AKAL SEHAT

AKAL SEHAT �NASIB INDONESIA DI MASA YANG AKAN DATANG

16/03/2026
16/03/2026

JADWAL PERTANDINGAN 8 BESAR PIALA ASIA U-17DOAKAN SEMOGA TIMNAS U-17 ASUHAN COACH NOVA BISA MENANG,DAN KITA BAKALAN LIVE...
13/04/2025

JADWAL PERTANDINGAN 8 BESAR PIALA ASIA U-17
DOAKAN SEMOGA TIMNAS U-17 ASUHAN COACH NOVA BISA MENANG,DAN KITA BAKALAN LIVE INDONESIA VS KOREA UTARA

🔞IKAN BUSUK TENTUNYA MULAI DARI KEPALA
13/04/2025

🔞IKAN BUSUK TENTUNYA MULAI DARI KEPALA


27/01/2025
Prabowo Subianto AKAL SEHAT Semua orang Kantor Desa Segerajaya DPR RI Mata Najwa room office - Metro TV Garuda - gerakan...
22/01/2025

Prabowo Subianto
AKAL SEHAT
Semua orang
Kantor Desa Segerajaya
DPR RI
Mata Najwa room office - Metro TV
Garuda - gerakan rakyat untuk edukasi dan hak asasi
Rakyat Bersuara
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia - DPD RI
Parpol Yg Merampas Hak Rakyat
Mohon ijin dari tahun 2000 sampai skrng 2025 mohon segera di tindak lanjuti sebab hak² rakyat kecil di rampas, tunjukan kemanusiaan yng adil dan beradabnya yng menjadi pondasi kita dalam sila ke 2...
FYPシ Suara Rakyat Indonesia

Zonapers – Bekasi Utara, 18/12/2024 Gerakan Pekerja Buruh Indonesia (GPBI) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GPBI, Binson...

Ave Neohistorian!Apakah kalian pecinta musik lawas Indonesia? Atau, kalian pecinta lagu-lagu folk/balada? Mungkin, grup ...
09/01/2025

Ave Neohistorian!

Apakah kalian pecinta musik lawas Indonesia? Atau, kalian pecinta lagu-lagu folk/balada?

Mungkin, grup musik ini dapat menjadi teman kalian dalam pencarian musik-musik lawas unik di Indonesia. Mereka dikenal dengan Kelompok Kampungan.

Mengutip Denny Sakrie (2013), Kelompok Kampungan berawal dari pentas teater komunitas Bengkel Teater W.S. Rendra di Yogyakarta. Ketika Rendra dan Bengkel Teater melakukan pentas, terdapat Nyai Pilis yang menjadi barikade scoring musiknya.

Dari Nyai Pilis, pada era 70-an, kelompok musik lain kemudian menyeruak, dikenal sebagai Kelompok Kampungan. Menurut Bram Makahekum (Sakrie, 2013), ia bernama “kampungan” karena memiliki makna unik, seperti “kejujuran, menerima apa adanya, tapi tetap memiliki semangat kreatif.”

Aqilah Mumtaza, Umilia Rokhani, dan Daniel de Fretes (2023), mengungkapkan bahwa Kelompok Kampungan aktif mengangkat puisi-puisi Rendra, yang sarat dengan kritik sosial, dalam bentuk rekaman kaset musikalisasi puisi. Rekaman tersebut kemudian diedarkan dari tangan ke tangan.

Selama bermusik, Kelompok Kampungan hanya menerbitkan sebuah album, yakni Mencari Tuhan (1980, dirilis ulang 2013 oleh Strawberry Rain). Aris Setyawan (2021) mengatakan bahwa album tersebut diburu oleh para kolektor, mengingat perjalanan hidup Kelompok Kampungan yang menjadi mitos.

Namun, perjalanan Kelompok Kampungan berubah menjadi sebuah dongeng. Lagu “Bung Karno”, yang menampilkan pidato Sukarno, membuat kelompok musik ini dicekal oleh rezim Orde Baru. Mereka kemudian bubar, dan menghilang dari peredaran (Wibisono, 2017).

