01/12/2019
KITAB MULIA DI ERA DISRUPSI 4.0
Sun, 11.03
Ahad ini ada waktu menulis catatan, siang - insya Allah berangkat ke Jakarta kembali.
âWa idzan nujuumun kadaratâ (The Folded Up, Qs.81:2).
Sebagian ilmuwan menyebut Era sekarang adalah Industri 4.0, sebagian lagi menyebutnya era Disrupsi 4.0 (misalnya penulis Astrid Savitri dalam bukunya âRevolusi Industri 4.0)â siapa yang tidak cepat beradaptasi akan âtergerus jaman. Contohnya kantor pos, telekomunikasi, taxi hingga dunia perbankan.
Disrupsi 4.0 ditandai dengan lekatnya penggunaan Internet â selalu âon lineâ, Internet Of Things atau IOT. Intinya, menghubungkan peralatan apapun dengan tombol-tombol melalui internet. Komunikasi, transaksi, investasi, menjalankan mesin printer di kantor, robo-advisors, model bisnis, medis, hingga mata uang virtual.
Industri 4.0 adalah dijitalisasi sedangakan 5.0 adalah âpersonalisasiâ (Future-Personalization, Phill Cartwright, CEO Centre For Modelling & Simulation)
Disrupsi bermakna tantangan, hambatan atau kesukaran.
Karakter sosialpun berubah, ada âdigital nativeâ (manusia global) dan ada yang âdigital imigrantâ.
Begitu p**a dalam mempelajari agama maupun cara dakwah di Era Disrupsi 4.0 bisa berbeda. Banyak pertanyaan yang tidak terduga.
Klasifikasi: Ringkas â Rumit.
Ketika generasi milenial bertanya mengapa âbintang-bintang bisa berjatuhanâ disebutkan dalam Al Qurâan.
Jika para guru, ustadz, juru dakwah atau alim Ulama tida siap dengan generasi Era Disrupsi 4.0 akan tersipu-sipu menjawabnya.
Banyak fenomena alam yang luar biasa diceritakan oleh Kitab Mulia, penggalan ayat atau ayat penuh â dengan isyarat atau teksnya cukup jelas. Sudah terjadi atau akan terjadi !
Salah satunya adalah âfenomena bintang-bintang berjatuhanâ.
Diantara yang diceritakan dengan isyarat adalah fenomena tabrakan Galaksi.
Fenomena luar biasa besar yang di prediksi oleh ilmuwan, âmergerâ galaksi Bima Sakti dengan galaksi tetangga Andromeda â disebut juga âTabrakan Titanikâ.
Dalam Kitab Mulia diisyaratkan hanya dalam 1 ayat saja, peristiwa di awal surat At Takwir (The Overthrowing, The Folded Up, The End) - misalnya.
" Wa idzan nujuumun kadaratâ (Qs, 81: 02)
âAnd when The Stars fall, dispersingâ
Fenomena Bintang-bintang berjatuhan berhubungan dengan proses merger antara Galaksi Bima Sakti dengan Galaksi tetangga Andromeda, sekitar 3,75 miliar tahun kedepan. Bintang-bintang akan berjatuhan (tergelincir dari orbitnya) membentuk orbit baru lagi, di rumah baru yang lebih besar.
Ahli Kosmos menyebutnya â âThe Titanic Collision." ( Space Magazine), sebagian lagi menyebutnya "Dramatic Space Collision" (The Sputniknews, NASA).
Ini adalah EVOLUSI Galaksi untuk menjadi lebih besar â merger.
Suatu saat, bntang-bintang disekeliling kita akan lepas dari orbitnya ketika proses merger antara Bima Galaksi yang bertabrakan dengan Galaksi tetangga Andromeda, miliaran tahun dari sekarang.
Peristiwa serupa ini telah terjadi di Galaksi lain, berjarak milyaran tahun cahaya dari Bumi.
Para ilmuwan Kosmos menyebu tabrakan Bima Sakti dengan Andromeda sebagai â The Titanic Collisiionâ, tetapi ada juga yang menyebutnya "Merger".
