28/05/2026
Safari Kurban UM Papua 1447 H/2026 Perkuat Dakwah Kemanusiaan dan Kebersamaan Kampus
Jayapura, UM Papua -- Universitas Muhammadiyah Papua melalui Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sukses melaksanakan kegiatan Safari Kurban 1447 H/2026 sebagai bentuk ibadah dan penguatan nilai ketakwaan kepada Allah SWT, Rabu (27/05/2026). Ibadah kurban tersebut sekaligus mempererat ukhuwah, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan perdana yang dipusatkan di Rusunawa UM Papua, Holtekamp ini melibatkan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi mahasiswa seperti IMM, BEM, HMW, IPM, serta masyarakat sekitar kampus. Mengusung tema “Mewujudkan Kurban Terbaik, Menebar Manfaat dan Kebahagiaan” dan semangat “One Team, One Dream, One Destination”, Safari Kurban UM Papua tidak hanya menjadi kegiatan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan dakwah kemanusiaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dalam wawancaranya, Kepala Bidang AIK UM Papua, Udin Ramazakir, menjelaskan bahwa makna utama ibadah kurban dalam perspektif dakwah Muhammadiyah adalah bentuk pengorbanan, kesetiaan, dan komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.
“Makna kurban itu yang paling pokok adalah pengorbanan, kesetiaan, dan komitmen dalam berislam serta dalam beribadah. Ini disyariatkan langsung sejak Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. Dengan berkurban, mudah-mudahan kita semua menjadi semakin taat dalam menjalankan syariat Islam, menghilangkan ego, membersihkan hal-hal buruk dalam jiwa kita, sehingga kita menjadi umat yang mendekati kesempurnaan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Safari Kurban menjadi sangat penting karena mampu mempererat ukhuwah dan membangun solidaritas keluarga besar UM Papua dengan masyarakat sekitar.
“Kegiatan Safari Kurban ini menjadi sangat penting sekali karena dengan adanya kegiatan ini kita menjalin ukhuwah dan silaturahmi yang terjadi dengan sangat baik. Keluarga besar UM Papua menjadi semakin kompak dan semakin bermanfaat, baik bagi lingkungan internal maupun masyarakat di luar kampus,” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan pemotongan hewan kurban di kawasan Holtekamp dilakukan agar manfaat kegiatan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk warga sekitar yang selama ini membantu menjaga dan merawat lahan Muhammadiyah.
“Distribusi kurban tidak hanya dilakukan di Holtekamp, tetapi juga sampai di Kampus Abepura. Sivitas akademika termasuk mahasiswa yang membutuhkan, hingga masyarakat sekitar turut menerima manfaat dari kegiatan ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Safari Kurban UM Papua mencerminkan nilai dakwah Muhammadiyah yang terbuka dan hadir untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Dengan kurban ini kita menyampaikan bahwa Muhammadiyah hadir untuk semua. Tidak hanya umat Islam, tetapi semua terlibat di sini. Ada umat agama lain ikut membantu. Itu menunjukkan bahwa Muhammadiyah hadir dalam semua sektor dan lini kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UM Papua, Dr. Indah Sulistiani, menjelaskan bahwa tema “One Team, One Dream, One Destination” dipilih untuk menegaskan pentingnya kerja sama dan tujuan bersama dalam membangun kepedulian sosial.
“One Team berarti semua yang terlibat bekerja sebagai satu tim tanpa sekat. One Dream adalah mimpi bersama untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Sedangkan One Destination berarti tujuan bersama untuk menghadirkan kampus yang bermanfaat bagi masyarakat Papua,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Safari Kurban bukanlah kerja individu, melainkan kerja bersama seluruh sivitas akademika dan masyarakat dalam menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan Safari Kurban UM Papua meliputi pembukaan dan doa bersama, penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, pengolahan dan distribusi daging kurban kepada masyarakat kurang mampu, mahasiswa perantauan, dan warga sekitar, hingga kegiatan edukasi, dialog bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.
Melalui kegiatan ini, UM Papua berharap Safari Kurban dapat terus menjadi agenda rutin tahunan yang semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan yang baik ini dapat berjalan terus di tahun-tahun berikutnya, bahkan semakin baik, semakin meningkat jumlahnya, semakin luas jangkauannya, dan semakin bermanfaat bagi kita semua,” tutup Udin Ramazakir.