Penulis: Intan
Penyunting: Ema

Referensi
- Mumtaza, A., Rokhani, U., de Fretes, D. (2023). Perkembangan Bentuk Penyajian Musikalisasi Puisi di Yogyakarta pada Tahun 2013-2023. Jurnal Seni Musik, 13(2). 64-77.
- Sakrie, Denny. (2013, 5 Juli). Mencari Kelompok Kampungan. Dennysakrie63’s Blog.
- Setyawan, Aris. (2021, 21 Oktober). Mencari Tuhan bersama Kelompok Kampungan. Pophariini.
- Wibisono, Nuran. (2017, 1

⚫ PRAMOEDYA ANANTA TOERAKAL SEHAT
06/01/2025

⚫ PRAMOEDYA ANANTA TOER
AKAL SEHAT

Sebelum Belanda mendominasi penjajahan di Indonesia, bangsa Portugis adalah yang pertama kali tiba di kepulauan Nusantar...
05/01/2025

Sebelum Belanda mendominasi penjajahan di Indonesia, bangsa Portugis adalah yang pertama kali tiba di kepulauan Nusantara pada awal abad ke-16. Pada tahun 1511, mereka berhasil menguasai Malaka, pusat perdagangan rempah-rempah yang strategis di Asia Tenggara. Portugis berusaha menguasai jalur perdagangan dan menyebarkan agama Katolik di wilayah Indonesia, meski pengaruh mereka tidak sebesar Belanda yang kemudian menjajah Indonesia selama ratusan tahun.

Kedatangan bangsa Portugis menandai dimulainya era kolonialisme di Indonesia, membuka jalan bagi negara-negara Eropa lain untuk datang dan mengeksploitasi sumber daya alam Nusantara. Jejak peninggalan Portugis masih bisa ditemukan hingga sekarang, seperti dalam budaya dan arsitektur di beberapa daerah, termasuk di Maluku dan Flores.


⚫FATAHILLAH SANG PENAHLUK PORTUGIS ⚠️Kisah Fatahillah, Panglima Perang Demak Sang Penakluk Portugis dan Pendiri Jayakart...
05/01/2025

⚫FATAHILLAH SANG PENAHLUK PORTUGIS ⚠️

Kisah Fatahillah, Panglima Perang Demak Sang Penakluk Portugis dan Pendiri Jayakarta

Fatahillah atau Faletehan adalah seorang panglima perang yang berasal dari Kerajaan Demak.

Kemudian dikenal sebagai penakluk Portugis di Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan pendiri kota Jayakarta, yang kemudian menjadi Jakarta.

Fatahillah lahir pada tahun 1448 di Pasai, Aceh Utara.

Ia adalah keturunan Bani Hasyim, yang dipercaya sebagai keturunan Nabi Muhammad.

Kemudian juga merupakan putra dari Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, seorang pembesar Mesir, dan Nyai Rara Santang, putri Raja Pajajaran.

Fatahillah hijrah ke Mekkah untuk mempelajari agama Islam, setelah Pasai dikuasai oleh Portugis.

Setelah beberapa tahun, ia kembali ke tanah air dan mengabdi kepada Sultan Trenggana, raja Demak.

Ia menikah dengan adik Sultan Trenggana dan juga dengan putri Sunan Gunung Jati, Ratu Ayu.

Fatahillah mendapat tugas dari Sultan Trenggana untuk menyebarkan Islam di Jawa Barat dan mengusir Portugis dari Sunda Kelapa.

Ia mendapat dukungan 2.000 prajurit dan 20 kapal perang dari Demak dan Cirebon.

Penaklukan Sunda Kelapa

Pada tahun 1526, Fatahillah menyerang Banten, pelabuhan penting Kerajaan Sunda yang beragama Hindu, dan berhasil menguasainya.

Kemudian melanjutkan serangannya ke Sunda Kelapa, pelabuhan utama Kerajaan Sunda yang telah menjalin hubungan dagang dengan Portugis.

Pada tanggal 22 Juni 1527, Fatahillah berhasil mengalahkan pasukan Portugis yang berjumlah 500 orang di Sunda Kelapa.

Ia juga menghancurkan benteng yang dibangun oleh Portugis dan membunuh semua laskar Portugis yang ada di kapal Duarte Coelho, yang terdampar di pantai.

Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, yang berarti kota kemenangan. Ia juga membangun masjid dan istana di kota baru tersebut.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AKAL SEHAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share