Steve Susanto

Steve Susanto Biomagnetic Trainer & Autism Specialist

21/02/2018

THE ARCTURIANS, ALIENS YANG BANYAK DIGUNJINGKAN

Tidak banyak dari kita yang menyadari kehadiran aliens yang telah hadir di bumi yang kita tempati jauh sebelum kita hadir di bumi. Mereka bukan pribumi atau peri-bumi, karena mereka pun bukan berasal dari bumi, seperti kita semua. Tapi mereka, the arcturians, lebih dulu haidr di bumi ini dibandingkan kita. Siapa kah mereka? Dari mana kah mereka? Apa misi mereka? Mengapa akhir-akhir ini makin banyak aliens yang menampakkan diri mereka baik secara langsung maupun melalui proses penciptaan yang membuat segalanya tampak bagai sebuah kebetulan. Saksikan lah video di bawah ini yang menjawab pelbagai ketakjuban yang melanda bangsa manusia. Semoga video ini bisa memperlebar wawasan kita.

18/03/2017

JAUHKAN ABK ANDA DARI HP

Tidak banyak yang menyadari bahaya gelombang (polusi) electromagnetic pada manusia yang mekanisme kerja (otak)-nya bekerja mengikuti hukum quantum physics. Suatu penelitian di Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Dalam penelitian ini, professor Leif Salford mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu timbulnya penyakit "alzheimer" atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya. Alzheimer, serupa dengan autisme, dicirikan oleh menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat-ingat atau memori, Patut diingat bahwa pancaran sinyal dari ponsel mengikuti kaidah radiasi gelombang elektromagnetik dan berdampak negative pada tubuh manusia, khususnya bagian kepala sekitar telinga, sehingga kita perlu menjauhkan gadget ini dari ABK kita yang mungkin sudah terlebih dahulu menjadi korbannya.

Caranya bukan hanya dengan tidak mengijinkannya bermain dengan HP tapi juga dengan tidak memeragakan (& mencontohkan) di hadapan ABK kita betapa "nikmat-" nya ber-HP-ria, menghabiskan waktu kita dengan dengan "ngobrol" atau "ngerumpi via hp. Seperti terlihat pada video di bawah ini, bayi ini sudah sedemikian keranjingan dengan gadget-nya & kita pun bingung mengapa bayi ini bisa sangat fanatik pada HP. menyimpulkan dari apa yang disaksikannya sendiri bahwa orangtuanya lebih dekat dengan HP-nya dibandingkan dirinya (mungkin dari frekuensi & waktu bicaranya via HP). Mungkin ABK kita belum mampu menyimpulkan secanggih bayi ini, tapi ABK kita mungkin bisa merasakan begitu besar perhatian yang kita berikan pada lawan bicara kita di HP, bukan pada dirinya.

Memang sejak kehadiran HP, kita kerap abai pada kawan bicara kita sewaktu HP berbunyi. Alih-alih teman, keluarga sendiri (suami/isteri, anak, bahkan orangtua sendiri) pun tidak kita hargai & hormati. Waktu 'ngobrol' kita dengan ABK kita pun kerap tersita oleh orang lain yang bisa langsung access kita via HP sewaktu kita tengah bermesraan dengan pasangan kita atau anak kita sendiri. Privacy kita pun bisa dibobol orang via HP dan kita pun bisa terbius hingga lupa waktu bila telah "ngobrol ngalor ngidul tanpa juntrungan." Ooh betapa bodohnya kita: membiarkan privacy kita diterobos, kemesraan kita dengan keluarga "tercinta," terutama ABK kita,disandera orang luar, prioritas kita di-"obrak-abrik," dan, yang paling bodoh, kesehatan kita sendiri kita korbankan. Kita membiarkan orang luar "mencelakai" kita melalui infiltrasi gelombang electromagnetic ke tubuh kita. Betapa naifnya kita membiarkan orang lain mengendalikan hidup kita & menentukan prioritas hidup kita.

28/11/2016

BABI PUN BISA BERPRESTASI

Judul di atas bukan lah sebuah umpatan, tetapi hanya ungkapan kekaguman atas karya indah memesona yang dipersembahkan oleh hewan yang dianggap paling dina di antara bangsa hewan menurut penganut agama Samawi. Rupanya yang buruk tidak mencerminkan lukisannya yang berlabel Pig-Casso (saksikan video berikut) karena cantiknya. Tapi bagaimana mahakarya semacam ini bisa ada? Bagaimana mungkin makhluk buruk ini bisa bercipta karya? Tentu jawabnya adalah makhluk (halus; tidak kasat mata) yang bermukim di dalam raga babi ini: jiwanya. Seperti halnya manusia, tanpa adanya jiwa yang menghidupi raganya, dalam waktu yang tidak lama kumpulan daging, tulang, otok, & organ lainnya akan membusuk & mati. Habis lah riwayat pelukis bertubuh babi ini.Wujud babi itu sendiri hanya lah kendaraan (vehicle) yang digunakan oleh jiwa dalam tamasyanya kali ini di jagad raga berdimensi tiga yang tidak harus berakhir di rumah jagal. Hewan ini baru saja lolos setelah diselamatkan dari rumah potong hewan mempertontonkan kepiawaiannya dalam melukis yang mungkin diperoleh dalam proses reinkarnasi sebelumnya dari sudut pandang penganut agama Ardhi.

