Konsultan Pendidikan

Konsultan Pendidikan Kegalauan masyarakat tentang Sistem pendidikan Nasional, mengantarkan kita pada kritisme pendidikan....Apa, bagaimana Pendidikan Indonesia...

PENDIDIKAN ADALAH INVESTASI.... !!! JANGAN KATAKAN " TIDAK "

Sekolah dan pernah sekolahDua hal yang berimplikasi sangat berbeda....To Appanyompa
26/08/2026

Sekolah dan pernah sekolah

Dua hal yang berimplikasi sangat berbeda....

To Appanyompa

13/08/2026

Sekolah....

Trending topik yang lagi hangat
" Sekolah tidak membuat pintar "

Mungkin aku keliru menyalin. Namun jika benar maka juga bisa benar. Jika kita menyadari dan kembali mengapa " sekolah " sebagai lembaga resmi yang dalam kerjanya memproses " pendidikan " sebagai kegiatannya. Ibarat mesin produksi, maka sekolah hanyalah tempat yang berisi seperangkat alat ( katakan mesin proses) dengan pendidikan sebagai merk produknya. Anak manusia dilepaskan dari tanggung jawab rumah ( orang tua ) diserahkan pada mesin pendidikan tersebut dengan harapan hasilnya adalah sama sejak zaman awal. Bisa hidup dalam menjalani masa dewasanya. Jika zaman awalnya pendidikan. Keluarga dilakukan dengan tujuan memiliki keterampilan berburu, maka orang tua akan mengajari anaknya berburu, demikian seterusnya. Ketika semua diserahkan pada lembaga yang namanya " sekolah" maka apa yang dilakukan oleh orang tua sebelumnya diambil alih oleh sekolah. Pertanyaan nya adalah apakah sekolah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang tuan terhadap masa depan anaknya....belum tentu....

Laku...Dalam.dalam.terminolog Jawa ,.laku adalah perbuatan, lalakon untuk sesuatu. Ada yang menarik salah satu laku yang...
13/08/2026

Laku...

Dalam.dalam.terminolog Jawa ,.laku adalah perbuatan, lalakon untuk sesuatu.

Ada yang menarik salah satu laku yang biasa dilakukan orang Jawa yang biasa dikenal dengan nama " ngedan" ,.menjadi menyerupai perilaku orang gila, tapi tidak edan. Selama 20 menjalani laku, keluar dari perilaku yang dikendalikan oleh nalar, berjalan tak tentu arah dan tujuan, menolak untuk mengemis dan menerima setiap pemberian. Tanpa berfikir, karena itulah hakekatnya. Melatih tubuh tidak dikendalikan oleh otak , lepas namun tidak buas....setelah 20 hari kembali masuk ke mode semula....

Siapa yang bisa atau berani....

To Appanyompa

10/08/2026

Sekolah....
Apa sebenarnya yang kamu lakukan dengan " sekolah? "

Di Indonesia
1. SD 6 tahun
2. SMP 3 tahun
3. SMA 3 tahun
4. PT;
S- 1 ....4 tahun
S - 2 ....2 tahun
S - 3 .....3 tahun

Apa sebenarnya yang terjadi?

Semua sama , bekerja dan mendapatkan uang sebagai alat tukar untuk sesuatu ?

Beras untuk makan
Makan untuk hidup

Selesai.

Pertanyaan
Apakah siklus yang sama berlaku untuk mereka yang tidak sekolah ?

03/08/2026

Sekolah Rakyat...?

Selama ini sekolah - sekolah apakah bukan untuk rakyat. Mengapa ?

Haruskah
Apakah dibutuhkan ?

Bagaimana dampaknya
Lukisan seperti apa yang di hasilkan ?

Kajiannya seperti apa ?

Banyak tanya menanti jawaban...

Setidaknya perbaiki terlebih dahulu yang telah ada.

Gedung sekolah yg mulai rapuh
Guru - guru yang menanti kepastian

Lulusan PT yang jauh dari link and match

To Appanyompa

14/07/2026

Pendidikan yang saling memanfaatkan...

Diera digital sekarang ini aplikasi menjadi alat untuk menghasilkan keuntungan finansial bagi mereka yang bisa memanfaatkannya dgn baik. Tidak luput dunia pendidikan...