"Idzasy syamsu kuwirat" (Qs, 81:1)
âWa idzan nujuumun kadaratâ (Qs, 81.2).
âWhen The Sun shall be Folded Up
And when The STARS shall fall.â
"Apabila Matahari digulung (berakhir)
Dan apabila bintang-bintang berjatuhan (tergelincir dari orbitnya)." (At Takwir, 81:1-2)
Kalimat diatas juga, seperti ayat pertama, menggunakan bentuk âpassive formâ untuk menunjukkan sesuatu yang pasti akan terjadi dikemudian hari.
Dalam tafsir âal Mishbahâ, kata âinkadaratâ terambil dari kata âal kudrahâ(keruh, hilang kecermelangannyaâ, namun yang lebih tepat terambil dari kata âal inkidarâ (keterjatuhannya atau meluncur). Dalam konteks ayat diatas yang dimaksud adalah bintang-bintang karena sesuatu hal lepas dari orbitnya dan âmeluncurâketempat lain, untuk mendapatkan orbit baru.
Bagaimanapun juga, kejadian tabrakan antar Galaksi di Jagad Raya ini cukup sering, banyak fenomena yang bisa direkam oleh satelit HUBBLE dengan teleskopnya yang canggih.
Beberapa tahun yang lalu, MISALNYA, terjadi tabrakan dua Galaksi dan berhasil diabadikan oleh Fai Fu, peneliti dari Universitas Kalifornia.
Tabrakan terjadi diwilayah yang berjarak 11 milyar tahun cahaya dari Bumi, artinya terjadi pada masa 3 milyar tahun usia Jagad Raya. Penemuan tersebut diamati dengan teleskop antariksa Herschel, kemudian dengan teleskop Hubble dan Chandra yang lebih canggih. Galaksi yang terbentuk (galaksi elips) yang lebih besar dinamai HXMMO1.
Ini adalah evolusi galaksi untuk menjadi lebih besar. MERGER!
Sebagaimana dua perusahaan raksasa yang "merger".
Siklus kehidupan Galaksi kita menjadi besar.
Majalah âMy Spaceâ, menyebutkan bahwa Galaksi Andromeda terus mendekat ke arah Galaksi Bimasakti dengan kecepatan250.000 Mil/Jam atau sekitar 402.317 Kilometer/Jam atau dibulatkan 400 km/jam.
Walaupun galaksi kita, seperti Andromeda juga, punya ratusan milyar bintang di dalamnya, tetapi letak bintang-bintang itu sangat berjauhan.
Kedua galaksi itu akan saling menyerap dan berbaur satu sama lain. Saat galaksi itu mendekat, daya serap Bimasakti akan bertambah besar, menarik Andromeda lebih dekat dan lebih cepat.
Meskipun dikabarkan tidak ada bintang-bintang di kedua galaksi yang bertabrakan langsung tersebut: gas, debu,dan medan magnit berinteraksi secara langsung. Tetap saja, jika bintang-bintang (sistem bintang) tersebut ada penghuninya â akan jadi masalah.
Tabrakan antara Galaksi Bima Sakti dengan Andromeda, yang membentuk Galaksi yang lebih Besar â MILKOMEDA â itu di isyaratkan dalam surat At Takwir.
Ya, Era Disrupsi 4.0 memang sarat dengan persoalan kemajuan iptek, sains modern dan perubahan karakter masyarakat. Perlu adapatasi dan antisipasi disegala bidang. Kita ada di Era IOT (Internet Of Things).
Alhamdulilla, Al Qurâan menyajikan itu untuk dipelajari dan diamalkan untuk menambah keimanan bagi pembacanya yang mau menggunakan akalnya dengan baik.
âWa idzan nujuumun kadaratâ (Qs, 81.2).
Kitab Mulia memang bisa tergolong Kitab 'radikal', (thoroughgoing, comprehensive, holistic) mengabarkan sesuatu yang belum terjadi dan pasti terjadi.
Happy Sunday.
Ilustrasi Era Disrupsi 4.0 dalam Fintech credit The Jakarta post
Sumber : FB Arifin M***i https://www.facebook.com/1646717756/posts/10213802446369149/