan kepd Petrus.

Ia mesti melakukan mujizat ini demi menjaga agar Ia tdk menjd batu sandungan. Itu berarti betapa pentingnya bagi Tuhan Yesus utk tdk menjd batu sandungan terlebih terkait dgn peraturan pemerintah. Sebab jika Ia membangkang mk Ia akan dituduh seorg pemberontak dan tindakan pemberontakan akan terkait dgn penguasa Romawi pd wkt itu. Jika ini Ia lakukan mk Yesus bisa masuk dlm jebakan batmen para Imam, ahli Taurat dan org Farisi yg tdk menyukai-Nya. Jika ini terjd mk kasus ini dpt dijadikan dasar utk menangkap Tuhan Yesus utk diadili. Tujuannya utk menghentikan pelayanan Tuhan Yesus yaitu memberitakan ttg Kerajaan Allah (Injil) kpd b*k org sebelum waktunya. Memang Tuhan Yesus hrs berhenti melakukan pelayanan-Nya di dunia dgn mati di kayu salib demi menanggung dosa manusia ttp tdk sebelum waktunya yaitu sebelum Ia memberitakan ttg Injil Kerajaan Allah.

Saudaraku, apa makna bagi kita dari kisah ini? Menurut sy, kita tdk boleh menjd bantu sandungan apalagi terkait peraturan pemerintah atau terhadap peraturan di tempat kita bekerja. Jgn korupsi atau menyogok demi apapun di tempat kita bekerja. Saudara hrs menjadi teladan di sana agar nama Tuhan Yesus tdk di hujat. Bkn hanya di situ ttp dimanapun kita berada, apakah itu di keluarga kecil atau keluarga besar, di lingkungan masyarakat dimn kita tinggal, di komunitas gereja, komunitas suku atau dimn saja, usahakan jgn menjadi batu sandungan dgn tdk mentaati peraturan yg ada. Kita hrs menjaga kesaksian kita sbg org Kristen agar nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Apalagi soal uang sgt sensitif. Taat bkn berarti kita menyetujui peraturan itu (karena mmg seringkali ada peraturan yg tdk sesuai) ttp karena itu sdh peraturan yg ditetapkan apalagi dilindungi undang2, taati, jgn membangkang supaya kita tdk menjadi batu sandungan, tdk menjd bahan gosipan (perbincangan) org lain. Sebab bila itu terjd dpt merusak kesaksian kita sbg org percaya. Jagalah integritas kita di mana pun kita berada.

Selamat pagi dan selamat beraktifitas.

By Ps. Gabe Simatupang.

Address

Jalan Petamburan
Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Community of Faith - COF Pasca Sarjana STT Bethel Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share