Komunitas Paytren Ustad Yusuf Mansur Jakarta Barat

Directions

Komunitas Paytren Ustad Yusuf Mansur Jakarta Barat Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Komunitas Paytren Ustad Yusuf Mansur Jakarta Barat, Jakarta.

15/12/2020

Siap bela ulama

Instink PemimpinInstink pemimpin itu beda-beda. Dan instink itu akan terlihat saat dihadapkan dengan situasi tak terduga...
18/08/2019

Instink Pemimpin

Instink pemimpin itu beda-beda. Dan instink itu akan terlihat saat dihadapkan dengan situasi tak terduga, apalagi situasi krisis. Disitu instink pemimpin, karakter asli akan muncul.

Mari kita lihat cara Gubernur DKI berfikir dan bertindak saat listrik padam. Tak ada satupun yang menduga bisa terjadi lisrik mati seperti itu. Kondisi yang tak terduga dan bisa disebut krisis.

Menarik. Dia langsung bertindak. Dia tidak menyalahkan siapapun. Dan langsung menyiapkan langkah-langkah solusi.

Satu hal yang selalu berulang, dia punya instink untuk bertindak di saat krisis. Bukan diam dan menonton, tapi hadir di lapangan dan bertindak.

Ingat peristiwa 21-22 Mei di depan Bawaslu? Semua pejabat pemerintah pusat menghilang, yang bergerak dan bertindak di lapangan hanyalah Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Begitu juga kemarin, saat krisis listrik di bagian barat Pulau Jawa, termasuk Jakarta, yang bertindak di lapangan adalah Gubernur DKi.

Coba perhatikan tindakannya:
Langkah-langkah Gub DKI saat listrik PLN mati.

1. Mengumumkan bahwa nomor emergency 112 di Jakarta tetap berfungsi dan menyilahkan publik untuk hubungi bila ada kebutuhan kedaruratan.

2. Langsung mengerahkan semua Bus Sekolah dan bus cadangan. Dalam waktu singkat, mulai pukul 14, bis-bis itu mulai membantu publik yang tidak bisa naik kereta listrik ataupun MRT.

3. Semua genset di setiap rumah sakit di DKI dipastikan berfungsi. Dia periksa ke RS-RS memastikan aliran listrik dari genset aman, karena pasien, alat2 kesehatan dan vaksin dll butuh tenaga listrik.

4. Petugas Dinas Perhubungan disebarkan untuk bertugas di persimpangan2 strategis untuk mengatur lalu lintas saat hampir semua lampu pengatur lalu lintas mati semua.

5. Memeriksa di lapangan mulai dari stasiun, rumah sakit, lalu lintas hingga operasi pemadam kebakaran. Semua fasilitas pelayanan dasar untuk warga dipastikan kondisinya oleh Gubernur.

6. Menggratiskan layanan Trans Jakarta dan MRT sampai dengan akhir operasi pukul 24.00. Ini langkah yang fenomenal. Semua alat-alat pembayaran elektronik mati saat itu, jadi pelanggan harus bayar tunai dan antri panjang; tapi Gub DKI langsung perintahkan gratiskan. Para pelanggan diijinkan masuk tanpa bayar sampai seluruh sistem bisa berfungsi lagi. Instink-nya adalah ambil tanggung-jawab dan jangan bebani rakyat. Hal yang sama sesungguhnya terjadi di pintu2 gerbang toll tapi tidak ada perintah pengratisan dari pemerintah, sehingga terjadilah kemacetan yang amat panjang di gerbang toll.

7. Mengeluarkan seruan untuk warga agar hemat air, mengurangi kegiatan bepergian dengan kendaraan pribadi, dan agar berhemat baterei. Ini nampaknya sangat sederhana tapi dalam situasi krisis publik disadarkan bahwa ini kondisi khusus, maka berperilaku secara khusus p**a.

8. Memerintahkan semua jajaran untuk langsung mengecek kondisi warga di wilayahnya dan memastikan pelayanan publik tetap terjaga baik. Lurah dan camat bergerak memantau kondisi rakyat, karena diperintahkan Gubernur untuk lapor kondisi rakyat di wilayahnya.