Kepiawaian tersebut akan bisa mewujud jika sang pemilik raga (yaitu jiwa) menghendakinya, dan sekali mewujud, jiwa tersebut akan menciptakan mahakarya berikutnya hingga masa tugasnya berakhir di bumi ini. Kasus serupa pun terjadi pada para seniman, termasuk pelukis & penulis, yang tersohor di muka bumi. Karya gemilang mereka pun terjadi karena jiwa yang berada pada raga berprofesi seniman ini, seperti musisi Wolfang Amadeus Mozart, novelist Agatha Christie, atau pelukis Pablo Picasso & Raden Saleh, dan tokoh legendaris lainnya yang berkiprah di luar bidang seni. Meski karya seni merupakan cetusan perasaan yang agaknya termudah, tapi mahakarya serupa juga terjadi di bidang lain, termasuk ilmu pengetahuan, seperti yang dicapai para peraih hadih Nobel. Yang patut dicatat adalah mahakarya yang dihasilkan oleh mereka yang berkebutuhan khusus, seperti yang ditorehkan oleh Stephen Shore, penulis buku: Beyond the Wall: Personal Experiences with Autism and Asperger Syndrome, dan Dr. Mary Temple Grandin, seorang penulis, pembicara, dan ahli terkemuka yang berprofesi sebagai professor pada Colorado State University.

Yang pasti bukan hanya mereka berdua; masih banyak tokoh besar yang berpredikat autis atau berkebutuhan khusus, dan semua ABK pun punya potensi untuk menjadi besar bila orangtua-nya bersedia memfasilitasinya. Orangtaunya harus memberi ABKnya kesempatan untuk mengembangkan passion-nya secara serius dan sistematik agar sang anak bisa melakukannya secara otomatis tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu (bypassing conscious mind). Segala tindakannya sepenuhnya diselenggarakan dalam gerbang bawah (sub-conscious mind), dan pada tahap ini lah ABK-kita (bukan hanya ABK yang bisa, tetapi siapa saja) sudah berhasil membangunkan jatidiri-nya, raksasa yang selama ini tidur di alam bawah sadar sambil menanti moment kemunculannya. Dalam kamus maestro global Anthony Robin, pembangkitan ini disebut Aweken the Giant Within. Contoh nyata keberhasilan dari dalam negeri adalah Gary putera dari rekan seperjuangan saya: Ellen H. Solaiman & Hardi yang telah berhasil membangkitkan potensinya di bidang seni lukis. Contoh lain pun betebaran. Saya telah menyaksikan banyak ABK yang telah berhasil menciptakan mahakarya-nya masing-masing di bidang yang mereka tekuni dan kembangkan. ABK kita pun bisa, kalau orang tuanya mau dan bersedia keluar keringat untuk terlebih dahulu membereskan sensory issues dan sumbatan yang mengganjal keinginan Jiwa menjadi tuan rumah di Raga sendiri. Anda bersedia?

WORKSHOP: SOLUSI BIOMAGNETIS 4 ABKHadiri workshop pada 17 Desember di Hotel Oasis Amir, Jalan Senen Raya Kav 135-137 yan...
17/09/2016

WORKSHOP: SOLUSI BIOMAGNETIS 4 ABK

Hadiri workshop pada 17 Desember di Hotel Oasis Amir, Jalan Senen Raya Kav 135-137 yang mengupas 5 kesalahan fatal para orang tua ABK dalam menyikapi ABK-nya yang menyebabkan keretakan RT, bahkan perceraian, ketidakharmonisan hubungan dengan anak dan sanak keluarga yang lain.Silakan daftarkan diri Anda dengan mentransfer Rp2.000.000 ke Rekening BCA KCP Time Square Cibubur atas nama STEFANUS P SUSANTO, SE dengan nomor 7400-6060-51. Dapatkan dapatkan potongan senilai Rp500.000 (25%) bagi yang telah melunasi sebelum tanggal 14 Desember 2016. Kabari saya via Inbox atau sms pada nomor 08161903864 bila sudah berhasil mentransfer.

