Konsep dasar pembangunan maritim Indonesia adalah pembangunan seluruh wilayah perairan Indonesia dengan segenap sumber daya alam terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan masyarakat. Landasan ini membawa implikasi bahwa kebijakan dan strategi pengembangan kemaritiman Indonesia yang diterapkan harus bersifat menyeluruh (holistik) dan terpadu antara sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Deng
an dicanangkannya kebijakan dan strategi pembangunan wilayah maritim dalam MP3EI, maka diharapkan terbukti bahwa Negara mampu mensejahterakan masyarakatnya secara mandiri dari mengelola sumber daya alamnya dengan baik sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. Sebagai realisasi konsep dasar tersebut di atas maka pada tahun 2016 dibentuklah Marine Science Techno Park (MSTP) di lokasi Marine Station Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP) di pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah (52 hektar) dan di lokasi Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai (LPWP) FPIK UNDIP di pantai Kartini, Kecamatan Kota Jepara, Propinsi Jawa Tengah (2 hektar)
Di kawasan seluas 52 hektar dengan garis pantai sepanjang ± 3 km
yang terletak di koordinat 6.614984° U, 110.648224°S akan dikembangkan fasilitas untuk mendorong perkembangan IPTEK Kemaritiman dari Lembaga Litbang/Universitas/Industri sehingga terjadi inovasi melalui proses inkubasi dalam membangun pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) kemaritiman di tanah air. inovasi pengolahan bahan hayati laut (food safety);
2. inovasi teknologi budidaya tambak yang ramah lingkungan;
3. eduwisata berbasis pada sumberdaya mangrove dan hutan pantai serta wisata bahari; dan
4. inovasi konservasi sumberdaya terumbu karang dan lamun. MSTP UNDIP selanjutnya dikelola oleh sebuah badan pengelola yang dibentuk berdasarkan SURAT KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO Nomor: 760/UN7.P/HK/2016 Tentang PENDIRIAN BADAN PENGELOLA (BP) MARINE SCIENCE TECHNO PARK (MSTP)
UNIVERSITAS DIPONEGORO. Saat ini telah tersedia beberapa fasilitas penunjang, seperti:
1. Kantor Badan Pengelola dan Technology Innovation Support Center,
2. Penginapan/wisma berkapasitas 200 orang,
4. Laboratorium-laboratorium (basah dan kering),
5. Mini Hatchery, dan
6.