Guru harus menonton tutorial dibawah ancaman ....tkd tidak cair

Berapa video harus ditonton

Entahlah

Implikasinya ?

Juga entahlah

11/07/2026

Juli 2026

Semakin banyak " aplikasi" administrasi "Guru"...

Pusing !

04/07/2026

Sepak bola dan sistem pendidikan Nasional Indonesia.

Tahun 1989 saya menulis di koran harian pedoman rakyat Makassar tentang sepak bola bukan sekadar permainan. Saya mencoba mengupas realitas bahwa sepak bola ( piala dunia ) adalah permainan yang serius. Pertentangan kata " main " dan " serius" di tunjang oleh alasan masing - masing. Sepak bola sebagai permainan adalah kesenangan semata oleh mereka yang melakukannya. Semisal anak - anakan kampung ( gembala) sesuai panen padi sawah berubah menjadi lapangan sepak bola seadanya. Aktifitas tersebut hanya didasari kesenangan belaka. Namun disisi lain keseriusan selanjutnya terjadi dalam sepak bola setelah interaksi didalamnya semakin meluas. Mulai.muncul perkumpulan perkumpulan yang selanjutnya akan meningkat heroisme jika kemenangan perkumpulan bisa diraih. Keterlibatan uang dalam konteks yg lebih luas semakin meramaikan keseriusan tadi.

Lantas apa.hubungannya dengan sistem pendidikan Nasional Indonesia. Jika sepak bola pada keadaan tertentu hanyalah kesenangan, sedangkan keseriusannya terjadi jika melibatkan urusan uang. Demikian juga dengan pendidikan di Indonesia. Seolah pendidikan hanya mainan yang tidak terkait dgn masa depan bangsa. Urusan guru sebegitu mudah menjadi rumit, setiap bulan sekolah mengirim ANJAB ( analisis jabatan) yg berkaitan dengan jumlah dan kebutuhan guru berdasarkan mata pelajaran yang diampuh, namun fakta yang terjadi berkas tersebut realisasinya tidak pernah sesuai. Apakah begitu sulit? Jawabnya tidak , itu hanya perlu keseriusan. Dana besar dari APBN untuk mendirikan cukup besar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seandainya mau.

To Appanyompa
Guru sejak 1989 - sekarang

04/07/2026

Pendidikan Indonesia

Tahapan rutinitas:
1. PSB
2. Ulangan tengah semester
3. Ulangan akhir semester ganjil
4. Libur
5. Mulai semester genap
6. Ulangan tengah semester genap
7. Ulangan / ujian kenaikan tingkat/ kelulusan
8. Ulangi dari awal pada tingkat yang berbeda.

Hampir semua sekolah negeri dan partikulir melakukan hal yang sama.

1. Visi misi hanya selogan
2. Tidak ada rencana stratejik
3. Ada " Raker" namun tidak jelas apa yang dibahas.
4. Rutinitas kegiatan diperlukan untuk administrasi dan laporan kepala sekolah ke dinas.
5. Sekolah hanya lembaga kosong tempat mencari duit.

29/06/2026

Guru merdeka...

Carut marut "pendidikan" tidak hanya disebabkan oleh persoalan kurikulum, guru, siswa, orang tua dan pemangku kepentingan lainnya. Pembiayaan dan segala yang terkait dengannya juga seksi untuk dibahas. Namun sorotan yang tidak kalah pentingnya dan sering terlewatkan adalah persoalan kepangkatan dan fungsi serta kedudukannya dalam organisasi pendidikan.

Seolah tidak terasa, namun nyata di lembaga pendidikan ( persekolahan )sering di jumpai, kepala satuan pendidikan dipimpin oleh golongan yang lebih rendah dari.pangkat dan golongan guru lainnya. Hal seperti ini menjadi lumrah dan kata biasa, seolah tidak berdampak apa apa. Mengapa demikian karena guru takut bersuara, lebih banyak mengangguk seperti burung perkutut atau kambing bandot. Didalam diam tersebut menyimpan potensi kerusakan yang besar. Sikap apatis dan masa bodoh akan mendapat tempat yang tepat.

Address

Jalan Manunggal Bakti Kalisari Jaktim
Jakarta

Telephone

+6281383493687

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Konsultan Pendidikan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share