8 BULAN SETELAH IKUT WORKSHOPSalah satu peserta Workshop di Surabaya, yaitu Eka Widyastuti Sumartono mengungkapkan panda...
16/07/2016

8 BULAN SETELAH IKUT WORKSHOP

Salah satu peserta Workshop di Surabaya, yaitu Eka Widyastuti Sumartono mengungkapkan pandangannya secara spontan:
Hari ini tgl. 14 juli 2016 adalah tepat 8 bulan anak saya menerima biomagmetic healing yg saya pelajari dan saya lakukan untuknya, saat ini dia tepat berusia 6 tahun kurang 3 bulan, dia didiagnosa adhd, autis dan speech delay, dari perilaku yg seperti robot , pikiran kosong dan aktif, saat ini kemandiriannya baik, respon baik , mengerti , paham lingkungan, mengerti insyruksi, mengerti peraturan , meski belum bisa bicara dia mengerti konteks pembicaraan bahkan saat ini mulai nakal dengan menolak bila disuruh dan juga s**a menggoda, marah kalau digoda kakaknya bahkan "menyerang " kakaknya ber empati jika saya sedih atau menangis ekspresi yang sangat berisi, bahkan dia mulai nakal, dia juga mencari cari kuenya yang saya sembunyikan yg artinya dia sudah punya sedikit ingatan. Dia juga punga keinginan atau ide ide, Anak saya benar2 hidup dan nyambung...tgl 18 juli ini dia naik kelas dari play group ke TK A...dan saya percaya muzizat Tuhan selalu ada...apapun yang diraih anak saya sanagt luar biasa...tetimakasih pak steve, Tuhan memberkati.

Kesimpulan yang sama juga diutarakan oleh ibu Alfit Tong:
Terima kasih Pak Steven.., Alfit sekarang lebih baik.., walau sedikit nakal... S**a memerintah.., s**a memilih ini itu.., tpi kami sekeluarga senang sekali.., walau kadang lelah.., tpi terbayar sudah kelelahan kami ..., terima kasih banyak Bapak Steven.., semoga Bapak sekeluarga selalu dalam lindunganNya Amin...,

Bagi para orang tua yang mendambakan ABK tidak lagi sekaku robot, bisa "berpikir," atau bereaksi secara spontan bila ditanya, silakan hadiri Workshop yang diselenggarakan pada 17 Desember 2016 di Hotel Oasis Amir, Jalan Senen Raya # 135-137, Jakarta Pusat. Seperti biasanya, Workshop bersertifikat International ini berlangsung dari jam 08:00 pagi hingga jam 17:00. Pastikan kehadiran Anda dengan mentransfer Rp1.500.000 ke rekening BCA KCP Time Square Cibubur a/n Stefanus P Susanto pada nomor 7400-6060-51. Tempat terbatas, dan sudah banyak terisi. Kabari saya via Inbox Facebook atau SMS pada nomor 0816-1903-864 bila sudah berhasil mentransfer dananya. Masa depan ABK Anda ada di tangan Anda.

Apakah ABK sebaiknya disekolahkan?Apakah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kita bisa berabstraksi & memahami konsep? Bila b...
18/04/2016

Apakah ABK sebaiknya disekolahkan?Apakah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kita bisa berabstraksi & memahami konsep? Bila bisa, dan mereka tidak memiliki sensory & motor problems, mungkin sebaiknya mereka disekolahkan. Bila tidak, besar kemungkinan mereka akan di- BULLYoleh teman sekolah mereka, karena mereka dianggap sebagai “anak culun” atau mangsa “empuk” yang bisa “dikerjain.” Dampaknya: trauma berkepanjangan, seperti yang dialami anak kami. Pedomannya adalah apakah anak kita bersemangat dan gembira bila pergi ke sekolah. Bila Yes jawabannya, sekolahkan lah mereka, tapi bila No jawabannya, coba timbang ulang. Pedomannya adalah perasaan anak kita, bukan perasaan kita sebagai orang tuanya. Jangan biarkan ego kita menciptakan trauma yang berkepanjangan pada anak kita.

BERSAMA CHELSEA ISLAN BELAJAR MAGNETISMUntuk mengungkap teka teki & Rahasia Autisme, saya meneliti selama 20 tahun pelba...
16/04/2016

BERSAMA CHELSEA ISLAN BELAJAR MAGNETISM

Untuk mengungkap teka teki & Rahasia Autisme, saya meneliti selama 20 tahun pelbagai hal yang membuat kedua anak kehilangan kemampuannya sebagai anak manusia. Salah satu penyebab utama dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau autis adalah tersumbatnya aliran oksigen di tubuh ABK yang sarat dengan pollutants, heavy metals, poisons, viruses, dan lainnya di samping physiological stress yang terbawa terutama saat keluar dari rahim ibundanya. Tubuh ABK jadi kekurangan "setrum," atau "bioenergi." Untuk itu saya mulai belajar quantum physics & bioenergy. Saya belajar dari pelbagai sumber. Salah satunya saya ikut Mesmerism & Javanese Magnetism bersama dengan banyak tokoh hebat, seperti Chelsea Islan pada 28/4/2014, dua tahun yang lalu. Terakhir saya belajar di Germany: BioMagnetic Healing with Your Hands, dan kini saya menjadi Certified Trainer dari Biomagnetic Healing Institute di www.TherapeuticMagnetism.com. Saya gembira akhirnya saya bisa menyingkap Rahasia Autisme. Saya akan membagikan seluruh temuan saya untuk membantu para orang tua yang anaknya seperti anak-anak saya agar buah hati mereka bisa membaik dan mereka bisa tersenyum lega.

02/04/2016

Address

Jakarta
16967

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Steve Susanto posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share