Dalam situasi krisis, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terlihat memiliki sifat dan sikap kepemimpinan yang inheren dengan dirinya. Jadi dalam kondisi tak terduga dan kondisi krisis seperti itu, instink yang muncul adalah instink seorang pemimpin yang matang.

Ini semua adalah pelajaran berharga bagi anak-anak muda.

Pemimpin itu bukan yang cuma teriak2, maki2 rakyatnya, dan berkata kotor, atau marah tanpa memberi solusi lalu pergi. Pemimpin itu yang mampu menggerakkan organ organisasi dengan baik, punya instink dan memberi solusi serta bertindak cepat terutama saat emergency.


TAHAN LIDAH MU UNTUK ...... 1. Memplesetkan Kalimat Takbir, karena umurmu pasti berakhir. Kelak bila umurmu sudah berakh...
08/08/2019

TAHAN LIDAH MU UNTUK ......

1. Memplesetkan Kalimat Takbir, karena umurmu pasti berakhir. Kelak bila umurmu sudah berakhir, empat kali kalimat takbir yang akan mengantarkanmu ke alam kubur.

2. Mengomentari syariat Islam dan membandingkannya dengan aturan manusia termasuk Pancasila. Sepancasila-pancasilanya dirimu, engkau lahir diazanin, menikah pakai syariat dan kelak mati, mayatmu juga akan diselenggarakan dengan syariat Islam.

3. Melecehkan ajaran Khilafah atau Khalifah, karena empat sahabat terbaik Rasulullah adalah Khalifah. Tidak usah mempertentangkannya dengan Pancasila karena satu ajaran agama dan satu lagi kesepakatan bersama. Sebaik-baiknya pencipta Pancasila, tetap saja lebih baik dan mulia sahabat Rasulullah.

4. Menghina IB dan para Habaib, karena didarah para Habaib mengalir darah Rasulullah. Setinggi-tingginya jabatan dan kekuasaanmu, tetap saja tidak lebih mulia dari darah keturunan Rasulullah. Kecuali engkau memutuskan berlepas dari syafaat beliau di akhirat kelak.

5. Menyinyiri para Ulama. Para ulama adalah pewaris Nabi. Setiap kehidupan satu orang Ulama saja adalah berkah untuk kita semua, dan sebaliknya setiap kepergian satu orang saja dari mereka, alam semesta ikut berduka.

Selamat Jalan Abuya kami, Syaikhuna kami, Allahyarham Mbah Maimun. Sungguh beliau sangat mencintai para Habaib, karena itu kep**angannya kepada Rabb-nya diantar juga oleh para Habaib, ditanah mulia asalnya para Habaib.

Adakah diantara kalian yang berani menyangsikan kecintaan Syaikhuna kami terhadap Tanah Airnya ?

Tapi insya Allah, seandainya bisa memilihpun, saya haqqul yakin Mbah Maimun akan tetap memilih seperti sekarang, jasad beliau dikuburkan ditanah mulia.
Diantara jasad para syuhada, sahabat dan kerabat Rasulullah. Semoga berkah yang sama bisa untuk ayah-ibuku, untukku, untuk anak-anakku dan sahabat2 semua kelak.

Aamiin ya Rabb...

(Azwar Siregar)

Tahukah engkau, kenapa orang beriman itu sangat sabar? Sebab mereka YAKIN 100% mengenai kehidupan akhirat yang kekal aba...
01/07/2019

Tahukah engkau, kenapa orang beriman itu sangat sabar? Sebab mereka YAKIN 100% mengenai kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Walau hari ini engkau didzalimi, dicurangi, dihina, dicaci-maki, difitnah, dan sebagainya, engkau yakin 100% bahwa semua itu akan ada balasannya. Walau balasannya tidak ada di dunia, namun pasti balasannya akan ada di akhirat kelak.

Engkau hari ini boleh dibully, diejek oleh si curang yang berhasil mengalahkanmu dengan cara licik. Mereka berpesta pora penuh kemenangan dan mengejek dirimu sebagai pecundang.

