06/08/2012
BERBAHAGIALAH MENJADI PEMAKMUR MASJID
(Penghargaan Besar Kepada Para Pecinta Rumah Allah)
”Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hari kemudian, serta (tetap) mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun), kecuali kepada Allah. Maka, mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS Attaubah [9]: 18).
Mencoba mengamati kembali, kondisi umat Islam saat ini tentunya kita sedikit berbangga dan bahagia karena lambat laun jumlah kaum muslimin di seluruh penjuru dunia kian bertambah, secara otomatis kalau kita amati juga jumlah masjid di seluruh penjuru dunia tentunya juga bertambah. Berbicara masjid di dunia umat Islam, tentunya ini menjadi pembicaraan yang serius karena masjid mempunyai nilai-nilai syiar dakwah Islam ke depan yang prospektif sebagaimana masjid pada masa Rasulullah SAW menjadi pusat persemaian peradaban Islam. Karena masjid di masa Rasulullah SAW memiliki multi fungsi selain berfungsi sebagai tempat ibadah mahdoh juga mempunyai fungsi-fungsi yang lain yaitu sebagai tempat menimba ilmu (thalabul Ilmi), sebagai tempat bermasyarakat, sebagai syiar dakwah Islam, tempat pembinaan umat (tasqiful ummah) dan pengembangan kader-kader pemimpin umat yang beriman dan bertaqwa. Sehingga, Islam bisa mencapai titik kejayaan dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Lalu pertanyaanya adalah dengan masjid yang semakin bertambah dan juga bangunan masjid semakin megah dan mewah adakah pemakmur masjid di setiap masjid tersebut dan apakah masjid sekarang masih memiliki multi fungsi seperti masjid pada zaman Rasulullah?
Memakmurkan Masjid Adalah Perintah Allah
Hal pertama yang dilakukan Rasulullah SAW ketika sampai di Madinah dalam rangkaian hijrahnya adalah membangun masjid. Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran betapa pentingnya posisi masjid dalam perjuangan kaum Muslim. Masjid itulah yang mengawali perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan risalah Islam sehingga Islam bisa menjadi rahmatan lil ‘alamiin (rahmat bagi seluruh alam)
Sayangnya dewasa ini banyak dari kita terutama kaum pria yang mempunyai kewajiban memakmurkan masjid justru lebih mementingkan pekerjaan kantornya daripada meluangkan waktu untuk berjama’ah dan menghadiri majelis ilmu di masjid yang tujuannya adalah untuk memakmurkan rumah Allah (masjid). Demi sebuah profesionalisme, kadang masjid di nomer 2 kan, atau bahkan nomer sekian dari kegiatan – kegiatan lainnya
Takmir, sering kita dengar nama ini sebagai petugas yang berjaga di masjid. Sebagai juru adzan, imam sholat 5 waktu bahkan sebagai tukang sapu di masjid. secara harfiah kata Takmir berasal dari kata bahasa Arab yaitu ‘ammaro-yu’ammiru yang artinya memakmurkan atau meramaikan. jadi, Takmir adalah orang yang memakmurkan masjid. Berarti disini siapa saja dari kaum muslimin yang memakmurkan masjid bisa disebut sebagai Takmir. bisa disimpulkan yang harus memakmurkan bukan saja orang yang diberi amanah khusus untuk menjadi Takmir masjid. Tetapi semua kaum muslimin karena memakmurkan masjid adalah perintah Allah SWT yang harus diperhatikan dan dilaksanakan.
Berbahagialah !
Menjadi pemakmur masjid tentunya harus bahagia, kalau ada pemakmur masjid yang tidak bahagia berarti nilai spiritualitas (Qimah ruhiyah) dalam dirinya belum ada. sehingga ketika ada di masjid belum tenang alias gundah gulana, belum bisa merasakan nikmatnya beraktivitas di masjid. Kalau nilai spiritualitas (Qimah ruhiyah) sudah didapatkannya Insya Allah ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan akan selalu menyelimuti diri pemakmur masjid. Selain itu, kenapa kita harus bahagia menjadi pemakmur masjid? Karena Rasulullah SAW memberikan penghargaan besar kepada mereka yang memakmurkan masjid, antara lain dinyatakan:
1) orang-orang yang terikat hatinya ke masjid (memakmurkan masjid) termasuk golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT di hari kiamat nanti. Rasulullah SAW bersabda : “ Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada saat tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya, yaitu : Pemimpin yang adil, pemuda yang selalu beribadah kepada Allah SWT, seorang yang selalu terikat hatinya dengan masjid, dua orang yang saling cinta karena Allah, mereka bersatu dan berpisah karena-Nya, seorang apabila dibujuk (untuk berbuat dosa) oleh wanita cantik dan mempunyai kedudukan, maka orang itu berkata : saya takut kepada Allah; seorang yang beribadah secara sembunyi-sembunyi dan seorang yang selalu mengingat Allah (Dzikrullah) di tempat yang sepi sampai ia mencucurkan air matanya (H.R Bukhori dan Muslim)
2) orang yang memakmurkan masjid adalah ahli Allah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya “ Sesungguhnya meramaikan rumah-rumah (masjid-masjid) Allah, mereka itulah ahli Allah SWT.
3) Allah akan mencintai orang-orang yang mencintai masjid. Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang mencintai masjid, maka Allah mencintainya (H.R Thabrani)
4) Memakmurkan masjid dapat mencegah turunnya Adzab Allah SWT. Allah berfirman dalam hadist Qudsi yang artinya “ Demi ke-muliaan dan ke-Agungan-ku, sesungguhnya aku bermaksud akan menurunkan siksaan kepada penduduk bumi, tetapi aku lihat penghuninya memakmurkan rumah-ku (masjid), saling kasih mengasihi sesamanya karena aku, selalu melakukan istighfar (meminta ampun kepada-Ku) di waktu ashar, aku palingkan siksaan itu dari mereka”
5) Sering datang ke masjid merupakan ciri seorang yang beriman. Dalam suatu hadist, Rasulullah SAW bersabda : “ Apabila kamu melihat seorang pergi atau pulang dari masjid, maka saksikanlah bahwa dia adalah beriman” (H.R Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Oleh karena itu, berbahagialah karena Rasulullah SAW memberikan penghargaan yang besar kepada pemakmur masjid (Pecintah rumah Allah), mari kita semua kembali memakmurkan masjid-masjid Allah. Untuk menyongsong kejayaan peradaban Islam sehingga Islam menjadi agama yang rahmatan Lil ‘alamin. Fastabiqul khairat. Wallahu a’lam bishowab.