Namun engkau tetap sabar. Sebab engkau percaya bahwa semua kedzaliman tersebut akan mendapat balasan setimpal. Jika bukan di dunia, pasti nanti di akhirat akan ada Keadilan Sejati.

Allah tidak memerintahkan kita untuk menang. Allah hanya memerintahkan kita untuk berjuang.

Menang atau kalah bukan hal terpenting. Yang paling penting bagi orang beriman adalah tetap istiqomah di jalan kebenaran, apapun yang terjadi.

1 motor Nmaxsama dengan 5.121 x berzinaDan disiksa selama 256.085.000 tahun di neraka..1 Pajero sport Sama dengan 51rb x...
28/06/2019

1 motor Nmax
sama dengan 5.121 x berzina
Dan disiksa selama 256.085.000 tahun di neraka..

1 Pajero sport
Sama dengan 51rb x berzina
Dan disiksa selama 2.5M tahun di neraka.

‼️PIDATO PRABOWO-SANDI PASCA PUTUSAN MK‼️BismillahirrahmanirrahimAssalamualaikum Wr. WbSalam sejahtera. Shalom Om Swasti...
28/06/2019

‼️PIDATO PRABOWO-SANDI PASCA PUTUSAN MK‼️

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr. Wb
Salam sejahtera.
Shalom Om Swastiastu Namo Buddhaya
Salam Kebajikan.

Pertama-tama, saya mengucapkan terimakasih dengan sangat kepada seluruh pendukung diseluruh Indonesia, Para Partai Koalisi Adil Makmur, Badan Pemenangan Nasional, para alim Ulama, Purnawirawan TNI-Polri, emak-emak, dokter, anak-anak muda, perawat, petani, nelayan, semua rakyat Indonesia yang sudah mendukung kami Prabowo-Sandi secara Ikhlas dan totalitas.

Saudara-saudara sekalian, kita baru saja mendengarkan keputusan Mahkamah Konstitusi tentang gugatan Prabowo-Sandi, pasangan Calon 02 terhadap hasil yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum mengenai Pemilihan Presiden tahun 2019 yang baru saja kita laksanakan sebagai Bangsa.
Walaupun kami mengerti bahwa keputusan tersebut sangat mengecewakan bagi kami, dan para pendukung Prabowo-Sandi. Namun kami akan tetap patuh dan mengikuti jalur konstitusi kita yaitu UUD RI 1945 dan sistem perundang-undangan yang berlaku di negara kita. Maka dengan ini menghormati hasil keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Kami menyerahkan sepenuhnya kebenaran dan keadilan yang hakiki kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Kepada para pendukung kami ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan :

Perjuangan kita adalah perjuangan mulia dan luhur. Kita mendukung dan meneruskan perjuangan, cita-cita, dan ajaran Proklamator kita. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Kita ingin mewujudkan Indonesia yang sungguh-sungguh merdeka, merdeka secara politik, merdeka secara ekonomi, dan merdeka secara budaya. Kita ingin kekayaan Indonesia dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

Saya minta seluruh pendukung Prabowo-Sandi, mari kita tidak berkecil hati. Kita tetap tegar, kita tetap tenang, tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan, dan setia pada konstitusi. Kita harus memikirkan kepentingan yang lebih besar, keutuhan bangsa dan negara, kita harus memandang bahwa seluruh anak bangsa adalah saudara-saudara kita sendiri.
Wassalamualaikum Wr Wb
Salam sejahtera. Om Santi Santi Om, Namo Buddhaya.

Prabowo Subianto & Sandiaga Salahuddin Uno

"Pendidikan Anak Di Tangan Orang Tua"Kalimat-kalimat "Kasian tu anaknya sekolah di swasta" atau "Ah sekolahnya ngga favo...
24/06/2019

"Pendidikan Anak Di Tangan Orang Tua"

Kalimat-kalimat "Kasian tu anaknya sekolah di swasta" atau "Ah sekolahnya ngga favorit" sudah lama kami abaikan dan tebal kuping dengan kalimat tersebut.

Bagi kami yang notebene adalah seorang guru. Sejak anak masih kecil-kecil sudah memiliki prinsip bahwa pendidikan tidak bergantung pada dimana dia disekolahkan. Tapi pendidikan utama adalah kembali ke rumah dan kami sebagai orang tuanya lah yang bertanggung-jawab mendidik dan mengajar mereka. Sebab kelak kami-lah yang akan ditanya di akhirat tentang anak-anak kami. Bukan gurunya, kepala sekolah atau wali kelasnya.

Anak-anak kebetulan telah kami uji coba sekolah di sekolah negeri, setengah negeri dan sekolah swasta. Masing-masing sekolah selalu ada plus dan minusnya alias tidak ada sekolah yang sempurna.

Ya ujung-ujungnya konsep mendidik mereka kembali ke tangan kita sebagai orang tua. Apa yang mereka dapat di sekolah jika positif ya alhamdulillah. Jika negatif maka harus kita perbaiki di rumah dan menguatkan mereka.

Sebisa mungkin sebaiknya kita hindari intervensi pola didik gurunya kecuali dalam hal-hal yang membahayakan misalnya kasus bullying yang berulang di sekolah. Ketika anak masuk sekolah maka percayakanlah mereka pada institusi sekolah yang sudah kita teliti baik-baik.

Pendidikan anak sebaiknya adalah mengedepankan masalah akhlak. Jaman sekarang anak yang berakhlak lambat laun mulai berkurang jumlahnya. Sudah banyak contoh anak yang pintar & sekolah di sekolah favorit tapi gagal dalam hal akhlak atau adab.

"Mencetak anak pintar itu penting tapi mencetak anak yang berakhlak jauh lebih penting."

Sebab saat kita tua, kita tak memerlukan anak-anak yang nilainya excellent. Kita tak memerlukan anak-anak yang mendapat penghargaan ini dan itu. Kita tak memerlukan anak-anak yang hartanya melimpah.

Tapi kita perlu anak yang bisa merawat kita kala sakit. Memandikan jenazah kita. Menyolatkan kita. Menggotong dan mengantarkan kita ke liang lahat. Mendoakan dan menjaga keluarga sepeninggal kita.

Kita memerlukan anak-anak yang peduli dan berakhlak pada orang tua dan keluarganya.

Jangan terlalu sibuk dengan sekolah favorit ya pak bu. Pikirkan bagaimana nanti anak kita setelah kita tiada


IRONI DAN REALITA DI ZAMAN KITA!1. Banyak rumah besar --- Keluarganya makin kecil2. Gelar makin tinggi --- Akal sehat ma...
24/06/2019

IRONI DAN REALITA DI ZAMAN KITA!

1. Banyak rumah besar --- Keluarganya makin kecil
2. Gelar makin tinggi --- Akal sehat makin rendah
3. Pengobatan makin canggih --- Kesehatan makin buruk
4. Travelling keliling dunia --- Tak kenal dengan tetangga
5. Penghasilan bertambah --- Tak ada ketentraman jiwa
6. Kualitas ilmu tinggi --- Kualitas emosi rendah
7. Manusia makin banyak --- rasa kemanusiaan makin menipis
8. Pengetahuan makin bagus --- Kearifan makin berkurang
9. Perselingkuhan makin marak --- Kesetiaan hampir punah
10. Banyak teman di dunia maya --- Tak punya sahabat sejati
11. Minuman keras makin banyak --- Air bersih makin berkurang
12. Pakai jam tangan mahal --- Selalu kekurangan waktu
13. Ilmu semakin tersebar --- Adab dan akhlak makin lenyap
14. Al Qur’an banyak dihafal --- Sedikit sekali yang mengamalkan
15. Belajar semakin mudah --- Guru makin tak berharga
16. Teknologi informasi kian canggih --- Fitnah dan aib makin banyak tersebar
17. Orang yang sedikit ilmu banyak bicara --- Orang yang banyak ilmu terdiam

- Akhir zaman… tampak jelas semakin dekat dihadapan kita ya Ikhwah!

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari keburukan fitnah Al Masih Ad Dajjal” (HR. Muslim no. 588)

MK, FORUM MENELANJANGI REZIM CURANGOleh : Nasrudin Joha Rezim paham, dinamika di MK tidak mungkin mampu mengubah konstel...
22/06/2019

MK, FORUM MENELANJANGI REZIM CURANG

Oleh : Nasrudin Joha

Rezim paham, dinamika di MK tidak mungkin mampu mengubah konstelasi pemenangan Pilpres. Rezim paham, ujung dari semua proses di MK adalah pengokohan kemenangan rezim curang.

Sehingga, rezim bisa berkoar tunduk pada putusan MK, pihak lain dan masyarakat juga diminta menghormati putusan ini, putusan yang telah lama disiapkan. Setelah itu, rezim berdiri sombong dan meminta seluruh rakyat mentaati kekuasaannya.

Rezim lupa, bahwa hakim yang memutus perkara rezim bukan hanya 9 (sembilan) hakim MK. Tetapi, segenap rakyat Indonesia yang menyaksikan persidangan sengketa Pilpres di MK.

Dan tentu saja, rakyat memiliki hak -berdasarkan pertimbangannya- memberi vonis politik yang berbeda dengan MK. Inilah, yang saat ini tidak disadari rezim. Rezim hanya berfokus pada 'kontrol' putusan MK, namun luput 'mengontrol vonis rakyat' yang menyaksikan langsung jalannya persidangan.

Hingga tulisan ini diterbitkan, sepanjang itulah publik dan seluruh rakyat menyaksikan, betapa forum pengadilan di MK laksana forum yang menelanjangi rezim. Satu per satu, kain penutup dan topeng kemunafikan rezim ditanggalkan, baik oleh tim hukum 02, saksi dan ahli 02, juga blunder yang dilakukan oleh tim hukum 01 dan saksi 01.

Ulasan para penulis sosmed, juga turut menambah jelas, aib dan borok-borok rezim. Dari ungkapan 'kecurangan adalah bagian dari demokrasi', hingga pernyataan Yusril yang menyebut keterangan ahli dari kubu 02 berpotensi membatalkan keputusan KPU dan merubah konstelasi pemenang Pilpres.

Diskursus dan fakta hukum di persidangan MK ini, tak mampu disembunyikan rezim, semua rakyat menontonnya. Baik langsung maupun melalui siaran tunda, link YouTube, sosmed, atau ulasan-ulasan penulis sosial media.

Inilah yang luput dari perhatian rezim, rezim hanya berfokus pada 9 (sembilan) hakim MK. Rezim lupa, ada lebih dari 250 juta 'hakim rakyat' yang juga turut serta mengadili rezim.

Tentu saja, vonis dari rakyat lebih real dan fair, karena terbebas dari segala bentuk intervensi. Saat rakyat memvonis rezim sebagai rezim curang, memvonis rezim tak layak memimpin, memvonis rezim sebagai zalim, sungguh tidak ada gunanya lagi putusan MK.

Rezim akan kesulitan menjalankan roda kekuasaan diatas pilar keengganan bahkan kemarahan rakyat yang merasa dicurangi. Rezim, akan teralienasi dari rakyat, dan jelas kekuasaan tanpa legitimasi rakyat itu kekuasan semu, setiap saat rawan jatuh, baik jatuh alamiah maupun jatuh karena dijatuhkan.

Inilah hakekat kekuasaan, yang mustahil berdiri tegak tanpa dukungan dan legitimasi rakyat. Kekuasaan, yang hanya berdiri diatas legitimasi formal, akan kesulitan menjalankan kekuasan secara substansial. Kita lihat saja nanti. [].

22/06/2019

BW menilai pihak KPU bersikap sombong layaknya Firaun, penguasa Mesir zaman dulu.

Address

Jakarta
14730

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komunitas Paytren Ustad Yusuf Mansur Jakarta Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share